Hanya Kamu

Hanya Kamu
Persyaratan Bagaskara


sore harinya karena shandrianna akan makan malam bersama teman-temannya dia pergi bersama tomi. sedangkan bagaskara dan juga aileen akan pulang kerumah.


" ingat hanya dua jam , tomi antarkan istri saya dua jam lagi tepat pukul 8 "


" siap pak ! "


" paman jaga mommy ya "


" Siap komandan ! "


semuanya terkekeh mendengar perkataan tomi, dan akhirnya mereka masuk kedalam mobil masing-masing.


disebuah restoran ayam itu mereka duduk melingkar disebuah meja yang dipenuhi makanan dan minuman.


" cirs "


" huuu "


keempatnya minum dengan gelas dan merasa sangat senang.


" sudah lama kita tidak kumpul seperti ini " ujar alfian.


" iya aku merindukan ini " kata shandrianna.


" kami lebih merindukanmu shand hahha semenjak menikah pak bagaskara banyak melarangmu "


" dia sangat mencintaiku dan takut terjadi sesuatu kepadaku mangkanya dia posesif. "


" huu membela suami nih ye " saut tomi.


" iyalah tidak seperti mu kau bela siapa ? tidak ada kan. "


" yeh tenang tidak lama lagi ada yang akan kubela iya kan kak septi." dia menatap kak septi dan menaik turunkan alisnya.


" cie...cie " kata alfian.


septi hanya tersenyum kecil melihatnya, shandrianna tau septi menutupi rasa sedihnya. dan betapa sedihnya lagi nanti setelah kak septi menikah dan tomi mengetahuinya.


Dia tau keduanya mungkin sudah jatuh cinta tapi masih tabu dan belum menyadarinya saja.


Dua hari lagi , dan aku harus melakukan sesuatu. tomi adalah sahabatku dan kak septi sudah kuanggap seperti kakak sendiri. mana mungkin aku membiarkan mereka berdua berpisah begitu saja.


dua jam kemudian , mereka semua berpisah dimana alfian akan mengantar kak septi sedangkan tomi akan mengantar shandrianna.


" hmm tomi kau antar kak septi saja kan alamatmu searah , alfian kau antar aku saja. "


" ya tidak masalah. " jawab alfian.


" kamu serius shan ?"


" ya "


" oke mksh banyak hahha "


" kak aku pulang ya " pamitnya.


" hati-hati ya shand. "


" iya "


***


dalam perjalanan pulang itu shandrianna tidak bicara sama sekali dia bingung memikirkan bagaimana caranya membantu kak septi agar terbebas dari hutang.


dia sendiri tidak menyimpan uang sebanyak 1 milyar, dia bisa saja meminjam pada bagaskara tapi bagas akan bertanya banyak hal kepadanya.


" ayah " gumamnnya


" ayah ? kau mau pulang kerumah orang tuamu atau rumah pak bagaskara ?" tanya alfian.


" tentu saja rumah mas bagas. "


" kau sih sebut ayah. "


" ini kan hari ayah " jawab shandrianna.


" kau punya ayah aku tidak "


" cup cup cup ayah ku ayahmu juga oke "


" iya iya "


Benar ! mahar yang mas bagas berikan kepadaku sangatlah besar dan semuanya disimpan ayah dan ibu aku akan minta sedikit.


shittt


" sampai "


" ha benar , makasih ya fian. "


" sama-sama. salam buat aileen dan pak bagas ya "


" tuh orangnya " benar saja bagaskara dan aileen menunggunya di depan teras rumah.


" pak ! tidak telat kan hehehh " teriak alfian dari dalam mobil.


" aku pergi dulu pak " teriaknya lagi.


bagaskara mengangukkan kepalanya " mas kenapa tidak menunggu didalam kan ini dingin, sayang kenapa belum tidur hmm. "


" aileen kangen mommy "


" oh anak mommy rindu ceritanya, cup mommy juga rindu padamu sayang. "


" hanya aileen ? suamimu tidak ?" saut bagaskara yang sok merajuk itu.


" Aku juga merindukanmu mas " katanya.


" cium " dia memajukan bibirnya


" mas ! "


" ups aileen kedalam dulu " aileen tau benar bagaimana keromantisan pasangan ini pikirnya sebaiknya dia tidur dan masuk kedalam.


" cium "


" cup " shandrianna mengecup singkat bibir bagaskara.


" sudah " katanya.


" sayang lelah tidak " tanya bagaskara.


" kenapa mas ? aku sedikit lelah "


keduanya sambil masuk kedalam kamar sambil mengobrol.


" Pengen ketemu anak mas malem ini. "


" mas bagas."


" sudah seminggu sayang , masa mas nahan lama "


" ck ck ck baru seminggu bagaimana waktu aku hilang 6 tahun kemarin pasti ... "


" sembarangan mas tidak pernah ya main diluar, tidak suka. mas hanya memikirkanmu dan merindukanmu saat itu bukan memikirkan hal itu. "


" nah sekarang kan sudah ada aku jadi lihat saja aku "


" lihat saja tidak diapa-apakan kan gak etis sayang. untuk apa istri cantik dibiarin. "


" nanti ya pikir dulu " katanya


" mas "


" apa ? "


" Besok aku izin kerumah ibu dan ayah ya. "


" kan ayah dan ibu lagi di Malaysia "


astaga kenapa aku lupa sih, bagaimana ini waktunya pun hanya tinggal dua hari lagi.


