
keesokan paginya
shandrianna bangun pagi seperti biasanya, namun saat ia sedang mandi ia merasa sakit di perutnya namun masih sakit biasa saja.
walaupun begitu ia tetap menjalankan rutinitas nya seperti biasa, setelah memasak ia langsung mandi dan setelah itu ia keluar untuk memakai pakaian.
disaat yang bersamaan bagaskara tiba-tiba masuk kedalam walk in closet dan melihat Muka shandrianna yang seperti menahan sakit.
" sayang kenapa ? kau baik-baik saja ?" tanyanya.
" tidak apa mas "
" benarkah ? apa mas menyakitimu semalam ?" tanyanya.
" tidak, sudahlah aku sudah memasak di meja makan. mandilah dulu nanti kita kebawa "
" Tapi sayang sungguh tidak terlalu sakit ?" tanya bagaskara yang meyakinkannya.
" iya mas "
****
disaat bagaskara dan aileen sedang duduk menikmati sarapannya, shandrianna merapikan bekas masakan yang sebelumnya belum ia bereskan.
tapi tiba-tiba dari bawah nya ada cairan putih yang keluar begitu saja , dia menatapnya ke bawah " mas " lirih shandrianna pelan.
" ahh " katanya yang mulai merasakan sakit
" mashh " desisnya.
" daddy mommy memanggil "
bagaskara menoleh ketika itu ia mendapati shandrianna yang tengah berusaha menyentuh meja sambil menahan perutnya " sayang ! " teriak bagas yang langsung menghampiri shandrianna.
" mashhh perutku sakit " desis shandrianna.
" daddy mommy kenapa ?" tanya aileen khawatir.
Shandrianna mencengkram baju bagaskara karena tidak tahan lagi " sayang kau akan melahirkan,kita kerumah sakit sekarang. "
***
sesampainya dirumah sakit bagaskara sudah memberitahu mertuanya kalau shandrianna akan melahirkan, diruangan itu hanya ada dia dan juga shandrianna yang masih menunggu beberapa pembukaan lagi.
wajah shandrianan terlihat pucat dan terua mengerang kesakitan, bagas tak henti-hentinya memeluk dan mengusap perut shandrianna.
" Sayang ini dadddy jangan buat mommy terlalu sakit ya ... sebentar lagi kita bertemu " ujar bagaskara dia sengaja untuk membuat shandrianna sedikit meringkan sakitnya tapi sepertinya tidak bisa karena itulah shandrianna terus mencengkram bajunya.
" sayang yang kuat ya " kata bagaskara dengan lembut bicara di dahi shandrianna.
" mashh perutku sakittt ... "
" Iya ... iya mas tau sayang ... mas yakin istri mas bisa. "
" Hiks ! hiks sakitt... "
walau ia sudah pernah melahirkan tapi rasanya tetap sama, sangat sakit pikirnya.
Ceklek
" sayang , Anna " ibunya terlihat cemas dan datang bersama ayahnya lalu menghampiri shandrianna yang terlihat kesakitan itu.
" apa kata dokter ?" tanya handika.
" baru pembukaan 6 ayah " jawab bagaskara.
" minum dulu nak " ibunya memberikannya air dan shandrianna langsung meminumnya.
" mas sakitt.. rasanya melahirkan sekarang " katanya lagi dengan wajah lemah.
cup
disela-sela itu ia mencium kening shandrianna yang berkeringat itu " sabar sayang tunggu dokter ya "
" Nak ... jangan khawatir tenang dan atue nafas dengan baik ya " kata ibunya.
shandrianna menggelengkan kepalanya " bu ... ahhh " dia kembali mencengkram tangan bagaskara.
ceklek
" dokter istri saya, tolong periksa lagi " ujar bagaskara
" baik pak, permisi bu " katanya meminta dini untuk menyingkir lalu ia memeriksa shandrianna.
