Hanya Kamu

Hanya Kamu
ikut Reza dan Alea


Rasa sedih semakin menguasai Nina


Bingung harus melakukan apa


Mau menelepon atau kirim chat sudah tidak berani karena Indra mengancam akan memblokir nomernya


Dua kali berusaha menemui tapi dua kali pula Nina harus sakit hati


Hari ini libur kuliah


Nina tidak ingin kemana mana


Ajakan Rara untuk keluar ditolaknya


Papa dan mama yang menawarinya pergi keluar juga di tolaknya


"Tuut....tuutt...tuutt..!!


'Reza memanggil'


"Halo za,ada apa?


"Nin,aku denger kamu sakit ya?"


"Nggak za...aku cuma lagi males kemana mana"


"Aku kesitu ya"


"Terserah....yang penting jangan ganggu aku"


"Nin......"


"Apa..."


"aku tau kalau situasinya gak tepat,tapi aku ingin kamu harus yang pertama tau"


"Apa..."


"Aku sudah jadian dengan Alea"


"Oh ya ....selamat ya za..."


"Nin,aku minta dukungan mu


Kamu kan sahabat rasa saudara buat aku"


"Tentu saja aku mendukungmu"


"Aku mohon nin....sangaat memohon....keluarlah malam ini bersamaku dan Alea...pliss nin"


"kemana"


Nina malas malasan menjawab semua omongan Reza


"Cuma jalan jalan ke Mall siih...


Hanya saja aku butuh kamu buat nemenin dulu


Aku masih gugup ini


Aku kan masih belum pernah kencan


Kamu sendiri juga biar tidak mengurung diri terus..."


Reza berusaha agar Nina mau diajak pergi


Mama yang memintanya untuk mengajak Nina jalan jalan


"Aku pikir pikir dulu za"


"Kelamaan ..pokoknya aku sama Alea nanti ke rumah menjemputmu


Meskipun kamu belum mandi aku akan tetap menyeretmu"


"Iyaaa"


Nina langsung menutup telepon


Malas menanggapi omongan Reza


Reza ganti menelepon mama


"Gimana za"


"Sudah maa, kayaknya nin mau"


"Syukurlah....hibur dia ya nak biar gak murung terus"


"Iya maaa,Reza akan berusaha'


Sore hari,Reza menjemput Alea


Setelah berpamitan dengan mama Vanya mereka menuju rumah Nina


"Kak Indra kemana kok gak ada"


"Pergi ngurusin mall katanya....eh kayaknya kak Indra sama mba Nina marahan deh


Kak Indra urung uringan terus,marah marah gak jelas"


"mas Reza denger katanya mba Nina sampai sakit karena kejadian itu


Makanya sekarang kita pergi ngajak mba Nina ,siapa tau bisa terhibur


ini juga atas permintaan mama Dita


Maaf ya dek...kencan pertama kita mesti ngajak orang ketiga"


"Nggak apa apa kali,


Mba Nina kan bukan orang lain


Alea sangat berharap mba Nina sama kak Indra nggak akan putus


Alea senang punya kakak ipar seperti mba Nina"


Mobil telah masuk ke halaman rumah Nina


Tampak Nina sudah menunggu di teras ditungguin Nadia sama mama


Wajahnya masih terlihat sedih tapi berusaha terlihat ceria


Melihat mobil Reza,Nina langsung berdiri


Menyalami punggung tangan dan mencium pipi mama dan mencium Nadia


"Nin pergi dulu ya maa...dek.."


"iyaaa nak ...hati hati ya sayang"


"Mas Reza....Alea...jagain kakak aku yaa....!"


Reza dan Alea melambaikan tangan


Sepanjang perjalanan Nina yang duduk di jok belakang hanya diam saja


Alea yang duduk didepan main lirik lirikan dengan Reza


Sebetulnya Alea ingin mengajak ngobrol nina tapi bingung memulainya


Akhirnya mereka hanya saling berdiam diri


Sampai di mall ,ketiganya langsung jalan berkeliling


Reza dan Alea berusaha mengajak Nina bercanda ,tapi Nina benar benar malas


Seandainya tadi Reza tidak memaksa,


Dia memilih mengurung diri di kamar


Alea dan Reza memahami suasana hati Nina


Mereka berdua tetap berusaha menghibur Nina


"Kalian jangan mikir aku,kalian kan yang kencan...aku ngikut aja"


Nina merasa gak enak


"Mba Nina jangan gitu,kita kan perginya bertiga


Senengnya juga harus bertiga,


Kan tadi Nadia pesen supaya pulangnya bawa senyum yang banyak...!!?"


Alea mencoba mengajak Nina tertawa


Nina tersenyum mendengar gurauan Alea


Tiba tiba


Alea berteriak


"Kakkk...kak Indraa..."


Nina terkejut ,seketika ikut melihat kearah mata Alea.


Deegghh.....


Tampak Indra menengok kearah Alea berjalan menghampiri adiknya bersama seseorang.....


Rini lagi...


'Berarti mereka memang ada hubungan..aku harus tau diri..."


Nina nelangsa membatin


"Dekkk....sama siapa..."


Indra bertanya ke arah Alea,


Nina langsung bersembunyi di belakang Reza


"Hai kak Indra...."


Reza melambaikan tangannya


Bingung kenapa Nina sembunyi di belakangnya


Indra balas melambaikan tangan"Hai za!"


"Ituu......sama mba Nina juga...."tangan Alea menunjuk ke arah nina


"oww..."Indra menjawab singkat


"Kok oww doang...."Alea mengernyitkan kening


"Laluuu.....maunya aku bilang apa???"


Indra menatap tajam ke arah Nina


Nina mencoba tersenyum tapi Indra justru membuang muka


"Haaa....haa...haa....jangan gitu dong ndra....kasihan kan Nina..."


Rini tertawa kesenangan...


Reza dan Alea menengok tidak suka ke arah Rini


"Ular"batin reza


"Haaloo....aku Rini ...kenalin dong..." Rini berlagak akrab ke arah Reza dan Alea


"ogaahh..."Reza dan Alea bersamaan


"Kak Indra gak ingin menyapa mba Nina?"


Alea menatap kakaknya


"Nggak tuh...


Kak Indra sudah gak kenal"


Jawaban Indra membuat Reza dan Alea kaget


Rini tertawa makin keras


Nina menarik narik kaos Reza


Menatap matanya seperti meminta tolong membawanya pergi dari situ


Mata Nina sudah penuh airmata


Reza tanggap,segera tangan kirinya menggandeng tangan Nina dan tangan kanannya menggandeng tangan Alea


"Yuk ...kita pergi saja...."


Reza menarik kedua tangan cewek yang tadi pergi bersamanya


"Pergi dulu kak Indra"


.


Indra menatap punggung gadis yang menunduk digandeng tangan kiri Reza


Ingin meraih dan memeluknya


"Aku merindukanmu nin..."