
Pulang kuliah
Nina bergandengan tangan dengan Rara menuju tempat parkir
"Kita jalan yuk beib...
Lama kita tidak jalan jalan berdua"
"Kemana..."Nina merespon ajakan Rara
"Kamu maunya kemana.."
"Terserah kamu.."
"Ayuukkk..."Rara menggamit tangan Nina melangkah menuju mobilnya
Rara mengarahkan mobilnya ke mall X
Selain cuci mata , Rara berharap dengan suasana ramai Nina akan terhibur
Mau makan pun mudah karena disitu banyak resto yang menyediakan berbagai macam makanan
Rara tau beberapa hari ini Nina sulit makan
Barangkali ada makanan yang dia mau , Rara bisa menemaninya makan
"Ayuukk nin....sudah lama kita tidak beli baju....sekali sekali boleh dong.."
Nina hanya tersenyum dan mengikuti langkah kaki Rara
"Kalau sudah bosen keliling
Kita makan sushi ya....kamu sangat suka sushi kan"
Kembali Nina hanya tersenyum
Kali ini sambil mengambil kedua tangan Rara
"Ra...terima kasih ya....kamu sudah menjadi sahabat terbaik buat aku"
Rara juga tersenyum menyambut tangan sahabatnya
"Aku hanya ingin kamu kembali menjadi Nina yang dulu
Yang ceria dan positif memandang hidup"
Kedua sahabat itu berpelukan
Bergandengan tangan melanjutkan jalan jalan siang mereka
Nina dan Rara sempat membeli baju
Masing masing hanya satu
"Nin , besok kita ke kampung bang Miko yuk...kita lihat perkembangan pembangunan TPA "
"Oke Ra...kita hubungi bang Miko biar menjemput di lapangan
Aku kangen dengan adik adik disana "
"Siipp.....sekarang kita cari makan yaa .."
Rara menarik tangan Nina
Nina mengikuti langkah kaki Rara
Tiba tiba tanpa sengaja matanya melihat seseorang di lift kaca yang bergerak turun
Indra yang kebetulan sedang bersama klien nya yang ada di lift itu
Lift khusus untuk pemilik dan petinggi di mall
Dia melihat Nina bersama Rara
Pandangannya tidak dia lepaskan dari sosok yang sangat di rindukannya itu
Nina merasa ketakutan
Dia sangat tidak ingin bertemu Indra
Ingat semua perlakuannya akhir akhir ini
"Ra...kita pulang.."
Ditariknya tangan Rara...mengajak secepatnya pergi dari situ
"Heeee....ada apa nin..."
Rara yang setengah berlari karena tarikan tangan Nina merasa heran
Matanya melihat kebelakang
Tapi Nina terus menariknya...
"Kita pulang sekarang Ra
nanti di jalan aku ceritakan"
Rara tidak bertanya lagi
Berdua mereka menuju tempat parkir masih dengan setengah berlari
Begitu lift terbuka langsung berlari ke arah Nina tadi berdiri
Tidak perduli apa apa lagi
.
Tamu nya menjadi bingung dengan sikap Indra
Untungnya Alan yang sedang mendampingi Indra segera tanggap situasi
Alan segera mengajak tamunya menuju ruangan yang sudah disiapkan
Indra seperti kesetanan
Matanya mengedar ke setiap sudut mall
Beralih ke tangga pembatas melihat ke lantai bawah
Berlari ke sana ke mari....
Matanya terus mencari
"Aku tadi melihatmu sayang
Kamu ada di mana sekarang"
Masih berlari lari kesana kemari
Setelah mencari tak ada hasil
Indra duduk di kursi di dekatnya
'Aku yakin Nina tadi melihatku
Apa dia sengaja menghindar
Jangan begini sayang
Maafkanlah aku '
Indra duduk melamun
matanya masih mengedar
Telepon dari Alan menyadarkannya
"Tuan muda....Anda sudah ditunggu di ruangan rapat
Apa perlu saya menjemput tuan muda"
"Tidak perlu bang Alan
Saya akan segera ke situ"
Indra melangkah gontai menuju ruang pertemuan
Ada urusan bisnis berkenaan dengan Mall X miliknya yang sedang dia lakukan
Nafas Rara ngos ngosan setelah berlarian mengikuti nina
"Ada apa nin..
Kenapa kita harus lari seperti tadi"
"Tadi aku lihat mas Indra Ra
Dia sedang melihat ke arahku dari dalam lift kaca"
"Apa....?"
Rara merasa heran karena tidak merasa ikut melihat
Mereka memasuki mobil sambil mengatur nafas
"Kamu gak salah lihat kan"
"Nggak Ra...aku yakin"
"Tapi kenapa harus menghindar nin
Hadapilah dengan percaya diri"
Nina tidak menjawab
Nina justru menceritakan semua perlakuan Indra akhir akhir ini
Termasuk ucapan Indra yang sudah tidak ingin mengenalnya bahkan membuang muka saat melihatnya
Rara tersentuh dengan cerita Nin
Ditepuk tepuknya punggung tangan Nina
Keduanya memasang sabuk pengaman
"kita pergi saja....aku antar kamu pulang"
Rara melajukan mobilnya