Hanya Kamu

Hanya Kamu
Rambut Baru


disebuah salon kecantikan itu bagaskara memainkan ponselnya sembari menunggu shandrianna. entah apa yang ingin shandrianna lakukan dia tidak ingin membuat shandrianna sedih jadi menuruti saja semua permintaannya.


" mas bagas "


bagskara menatap kaki jenjang dengan hiels berwarna hitam itu kemudian naik ke atas dan matanya tak bisa berkedip saat melihatnya.


" bagaimana ?"


bagaskara mengangukkan kepalanya tanpa bisa berkata - kata " hmm sudah aku katakan aku cocok dengan rambut seperti ini. "


shandrianna tersenyum lebar begitu cantiknya, rambut nya ia potong tapi tidak pendek hanya sampai lewat leher dan membuatnya tampak lebih segar dan energik.


" bayar ?"


Bagaskara kembali mengangukkan kepalanya lantas anna menggandeng tangan bagaskara membawanya kekasir.


dia membuka dompet dan memberikan kartu debitnya, dia sama sekali tak bisa berhenti menatap shandrianna.


" istrinya cantik ya pak " kata seorang pria melambai.


" hmm sangat "


" dijaga ya pak nanti banyak hidung belang yang sedia membawanya pergi. "


" tentu saja, jangankan membawa menatapnya saja tidak boleh. " jawab bagaskara.


" hihihi suaminya posesif ya nona. "


" hmm sangat "


" oke selesai , terima kasih ya. cocok deh "


" terima kasih kembali " ujar shandrianna dan akhirnya keduanya keluar dari salon kecantikan tersebut.


" sayang kenapa cantik sekali sih, aku jadi menyesal membawamu kesini. " gerutu bagaskara.


" Kan cantiknya untuk mas bagas "


" Iya kalau dirumah kalau diluar. lihat ... mata pria-pria itu masih saja menatapmu aku tidak suka. ".


" mereka kan punya mata mas bagas jangan terlalu pd dulu siapa tau di mataku ada tompel "


" jangan bercanda , ayo masuk mobil. "


shandrianna suka sekali melihat wajah merah padam bagaskara, dia lucu kalau cemburu pikirnya.


didalam mobil itu bagaskara tak henti-hentinya mengelus tangan shandrianna yang disebalah kanan. dengan satu tangan ia menyetir mobilnya.


" Sayang lelah tidak ?" tanyanya.


" Kenapa ? "


" kencan yuk, setelah itu kita jemput aileen di tempat les. "


" Boleh , ayo "


cup


bagas mencium tangan shandrianna, mereka berdua terlihat sedang kasmaran dan berbunga-bunga.


drtt.....drrtt


" Ayah Calling "


" siapa sayang ?"


" ayah "


" halo ayah ?"


📱 " Halo sayang, apa kabar hmm ? "


" baik ayah. ayah dan ibu apa kabar disana ?" tanyanya balik.


📱 " Ayah dan ibu baru saja sampai. nanti main ya kerumah atau nanti ayah dan ibu saja kerumah sekali menjenguk cucu kami. "


" iya ayah kapanpun ayah datang aku ada dirumah. "


📱 " aileen mana ? bagas bekerja ya ?"


" aileen masih les dan mas bagas ada bersamaku sekarang. kami baru saja akan keluar. "


📱 " apakah ayah mengganggu kalian berdua ?"


" ayah tidak apa kenapa begitu. aku malah senang ayah menelponku. ".


📱 " yasudah pergilah , nanti ayah kabari oke "


" iya ayah "


tut..tut..tut


telpon pun terputus dan shandrianna memasukkan tasnya kedalam tas.


" ayah bilang apa ?"


" katanya ayah dan ibu sudah pulang dan akan main kerumah. "


" oh begitu."


***


sesampainya disebuah restoran klasik keduanya duduk menunggu pesanan datang namun ponsel bagas terdengar berbunyi.


" sayang kedepan dulu ya "


" iya "


bagas pun kedepan meninggalkan shandrianna sendirian.


" Iya terima kasih "


" sama-sama pak Lion "


" Hey siapa wanita yang duduk sendirian disana ? cantik sekali apa dia seorang model ?" tanya seorang pria kepada lion


lion pun menoleh dan berusaha mengenali wajah nya dan siapa sangka dia mengenalnya itu shandrianna dan penampilannya sangatlah berbeda.


" Kau kenal Lion ?"


" hmm aku ... "


" sayang " tiba-tiba bagaskara datang dan membawakan bunga untuk shandrianna. dari kejauhan dilihatnya shandrianna terlihat senang dan antusias saat menerimanya.


" ha ternyata sudah punya kekasih "


" Pak Lion tadinya kupikir wanita itu cocok denganmu. "


" ha iya "


" yasudah saya permisi. "


" iya "


setelah kepergian pria tadi Lion kembali duduk dimejanya ia memperhatikan interaksi sepasang suami istri tersebut.


" mas ini beli dimana ? "


" disamping restoran ada toko bunga mas sangat suka melihatnya "


" cantik sekali " puji shandrianna.


" sama seperti istri mas kan. " kata bagaskara.


" hehehe tentu saja "


bagaskara menggenggam kedua tangan shandrianna lalu menciumnya.


