
" Sekarang harus makan , aaaa "
" Mas aku tidak mau " Tolaknya seraya menggelengkan kepalanya.
" Mas marah kalau tidak menurut. " jawab bagaskara
ditaruhnya lagi kotak makan itu, bagas menatap anna dalam " mas tau kalau kau sedang sedih, aku juga sama kehilangan ayah dan ibu rasanya sakit. tapi ... kita hidup untuk terus kedepan, kita semua akan mengalami hal itu. sayang ... pikirkan anak-anak yang begitu mengkhawatirkan mommy nya, lalu didalam sini ada calon anak kita perjalanan masih panjang dan akan terus berlanjut. "
" Saat ayah akan pergi ... tahukah apa yang ayah katakan mas ? "
bagaskara menggelengkan kepalanya
" Aku tidak boleh pergi darimu. "
" Walau ayah tidak meminta itu aku akan tetap menahanmu. sekarang makan dan jangan banyak bicara. "
akhirnya shandrianna mau makan, walau hanya beberapa sendok saja setidaknya itu sudah cukup untuk mengganjal perutnya pikit bagaskara.
setiap hari bagas tau benar shandrianna jadi kurang nafsu makan, jadi dia harus terus mendorongnya bahkan dulu pernah dia sangat marah hingga shandrianna menangis.
" tidur ya " ujar Bagaskara.
" aku tidak mengantuk "
" lalu mau apa hmm ? mas bacakan cerita ? mau nonton ?"
shandrianna mengangukkan kepalanya, lalu bagaskara menghidupkan televisi dan membuka saluran luar.
" mas haus aku mau air "
" sebentar sayang mas kekamar mandi dulu. "
sejenak bagaskara masuk kedalam kamar mandi, lalu setelah itu dia menuangkan air kedalam gelas lalu membantu shandrianna minum.
" mual tidak ?".
shandrianna menggelengkan kepalanya " mas kenapa ya aku merasa baru dua bulan saja terasa berat, sebelumnya aku tidak merasakan ini. "
" Perutnya yang berat ? memangnya biasanya seperti apa, sayang tidak pernah cerita hal ini. " bagaskara duduk disamping itu dan mendengarkan shandrianna saja.
" aku memang mudah merasa lelah kalau sedang hamil. tapi kali ini , Rabalah ( akhirnya bagas meraba perut shandriana ) mas rasakan tidak seperti penuh , juga kalau bangun hmm entahlah pokoknya begitu. "
" iya sayang. jangan-jangan anak kita kembar "
" Kembar ?"
" ah tidak mungkin mas "
" jangan begitu terkahir kali mas menebak kalau arunika perempuan benar kan."
" aku tidak bisa membayangkan jika benar apakah harus dua kali mengeluarkannya. "
bagaskara terkekeh mendengarnya, akhirnya shandrianna sudah mulai banyak bicara daripada sebelumnya.
" mas ngantuk ya, matikan saja aku juga sudah mengantuk lagi. "
" mas rindu kamu sayang, mau peluk tapi ranjangnya sempit. cepat sembuh ya agar kita bisa pulang kerumah nanti. " dielusnya kening shandrianna lalu diciumnya bibir shandrianna.
" iya mas "
****
keesokan paginya
disaat shandrianna masih tertidur bagaskara mengelap tangan, leher dan wajah istrinya secara perlahan. jam sudah menujukkan pukul 8 tapi anak-anak belum juga kemari. dia ingin anak-anak melihat mommy nya baik-baik saja agar tidak sedih.
ceklek
baru saja dia memikirkan anak-anak, Mahen mengantarnya kerumah sakit. dia menoleh dan tersenyum kearah anak-anaknya.
" daddy ! " arunika memelulnya.
" daddy bagaimana keadaan mommy ?" tanya Aileen.
" sudah baik sayang, jangan khawatir ya. apakah kalian sudah sarapan ?" Tanya bagaskara mengelus kepada kedua anaknya.
" Sudah. tadi Auntie Tara membuatkan sarapan. " jawab Arunika.
" kak aku pergi dulu, jika anak-anak ingin kembali telpon tara saja nanti dia yang menjemput. " kata mahen
" tidak perlu mahen, tara sedang mengandung dia tidak boleh lelah. terima kasih banyak untuk semua bantuan kalian. aku yang akan menjaganya. "
" mereka juga keponakanku "
" hmm kau benar "
" Kalau begitu aku pergi dulu, Aileen Arunika uncle pergi bekerja dulu ya "
" hati-hati Uncle " ucap Aileen
" iya uncle hati-hati " saut Arunika.
Mahen pun meninggalkan ruangan itu, lalu Arunika dan Aileen kearah ranjang shandrianna.
" mommy , Arunika dan kakak sudah datang. "
Cup
arunika mencium kening shandrianna " Daddy adiknya berapa lama lagi datang ?" tanya Arunika.
bagaskara tersenyum mendengarnya kemudian dia duduk disamping itu dan mengangkat arunika untuk duduk dipangkuannya.
" aileen sini " dia menepuk paha nya sebelah kiri.
dan akhirnya kedua anaknya duduk dipangkuannya
" Hmm kira-kira 7 bulan lagi adiknya akan datang. Coba tebak adiknya perempuan atau laki-laki ?"
