
ceklek
bagas menggendong ailleen yang ketiduran sedangkan shandrianna membuka pintu rumah. bagas membawa nya masuk kedalam dan menuju kekamar atas yang diikuti oleh shandrianna.
tapi anehnya bagas malah menidurkannya di kamar sebelahnya, " tunggu kenapa ailleen tidur di sini ?"
tanyanya ketika bagaskara me menidurkan aileen dan menyelimutinya.
" ini kamarnya aku sudah menyiapkannya"
" tidak-tidak bawa ailleen kekamar sebelah aku ingin tidur bersamanya. "
" hanya bersebelahan jika ailleen bangun dan bicara kita pasti kedengaran sayang. "
" Kalau begitu aku tidur disini saja dengannya "
" Tidak sayang, ayo kekamar kita masih ada yang harus kita kerjakan. "
" apa hei ! lepaskan tanganku " bagaskara menarik tangan shandrianna dan membawa kekamar lalu masuk dan mengunci pintu.
" hey pintu jangan dikunci. "
" kalau anak kita tiba-tiba masuk saat kita sedang berhubungan bagaimana ?"
" tidak aku sedang tidak ingin aku masih lelah " tolaknya begitu saja yang masuk ke dalam kamar mandi.
" aku tunggu disini ya sayang "
shandrianna tidak menggubrisnya dia menggosok gigi dan mencuci mukanya. setelah dirinya selesai, dia langsung mengganti bajunya dengan baju tidur.
Tapi dia terlihat membuka tasnya dan meminum sesuatu, bagaskara merasa curiga apa yang sedang shandrianna lakukan dan tiba-tiba saja dia minum di air gelas.
" Sayang kau minum apa ?"
" tidak ada "
jawabnya tapi bagaskara tambah curiga, hingga shandrianna naik keatas ranjang pun dia masih menatapnya curiga.
***
keesokan harinya
shandrianna menyiapkam sandwich di meja makan itu lalu ia juga membuatkan susu untuk ailleen, dari tangga itu mereka terlihat sedang turun saling bergandeng tangan.
" mommy "
" sayang duduklah "
" Buatkan aku kopi ya " pinta bagaskara sambil membenarkan dasinya.
" mom hari ini kita jadi ya kesekolah baru aillee ? " tanya ailleen sambil memakan sandwich itu.
" iya sayang setelah ini kita langsung pergi dan setelahnya kita membeli baju sekolah dan peralatan sekolah lainnya. "
" daddy ikut ya "
" iya sayang daddy ikut, tapi setelah dari sekolah ke perusahaan daddy sebentar ya daddy ada rapat hanya sebentar. "
shandrianna memberikan kopi bagus lalu dia dudduk disebelah bagaskara yang memang tempat nya.
" mommy kenapa mommy diam saja tidak bicara pada daddy, apa mommy marah sama daddy ?"
shandrianna yang sedang makan itu langsung menatap bagaskara begitupun dengan bagaskara " tidak sayang mommy ... mommy sedang makan jadi tidak bisa bicara. "
" bohong sayang ... dari semalam mommy tidak bicara sama daddy, mommy selalu mendiamkan daddy. daddy sangat sedih melihatnya. "
" Benarkah mommy ?"
" ah sayang itu , baiklah mommy akan bicara pada daddy. "
ailleen dan bagas terlihat senyum mendengarnya, bagaimana tidak semenjak pernikahan itu shandrianna hanya baru bicara ketika ditanya ataupun ada sesuatu yang penting.
" Apa ini sudah selesai ? aku akan mencucinya. "
" iya sayang "
shandrianna membereskan piring dan bekas makan mereka dan langsung mencucinya. karena tidak banyak jadi hanya sebentar saja, dia juga sudah siap jadi mereka langsung pergi menuju ke sekolah baru ailleen.
****
British School
mereka sudah berada diruangan kepala sekolah, tampak sedanf membicarakan semua hal tentang sekolahnya ailleen percakapan itu sangatlah serius dan ailleen hanya mendengarkannya saja.
" jadi ailleen sudah sah menjadi murid disini, besok silahkan datang ke sekolah dan jangan lupa temui bapak sini oke ailleen ?"
" Baik Pak " jawab ailleen seraya tersenyum.
" anak pintar " jawab kepala sekolah tersebut.
" kalau begitu kami permisi dulu pak, besok ailleen akan kami antar kesini. " ucap bagaskara.
" baiklah , terima kasih sudah memilik british jakarta school sebagai pilihan keluarga bapak. " ucap kepala sekolah.
" sama-sama "
mereka bertiga pun keluar diantara lorong-lorong itu ailleen memperhatikan disekitar sekolah dan ruangan semua fasilitasnya lengkap dan juga mewah.
" Bagaimana sayang menurutmu, setelah ini apa yang akan kita lakukan ? " tanya bagaskara bertanya kepada shandrianna.
" apalagi kita harus membesarkannya "
" maksudku , kita sudah punya satu putra bagaimana jika tambah beberapa lagi , seorang putri mungkin. "
" jangan bicarakan itu sekarang. " jawabnya cuek.
bagas hanya bisa bersabar atas sikap shandrianna yang selalu dingin kepadanya, padahal dia berusaha melembut setiap menyikapi shandrianna tapi dia seperti tidak menghargainya.
didalam perjalanan menuju ke perusahaan itu aileen memperhatika mom dan daddy nya yang saling diam tidak ada pembicaraan sama sekali, padahal dia ingin melihat mommy dan daddynya saling mencintai dan menyukai satu sama lain.
