Hanya Kamu

Hanya Kamu
Tebak-Tebakan Berujung Permintaan


" baik-baik saja sayang, jangan khawatir sekarang istirahat saja ya. " dielusnya dahi shandrianna dengan lembut dan dikecup nya cukup lama.


" Hiks hiks hiks mom "


" sayang kenapa menangis ?" tanyanya menatap aileen lemah.


" aileen takut mommy kenapa-kenapa " jawabnya.


" mommy hanya pusing sayang "


" Ayo tomi, Alfian dan septi sebaiknya biarkan dia istirahat dulu, anna terlihat sangat lemah. kita temui nanti saja. " ujar tara yang mengerti dengan kondisi anna sekarang.


" shand kami keluar dulu ya " ujar tomi.


shandrianna menganggukkan kepalanya, dia tidak bisa terlalu banyak bergerak karena tubuhnya serasa sakit semua.


" Uhuk uhuk "


" minum dulu sayang "


shandrianna menurut dan akhirnya minum dari gelas yang disediakan bagaskara.


" Terima kasih " ucapnya.


" Apa ada yang sakit sayang ? " tanya bagas.


" tidak ada " jawabnya berbohong padahal tubuhnya masih sakit.


" Jangan menangis sayang, aileen anak mommy yang paling kuat kenapa menangis ?"


" Aileen takut "


shandrianna tersenyum kecil " Tidak akan terjadi apapun pada mommy, iya kan daddy ?"


" iya tentu saja. mommy istrinya daddy pasti akan selalu daddy lindungi. "


" Mas kapan aku pulang ?"


" sayang bahkan satu infusan saja belum habis, jangan pikirkan pulang sebelum benar-benar sembuh. " tegasnya.


" aku bisa istirahat dirumah mas, aku mual mencium bau obat-obat disini. rasanya ingin muntah terus. " ungkapnya yang memang dari tadi dia menahan isi perutnya untuk keluar.


" Nanti mas tanya dulu sama dokter ya, sekarang istirahat saja dulu. "


" Aileen " panggil shandrianna.


" ya mom "


" aileen kenapa bicara begitu pada teman mommy ? ini semua bukan salahnya tapi mommy tidak bisa menjaga diri dengan baik. "


" tapi mom... "


" sayang mommy tidak pernah mengajarkan aileen untuk bersikap tidak sopan dan membentak orang tua kan ? kenaapa aileen lakukan, minta maaf sama auntie septi ya ?" bujuknya karena aileen tidak pernah marah sebesar ini.


" Iya mommy, maafkan aileen. " ucapnya menundukkan kepalanya.


bagas tau dan mengerti kemarahan aileen dia pun menariknya dan memeluknya " meminta maaf tidak membuat kita jadi rendah sayang, apalagi seorang lelaki tidak boleh menyakiti hati wanita apalagi hati mommy. "


" aileen paham daddy "


" daddy tau aileen memang anak yang pintar dan berhati baik. "


***


" Jadian nih ye " ujar alfian menggoda kak septi dan juga tomi.


" apasih tom " saut kak septi.


" kak bisa bicara berdua ? " tanya tomi yang langsung dijawab anggukan oleh septi.


dibelakang rumah sakit itu keduanya saling menatap satu sama dengan septi yang masih memakai baju pengantinnya.


" kak aku mau.."


" kau sudah tau yang sebenarnya terjadi padaku, dan karena ini shandrianna terluka dan aku membuat pak bagaskara membayar hutang ku. " potong septi langsung.


" Aku tau shandrianna sudah menceritakannya. Aku berjanji jika kakak menerimaku aku akan membantu kakak untuk mengumpulkan uang itu dan membayar semuanya pada pak bagaskara. "


" Bagaimana jika aku menerima mu tapi hanya karena ingin kau membantuku melunasi semua hutangku? kau mau tomi ?"


tomi terdiam mendengarnya, perkataan septi sangatlah menusuk hatinya.


" kakak menolakku ?"


septi bukannya menolak tapi dia merasa tidak enak merepotkan urusannya kepada semua orang termasuk tomi, rasa bersalahnya sangat lah besar.


" Jawab aku kak. " pinta tomi.


" Auntie septi ! " teriak aileen dari jarak 5 meter, ia bersama bagaskara menghampiri keduanya yang sedang berbicara.


" aileen "


" Auntie ... maafkan aileen yang sudah bicara kasar. aileen bersalah. "


" tidak aileen. jangan begitu "


" Tetap saja aileen minta maaf "


" aileen sudah dimaafkan "


" terima kasih auntie septi "


" hmm sama - sama "


" pak bagas saya ingin bicara " ujar septi menatap serius dan tidak enak kepasa atasannya itu.


" katakan "


" Saya ingin meminta maaf dan terima kasih pak. karena saya bapak hampir kehilangan anak bapak dan terima kasih telah memberikan pinjaman kepada saya. "


" Shandrianna tidak mempermasalahkannya lagipula anak saya dan istri saya baik-baik saja. untuk uang itu kau tidak perlu mengembalikkanya, anggap saja itu semua sebagai ucapa terima kasih saya selama ini kau sudah berteman dan menjaganya. "


" tapi pak... ".


" uang bukan hal yang penting bagi saya "


" kami pergi dulu, sebaiknya kalian pulang saja dulu dan beristirahatlah. besok tidak usah bekerja kalian pasti lelah saya akan mengizinkannnya. "


bagaskara membawa aileen pergi, hanya tersisa septi dan tomi disana yang masih berdiri menatap canggung.