" hmm laki-laki " jawab Arunika
" kenapa ?" tanya bagaskara.
" Supaya Arunika dicintai oleh laki-laki yang tampan "
" Apapun adiknya aileen akan senang daddy "
" mommy ... mommy bangun Arunika mau bicara "
" Jangan Nika, mommy sedang sakit jangan ditekan " ujar aileen yang dari tadi tangan Arunika menggoyang-goyangkan tubuh shandrianna.
setelah itu tampak shandrianna mengerjapkan kedua matanya, bagaskara tersenyum mendengarnya " sayang " panggilnya.
" mommy !" dipeluknya shandrianna oleh arunika
" sayang mommy merindukanmu " balas shandrianna menyentuh punggung anaknya.
" mommy jangan sakit lagi, arunika akan menjaga mommy dengan baik bersama daddy. karena besok kakak akan kembali ke asrama. " ocehnya tanpa ada jeda.
" benarkah sayang ?" tanya shandrianna menatap aileen
" iya mom, tapi ... daddy ... bolehkan aileen beberapa hari lagi menemani mommy sampai mommy keluar dari rumah sakit ?" matanya tampak memohon agar disetujui bagaskara.
" boleh sayang " jawab bagas.
" Terima kasih daddy "
Bagaskara mengangukkan kepalanya " mas, aku lebih baik pulang saja. mas bagas yang akan merawatku dirumah dengan anak-anak. berada disini membuat kepalaku semakin pusing dan mual karena bau obat. "
" Nanti mas bicara tapi jika tidak diperbolehkan dokter jangan memaksa oke ?"
" iya "
" sayang daddy keluar sebentar untuk membelikan mommy makan, jaga sebentarnya jangan keluar dari ruangan ini "
" baik daddy " ucap keduanya yang turun dari pangkuan bagaskara.
***
saat berada didepan rumah sakit bagaskara akan menyebrang untuk membelikan shandrianna bubur ayam di oulet sana.
jalanan tampak ramai, sambil menunggu lampu merah barulah dia bisa menyebrang. dan tak lama lampu sudah merah dia pun menyebrang dengan aman.
" Bubur nya satu " katanya.
" baik pak "
dia membuka ponselnya mengecek siapa saja yang mengirimkan pesan kepadanya
" Ini pak "
bagaskara menutup telpon dan menerimanya kemudian membayarnya. saat dia akan menyebrang, dia melihat sosok Lion diujung sana tempatnya tadi berdiri.
dia kenal dan paham dengan wajah lion yang masih membekas di ingatannya.
" Shandrianna " pikirnya, dia takut lion menyakiti shandrianna.
dia berlarian setelah lampu merah, lalu dia menatap tajam lion.
" Darimana kau ?" tanyanya dengan mata tajam.
" Bagaskara " gumam Lion.
" ya !ini aku. Apa yang kau lakukan pada istriku ha ! " bentaknya.
Lion tak mengerti apa yang dikatakan oleh bagaskara, tiba-tiba bagas datang dan memarahinya.
" a-aku ... aku hanya.. "
" Berani kau menyentuhnya ! akan kupotong tanganmu ! " ancam bagaskara.
" Aku ingin minta maaf ! aku tau aku salah ! " jawab Lion sama lantangnya dengan bagaskara.
" tidak perlu! jangan tampakkan wajahmu didepannya. "
" Tidak Bagas. biarkan aku menemuinya sekali dan langsung minta maaf kepadanya. aku tau aku salah besar kepadanya membuatnya trauma. "
" Tidak akan ! pergi dari sini ! " usir bagaskara.
dia mendorong tubuh lion hingga terjatuh lalu meninggalkannya begitu saja. Lion paham kemarahan bagaskara, suami mana yang rela istrinya akan direbut begitu saja.
secepatnya bagaskara masuk kerumah sakit dan berlarian diantara lorong-lorong itu. dia takut shandrianna bertemu dengan lion dan membuatnya kembali drop.
ceklek
" sayang ! "
shandrianna yang sedang menemani anak-anak bermain di tab itu langsung menoleh kearah pintu begitu juga dengan kedua anaknya.
" kenapa mas ?" tanyanya.
dipeluknya shandrianna hingga membuat sang empu bertanya-tanya.
" mas ada apa ?" tanyanya
" sore kita pulang, sayang nanti bantu daddy berkemas ya ?" pintanya pada anak-anak.
" iya daddy " jawab keduanya.
bagas tak mau menjawab pertanyaa shandrianna, hingga shandrianna bertanya-tanya sendiri. kemudian bagas membuka kotak bubur dan akan menyuapi shandrianna.
" Aku hanya akan makan jika mas bagas menceritakannya kepadaku. "
" jangan keras kepala sayang, makanlah " ucapnya yang menyodorkan bubur dimulut shandrianna.
" mas bagas jangan bohong, aku tau mas menyembunyikan sesuatu " katanya menatap mata bagaskara.
" Lion "
" Lion ? "
" paman lion " saut Aileen.
hingga shandrianna kembali mengingat sosok nama yang telah membuatnya dulu kehilangan akal yang menjauhi anak-anak dan suaminya sendiri.