" mommy daddy perut ailleen sakit " ia meringis seketika memegangi perutnya dengan kedua tangan.
" sayang ! sayang apa yang terjadi ?" shandrianna khawatir melihatnya lalu bagaskara menghentikan laju mobilnya.
" sakit mommy "
bagas dan shandrianna turun dari mobil lalu pindah kebelakang.
" sayang apa masih sakit ? dimana yang sakit hmm ?" tanya shandrianna.
" Apa aku lalai memberikan sarapannya " ucap shandrianna.
" hiks hikss sakit mommy perut ailleen "
" ayo kita bawa ke rumah sakit " ujar shandrianna.
" baiklah didepan ada rumah sakit "
shandrianna pun duduk dibelakang sambil mengelus pelan perut ailleen " sayang apa masih sakit ?"
" sakit mommy "
" Maaf sayang mungkin mommy sudah ceroboh tidak memperhatikan pola makanmu, mommy salah sayang maafkan mami "
shandrianna hampir menangis dibuatnya dia tidak bisa melihat ailleen kesakitan seperti ini.
" sayang jangan salahkan dirimu , sebentar lagi kita sampai."
shittt
dengan cepat mobil bagas memasuki rumah sakit lalu ia segera menggendong ailleen dan membawa nya masuk.
" dokter tolong anak saya "
" kenapa pak ?"
" tiba-tiba perutnya sakit "
" baik bawa kesini "
ailleen pun langsung diperiksa oleh dokter umum disana, bagas dan shandrianna menyaksikannya. tanpa ia sadari tangan shandrianna mengenggam tangan bagaskara, yang langsung disadari oleh bagaskara.
bagaskara sama khawatirnya dengan shandrianna dia mengelus tangan shandrianna dan menatapnya dalam.
" Ini bukan salahmu, tenang saja anak kita akan baik-baik saja " ucap bagas lembut.
" aku yang salah kenapa tidak memberikan makanan yang benar " ucapnya lirih.
shandrianna meneteskan air matanya hingga bagas menariknya kedalam pelukannya.
" Jamgan khawatir ada aku disini. "
ailleen melihat mommy dan daddynya yang berpelukan merasa senang sebenarnya itu hanyalah idenya saja,
Maaf mommy
" pak , bu apakah bisa ikut dengan saya sebentar ?"
" anak saya baik-baik saja kan dokter. " tanya shandrianna.
dokter itu tersenyum lantas pergi dari sana , bagas menggandeng tangan shandrianna dan membawanya pergi mengikuti dokter itu.
" sayang daddy dan mommy ikut dokter sebentar ya " ailleen mengangukkan kepalanya, shandrianna pun mengelus rambutnya dan menciumnya.
dirungan dokter yang serba putih itu mereka berdua duduk berhadapan dokter.
" Dokter anda belum menjawab pertanyaan ku. " ujar shandrianna.
" Begini pak ... bu , migrain perut pada anak sering terjadi apalagi usia seperti anak bapak yang terkesan aktif, hal ini juga karena dipengaruhi suasana hati mungkin apakah bapak dan ibu memarahinya atau dia punya keinginan tapi takut untuk mengatakannya. sebaiknya bapak dan ibu harus lebih memahami suasana hati si kecil. "
" jadi apakah ini serius dokter ?". tanya bagaskara.
" tidak hanya saja orang tua harus memahami kondisi nya. "
" syukurlah "
" jadi kami bisa membawanya pulang kan dokter ?" tanya shandrianna.
" tentu saja , silahkan tebus obatnya di apotik rumah sakit. " dokter itu memberikan resep obat kepada bagaskara.
" terima kasih dokter "
" sama-sama "
mereka berdua pun keluar, shandriana merasa sedih mendengarnya walaupun tidak serius tapi tetap ailleen kesakitan.
" sayang kau mau bicara sesuatu " ujar bagas.
" aku ingin menemui ailleen "
" ini juga tentang ailleen kita bicarakan ini sekarang karena aku tidak ingin melihatnya terus-terusan melihat kita seperti ini. " ujar bagaskara
" Maksudmu ?"
" entah kau paham atau tidak tapi bisakah kau tidak bersikap dingin seperti ini kepadaku ? aku tau aku begitu menyakitimu tapi aku sudah minta maaf dan menebus semuanya, aku mohon sayang beri aku kesempatan jika bukan untukku maka untuk anak kita. aku mohon ... "
mata bagaskara terlihat berair dia seperti ingin menangis, melihat mata bagaskara yang sebelumnya selalu bersikap tegas kini dia kehilangan semua ketegasan itu.
hanya ada permohonan dan kelembutan dimata shandrianna, dia bisa melihatnya itu.
" kita temui ailleen dulu aku sangat mengkhawatirkannya "
" baiklah tapi aku akan membahas ini setelah dirumah nanti. "
shandrianna mengangukkan kepalanya, dengan begitu bagaskara juga senang shandrianna menurut padanya.
ceklek
" mommy"
" sayang apa perutmu masih sakit ?" tanya shandrianna drngan memeluknya
" iya mom "
" ailleen sayang apakah ada sesuatu yang mommy tidak pahami ? atau aileen marah pada mommy ? katakan saja mommy akan berusaha memperbaikinya. "
ailleen menatap wajah shandrianna dan menghapus air mata shandrianna.
" apa aileen ingin sesuatu nak ?" tanya bagaskara.
" hmm aileen ingin sesuatu "
" apa ?" tanya bagaskara.
" ailleen ingin mommy mencintai daddy dan berbicara dengan daddy setiap saat, aileen ingin melihat mom dan daddy saling bicara. "