" permisi tuan dan nona ini pesananya. "


" terima kasih " ucap shandrianna dan bagas bersamaan.


" iya sayang "


" apa ? apa tadi mas tidak dengar."


" iya sayang " kata shandrianna yang bisa didengar telinga lion.


hal itu membuat bagaskara senang dan langsung mencium pipinya.


" tempat umum tau mas "


" terserah mas lah "


pict shandrianna sehabis potong rambut



***


" Ahh segarnya " kata shandrianna sehabis meminum air dingin dari lemari es.


ting


tong


ting


tong


shandrianna bingung siapa yang datang sore begini bukankah ibu dan ayahnya akan datang nanti malam pikirnya.


langsung saja dia buka pintu utama rumahnya, disana berdiri seorang pria yang membelakanginya.


" Maaf cari siapa ya ?" tanyanya.


pria itu berbalik dan tersenyum kepada shandrianna " saya mahen adik sepupu kak bagaskara "


" adik sepupu " batin shandrianna.


" sayang siapa ?" suara bagas dari dalam menggema.


" Mahen ada keperluan apa ? ayo masuk " ujar bagas.


" oh iya ayo masuk " saut shandrianna.


mahen mengangukkan kepalanya lantas ia masuk kedalam rumah , saat mahen duduk shandrianna menarik bagaskara pelan. bagas pun mengerti ia hanya menurut.


shandrianna membawa bagaskara kedapur dan menatapnya penuh pertanyaan.


" mas tidak bilang padaku kalau mas masih punya keluarga."


" maaf mas lupa lagipula dia baru kembali satu bulan yang lalu dan mas juga jarang bertemu dengannya. mas ada rencana untuk mengenalkannya denganmu sayang tapi tidak sempat. "


" yasudah tapi ... aku tidak punya persiapan khusus makanan untuk ayah dan ibu saja jam 6 baru datang. ".


" Santai saja sayang , ayo keluar " ajaknya padahal shandrianna agak sedikit gugup apalagi untuk pertama kalinya ia bertemu dengan keluarga bagaskara.


" maaf aku tidak tau kau akan datang jadi kami hanya ada beberapa kue saja. " ujar shandrianna menaruh kue dan minum diatas meja tamu itu.


" jangan repot-repot kak, aku yang salah karena tidak mengabari terlebih dahulu. " saut mahen.


" ya dimaafkan " kata bagaskara.


" Kak bagas banyak bercerita tentang mu ternyata benar istrinya sangat cantik dan juga baik. "


" hmm kau terlalu memuji. " jawab shandrianna tersenyum manis.


****


malam harinya


Dua mobil datang kerumah bagaskara dimana mobil pertama adalah mobil ayah dan ibu sedangkan mobil kedua adalah mobil tara.


ketiga turun bersamaan, dan tara menatap fokus pada mobil berwarna hitam yang ia kenal itu.


" apa itu mobil mahen " pikirnya.


" nak ayo " ajak dini.


" i-iya bu "


" ah tidak mungkin. " pikirnya lagi.


ting


tong


ting


tong


ceklek


" grandma! grandpa! auntie ! "


" eh cucu grandpa , uh kangen nya. sayang apa kabarmu hm ? " tanya handika.


" baik grandpa "


" ibu , ayah " shandrianna datang seorang diri dan memeluk keduanya.


" apakabar sayang ?" tanya ayahnya memeluk shandrianna.


" Sehat ayah , ibu "


" ayo masuk " ajaknya.


" oh ya disini juga ada adik sepupunya mas bagas baru datang tadi sore " jelasnya kepada semua orang.


" mas " pangilnya kepada bagaskara sehingga ia menoleh.


" ayah , ibu " dia segera berdiri dan memeluk orang tua shandrianna.


Tara masih tidak tau jika ada mahen disana karena masih tertutupi oleh tubuh bagas dan shandrianna.


" auntie cantik sekali " ujar aileen.


" terima kasih aileen juga tampan " jawab tara.


" duduk ayah , ibu " kata bagaskara.


" iya nak " jawab mereka berdua.


" Auntie kekamar aileen yuk " ajaknya.


" sayang biarkan auntie duduk, sini sama daddy " ajak bagaskara.


" Tidak apa pak bagas aku akan menemaninya di kamarnya. " kata tara.


suara tara yang khas itu membuat mahen langsung mengingatnya seketika ia menoleh kepadanya dan betapa terkejutnya ia melihat tara ada disana juga. begitupun dengan tara yang matanya membulat.


" ayo auntie " tarik aileen.


" i-iya "


tara pun terpaksa pergi dari lantai bawah dan memenuhi keinginan keponakannya tersebut, dini yang merasa sangat merindukan putri bungsunya itu terus saja mengelus tangannya.


" Sudah berapa bulan sayang ? "


" jalan 5 bu "


" ya ampun sebentar lagi cucu kita akan menjadi 2 , tidak sabar melihat wajah nya seperti apa " ujar dini kepada handika.


" Sudah tidak mual-mual lagi kan ?"


" terkadang saja bu "


" Jaga kesehatan ya jangan lakukan pekerjaan yang berat, nak bagas juga pasti melarangmu. jika butuh bantuan atau kesulitan telpon ibu saja , ibu akan datang kapanpun. "


" terima kasih bu tenang saja mas bagas selalu membantu ku. "