
" Aileen tidak mau sekolah hari ini maunya sama mommy " pintanya
" sayang kau harus sekolah " saut daddynya.
" Tidak mau daddy " tolaknya yang memeluk leher shandrianna dengan kuatnya.
" Apakah mas tega melihatnya menangis! jika tidak suka bicara nanti padaku , Ayo sayang kita masuk kekamar "
hiks hiks hiks
kini Arunika pun ikut menangis, Shandrianna menurunkan aileen kemudian mengangkat Arunika yang sedang duduk di meja makannya dan membawa kedua anaknya masuk kedalam kamar.
semuanya menatap shandrianna yang pergi dengan rasa marah
" Nak sabar ya , anna pasti sangat merindukan aileen dan arunika mengertilah " nasihat dini.
" iya bu aku paham " jawab bagaskara.
****
siang harinya
Shandrianna membawa aileen dan Arunika pergi ketaman anak-anak, mereka menggelar tikar dan menemani aileen bermain balok kayu yang disusun itu.
sedangkan Arunika memainkan kerincingan ditangannya, betapa bahagiannya shandrianna yang bisa menemani kedua anaknya bermain seperti ini walau tanpa bagaskara.
" mommy pilihlah salah satu " ujar aileen.
" ha iya sayang " jawabnya
diapun memilih salah satu balok dan berusaha barhati-hati agar tak membuat balok itu jatuh
" mi ...miimiii " ucap Arunika
" yeay !!! mommy berhasil sayang " keduanya bertepuk tangan melihat momny nya tepuk tangan arunika pun ikut bertepuk tangan.
" mommy hebat ! " puji aileen.
" terima kasih sayang "
" cu-cuuu-cu "
" Arunika mau susu ya ? ini sayang susunya sudah ada " shandrianna sudah menyiapkan susu formula yang sudah dia buat, ditidurkannya Arunika di Pahanya dan dielusnya kepalanya melihat itu aileen pun ikut-ikutan.
" mommy seandainya ada daddy disini "
" daddy kerja sayang "
" mommy ! mommy apa benar mommy sakit ?"
" siapa yang bilang sayang ?"
" Yang bekerja dirumah grandma, katanya mommy sakit gila "
shandrianna terdiam mendengarnya, hatinya sakit dicap gila tapi bagaimana lagi sesuatu hal yang tidak sadari mungkin memang benar untuknya, selain menerima saja tidak ada yang bisa dia lakukan.
" mommy kenapa diam ?"
" tidak sayang mommy baik-baik saja "
" sayang jaga adik dulu ya mommy ketoilet sebentar "
" eh iya mom "
shandrianna pun menuju ketoilet umum , setelah 5 menit didalam sana dia kembali keluar namun dia sudah dihadanh oleh lion.
" Lion ?"
Lion tersenyum kemudian memeluknya , Shandrianna tak bisa berkutik dia mencium aroma itu lagi hingga tak bisa mengingat kembali.
" Sayang " Lion berusaha memastikan shandrianna sudah terjebak diperangkapnya.
" .... "
" sayang ?"
" ya Lion " jawab shandrianna.
lion kembali tersenyum, dari ujung sana bisa dilihat aileen yang sedang menjaga adiknya.
" anak-anakmu sangat pintar, aileen bisa menjaga adiknya " gumannya.
" Ayo ikut aku sayang, aku rindu sekali "
" kemana ?" tanya shandrianna.
" Mau ke altar pernikahan "
langsung diam shandrianna, wajahnya saja hanya bisa menatap lion " Kau bercanda " jawab shandrianna.
" Ayo ikut , sayang ... aku rindu sekali " berulang kali diciuminya rambut shandrianna , tapi entah kenapa dalam diri shandrianna merasa risih tapi tetap dia tak bisa melawannya.
cukup lama aileen menunggu shandrianna yang tak kunjung datang dia sudah khawatir dan takut terjadi sesuatu. taman itu juga cukup jauh darimu , tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.
" mommy ! mommy ! " teriaknya sampai Arunika terbangun dari tidurnya.
" mommy ! " teriaknya lagi.
