
Mulai masuk rumah ,Nina mengurung diri di kamar
Dia menangis mengingat perlakuan Indra tadi
"Siapa sebetulnya yang mengirim foto foto itu...dan apa maksudnya"
Barusan dicobanya menelepon Indra tapi tetap tidak dijawab
Indra yang sedang patah hatipun hanya mengurung diri di kamar
Panggilan mama dan adiknya tidak dihiraukan
Hatinya benar benar patah ,merasa di khianati Nina
Keduanya merasa hancur hanya karena salah pengertian
Nina menelepon lagi
Indra sudah tidak ingin menjawabnya
Dibiarkannya telepon berbunyi hingga berhenti sendiri
Lalu Indra mengirimkan chat kepada Nina
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi
Berhentilah menelepon aku"
"Aku ingin menjelaskan semuanya mas"
"Tidak perlu..!!
Jangan hubungi aku lagi lewat telpon ataupun chat...atau aku akan memblokir nomermu"
Nina menangis membaca chat dari Indra
"Jadi cuma begini rasa percayamu padaku"
Tok...tok...tok
Bu mar masuk setelah mengetuk pintu
"Non cantik ..disuruh makan malam bersama"
"Nin lagi malas Bu mar,nin ingin istirahat saja di kamar"
Bu mar keluar kamar tanpa berkata apapun
Tapi kemudian kembali dengan membawa sepiring nasi dan segelas coklat hangat
"Nyonya menyuruh Bu mar buat nyuapin non cantik...atau non minta di suapin mama?"
Bu mar menghampiri Nina
"Sama Bu mar saja "Nina menjawab,
Pikirannya benar benar kacau
Membuat nafsu makannya hilang
'Hueekk....hueek...'
baru satu suapan masuk ke mulut,sudah dimuntahkan Nina
"Nina tidak bisa nelan Bu mar...Nina gak pingin makan"
"Tapi non cantik bisa sakit kalau tidak makan"
Bu mar merasa khawatir....
teringat saat saat pertama Nina ditinggalkan mamanya dulu
Tidak ada makanan yang bisa ditelannya
"Tapi nin bener bener gak bisa nelan Bu mar
Nin minum susu coklat hangat saja"
Bu mar mengambilkan susu coklat Nina dan membantunya minum
Kemudian membantu non cantiknya merebahkan diri di kasur
"Non cantik istirahat ya,
Kalau butuh apapun bisa minta tolong untuk panggilkan Bu mar
Bu mar akan nyuruh salah satu maid untuk nemenin non tidur disini"
Bu mar mengelus elus sayang rambut Nina..
"Tidak usah Bu mar,nin tidak apa apa
Bangun tidur pasti sudah enakan"
Bu mar keluar kamar
Menemui nyonya nya di dapur dan menceritakan tentang kondisi Nina
Mama yang khawatir segera ke kamar Nina diikuti Nadia.
"Ada apa ma..."Nadia melihat mama berjalan tergesa gesa
"Mbak mu sakit..."
'tok...tok...tok..
Mama yang khawatir langsung masuk kamar, duduk di pinggir kasur,memegang kening Nina
"Kamu kenapa nak...kata Bu mar kamu gak mau makan
Ada apa...katakan sama mama"
Nadia yang melihat Nina tidur berselimut akhirnya memijit mijit kaki mbaknya
"Mba nin sakit apa....diantar ke dokter ya"
Entah kenapa ,perhatian perhatian yang sebetulnya sudah biasa Nina dapatkan
Hari ini terasa berbeda
Ada haru yang dirasakan Nina
Membuatnya justru menangis tersedu sedu
Membuat mama dan Nadia terkejut dan ikut menangis
Mereka berpelukan bertiga
"Ada apa nak .....apa yang sudah terjadi...katakan...mama ada disini menemanimu"
"Nadia jugaa."
Berderai airmata ketiganya.
Setelah beberapa saat tangis Nina terhenti
Mama dan nadia juga berhenti menangis
"Nggak ada apa apa ma..dek...
Ninn lagi pingin nangis saja..."
Nin mencoba bergurau,tapi gagal
Karena mama dan Nadia tidak tertawa
Masih menghapus jejak air mata mereka
"Apa karena yang mama ceritakan soal mama Wina kemarin?
Maaf kan mama nakk
Bukan maksud mama untuk membuka luka lamamu "
Mama Andita masih memeluk Nina dan Nadia
"Bukan karena itu ma...,Nina sudah berusaha melupakan mama Wina ...
Bagi Nina mama Anditalah mamanya Nina....dan semua yang disini ini keluarga nina"
Nina mempererat pelukannya kepada dua orang tercintanya tersebut
Bu mar yang semula mau masuk kamar Nina
Mengurungkannya ketika melihat yang terjadi di dalam kamar
"Semoga semuanya baik baik saja seperti biasanya"
Doa Bu mar dalam hati sambil melangkah menuju ke dapur
"Saat ini Nina memang ada masalah
Tapi tidak ada hubungannya dengan keluarga kita
Nin belum mau cerita dulu ma..
nin hanya ingin sendiri dulu"
Mama membantu merebahkan tubuh Nina ke kasur
"Baiklah...istirahatlah"
Mama dan Nadia bergantian mencium kening Nina kemudian keluar kamar