
tok
tok
tok
" paket "
shandrianna yang ada didalam rumahnya itu langsung begegas menuju keluar rumahnya, dia bingung kenapa ada paket sedangkan dia tidak memesan apapun.
ceklek
" Nyonya ada paket untuk shandrianna "
" iya saya sendiri. tapi ... siapa yang mengirimkannya saya tidak memesan apapun ?" tanya Shandrianna.
" Maaf Nyonya saya tidak tahu tapi ini ditujukan untuk nona shandrianna " jawab kurir itu.
" yasudah "
Akhirnya dia pun menerimanya kemudian menandatanganinya " terima kasih " ucap shandrianna.
" sama-sama, saya permisi Nyonya "
shandrianna menganggukkan kepalanya kemudian masuk kedalam rumah, dia membuka kotak paket itu sambil berjalan kemudian mengambil gunting di laci.
ada sebuah kartu disana diambilnya
" Untuk wanita paling cantik "
" mas bagas ?" gumamnya.
dibukanya lah kotak itu dan dijeberkannya, ternyata sebuah gaun panjang berwarna hitam lalu diukurnya lah ditubuhnya.
" pas , ini pasti dari mas bagas. tapi ... dia tidak bilang kalau nanti ada acara , atau nanti ada kejutan untukku " pikirnya dengan rasa senang dihatinya.
***
sementara itu diruangan bagaskara dia sedang memerika laporan perusahaan miliknya, dihadapannya itu ada foto shandrianna seorang diri yang sedang tersenyum sangat cantik.
untuk menyemangatinya bekerja adalah senyuman shandrianna, dan disana juga ada undangan pernikahan yang diberikan untuk dirinya dan juga shandrianna.
tok
tok
tok
" masuk "
" selamat siang pak , ini berkas yang bapak minta kemarin " ujar pak nam.
" Taruh saja disini " jawab bagaskara.
" Bapak diundang ? " tanya pak nam ketika melihat undangan itu.
" ya "
" apa akan datang juga ?"
" tentu saja, dulu saat aku menikah dia juga datang. "
" hmm begitu yasudah saya permisi "
" iya "
mengingat sekarang sudah siang dia belum menelpon
shandrianna sekarang, jadi langsung saja dia menyambungkan laptopnya ke video call .
tut...tutt
📱 " hay mas ! sedang apa ?" langsung dijawab shandrianna.
" eh langsung diangkat, sedang melihat laporan tapi tiba-tiba rindu mendengar suaramu sayang. "
📱" masa sih ? kenapa aku tidak percaya ?"
" jangan mulai sayang "
📱" hehehe " shandrianna terkekeh mendengarnya.
" sedang apa sayang ? santai sekali, arunika sudah tidur ya bisa duduk seperti ini. "
📱" Baru saja tidur jadi bisa istirahat "
" oh , sayang kangen tidak ? "
mendengar itu shandrianna langsung membuat wajah yang lucu
" Sayang mas serius "
📱" hmm aku rindu, mas ... pulangnya nanti belikan sesuatu ya "
" Mau apa ? "
📱" Terserah yang penting mas yang belikan. mas sudah makan siang ?" tanya shandrianna karena biasanya bagaskara melupakan makan siang dikala bekerja.
" Belum sayang mas masih punya banyak sekali pekerjaan, sepertinya anak-anak kita pembawa rejeki buktinya bulan ini perusahaan untung banyak dan itu membuat banyak sekali laporan yang harus mas kerjakan."
shandrianna tersenyum mendengarnya
📱" Makanlah dulu jangan sampai sakit, mas boleh bekerja tapi ingat kesehatanmu. aku tidak pernah minta tas dior baju channel sepatu Hermes jadi tenang saja uang mas bagas tidak akan habis. "
entah sebenarnya dia itu mau bercanda atau memberi semangat
" ada - ada saja kamu sayang "
📱" mas sudah dulu ya, Cuacanya gelap sekali takut hujan aku mau menutup semua jendela "
" Iya sayang , jaga diri baik-baik ya mas pulang jam 4 nanti dibelikan sesuatu. "
📱" iya mas. dah aku mencintaimu ! "
" mas juga mencintaimu sayang "
tut..tutt...tutt
ditutuplah telpon oleh shandrianna, bagas hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
****
lama kelamaan hubungan Tara dan Mahen juga sudah banyak perubahan menjadi sangat dekat keduanya sering berjalan bersama bahkan tak segan untuk bercerita kehidupan masing-masing.
tin
secepatnya tara masuk kedalam mobil itu yang memang benar mobil mahen.
" Kau menunggu lama ya ?"
" tidak baru saja keluar "
" Takutnya lama, Kita makan dimana ? "
" Tempat biasa saja "
***
saat mereka berdua masih dijalan tak sengaja Tara melihat aileen berjalan sendirian, dia tampak terlihat ketakutan
" mahen berhenti ! " ujar tara hingga reflek mahen mengerem.
" ada apa tara ? kau membuatku terkejut " tanya mahen.
Tanpa menjawab tara langsung turun, dia menunggu mobil yang lewat terlihat senggang dan langsing menyebrang. wajah aileen terlihat ketakutan dan ingin menangis.
" Aileen ! " teriak Tara.
