
Dalam perjalanan pulang Nina dan Rara lebih banyak diam
masih terbawa suasana saat bersama adik adik tadi
masih ada haru yang tersisa
Nina bertekad akan semakin sering menabung...
Bisa mengumpulkan banyak uang yang berarti dia juga bisa lebih banyak berbagi
Sampai saat ini Nina sering minta tambah uang saku ke mama atau papa dan juga ayah
Nina beralasan ingin membeli sesuatu
Padahal uang itu dia simpan untuk ditabung
Nina dan Rara mempunyai tekad bisa membeli tempat untuk membangun sebuah tempat mengaji khusus
Sebuah bangunan untuk dijadikan Tempat Pendidikan Al Quran
Agar adik adik mereka di kampung bang Miko tidak harus libur mengaji ketika masjid digunakan untuk kegiatan seperti tadi
Suasana hening di dalam mobil
Larut dalam pikiran masing masing
Setelah beberapa saat saling berdiam diri
Rara memulai obrolan
"Nin......"Rara memanggil sambil tetap fokus mengemudi
"Apa beib...."Nina menjawab, menoleh ke arah Rara
"Kamu pacaran ya sama mas Indra?"
"Eehh....kenapa tiba tiba nanya itu"Nina menjawab heran
Tidak menyangka Rara menanyakan soal dia dan Indra
"Mas Bagas semalam nelpon aku....cerita masalah itu"..
"iiisshh....dasar pengadu..."Nina sedikit protes
"Belum pacaran sih....mas Indra memang sudah menyatakan perasaannya tapi aku belum ngasih jawaban"Nina menjawab ragu
"kenapa ragu begitu...
Kamu kan tinggal jawab ya atau tidak"
"Aku takut Ra....sejujurnya aku juga mencintai mas Indra
Dia baik dan penuh perhatian...
Dan sudah kenal keluargaku juga"
"lalu apa yg kamu takutkan?"
"Perasaan takut ditinggalkan Ra
Aku takut kalau nantinya mas Indra meninggalkan aku
masa lalu tentang mamaku yang sudah aku ceritakan ke kamu
Itu masih menyisakan trauma untukku"Nina menjawab sedih
"Ninn.....
Apa kamu gak merasa itu terlalu berlebihan....
Jangan biarkan masa lalu mu menghalangi kebahagiaan masa depanmu..
Sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung
apapun keputusanmu...
Mendoakan yang terbaik untukmu....
Tapi aku berharap agar kamu fokus ke arah masa depanmu...
Bukan selalu menoleh ke masa lalu mu...."
Teringat kalau nanti malam Indra akan datang ke rumah meminta jawabannya
Nina tersenyum samar
Teringat bagaimana memaksanya Indra untuk memintanya jadi pacar ....
Menjengkelkan sekaligus sangat manis
Hati Nina menghangat mengingatnya
Nina sadar bahwa dia juga mencintai Indra
Teringat ketika makan malam semalam Indra melamarnya jadi pacar dihadapan semua keluarganya
Nina tersenyum lagi...
Rara yg disebelahnya berkali kali melirik ke arah Nina,menyadari kalau sahabatnya sedang bahagia
'Ahhh.....kau sedang jatuh cinta ya nin.....'dalam hati Rara berucap...
ikut tersenyum sambil mendoakan semoga Nina bisa menjawab sesuai perasaannya
'Dan semoga aku pun siap menjawab jika mas Bagas juga tiba tiba menyatakan perasaannya...
Tapi ....apa benar kalau mas Bagas mencintaiku ya..
Apa aku terlalu ge er hingga merasa dicintai....
Tatapan lembutnya....perhatiannya...
Juga rasa cemburunya ketika ada yg mendekati aku ...'Rara bersuara dalam hati....memikirkan Bagas
"tuuttt.....tuuutt ...tuutt....."
Suara dari ponsel Nina cukup mengagetkan
Terlihat
'Mas Bagas memanggil'
dipencetnya tombol hijau...
"ya mas Bagas.... ada apa..." Nina menyapa kakaknya...
"kamu pulang sama siapa..
Barusan Indra telepon kalau gak bisa jemput kamu.....
Issssh.....lagaknya
Sudah kayak pacar kamu beneran"
Nina tersenyum mendengarnya
"Aku pulang dianterin Rara...
Tadi kami pulang kampus masih pagi.....
Langsung ke tempat adik adik di kampung bang miko
Nganterin bingkisan buat mereka ...
Hadiah karena sudah rajin mengaji"
"owwww gitu ya ...
Mana Rara....mas pingin lihat wajahnya"
"ciieeeee....kangen ni Yee..."Rara menggoda kakaknya sambil mengarahkan kamera hp ke wajah Rara
Rara tersenyum malu malu
"Hai Ra.....!!manis banget sii..
mas Bagas boleh kangen gak" Bagas to the point.....
Sukses membuat wajah Rara Semerah kepiting rebus
"Hai juga mas Bagas!"