
sehabis makan mereka berdua langsung menuju ke sekolah aileen, mereka menunggu ditempat biasanya para orang tua menunggu.
" Kenapa masih belum pulang " ujar bagaskara.
" mungkin masih ada pelajaran. " jawab Shandrianna.
" mommy ! daddy ! " teriak aileen yang melihat kedua orang tuanya menunggu di tempat tunggu.lalu dia berlarian menghampiri kedua orang tuanya.
" daddy " dia memeluk bagaskara.
" sayang jangan berlarian nanti jatuh " ujar shandrianna.
" Kata daddy kalau jatuh masih bisa berdiri, iya kan dad ?"
" tentu saja, pria yang kuat harus bisa bangkit " saut bagaskara.
" ck tapi aileen masih kecil" decak shandrianna.
" sayang tadi belajar apa ? " tanya bagaskara.
" tadi menggambar, lihat ini " dia menunjukkan gambarannya kepada bagaskara.
" apa artinya ?" tanya bagaskara.
" ini mommy dan juga daddy duduk di bangku taman, lalu aileen bermain boleh sedangkan ini yang diatas adik ailleen"
tunjuknya satu persatu sehingga membuat bagaskara terpana melihatnya " adiknya akan segera datang seperti yang aileen gambar nanti, iya kan mommy ?" tanya bagaskara.
" ha ? hahah i-iya " jawab shandrianna tertawa dengan kaku.
" mari kita langsung pergi, sebelum itu ailleen harus makan dulu. " kata shandrianna lagi.
" iya sayang mau makan apa ?" tanya bagaskara.
" Fried chicken and Frend fries "
" okey meluncur "
keduanya pun tertawa melihat itu shandriana merasa senang melihat keakuran mereka berdua, dia jadi berharap semoga aileen terus tertawa dan tersenyum seperti sekarang.
****
dipusat perbelanjaan itu, bagaskara menggandeng tangan aileen dan terlihat menujukkan sesuatu dan terus bercerita, shandrianna yang disebelahnya selalu saja tersenyum.
aileen terlihar kagum dengan semuanya, apalagi untuk pertama kalinya mereka berjalan bertiga sebagai sebuah keluarga.
" Makan dulu baru kita berbelanja oke ?"
" siap daddy " ucapnya.
mereka pun menuju kesebuah tempat penjualan ayam , setelah mendapatkan meja bagaskara terlihat sedang memesan sesuatu untuk aileen. sedangkan shandrianna dan ailleen duduk mantap dimeja.
" mom gambar ailleen bagus kan ?"
" tentu saja apa yang dibambar aileen selalu saja bagus, mommy jadi iri. "
" kenapa mom ?"
" karena mommy tidak pandai menggambar, dulu... saat pelajaran menggembar mommy cuman bisa menggambar dua gunung dan dibawahnya ada persawahan diatasnya ada matahari dan awan hanya itu saja. "
" hahaha mommy bisa saja. " tawa aileen.
" makanan siap " kata bagaskara yang membawa nampan berisi 2 ayam , 2 kentang dan 3 minuman.
" kau pesan banyak sekali untuk siapa ?" tanya shandrianna.
" Untukmu dan untuk aileen. "
" Tapi aku sudah kenyang. "
" yasudah kami berdua saja, iya kan sayang " ujarnya pada aileen
" iya daddy. "
akhirnya shandrianna melihat keduanya makan, sedangkan dia hanya meminum es sampai habis tak tersisa. cukup lama mereka berdua makan dan waktu semakin sore , sampai pukul 2 barulah mereka selesai dan kini berlanjut untuk berbelanja.
pertama-tama mereka pergi ke departemen dictionary dimana dibagian itu merupakan semua alat-alat tulis berupa peralatan kantor maupun sekolah.
shandrianna dan bagaskara juga aileen terlihat memilih-milih perlengkapan, dimulai buku, pensil, penghapus, pensil warna dll.
" mommy lihat " ujar ailleen sehingga shandrianna menolrh betapa kagetnya ia ketika melihat bagaskara yang dilukis oleh aileen seperti kumis pak raden.
