Hanya Kamu

Hanya Kamu
kebaikan


"Hari ini ngaji mereka dipindah siang mbak..


Karena sore nanti sampai malam masjidnya di pakai acara pengajian"


Miko menjelaskan kenapa lapangan sepi


Biasanya lapangan memang ramai anak anak bermain


Beberapa pria berwajah tak kalah sangar dari bang Miko datang


mengangguk sopan kepada Nina dan Rara....


"Selamat siang mbak Rara....mbak Nina"


Sapa mereka


"Selamat siang Abang Abang semua"


Nina dan Rara menjawab salam


Mereka ikut membantu membawakan barang barang ke arah masjid dimana anak anak sedang mengaji


"Terima kasih ya abang abang semua atas bantuannya..


Sebagai rasa terima kasih


kami juga membawa hadiah untuk abang abang disini


Mohon diterima ya."Rara dan Nina menyerahkan tas hitam yang mereka bawa dari tadi


isinya beberapa kaos dan hem


Diserahkan kepada salah satu dari mereka yang segera membagi bagikan kepada teman temannya...


"waahhh.....bagus bagus sekali mbak....bisa kita pakai nanti malam buat ke pengajian"


Abang Abang itu menerima pemberian Nina dan Rara dengan gembira


Mereka mengucapkan terima kasih


"Alhamdulillah kalau abang abang suka"


Nina dan Rara ikut senang karena Abang Abang itu ternyata menyukai pemberian mereka


"Mbak berdua sungguh bikin kami terharu


Sudah sering membahagiakan anak anak kami


Mbak mbak juga sering memberi hadiah untuk kami orang tua mereka


kami tidak bisa membalas dengan apapun kecuali doa semoga mbak berdua dan keluarga hidupnya berkah"


"Aamiin Allahumma Aamiin"


Nina dan Rara mengaminkan doa yang terucap untuk mereka


"Kalau sekiranya ada sesuatu yang bisa kamu bantu


Mbak berdua jangan segan segan menghubungi kami"


Bang Miko menawarkan kepada kedua gadis itu


"Terima kasih bang,kami pasti akan hubungi kalau kami butuh bantuan"


Siang itu menjadi saksi atas kebaikan yang Rara dan Nina lakukan


Kebaikan yang tidak berusaha mereka tunjukkan


kebaikan yang mereka lakukan karena kesadaran bahwa sesungguhnya semua yang kita miliki adalah titipan


Agar yang merasa lebih bisa membagikan kepada saudaranya yang membutuhkan


kebaikan yang nilainya kecil tapi berkahnya besar


Nina dan Rara beberapa kali bersama keluarga mereka sendiri juga datang kesini....


Sekedar silaturrahmi dengan membawa sesuatu yang mungkin dibutuhkan


Berbagi kebahagiaan


Nina dan rara beserta keluarga mereka sudah tidak asing bagi penduduk di daerah itu


"Mbaaaa ninaaa.....!


Teriak beberapa anak yang keluar masjid selesai mengaji....


Beberapa gadis cilik berjilbab berlari menghambur memeluk mereka


Rara dan Nina membalas pelukan mereka dengan hangat


"kami kangeeennn sekali....


Mbak cuma datang berdua ya?...


Mbak Nadia...mbak putri ..mas Andika...mas Bagas..ibu....bapak wicaksono...bapak baskoro....kok gak ikut"


Cerocos seorang anak sambil menyebutkan nama semua keluarga nina


"Hari ini mbak Nina cuma datang berdua dengan mbak Rara ,dek....


Pulang kuliah tadi langsung kesini"Nina menjawab sambil berjongkok mensejajarkan dirinya dengan anak yang bertanya


Anisa nama anak itu...cantik...pipinya gembul...


Dia anak bang Miko dan mbak Aida


Istri bang Miko yang mengajar mengaji anak anak disitu


"Baiklah ...


Ayo adik adik semua


Kita masuk ke masjid lagi sebentar...


Mba Rara dan mba Nina punya hadiah untuk kalian


Karena sudah menjadi anak yang baik ..anak anak yang salih dan salihah..."


Rara memberi komando agar anak anak masuk kembali ke masjid


Anak anak itu dengan gembira menuruti komando dari Rara


Berebutan masuk kembali ke masjid


"Hati hati yaa,jangan berebut...nanti jatuh"


Teriak nina


Sungguh bahagia melihat anak anak lugu dan polos itu tertawa gembira...


Bahkan ada yang sampai melompat lompat saking senangnya


Gembira mendapatkan buku cerita yang lama dia inginkan


Ada titik bening di sudut mata Nina melihat semua itu....


Hal kecil yang dia lakukan ternyata sangat membahagiakan bagi anak anak itu


Rara menyentuh tangan Nina....


Nina menoleh ke arahnya


Dilihatnya mata Rara pun ada bening di sudutnya


Berdua mereka saling menggenggam tangan,


Bertekad akan semakin sering membagikan hak hak saudaranya yang dititipkan Allah lewat mereka .


Mbak Aida juga menerima hadiah berupa jilbab dan mukena


Tampak menutup mukanya sambil terisak pelan...


Sambil mulutnya komat kamit,


Melangitkan doa untuk dua gadis yang duduk bersebelahan dengan dirinya


"Semoga semua kebaikan kalian akan berbalas kebaikan yang lebih besar"


Suara anak anak masih terdengar tertawa gembira


Terdengar merdu bagi Nina dan rara


Sungguh siang yang berkesan