" hiks hiks hiks " isak Arunika.
" Adik jangan menangis " ujar aileen .
" mi ... hiks hiks hiks " tapi Arunika semakin menangis membuat aileen takut dan ikut menangis.
" mommy ! hiks hiks hiks "
shiitt
aalfian berada didalam mobil itu kondisi jalanan macet sekarang, tangannya bermain di stir mobil itu lalu telingannya mendengar suara anak yang menangis.
" hiks hikss mommy dimana ! mommy ! "
dibukanya kaca jendela mobilnya dia ingin melihat anak itu dibalik pohon kepalanya berusaha miring
" mommy hiks hiks ! "
" Seperti kenal anak itu " pikirnya.
melihat seorang anak yang merangkang itu dia kenal itu wajah Arunika " astaga itu anaknya shandrianna "
langsung saja dia turun dari mobilnya kemudian berlarin menghampirinya.
Arunika dan aileen tampak sama-sama menangis hingga dia angkat arunika dan digendongnya " aileen kenapa sendirian disini ? dimana mommy mu ?" tanyanya.
" paman hiks hiks tidak tau " jawabnya.
" astaga , sudah ayo kita pulang ya " ajaknya.
" tapi mommy "
" nanti saja ayo kita pulang "
****
" tidak mau lion itu tidak benar "
Shandrianna memundurkan tubuhnya saat lion semakin dekat dengannya.
" Kita akan menikah sayang "
dia menggelengkan kepalanya " Nanti saja "
" aku ingin sekarang , aku janji akan tanggung jawab nanti "
tetap shandrianna menggelengkan kepalanya sampai dia terduduk di ranjang, lion pun tersenyum kemudian mengelus wajah shandrianna.
" Cantik sekali "
perlahan-lahan Lion membuka kancing kemejanya, shandrianna sangat takut walau dia tidak ingat statusnya tapi dia tau batasannya.
" jangan takut sayang "
" oh tunggu sebentar " kata Lion lagi
dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang disana
drrtt.....drrtttt
bagaskara yang sedang dijalan pulang karena ditelpon rumah tentang kondisi anak-anaknya langsung mengangkat telponnya.
" halo ?"
📱 " Sayang elus lah "
bagaskara mengernyitkan dahinya suara apa itu pikirnya.
📱" Ti-tidak lion ... itu ... "
📱 " Tidak apa sayang kita akan bersenang-senang malam ini, kau senangkan tadi saat kita bersama "
bagaskara kenal dengan suara itu , kini kemarahannya membuncak.
" hei ! lepaskan istriku ! aku akan memberikanmu pelajaran !
📱 " ahhh "
suara ******* shandrianna sangat jelas didengarnya , dia mengepalkan tangannya.
" jangan sentuh istriku lion ! lepaskan dia ! "
📱 " Kau suka sayang ? "
📱 " nghhh "
" Lion !!! aku habisi kau ! "
tut...tutt...tutt
ponsel itu dimatikan , Bagaskara langsung dengan cepat mengemudikan mobilnya, dia harus mencari keberadaan istrinya.
" Sakit lion " desis shandrianna
saat lion menyuntikkan sesuatu kedalam tubuhnya , " Lion jangan suntik lagi " pintanya.
mereka berdua tidak melakukan apapun yang seperti bagaskara pikirkan itu , Lion hanya memberikannya suntikan ditangannya.
tak lama shandrianna tertidur, lion membenarkan posisi tidurnya dan kemudian menyelimutinya.
" maaf aku tidak mau menyakitimu seperti ini tapi aku sangat benci pada suamimu. aku tidak akan melakukan hal diluar batas ku, aku benci pada suamimu tapi aku juga suka padamu. "
****
" Bagaimana kalian tidak bisa melacaknya ! istriku dalam bahaya ! kalian ini bisa bertugas atau tidak ha ! " bentak bagaskara di ruangan polisi itu.
" kak cukup kak ! jangan emosi ! " telak mahen.
