Hanya Kamu

Hanya Kamu
pulang diantar rara


Dalam perjalanan pulang Nina dan Rara lebih banyak diam


masih terbawa suasana saat bersama adik adik tadi


masih ada haru yang tersisa


Nina bertekad akan semakin sering menabung...


Bisa mengumpulkan banyak uang yang berarti dia juga bisa lebih banyak berbagi


Sampai saat ini Nina sering minta tambah uang saku ke mama atau papa dan juga ayah


Nina beralasan ingin membeli sesuatu


Padahal uang itu dia simpan untuk ditabung


Nina dan Rara mempunyai tekad bisa membeli tempat untuk membangun sebuah tempat mengaji khusus


Sebuah bangunan untuk dijadikan Tempat Pendidikan Al Quran


Agar adik adik mereka di kampung bang Miko tidak harus libur mengaji ketika masjid digunakan untuk kegiatan seperti tadi


Suasana hening di dalam mobil


Larut dalam pikiran masing masing


Setelah beberapa saat saling berdiam diri


Rara memulai obrolan


"Nin......"Rara memanggil sambil tetap fokus mengemudi


"Apa beib...."Nina menjawab, menoleh ke arah Rara


"Kamu pacaran ya sama mas Indra?"


"Eehh....kenapa tiba tiba nanya itu"Nina menjawab heran


Tidak menyangka Rara menanyakan soal dia dan Indra


"Mas Bagas semalam nelpon aku....cerita masalah itu"..


"iiisshh....dasar pengadu..."Nina sedikit protes


"Belum pacaran sih....mas Indra memang sudah menyatakan perasaannya tapi aku belum ngasih jawaban"Nina menjawab ragu


"kenapa ragu begitu...


Kamu kan tinggal jawab ya atau tidak"


"Aku takut Ra....sejujurnya aku juga mencintai mas Indra


Dia baik dan penuh perhatian...


Dan sudah kenal keluargaku juga"


"lalu apa yg kamu takutkan?"


"Perasaan takut ditinggalkan Ra


Aku takut kalau nantinya mas Indra meninggalkan aku


masa lalu tentang mamaku yang sudah aku ceritakan ke kamu


Itu masih menyisakan trauma untukku"Nina menjawab sedih


"Ninn.....


Apa kamu gak merasa itu terlalu berlebihan....


Jangan biarkan masa lalu mu menghalangi kebahagiaan masa depanmu..


Sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung


apapun keputusanmu...


Mendoakan yang terbaik untukmu....


Tapi aku berharap agar kamu fokus ke arah masa depanmu...


Bukan selalu menoleh ke masa lalu mu...."


Teringat kalau nanti malam Indra akan datang ke rumah meminta jawabannya


Nina tersenyum samar


Teringat bagaimana memaksanya Indra untuk memintanya jadi pacar ....


Menjengkelkan sekaligus sangat manis


Hati Nina menghangat mengingatnya


Nina sadar bahwa dia juga mencintai Indra


Teringat ketika makan malam semalam Indra melamarnya jadi pacar dihadapan semua keluarganya


Nina tersenyum lagi...


Rara yg disebelahnya berkali kali melirik ke arah Nina,menyadari kalau sahabatnya sedang bahagia


'Ahhh.....kau sedang jatuh cinta ya nin.....'dalam hati Rara berucap...


ikut tersenyum sambil mendoakan semoga Nina bisa menjawab sesuai perasaannya


'Dan semoga aku pun siap menjawab jika mas Bagas juga tiba tiba menyatakan perasaannya...


Tapi ....apa benar kalau mas Bagas mencintaiku ya..


Apa aku terlalu ge er hingga merasa dicintai....


Tatapan lembutnya....perhatiannya...


Juga rasa cemburunya ketika ada yg mendekati aku ...'Rara bersuara dalam hati....memikirkan Bagas


"tuuttt.....tuuutt ...tuutt....."


Suara dari ponsel Nina cukup mengagetkan


Terlihat


'Mas Bagas memanggil'


dipencetnya tombol hijau...


"ya mas Bagas.... ada apa..." Nina menyapa kakaknya...


"kamu pulang sama siapa..


Barusan Indra telepon kalau gak bisa jemput kamu.....


Issssh.....lagaknya


Sudah kayak pacar kamu beneran"


Nina tersenyum mendengarnya


"Aku pulang dianterin Rara...


Tadi kami pulang kampus masih pagi.....


Langsung ke tempat adik adik di kampung bang miko


Nganterin bingkisan buat mereka ...


Hadiah karena sudah rajin mengaji"


"owwww gitu ya ...


Mana Rara....mas pingin lihat wajahnya"


"ciieeeee....kangen ni Yee..."Rara menggoda kakaknya sambil mengarahkan kamera hp ke wajah Rara


Rara tersenyum malu malu


"Hai Ra.....!!manis banget sii..


mas Bagas boleh kangen gak" Bagas to the point.....


Sukses membuat wajah Rara Semerah kepiting rebus


"Hai juga mas Bagas!"