
"Lagi dimana sayang"
Pertanyaan pertama Indra saat telponnya sudah connect dengan Nina
"Lagi keluar sama Rara ke toko buku
Sebentar selesai lalu pulang,
mas sendiri kok jam segini nelpon"
Nina bertanya
"Iyaa...pokoknya mulai sekarang setiap jam 11 mas akan nelpon kamu"
"Ko bisa...??"
"Iyaa....kak Merry sama bang Alan yang sudah ngatur...Asyik banget mereka"
Indra tertawa menjelaskan
"Memang mereka siapa"Nina bertanya lagi
"Asisten yang membantu mas di perusahaan"
"Oww...." Nina menjawab pendek
"Habis gini sayang mau kemana lagi"
Indra ganti bertanya...gak fokus ....
Padahal Nina sudah bilang kalau mau pulang tadi
"Pulang mas...sudah gak ada acara"
Indra diam sejenak lalu ingat sesuatu
"Ehh....jangan pulang sayang...kamu ke kantor mas saja
Kita nanti langsung jalan sepulang mas dari kantor"
"Tapi mas...."
"Gak ada tapi tapi....minta tolong Rara ngantar kesini
atau berhenti di tempat aman,biar sopir menjemputmu"
"Nin malu mass...tampilan nin lagi cuma pakai celana jeans sama Hem doang....."
"Gakpapa sayang....bagi mas kamu selalu terlihat cantik....Ingat ya...langsung kesini gak pakai tapi tapi"
Ceklek ...!!
Indra langsung menutup sambungan telepon
Tidak memberi kesempatan Nina untuk membantah lagi
Senyum senyum bahagia,sampai tak menyadari kedua Assisten sudah kembali ke ruangan
"Hhmm.....hhmm..."
Alan berdehem dua kali membuat Indra menoleh
"Kak Merry...bang Alan...sepertinya kalian akan bertemu Nina lebih cepat..."
Indra masih tersenyum
"Maksud tuan muda...??" Merry bertanya
"Nina sedang menuju kemari diantar sahabatnya...
Pulang kerja nanti kami akan jalan jalan.."
"Kalau begitu biar saya yang menjemput nona Nina ke bawah..."Merry menawarkan diri
Merry langsung turun ke bawah menuju lobby,menunggu kedatangan calon nona mudanya
Sementara Alan masih di ruangan Indra membantu pekerjaan boss nya
Nina yang sepanjang jalan menuju kantor Indra terus menggerutu
Menurut Nina ,Indra terlalu memaksa kali ini
dia hanya memakai baju seadanya,celana jeans,dipadu dengan atasan putih yang dipadankan dengan cardigan warna krem memakai sepatu flat dan tas Selempang warna senada
"Kamu itu sudah terlihat cantik...
Apa sii yang membuat kamu gak pede..."
Rara yang risih mendengar gerutuan Nina sedari tadi
"Aku merasa tampilan ku kurang sopan Ra...
Apalagi kalau nanti aku bertemu Om nya mas Indra"
"Sudah rapi kok...
Atau kamu mau kita beli baju dulu buat ganti..."
"Isshh....pemborosan.....kita masih perlu duit banyak buat bangun TPA"
Nina mengingatkan
"Eehhh,nin.......
Menurutmu perlu gak sih kita cari donatur buat nambahin kekurangan"
Rara mengajukan tanya
"Sesuai tekad kita Ra
Kita berusaha sekuat tenaga berdua dulu,
Kalau sudah kepepet baru kita nyari donatur
kita berdua kan juga belajar mengendalikan hawa nafsu
Berjuang dengan uang kita sendiri
Tidak perlu pemborosan untuk beli yang gak perlu
Sebetulnya kan gampang kita bisa minta orang tua kita buat ngasih
Tapi aku takut kita nanti terlena,
Lupa dengan tekad kita sejak awal"
Nina berargumentasi
"Kamu betul say....kita berusaha sekuat tenaga dulu,Insya Allah kita bisa"
Rara membenarkan argumen Nina
"Secepatnya kita temui bang Miko....kita beli lahan itu"Nina menjadi semangat
Tak terasa mobil Rara sudah sampai di lobi kantor Indra
"Terima kasih ya cinta,love you..."Nina memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan Rara
Lalu turun dari mobil
Berdiri sebentar ketika seseorang menghampiri
"Selamat siang nona Nina"Merry menundukkan kepala
"Eh...ohh...ehh...ya Selamat siang"
Nina menjawab bingung
"Mari nona, silahkan ikuti saya,saya akan antar nona ke ruangan tuan muda Indra"
Tanpa banyak omong Nina mengikuti langkah Merry
Berdua mereka menuju lift khusus petinggi perusahaan
Selama di dalam lift Merry menautkan kedua tangannya ke depan bersikap sopan,membuat Nina jadi segan mau bertanya
Lift membuka ketika sampai di lantai paling atas gedung
"Mari nona....."Tangan Merry membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Nina masuk
"Sayangkuuu...."Indra berdiri menyambut Nina.
"Haii mas...!!