" Bagaimana aku tidak emosi kalau istriku sekarang se.. "
" Aku tau istrimu dalam bahaya tapi berpikirlah dengan tenang "
" Kalian semua sama saja ! "
tak ingin dia berlama-lama disini, hingga dia pun memutuskan untuk pergi mencari rumah Lion. dia juga sudah dapat rumah lion mungkin disana pikirnya.
****
shitttt
dimasukinya saja rumah itu , dicari kemana-mana didalam rumah tapi tidak ketemu. namun satu hal dimana matanya berhenti memandang.
" Elisa " gumamnya.
Elisa tak lain adalah mantan pacarnya waktu SMA dulu, dia masih mengenalnya kenapa bisa ada di sini pikirnya.
" itu " tunjuk mahen
" Elisa " jawab bagaskara.
" Kakak apalah Kak Elisa saudara Lion "
" Tidak mungkin Elisa bilang dia hanya sendiri "
" Hari ini sudah malam kak, kita mau cari kemana lagi ? sebaiknya kita tunggu pentunjuk lagi "
" Kau sudah gila ? Dia ingin memperkosa istriku Mahen ! aku tidak sudi tidak boleh orang lain menatapnya bahkan menyentuhnya sekalipun ! "
ucapnya dengan begitu emosi , mahen pun sadar dia berusaha memberikan ketenangan yang tidak seharusnya. siapa pria yang bisa melihat istrinya ditiduri oleh orang lain pikirnya.
****
malam itu Bagaskara tidak tidur sama sekali, dipikirannya hanya ada shandrianna dan shandrianan saja. bahkan dia tidak pulang kerumah hanya ada didalam mobil seraya menatap kosong kedepan.
" Dimana kamu sayang " gumamnya.
" Pulanglah "
bahkan dirumah itupun tak henti-hentinya keluarganya menunggu shandrianna pulang, Untung saja anak-anak menurut dan telah tertidur jadi tidak perlu memikirkan lagi.
***
tak
tak
tak
suara sepatu yang masuk kedalam rumah keluarga Handika siapa lagi kalau bukan Lion, dia membuka kacamatanya dan menatap rumah itu.
dari belakang tampak dengan lesu bagaskara memasuki rumah seakan tak ada tenaga lagi.
Lion tau ada orang yang masuk kedalam rumah " Kau putus asa mencarinya kemana ?"
suara bariton milik Lion langsung terdengar dan saat itu juga Bagaskara langsung mendekatinya dan menggapai kerah bajunya " Katakan dimana istriku ! kau apakan dia ha ! "
" kau tidak dengar kemarin ?"
" Bajingan ! "
bugh
dia memukul perut Lion dengan kuat hingga lion tersungkur " Kembalikan istriku ! atau aku bunuh kau disini " ancam bagaskara.
" Membunuhku ? maka kau tidak akan tau keberadannya untuk selamanya " tantang lion.
" Jangan sentuh dia atau aku akan benar-benar membunuhmu "
" Kau mencintai tapi dia tidak mencintaimu, kau tau saat didekatku dia selalu memelukku dan memanggilku ... sayang .. haaa lembut sekali "
" Kau mempermainkannya ! kau benar-benar licik ! "
" Ambil ini kau dan dia tidak ada hubungan lagi sekarang "
Lion melemparkan amplop cokelat di hadapan bagaskara, tapi tidak diambil bagaskara dia tau itu persis surar cerai.
" AKU SUAMINYA! HANYA AKU YANG BERHAK ATAS DIRINYA! SAMPAI KAPANPUN KAMI TIDAK AKAN BERCERAI! KAU PAHAM ITU ! "
teriakan bagaskara yang kuat membuat semua orang keluar, Tara yang sedang mengasuh Arunika langsung membawanya masuk lagi , semuanya turun melihat keduanya yang bertengkar.
" Oh ini orang tuanya calon istriku, halo ibu ... halo ayah perkenalkan namaku lion calon suami baru shandrianna."
" apa maksudmu ?" tanya handika.
" Hanya bagaskara suami shandrianna " jawab dini.
" sayang sekali itu dulu, Lihatlah shandrianna sudah menandatangani surat cerai."
" tidak mungkin " kata dini yang tak percaya itu.