Hanya Kamu

Hanya Kamu
Pernikahan Tara dan Mahen


dirumah Lion


anna sendirian berada di kamar itu, dia menatap foto seorang perempuan cantik yang sedang tersenyum bersama Lion.


ceklek


" Sayang ayo makan dulu "


" Dia siapa ?" Tanya shandrianna.


Lion menaruh nampan makanan di ranjang lalu memeluk shandrianna dari belelakang.


" Dia cinta keduaku "


" Maksudmu ?" shandrianna merautkan keningnya.


" Dia kakakku , ibunya Gisel sangat cantik seperti dirimu. "


" Lalu dimana dia ?"


Lion masih memeluknya tanpa bisa shandrianna halangi, sebab dia tidak mengingat apapun kecuali yang sedang bersamanya saat ini.


" Tuhan memanggilnya , Karena seorang pria yang sangat Dicintainya menikah dengan wanita lain. "


" Siapa pria itu ?" tanya lagi shandrianna.


Jika aku jawab suamimu, apakah kau akan marah shandrianna ... Karena Bagaskara kakakku meninggal dan membuat Keponakanku menjadi Yatim.


" Lupakan saja ayo makan " ajak Lion.


Ditariknya tangan shandrianna kemudian dibawanya keranjang, disuapinya shandrianna dengan pelan.


" Apakah kita benar-benar punya hubungan ?" tanya shandrianna


jauh dalam lubuk hatinya dia tidak percaya jika ia mempunyai hubungan khusus dengan lion.


" Lion "


" ada apa sayang ?"


" Dimana rumahku ? aku kenapa jadi lupa rumahku , ini hampir malam apa ibu dan ayahku tau ?" tanyanya dengan muka polos dan tatapan kosongnya.


Lion tak menjawabnya , dia malah berdiri kemudian membuka laci , mukanya tersenyum manis dan kembali duduk di dekat shandrianna.


" Ruangannya tidak terlalu wangi coba hirup ini ? kau pasti suka "


" A-pa itu ?"


" Coba dulu sayang " paksa lion


tapi shandrianna menolaknya , dia melemparkan jauh-jauh hingga botol itu terpelanting.


" sayang "


" aku mau pulang, antar aku lion bagaimana dengan ibu dan ayahku dia pasti cemas "


" baik-baiklah aku antar sekarang ya "


Bersabarlah Lion, hari ini kau sudah membuat nya dekat denganmu hanya perlu menunggu beberapa saat lagi.


****


Brak


bagaskara menutup pintu mobil, namun Tetangganya pagi tadi langsung menghampirinya dengan cepat.


" Pak bagaskara ! pak bagaskara ! "


bagas langsung menoleh " ada apa bu ?"


" Apakah nyonya shandrianna sudah pulang ?"


" pulang ? bukankah istri saya ada dirumah bu " tanya bagaskara balik.


" Tidak pak tadi siang saya melihat seorang pria menggandeng tangan Nyonya dan membawanya masuk kedalam mobil. "


bagaskara risau mendengarnya secepatnya dibuka pintu rumah dan benar saja disana kosong tidak ada siapa-siapa padahal ini sudah malam.


" Apa ibu lihat ciri-ciri pria itu ?"


" hmm bertubuh tinggi , badannya bagus , wajahnya tampan dan ... berkulit putih. "


" siapa pria itu ? sayang kau kemana sebenarnya "


" terima kasih bu, itu Kakak sepupunya yang baru pulang mungkin membawanya kerumah orang tuanya. "


" Oh begitu baguslah, saya permisi pak "


" iya "


Lantas bagaskara kembali masuk kedalam rumah ini hampir jam 8 tapi shandrianna belum kembali, namun satu hal yang aneh ponsel shandrianna retak dilantai itu.


ceklek


shandrianna masuk begitu saja kedalam rumah , seperti dia tak melihat bagaskara sudah jelas bagas ada didepannya dan dilewatinya begitu saja.


" Darimana sayang ?" tanya bagaskara.


shandrianna menoleh dan kepalanya terasa pusing " ahh " dia memegangi kepalanya langsung bagas memapahnya.


" Sayang "


shandrianna memeluk bagas " mas bagas " gumamnya.


bagas langsung melepaskan pelukannya " Darimana saja ? Tetangga depan bilang kau pergi bersama seorang pria dan bergandengan tangan , kau sadar semua itu ?" cercah bagaskara.


" Aku Melakukannya ?"


" Jawab aku ! darimana ! " bentak bagaskara.


" aku ... aku tadi ... "


" Tidak mas " jawab shandrianna dengan muka sedihnya.


" seminggu ini aku memperhatikanmu yang suka berubah, Jika aku bertanya seakan kau lupa dan tidak tau , Sayang ingat statusmu sebenarnya jika kau bohong aku bisa membuatmu berkata jujur tapi kau benar-benar membuatku tak bisa bicara lagi. " ungkap bagaskara.


" Jawab aku ! Jawab ! "


" Hiks hiks hiks aku tidak tau , aku tidak ingat hiks hiks " isak shandrianna


" Jangan marah hiks hiks aku tidak tau apapun mas hiks hiks "


dipeluknya lah shandrianna karena merasa dia sudah tidak sanggup melihat shandrianna menangis , mata shandrianna juga tak bisa berbohong dia jujur bagas bisa melihat itu.