" hahh daddy terlihat lucu ya kan mommy ?"
" sayang hahaha kenapa hanya sedikit , sini lihat mommy "
shandrianna mengambil pulpen tersebut lalu menatap lekat bagaskara dan meluki kumis di dagu bagaskara.
" sayang kau tega sekali " ujar bagaskara sehingga membuat aileen tertawa.
setelah selesai shandrianna menghadapkan bagaskara disebuah kaca besar " bagaimana baguskan ? " tanyanya.
" sayang ! awas ya nanti malam " bisik bagaskara.
" hahhah dad mom ayo berfoto " ajak ailleen.
lalu shandrianna mengeluarkan ponselnya dan mereka berfose lucu disana hingga berulang kali. dan membuat mereka tampak seperti keluarga yang bahagia.
" cukup-cukup daddy harus mencuci wajah. wajah tampan daddy tidak kelihatan karena ini.."
" hahah cucilah aku menunggu disini "
setelah bagaskara mencuci wajahnya mereka pun membayar kasir dan kembali berkeliling ke area perbelanjaan sampai bagaskara melihat sebuah baju , dia menaril shandrianna kedalamnya.
" ada apa ?" tanya shandrianna yang kaget.
" aileen sayang bagaimana jika kita carikan baju yang cocok untuk mommy ? kita akan melihat baju itu cocok atau tidak "
" setuju "
" tapi "
" ayo sayang " kata bagas.
" iya mom ayolah " saut ailleen.
" baiklah "
shandrianna pun menyerah lalu kedua orang itu sibuk mencarikan baju yang cocok untuk shandrianna, sedangkan anna hanya melihat nya saja.
pertama bagas menyuruhnya berganti pakaian dan ketika melihat itu keduanya menurunkan jempol, lalu kembali ganti dengan pilihan aileen dan kembali menurunkan jempol padahal menurut shandrianna itu yang cocok. kembali dia berganti sampai berulang kali tapi tidak ada yang cocok untuk mereka berdua.
" ini terkahir " kata shandrianna didalam tempat ganti itu.
" bagaimana ?"
bagaskara dan aileen saling menatap seolah mereka adalah pakar fashion lalu menganguk.
" cantik " ucap keduanya sehingga membuat shandrianna senang.
akhirnya pikir shandrianna dia selesai mengganti baju, dan bagaskara membelikannya banyak baju untuk aillen dan shandrianna. sampai menghabiskan banyak uang.
****
setelah seharian keluar rumah barulah mereka sampai pukul 7 malam, ailleen terlihat tertidur hingga bagaskara langsung menidurkannya di kamar ailleen.
shandrianna langsung menyelimutinya. " kau mandilah duluan aku akan membereskannya. "
" baiklah "
krak
shandrianna mematikan lampu dikamar aileen, ia langsung masuk kedalam kamar dan memreskan barang belanjaan. sedangkan bagaskara sedang mandi dikamar mandi.
" sayang ! " teriak bagaskara dari dalam kamar mandi.
" ada apa ?" tanya anna.
" tolong ambilin handuk , aku lupa bawa "
shandrianna pun membuka lemari lantas dia mengambilkan handuk yang baru,dan segera memberikannya kepada bagaskara.
tok
tok
tok
" mana sayang ?"
" ini ambillah "
" buka saja "
ceklek
shandrianna membuka sedikit dan hanya tangannya saja yang masuk kedalam " ambillah cepat " tangan putih shandrianna yang menjulur itu membuat dia punya ide nakal.
" maju lagi sayang "
" kau bisa mengambilnya, cepatlah "
krek
" haaaa "
shandrianna berteriak saat bagaskara menarik tangaannya kedalam dan melilitkan handuk itu kepinggang mereka berdua.
" apa yang kau lakukan ? tubuhku basah. lepaskan aku. " ujar shandrianna.
bagaskara menatapnya seraya tersenyum dan juga berbeda. " kita lanjutin yang dimobil tadi yuk " bisik bagaskara. yang langsung membuat shandrianna melotokan matanya.