" sayang ayo " ajak bagaskara.


" mas "


" hmm apa sayang "


shandrianna menatap mata bagaskara dengan lekat bagaimana caranya bicara pada bagaskara.


cup


bagas langsung saja mencium leher shandrianna " kalau ada permintaan tapi takut mas akan mengabulkannya tapi malam ini harus ada jatah. " katanya sambil menggerayangi tangan shandrianna.


" Tidak boleh sering mas."


" sering apanya satu bulan paling 6 kali, usia kandungan juga sudah aman sayang sudah 4 bulan tidak masalah kata dokter. "


" oke , tapi sesuai dengan perkataan mas tadi. apapun yang aku minta mas akan memberikannya.."


" hmm "


" Mandi dulu "


" yasudah dikamar mandi saja heheh "


" Dasar tidak tahanan. "


***


2 hari kemudian


hari ini tepatnya hari pernikahan kak septi , sore nanti semuanya akan terjadi dimana dia akan menikah dengan sosok yang ia benci.


setelah 2 hari ia tidak masuk membuat tomi khawatir padanya di sms pun tidak membalas apalagi telpon yang tidak dia angkat.


perasaanku tidak enak sekali sih, kak septi kamu kenapa sih.


drrtt....drttttt


" kak septi calling "


dia terkejut saat kak septi sendirilah yang menelponnya maka ia langsung menjawabnya.


📱 " tomi "


" kakak ? kak kenapa kau tidak masuk ke kantor aku dengar kau cuti, tapi apa alasannya ? "


📱 " Tomi " suaranya terdengar parau.


" iya "


📱 " aku hanya ingin mendengar suaramu. "


" kakak dimana aku kerumah ya sekarang. "


📱 " jangan tomi tidak ada siapapun dirumah "


" lalu dimana ? aku ingin bertemu sekarang juga ada sesuatu yang harus kukatakan. "


Aku tau kau mencintaiku tom " batin septi.


tut.tutt...tutt


telponnya terputus membuat tomi bingung " halo ? halo ? kak septi ?"


***


prang


ponsel septi dilempar ke lantai sehingga pecah oleh bimo


" Kau harus tau tempatmu! aku membelimu jadi tetaplah menurut padaku ! "


" aku akan membayar nya lepaskan aku bimo " pintanya.


" tidak akan. jika kau ingin aku melepaskannya maka kau harus membayar hutang ibumu sekarang juga dan detik ini juga. "


" Aku berjanji akan membayarmu dalam waktu 6 bulan.".


" 6 bulan ? kau mau menipuku ya. sudahlah cepat bersiap "


septi menangis tak tau bagaimana caranya bisa lepas dari bimo pikirnya. setelah menikah pun pasti bimo melarangnya untuk keluar.


***


" satu milyar ?" bagas terkejut mendengar perkataan shandrianna


" sayang untuk apa uang satu milyar itu ? kau mau beli sesuatu ? "


shandrianna hanya menundukkan kepalanya seraya mengelengkan kepalanya " lalu untuk apa ? aku akan memberikannya jika memang kau butuhkan untukmu. "


" aku tidak meminta hanya meminjam aku tau jumlahnya sangat besar. aku berjanji setelah ayah pulang aku akan kembalikan padamu. "


" Dengan uang ayah ?"


" kau memberikan mahar begitu besar padaku, aku bisa meminta uang itu dan membayarnya kepadamu. "


" Tapi uang itu aku berikan untuk ayah dan ibu bukan untukmu sayang. "


" katakan untuk apa "


" Aku mohon pinjamkan aku waktuku tidak banyak "


" Apasih sayang aku tidak mengerti denganmu. aku akan berikan jika itu untukmu sendiri. "


" Untuk kak septi " jawabnya


bagaskara terdiam begitu shandrianna menyebutkan nama septi.


" memangnya kenapa dengan septi ?"


shandrianna pun menceritakan semuanya , dari awal ia tau sampai ia memutuskan untuk membantu nya.


" Aku tidak mau tomi kehilangan cintanya dan kak septi juga pasti akan menderita jika menikah dengan pria itu. pria itu suka melakukan hal sesukanya bahkan dia bisa memukul kak septi. "


" sebegitunya kau ingin membantu temanmu ?"


shandrianna mengangukkan kepalanya " hanya ini caraku membalas semua kebaikan mereka. mereka sangat baik saat dulu kita selalu bertengkar mereka selalu menasehatiku agar tidak selalu emosi dan menyuruhku untuk tidak egois padamu, mereka sangat baik mas " katanya dengan mata yang berkaca-kaca.


" aku bisa memberikannya tapi dengan satu syarat "


" apa ? "


" yakin ?"


" yakin. "


" baik aku akan memberikannya dengan syarat, jangan temui mereka lagi. "