" Sudah ! sudah ! kita jemput anak-anak ya kasihan mereka pasti merindukan kita. "


" Mas tidak marah padaku kan ? " tatap shandrianna


" Lupakan "


****


dan dimulai hari itu bagaskara selalu mengawasi shandrianna dengan ketat sampai dia jarang masuk ke kantor lagi, baginya shandrianna yang terpenting.


tidak tau apa yang dialami shandrianna tapi terkadang dia ingin marah tapi rasa cinta dan sayangnya dia lebih besar dari kemarahannya.


sering kali shandrianna melontarkan kata-kata kasar kepada bagaskara dan sama sekali tak mengenali mereka bertiga apalagi anak-anaknya.


Untuk itu sementara ini Ailenn dan Arunika selalu berada dirumah Handika dan Dini, takut jika nanti Shandrianna tidak sengaja melukai dirinya atau pun anak-anak.


Handika dan Dini juga tara sudah tau apa yang dialami oleh shandrianna bahkan keluarga mengusulkan untuk dibawa ke psikolog namun yang didapat hanya stress dan banyak pikiran saja.


Dan baru saja hari ini bagas membawa shandrianna ke dokter , dalam diri shandrianna dia merasa bingung kenapa semua orang membawanya kedokter bahkan psikologi sedangkan dia baik-baik saja.


ceklek


" Semuanya menganggapku gila ?" Lontarnya begitu saja saat bagaskara masuk kedalam kamarnya.


" jangan berkata seperti itu sayang, kau hanya sakit biasa "


" sakit biasa tapi harus ke psikolog bahkan yang lainnya. mas ... jika kau sudah tidak mencintaiku lagi jangan membuatku seperti orang gila begini, Siapa perempuan itu katakan saja aku akan mundur. "


" kau sudah tidak waras sayang "


" ya ... aku sudah tidak waras, Bahkan kau menjauhkan aku dari anak-anakku. aku ingin melihat mereka tapi semua orang selalu menghalangku. " Air matanya jatuh dari pelupuk matanya yang indah itu.


" Maaf mas hanya salah bicara, tapi tidak ada maksud mas untuk menjauhkan anak-anak. besok Tara menikah kita datang dan kau bisa melihat anak-anak. "


Tanpa babibu lagi shandrianna naik keatas ranjang dan memilih tidur berharap cepat berganti hari agar bertemu dengan kedua anaknya yang sudah seminggu ini tidak ia temui.


dilirik nya shandrianna, bagas mengerti dia sudah keterlaluan menjauhkan anak-anak dari mommy nya tapi demi keamanan anak-anak dan shandrianan sendirilah dia melakukannya. biarkan dia dilihat jahat sekarang tapi nanti pasti semuanya akan kembali baik seperti dulu.


***


suasana pernikahan itu sangatlah terasa sekali, bunga mawar putih yang menghiasi area outdor dari pernikahan itu.


semuanya berbahagia karena akhirnya Tara menikah dengan pria yang mencintainya. keduanya terlihat sedang berfoto bersama.


tampak tara terlihat cantik dengan gaun putih dengan kerudung dikepalanya.



sedangkan Mahen pun terlihat tampan dengan jas Hitam dasi kupu-kupu.



Handika dan dini begitu bahagia melihat putri pertama mereka menikah semeriah ini.


namun satu putri lagi justru kini yang mereka khawatirkan, shandrianna terlihat sangat bahagia bermain dengan Arunika dan Aileen yang sudah sangat ia rindukan itu.


" aku tidak tega membiarkannnya jauh dari anak nya, apakah bagas sungguh akan menitipkan keduanya lebih lama bersama kita ?" tanya Handika.


" Biarkan saja dulu untuk sementara ini, Kita harus memperhatikan Shandrianna. Pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui yang menimpa dirinya. " saut hani.


namun kedua pengantin itu tampaknya mendekati mereka berdua , Tara Langsung memeluk ibunya " ibu "


" sayang selamat ya , kau sangat cantik sekali " ucapnya mengelus wajah tara.


" Terima kasih ibu, dimana anna ?" tanyanya.


" disana " jawab ayahnya.


Tara melihatnya hatinya juga sedih melihat adiknya begini


" Aku kesana dulu "


semuanya mengangukkan kepalanya , Tara berjalan menuju shandrianna.


" anna " ucapnya lembut hingga shandrianan menoleh.


" kakak "


" Kau sedang apa ? kau sudah makan ? Arunika sayang sini ikut auntie "


" kenapa kak , apa kakak takut aku melukai anakku sendiri ? " tanyanya tanpa memandang tara.


" anna bukan maksud kakak begitu "


" Mas bagas menjauhkan aileen dariku dari tadi sekarang kau juga ingin menjauhkan Arunika dariku, Apa aku begitu tidak warasnya ?"


" Anna kakakmu tidak bermaksud begitu " Saut ayahnya.


" Ayah ... katakan pada mas bagas aku tidak akan pulang kerumah aku ingin tetap dirumah ini bersama anak-anakku " katanya.


" Ya baiklah ayah akan bicara, asal kau senang ayah juga senang sayang "


" kakak selamat untuk pernikahanmu " ucap shandrianna.


" terima kasih anna, apakah kau bahagia melihatku bahagia ?" tanya Tara.


" Tentu saja " jawab shandrianna.