" Tidak aku lelah dan tubuhku sudah lengket aku mau mandi dan langsung tidur. " tolak shandrianna.
lantas bagas melepaskan handuk dan menaruhnya di sebuah kaitan, dia memeluk shandrianna dan membuka resleting baju shandrianna yang ada dibelakang.
" hey " gumam shandrianna.
bagaskara tak mendengarkannya dia malah membuka gaun shandrianna dari samping dan menurunkannya. hingga shandrianna hanya memakai hotpants dan juga tanktop saja.
" cantik sekali " bisik bagaskara yang membuat wajah shandrianna merah merona.
" sayang kau malu ? " tanyanya dengan mengelus pipi shandrianna.
" kau sudah mandi, sebaiknya gantian. " kata shandrianna yang merasa risih dilihat seperti itu.
" aku belum selesai mandinya, sepertinya kita akan lama disini. " kata bagas menarik tanktop itu juga sehingga hanya meyisakan bra saja.
" jangan gugup. kita sudah sering melakukannya. " kata bagas lagi.
" Tapi tidak disini. " jawab shandrianna.
" aku akan memberikan hal yang baru untukmu"
seketika shandrianna merasa gugup, dia sangat takut mendengarnya. bagas memang selalu bisa membuatnya terheran kalau soal ini pasti dia sangat ahli, berbeda dengannya yang hanya pasif.
bagaskara membawa shandrianna kedalam bath up dan memangkunya, dia pijat lembut tangan shandrianna seraya mencium telinga shandrianna memberikan cumbuan-cumbuan dan rangsangan.
" kau sudah merasakannya sayang ?" bisik bagaskara yang dijawab anggukan oleh anna.
***
sekarang shandrianna berada di hadapan bagaskara berdiri disamping tembok itu, mata mereka terus bertemu satu sama lain.
bagas mengusap bibir pink itu perlahan lalu dia ********** , tadinya ciuman itu hanya pelan tapi lama kelamaan berubah menjadi tuntutan.
ciumannya berpindah ke leher sampai kedada shandrianna.
" ahhh " nafas shandrianna tersengal ketika bagas terus merangsangnya.
apalagi sekarang bagas menghisap putingnya hingga membuat nya tak karuan, melihat wajah shandrianna menikmati itu membuat bagaskara senang. dan satu tangannya mengelus bagian yang lain.
" nghhh .... ahhh , hmm bagashh ahhh "
" iya sayang, katakan kau menginginkannya ?"
shandrianna mengangukkan kepalanya, " katakan sayang " kata bagas yang tidak mau dijawab anggukann saja.
" iya " jawab shandrianna yang sudah diselimuti ***** dengan bagaskara.
" aku akan memenuhinya. "
akhirnya kedua nya menyatukan milik mereka, bagaskara terus memompa miliknya kedalam milik shandrianna hingga dikamar mandi itu berisi suara ******* keduanya.
" sayang ahhh aku mencintaimu ahhh ... ahhh "
" nghh "
" ahh sakit "
" maaf " ucap bagaskara yang merasakan kenikmatan itu hingga lupa diri. dan malam ini kembali mereka melakukan hubungan suami istri.
****
keesokan paginya
Shandrianna terlihat masih tertidur diatas ranjang itu karena ini hari minggu ailleen dan bagaskara tidak sekolah juga bekerja dia bisa bangun agak siang.
berbeda dengan bagaskara dan juga aileen yang sudah bangun. mereka sedang menyiapkan sarapan pagi untuk shandrianna. hingga dapur itu berantakan karena tepung dan bahan lainnya.
hari ini mereka membuat Dorayaki keduanya sedang menata posisi dan juga memberikan tampilan yang bagus.
" sudah jadi ! "
" horeee !!!! " ailleen terlihat senang dan bertepuk tangan.
dorayaki ala bagaskara dan juga ailleen yang terlihat sangat menggugah perut.
" mommy pasti suka " ujar ailleen
" tentu saja sayang , dorayaki ala daddy dan ailleen. " saut bagaskara.