Hanya Kamu

Hanya Kamu
Cinta Untuk Persahabatan


tomi memegang tangan shandrianna ingin membawanya kerumah sakit " Tidak apa aku baik-baik saja " cegah shandrianna.


" Tidak - tidak ayo ikut aku sekarang, aku yakin kau pasti belum sarapan. "


shandrianna seketika sedih melihat tomi yang sangat peduli padanya. tomi membawa shandrianna ke kantin perusahaan dia membelikannya bubur ayam dan juga teh hangat.


" Sebenarnya kau punya masalah kan ?" tanya tomi


" Tidak ada tomi " jawabnya lembut, lantas tomi membuka masker yang dipakai shandrianna.


" tomi " dia berusaha mencegah tapi lebih dahulu dibuka oleh tomi.


" shandrianna bibirmu kenapa ? hey katakan ! siapa yang melukaimu " tegas tomi sehingga membuat semua yang ada disana memperhatikan mereka.


" tomi lupakan saja, aku mau makan ini jadi diamlah "


" hey shandrianna ! "


tomi menatap wajah shandrianna dia bisa melihat raut kesedihan shandrianna yang amat dalam. " Pak bagas yang melukaimu ?"


shandrianna menggelengkan kepalanya " lalu siapa ?"


" Tomi ini sudah jam bekerja, sebaiknya kita bekerja saja. "


" Yasudah tapi makanlah dulu "


shandrianna mengangukkan kepalanya tapi tomi tidak bisa tenang sebelum dia mengetahui siapa yang melukai shandrianna.


***


didalam ruangannya bagaskara terlihat sangat sibuk, dia terus memandangi laporan keuangan dan juga laptopnya dimana dia memperbandingkan nya.


tok


tok


tok


" Permisi pak "


tomi terlihat masuk dengan wajah seriusnya, bagaskara langsung menutup semua pekerjaannya dan menatap tomi dalam.


" ada apa ?" tanya bagas dengan datar.


" tentang shandrianna aku ingin...."


" ini perusahaan tolong bedakan dimana tempat bekerja dan tempat bicara hal lain. " potong bagaskara.


" saya tau pak, tapi saat ini saya sedang bicara dengan bapak sebagai suami shandrianna. "


" lalu kenapa ?"


" siapa yang melukai shandrianna seperti itu ? apa bapak tidak peduli padanya ? tubuhnya panas wajahnya pucat "


" memangnya siapa kamu yang ingin ikut campur urusan saya dengan shandrianna ?"


" saya sahabatnya "


bagas berdiri tegak lalu menatap Tomi dengan tegas " Sahabat atau seorang wanita yang kau cintai ? " tuduh bagas.


" Aku dan shandrianna memang saling mencintai " ungkap tomi.


" berani sekali sekali kalian berdua " bagas mendorong tomi sampai mentok ke dinding, tomi pun sama dia menatap bagas dan membiarkan dia memojokkannya.


" Asal bapak tau Cinta itu adalah persahabatan jika dia bukan sahabatku maka aku tidak akan jatuh cinta padanya."


" aku sudah menduga nya kalau kau mencintainya, kau berlindung dibawah kata persahabatan ! "


" Harus berapa kali aku jelaskan padamu pak bagaskara, aku dan dia hanya bersahabat. jika tidak ada cinta maka tidak akan ada hubungan dalam bentuk apapun. aku peduli padanya, aku tidak ingin melihatnya menangis karena bagiku dia wanita yang baik yang pernah aku temui. "


" Bela saja dia sesuka hatimu, silahkan keluar saya banyak pekerjaan. "


" bapak akan menyesal suatu hari nanti " ucap tomi yang langsung pergi dari tempat itu, dia keluar dengan rasa marah yang menggedu didadanya.


bagaskara merasa acuh tak acuh sekarang dia juga tidak bicara pada shandrianna dari pagi tadi. bahkan shandrianna pergi lebih dahulu daripada dirinya.


saat jam makan siang bagaskara akan keluar dengan laura disaat itu juga mereka berpapasan dengan team nya shandrianna.


Dia memperhatikan tubuh shandrianna yang agak berbeda di cara jalannya, dia tau dia sudah menyakiti shandrianna tapi dia juga marah melihat semuanya dimana dia pikir shandrianna sengaja tidak ingin mengandung anaknya. padahal semua itu hanyalah fitnah belaka.


sore harinya


shandriana diantar oleh tomi menggunakan sepedanya, lalu mereka turun dari sepeda sebelum itu tomi melihat bibir shandrianna terlebih dahulu dan mengeluarkan obat-obatan dari tasnya.


" obati lukamu lagi, Obat ini cepat menyembuhkan luka memar "


shandrianna mengambilnya seperti biasa dia selalu tersenyum " terima kasih banyak tom, kau sudah sangat peduli padaku "


" bukan apa-apa , coba lihat demammu apakah sudah menurun " lagi-lagi dia menempelkan tangannya ke dahi shandiranna.


tak


tak


tak


dari lantas atas itu bagaskara melihatnya dengan rasa marah.



" bye " shandrianna melambaikan tangannya langsung dia masuk kedalam setelah tomi pergi.


ceklek


shandrianna melihat rumah tampak kosong tapi di depan ada mobil bagas pikirnya. tanpa memikirkannya lagi dia langsung masuk kekamarnya namun dia tersentak melihat bagas yang berdiri bersedekap tangan menatapnya tajam.


