Hanya Kamu

Hanya Kamu
pernyataan cinta bagas


Hening yang tercipta membuat Rara salah tingkah


Apalagi orang disebelahnya memandangnya terus menerus


bikin makin kikuk....


"mmmhh....Tante gak ada ya...kok rumah sepi.."Rara mencoba membuka obrolan


"Sudah mas usir semua tadi....


takut gangguin kita"


"Ish...mas bagas apa sih..."makin salah tingkah


"Ra...bolehkah mas ngomong sesuatu..."


Deg deg an Rara mendengarnya


jantungnya mulai berirama


Menduga duga apa yang akan dibicarakan Bagas


"Mas Bagas mau ngomong apa..." Rara berusaha bersikap biasa


Bagas diam sejenak....


Mengatur nafas...


diraihnya tangan Rara...


"Ra....


Bolehkah kalau mas berharap bisa menjalin hubungan denganmu.."


"Hubungan apa maksud mas Bagas"


"Mas bagas mencintaimu Ra....


Mas kangen kalau tidak ketemu kamu....


Mas takut kalau ada yang mendahului mas untuk memilikimu"


Sebetulnya Rara ingin melompat-lompat saking senangnya....


di tahannya ....


tapi wajahnya sungguh merona bahagia...


Rara sembunyikan rona bahagianya lewat tundukkan kepala...


Berharap semoga Bagas tidak menyadarinya


"Sebetulnya sudah lama aku mencintaimu....


Mas berencana ingin mengungkapkan nanti saat setelah wisuda...


Agar tidak terlalu lama pacaran.....


Dan nantinya setelah urusan perusahaan selesai mas ingin segera menikahi kamu....


Tapi banyak sekali yang mendekatimu...


Mas takut kalau akhirnya orang lain yg mendahului memilikimu..."


panjang lebar Bagas mencoba mengungkapkan perasaannya...


Rara tergetar mendengar pengakuan cinta Bagas....


Tidak menyangka begitu dalam perasaan Bagas padanya...


Ditatapnya mata Bagas tepat di manik mata....


Terlihat kesungguhan....


Banyak kerlip cinta disana saat menatapnya....


"Bukan karena mas Bagas takut keduluan mas Indra sama Nina ya.....?"..


Rara bertanya penuh selidik...


"Itu hanya pemicu.....


Mas yang sudah lama naksir kamu....


Masa mau di duluin Indra sama Nina "


"Ckk....


Kirain mas Bagas bener bener cinta sama Rara...


Ternyata cuma karena gak mau kalah saing....."


Rara pura pura marah dan bangkit dari duduknya...


"eehh...Ra...dengerin dulu..


Bukan begitu maksudku


Bagas langsung menarik tangan Rara


Karena tidak siap justru Rara malah terjatuh di pangkuan Bagas


Terkejut keduanya saat menyadari wajah mereka sangat dekat....


Sama2 mematung saling menatap....


Hening tercipta....


Degh....degh....degh...!!


Bagas semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rara


Siap menyentuh bibir ranum itu


Tapii.....


"Assalamualaikum...."


suara orang masuk dari pintu samping....


Mama Andita...Nadia...juga Andika dan Putri ...mereka baru pulang dari supermarket.....


"Waalaikumussalam....'


Rara menyahut sambil menyusul ke samping....


Bagas garuk garuk kepala....


Mengusap kasar wajah dan rambutnya


Ikut menyusul ke samping....


"Eeehh.....ada mba Rara...apa kabar mba...lama ya gak ketemu"


Nadia menyapa Rara sambil mencium kedua pipinya


Rara mencium punggung tangan mama Andita...


Yang disambut dgn ciuman pipi kiri dan kanan juga


"Sehat sehat saja kan nak....gimana kabar mama dan papamu?


"Alhamdulillah sehat Tante...


Mama dan papa titip salam untuk keluarga disini..."


"Waalaikumussalam..."mama Andita tersenyum...


Tak lupa Rara juga mencium putri dan mengusap sayang rambut Andika


Nina muncul setelah mendengar yg lain pulang..


"Sayangnya mama....ada Rara kok malah di kamar sii....bukannya nemenin..."


Mama menegur Nina


"Ihh...mama belum tau gosip sih.....tadi tu nina menghindar biar gak jadi obat nyamuk..."


Nadia menengok ke wajah Nina.......


"Maksudnya mba nina....mas Bagas sama mbak Rara baru pacaran juga..??".....


Nina mengangguk...


"Lagiii..?


pasangan yang tadi malam saja belum beres...."


Nadia bergumam heran


sepertinya ada yang lagi main dulu duluan


Mama mengenyitkan dahi tidak faham...


"Ada yg baru jadian ma!"...Nina membisiki telinga mamanya sambil melirik Bagas dan Rara


Mama baru faham


"Aahhh.....selamat yaaa....."


Mama Andita yang ikut bergembira,


hendak memeluk Rara....


"Belum resmi maaa..."..gusar Bagas menjawab..


"Terus kalian berduaan tadi ngapain....


Nina bersedekap tangan sambil mengintimidasi....


Mama juga ikut2an....secara Rara dan bagas masuk ke ruangan barengan....


Wajah Bagas pun terlihat berantakan....