" auntieee ! "
Tara langsung memeluk aileen dan mengelus kepalanya
" sayang kenapa kau sendirian disini ? sekolahmu kan belum selesai ?"
" Aillen mau pulang kata Orang tadi mommy ... mommy mau pergi "
" siapa yang bilang ?"
" disan... "
tunjuk aileen namun tidak ada orang disana, tara menatap nya apakah aileen berbohong atau tidak.
" Tidak ada siapapun sayang "
" Tara bawa dia ke mobil " ajak mahen.
" kita ke mobil dulu ya " ajak tara bersama mahen, mahen mengadah tangan agar mobil yang lain berhenti untuk mereka bertiga lewat.
sesampainya didalam mobil Tara nampak khawatir dia terus memandangi wajah aileen yang sangat ketakutan.
" aileen bagaimana bisa kau keluar dari sekolah itu ? daddy belum menjemputmu siapa yang melakukannya ?" tanyanya dengan lembut agar aileen tidak tambah takut.
" Saat aileen dikelas seorang pria bertubuh tinggi memanggil aileen lalu dia bilang mommy akan pergi lagi dari daddy aileen dibawa olehnya untuk pulang tapi ... "
" Tapi apa ?" potong tara.
" jangan disangga dulu dia masih ketakutan " ujar mahen.
" tapi .. tapi pria itu bilang aileen harus pulang sendirian agar mommy tidak pergi. " jawabnya dengan muka polos namun tampak ketakutan dan gelisah.
" Kita pulang ya sekarang " ajak Tara.
" auntie mommy tidak pergi dari daddy kan ? mommy tidak meninggalkan aileen sendirian kan ?"
" Tidak sayang mommy sangat mencintai aileen dan daddy tidak mungkin mommy melakukannya, sudah ya kita pulang auntie akan mengantar "
" i-iya "
" Mahen sepertinya kita makan diluar lain kali saja, Aku ingin mengantar aileen kerumah anna , aku takut anna akan khawatir. "
" Iya aku akan antar kalian "
dalam hati tara dia terus merasakan hal yang tidak enak, sesekali dia memandangi aileen " jangan berikan masalah lagi untuk keluarga anna tuhan, dia baru saja merasakan kebahagiaan "
Mahen paham kalau Tara sangat khawatie hingga dia memberanikan diri untuk menggenggam tangan tara, hingga membuat tara menatapnya.
" Semuanya akan baik-baik saja " ucap mahen.
***
bagaskara buru-buru keluar dari ruangannya berlarian menuju ke lantai bawah, dia baru saja dikabari oleh tara dan akan bergegas pulang.
para karyawan yang menegurnya pun tidak sama sekali dia jawab karena pikirannya selalu tertuju pada aileen.
secepatnya dia bawa mobilnya tak memikirkan sama sekali keselamatannya, hingga 20 menit kemudian dia sampai dan langsung bergegas masuk.
" aileen ! "
aileen yang sedang ada dipelukan shandrianna itu langsung menatapnya " daddy ! " bagaskara langsung menghampirinya dan memeluknya.
" sayang kau membuat daddy khawatir, kau baik-baik saja ? apa ada yang terluka ? ada yang sakit ? katakan pada daddy " cercahnya dengan begitu banyak pertanyaan.
" Kakak dia tidak apa hanya saja dia ada sendirian di jalanan " jawab mahen.
Bagaskara kembali memeluknya dengan rasa sayang " sayang jangan begitu ya , lain kali kalau ada orang yang tidak dikenal jangan ikut dan jangan pernah mendengarkan perkataannya " jelas bagaskara , mukanya terlihar sangat khawatir daripada tadi ketika melihat aileen dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia yang menemukan aileen tadi.
" Kakak duduklah " ajak shandrianna , juga dia menatap mahen.
Tara dan mahen pun duduk lalu bagaskara menggendong aileen dan dibawanya ke kursi dan dipangkunya. selalu ditatapnya wajah polos aileen dan diciuminya.
" Daddy aileen takut daddy ditinggal mommy lagi, aileen ingin seperti ini terus "
Shandrianna yang berdiri disamping jendela itu mengeluarkan air matanya, sedari tadi dia tidak banyak bicara hanya memeluk dan mencium aileen saja.
" mana mungkin mommy melakukannya , daddy dan mommy akan tetap bersama aileen dan juda adik. " jelas bagaskara lagi.
" mommy " panggil aileen
shandrianna langsung menghapus air matanya, dia tersenyum kecil dan melangkahkan kakinya kedekat aileen dan bagaskara.
" iya sayang ? "
Aileen menatap wajah shandrianna dengan dalam " I love you mommy , please don't go away from daddy "
" Never "
Tara sangat senang melihat keluarga kecil adiknya sangat bahagia seperti ini, tapi dia takut nanti terjadi sesuatu dan tidak bisa melihat hal seperti ini lagi.
Mahen melirik tara yang sedang menatap adiknya itu.
" Kakak ... Mahen terima kasih sudah membawa aileen pulang, jika tidak ada kalian aku tidak tau apa yang akan terjadi. aku berutang sesuatu yang besar kali ini. " ucap shandrianna dengan tulus.
" Dia anakmu dia juga anakku anna, aku mencintainya sama seperti kau mencintainnya " jawab taram
" Terima kasih "