Shandrianna tidak menghiraukannya dia terus menunduk lalu masuk kedalam kamar mandi. didalam itu dia tidak tau harus apa , mandi pun di tidak bawa handuk.


dia hanya berdiri di depan cermin seraya memperhatikan wajahnya. melihat bibirnya dia kembali teringat bagaimana dini menamparnya, dielusnya lembut luka itu.


tok


tok


tok


suara bagas yang terdengar dari luar membuatnya kembali tersentak, dia takut bagas akan memperlakukannya seperti kemarin malam bayangan dimana bagas melakukannya dengan kasar membuarnya takut.


" Aku akan mendobraknya jika kau tidak keluar dalam 3 detik ! " ancam bagas.


terpaksa shandrianna membuka pintu kamar mandi itu tapi dia langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh bagas.


" Aku ingin makan malam tolong buatkan aku sup daging "


shandrianna mengangukkan kepalanya dan lekas pergi dari sana. bagas tau shandrianna pasti takut dengannya.


didapur shandrianna membuatkannya lalu bagas datang menunggunya di meja makan dekat dapur. setiap gerak geriknya tidak luput dari pandangan bagaskara.


beberapa saat kemudian sup pun selesai dibuat shandriana menyajikannya di mangkuk lalu menatanya di meja makan beserta nasi yang lainnya.


" air." ujar bagas


shandrianna tidak menjawabnya tapi dia mengambilkan gelas lalu teko berisi air sebelum itu dia menuangkannya terlebih dahulu.


Shandrianna akhirnya tidak ikut makan, bagas pun tidak melarangnya hingga dia makan sendiri di meja makan itu. setelah selesai mandi shandrianna langsung ke ranjang tidur walau nyatanya dia tidak bisa tidur tapi tetap dipaksakannya.


hari-hari berikutnya shandrianna jalani seperti biasanya akan tetapi di tidak banyak bicara dengan bagas, sudah beberapa hari semenjak kejadian itu dia lebih banyak diam tak seceria dulu.


bagas pun tidak bertanya atas apa yang dilakukan shandriannna tapi dia akan marah jika shandrianna pulang lebih dari jam 7 malam.


shandrianna selalu pergi pagi sebelum bagaskara karena jarak perusahaan tidak terlalu jauh dia selalu berjalan kaki seorang diri.


saat dia berjalan tiba-tiba mobil berwarna hitam berhenti disampingnya, dia tidak pernah tau karena pandangannya selalu lurus.


" Anna "


shandrianna menoleh " Anna kenapa kau berjalan sendirian ?" tanya ayahnya.


" Tidak apa ayah hanya ingin jalan saja " jawabnya pelan.


" Kenapa nak ? kau baik-baik saja ?"


shandrianna mengangukkan kepalanya tidak tidak ingin menjawabnya atau dia akan menangis " maaf ayah aku sudah terlambat aku harus bekerja " pamitnya.


" tunggu nak "


" ayah akan mengantarmu"


" Tidak perlu repot ayah ... sebaiknya ayah pergi bekerja jika ada yang melihat kita berdua seseorang tidak akan menyukainya. "


handika hanya bisa melihat shandrianna yang pergi dari hadapannya, tak dia pungkiri sebagai orang tua dia juga ingin dekat dengan anaknya


Dua putriku seakan-akan saling menjauh. bagaimana kalian bisa dekat, apa yang salah dari didikanku.


***


Brak


setumpukan kertas dimeja shandrianna dibanting begitu saja, Laura menatap shandrianna dengan senyuman tidak sukanya.


" Bagas menyuruhmu mengerjakan semua ini, sore nanti harus selesai. "


" Tapi aku masih ada pekerjaan " jawab shandrianna.


" aku tidak tau menau semuanya harus selesai sore nanti sebelum pulang. "


" aku akan membantunya bu , pekerjaanku sedikit " ujar Alfian yang tidak tega melihat shandrianna.


" Siapa bilang seseorang boleh membantunya ? " tanya Laura.


" maksudku karena saya tidak punya pekerjaan sebaiknya saya bantu agar cepat selesai " jelas Alfian lagi.


" Baiklah saya akan mengerjakanya " ujar shandrianna.


" bagus langsung bawa ke ruangan bagas nanti. "


shandrianna mulai mengerjakan pekerjaannya dengan teku dan tanpa istirahat sekalipun, jam makan siang dia lewatkan sampai pukul 5 sore masih beberapa lembar lagi.


" shand sini aku bantu " ujar tomi.


" pulanglah tomi ini sudah selesai "


" kau yakin shand ?" tanya kak septi.


" iya kak tidak apa , jam 6 juga selesai "


" tapi kau belum makan siang " ujar alfian


" Tadi didapur ada roti jadi aku memakannya, sudah jangan khawatir pulanglah " katanya


" yasudah kami pulang " ujar tomi


" dah shand " ucap mereka bertiga


" dah "


kembali dilanjutkan pekerjaannya itu dia memegangi perutnya yang sedikit terasa perih dia sudah terlalu lama tidak mengisi perutnya dengan nasi.


tapi dia hiraukan semua itu akhirnya pukul 6.30 semuanya selesai kantor tampak sepi dia naik ke lantai ruangan bagaskara.


" hmm tentu saja aku juga begitu, tapi bagas .. kenapa kau membuat shandrianna mengerjakan itu bukankah itu berkas lama. "


" Kau juga sama dulu melakukannya kepadanya nya " ujar bagas.


" Itu karena aku tidak menyukainya. bagas ... aku mencintaimu, apakah aku tidak akan bisa bersamamu ?".


" Kau sudah tau hubungan kita "


Karena pintu itu tak tertutup shandrianna membukanya, dia mendengar jelas perkataan bagas tadi. rasanya dia ingin membuang semua kertas dihadapan bagas dan juga laura.


tapi dia harus diam saat menyaksikan Laura dan Bagas yang akan berciuman itu, Laura menoleh kesamping " Ada istrimu " ucapnya bagas pun langsung menoleh.