" Aku mengerti kak , terima kasih " ucap tomi yang dia pun akhirnya pergi begitu saja.


septi merasa sedih terhadap tomi, dia ingin menemui tomi tapi dia malu dan takut akan merepotkan tomi.


***


malam harinya


shandrianna masih harus dirumah sakit atas perintah dokter. dia akan kembali besok pagi kerumah. sedangkan ailen ia juga sudah diantar tomi kerumah orang tua shandrianna.


" Masih sakit perutnya ?" tanya bagaskara yang mengelus perlahan perut istrinya itu.


" sedikit. "


" tadi katanya tidak aku tau kau suka berbohong jika menyangkut hal ini. "


" Sayang perutmu sudah membesar, anak kita sedang apa ya didalam sana ?" dia memperhatikan perut shandrianna yang membuncit itu.


" ya lihat saja "


" jangan memulainya " kata bagas lalu ia menaruh telinganya di dekat perut shandrianna.


" sayang lagi apa disana hmm ? cepatlah besar ya daddy tidak sabar menggendongmu sayang. nanti daddy nyanyikan lagu tidur. "


" Mas "


" iya "


" naik lah kesini " ia menepuk-nepuk kasur disebalahnya.


" tidak muat sayang kasurnya kecil. "


" aku ingin memelukmu, aku tidak mau tidur jika tidak memeluk mas bagas. " katanya dengan manja.


bagaskara hanya tersenyum manis mendengarnya, dia sangat menyukai kemanjaan shandrianna.


" Sofanya lumayan lebar , kita tidur disana ya "


shandrianna tersenyum seraya mengangukkan kepalanya.


dan di sofa itu akhirnya keduanya tidur bersama, shandrianna yang berada dipojok dan bagas yang dipinggir ia takut shandrianna akan jatuh jika tidur di pinggir.


posisi mereka begitu intim dan romantis, shandrianna mengalungkan tangannya dileher bagas dan kepala yang ada diceruk leher bagaskara.


matanya terpejam tapi sesungguhnya ia belum tertidur.


" besok kita pulang ya " ucap bagas lembut.


" hmm "


cup


bagas mengecup kening shandrianna itu " Selamat malam mas bagas ... aku mencintaimu " ucap shandrianna begitu saja.


" selamat malam sayang , mas juga mencintaimu. "


****


keduanya baru saja sampai ke rumah, bagaskara menggendong shandrianna dan membawanya ke dalam kamar dan menidurkannya di ranjang.


" mas mau mandi. "


" mas siapkan air hangat dulu ya "


" mandinya sama mas "


" ha .. yakin ?"


" hmm "


" baiklah mas turuti permintaan istri mas ini. " dia lagi-lagi menggendong shandrianna dan membawanya kedalam kamar mandi.


setelah mengisi bath up dengan air hangat keduanya berada didalam bersama dengan bagas yang mengelus tubuh shandrianna.


" wangi sekali sayang. "


" iya aku suka baunya mas "


" Setelah melahirkan nanti mas ingin lebih banyak dirumah sayang. tidak mau bekerja hanya dirumah saja, mas ingin lebih banyak waktu mengurus bayi kita dan membantumu. "


" Ide yang bagus jadi mas hanya bekerja disaat ada rapat penting saja. kita akan mengurus nya bersama-sama. "


" iya sayang mas janji. "


" tidak takut bangkrut mas ?"


" tidak, mas percaya sama teman-temanmu dan juga pak nam. lagi pula sebenarnya mas sudah membuatkan asuransi untuk mu, aileen dan anak kita nanti yang lain "


" Mas sebenarnya kaya banget ya ? crazy rich ? atau sugar daddy sih ?" tanya shandrianna


" menurutmu sayang " jawab bagaskara.


" menurutku sih seorang suami yang bekerja keras untuk menafkahi istri dan anak. "


" kalau mas tidak kaya bagaimana ? tetap mencintai mas ?"


" siapa yang mau menikah dengan pria yang tidak punya apa-apa aku tidak mau. aku akan jadi simpanan pejabat saja banyak uang. "


" astaga sayang jadi kau mau jadi simpanan ya ? tidak kasihan anak dan istrinya ?"


" Kan tidak menikah hanya simpanan biasa. siapa juga yang mau menikah dengan pria tua hidung belang suka pembohong itu. "


" wah mulutmu sayang kalau menindas dan mengumpat pasti ahli sekali. "


" tentu saja dari sekolah dulu aku sudah berlatih bicara banyak didepan orang banyak. "


" Banyak alasan " katanya gemas mencubit pipi shandrianna.


" mas " katanya lagi dengan manja.


" hmm "


" main yuk "


bagaskara melototkan matanya sembari tersenyum mesum " tumben "


" aku punya tebak-tebakan jawab ya "


" apa ? "


" iya main tebak-tebakan "


" huft mas pikir mau itu. "


" yeh mas bagas saja yang pikirannya mesum. "


" jawab ya. sapi , sapi apa yang banyak warna ?"


" hmm sapi hitam putih "


shandrianna menggelengkan kepalanya


" sapi di cat ?"


" bukan juga. "


" ck ya sudah mas menyerah "


" tapi mas janji ya turuti semua keinginan aku setelah ini "


" iya "


" sapidol hahhhah begitu saja tidak bisa menjawab dasar otak mesum haha " menurut shandrianna itu adalah hal yang lucu padahal bagi bagaskara tidak lucu malahan dia berpikir ini taktik shandrianna untuk menurutinya.


" hahaha lucu sekali. sekarang katakan apa permintaannya ?"


shandrianna tersenyum manis menatapnya dia akan meminta sesuatu yang tidak pernah bagaskara kira.