" sudah saat nya "
lalu shandrianna pun dibawa keruangan bersalin, dan kali ini ada bagaskara yang menemaninya tidak seperti dulu dimana ia sendirian bertaruh nyawa tanpa ada yang menemaninya diruangan bersalin.
ia terus mengedan agar bayinya keluar, tidak peduli sesakit apa shandrianna mencengkram nya tapi bagaskara terus mendorong shandrianna untuk terus kuat.
walau terlihat menyakitkan baginya karena melihat shandrianna sangat kesakitan tapi inilah yang dia inginkan menjadi saksi untuk istrinya yang sedang bertaruh nyawa.
" nghhhhh " shandrianna terus mengedan sekuat tenaga.
" terus bu , atur nafasnya ... tarik ... hembuskan perlahan " intruksi dokter.
" nghhhhhhh "
setelah mengedan kembali ia mengatue nafasnya, bagaskara menangis meneteskan air matanya melihat perjuangan shandrianna yang sedang melahirkan anaknya itu.
berkali-kali ia mencium kening shandrianna " Sekali lagi bu , kepalanya sudah terlihat "
" sayang sekali lagi ya ... " ujar bagas.
" nghhhhhhhh "
oek
oek
oek
suara tangisan bayi terdengar, shandrianna merasakan lega namun ia masih sangat lemas. bagaskara tersenyum mendengar suara tangisan bayi itu.
cup
cup
cup
" Terima kasih sayang , terima kasih untuk semua yang kau lakukan " ucap bagaskara.
shandrianna memejamkan matanya sepertinya benar-benar kelelahan, dan membuat bagaskara takut.
" Dokter istri saya pingsan "
" Tidak apa pak, bu shandrianna hanya tertidur. "
suster pun membersihkan tubuh bayi nya, setelah dimandikan dan dibersihkan dibawanya keruangan bayi sebentar untuk ditimbang dan diukur.
***
sementara itu diluar semua orang merasa senang mendengar suara tangisan bayi, itu artinya cucu kedua mereka telah lahir. disana ada aileen yang juga menunggu adiknya datang.
" grandma adiknya aileen sudah ada ?" tanya aileen.
" iya sayang, sebentar lagi mommy keluar. " jawab dini.
dan benar saja , suster membawa anak shandrianna dan dini juga handika hanya bisa melihat sekilas. lalu kemudian disusul oleh shandrianna yang juga keluar tapi dia masih tertidur.
" Bagas bagaimana keadaan anna ? dia baik-baik saja kan ?" tanya ayahnya.
Bagaskara tersenyum " iya ayah. "
" Daddy mommy kenapa tidur ?" tanya aileen padahal bagaskara masih memakai pakaian pelapis kesehatan itu.
" Mommy lelah karena berjuang melahirkan adiknya aileen, ayo sekarang kita kekamar mommy. melihat adik cantik." ajak bagaskara.
" horee ! akhirnya aileen punya adik ! " ucapnya kegirangan membuat semua orang terkekeh mendengarnya.
diruangan serba putih itu bayi mungil itu terlihat sedang tertidur dengan pulas dan sangat nyenyak sekali.
bagaskara menghampiri bayi kecilnya itu dan memandanginya dengan haru.
" anakku ... Aku punya dua anak sekarang, dan istriku ... sangat kesakitan saat melahirkannya .. terima kasih sayang untuk segala cinta yang telah kau berikan untukku, kesempatan seperti ini hanya didapatkan oleh orang beruntung dan aku termasuk didalamnya. aku berjanji akan mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, dan akan menjaga kalian lebih dari aku menjaga diriku sendiri. "
" Melihatmu berjuang mempertaruhkan nyawanya, membuatku sangat berdosa kepadanya. andai dulu kau tidak pergi dariku, aku bisa menemanimu dan merasakan sakit sama seperti tadi "
~ Bagaskara.
" Kau mau menggendongnya nak bagas ?" tanya dini mendekati ranjang bayi itu lalu dijawab anggukan oleh bagaskara.
dini mengambil cucu keduanya dengan hati-hati lalu memberikannya kepada bagaskara, tak pernah ia sangka aksn menggendong anak sekecil ini yang baru saja dilahirkan.
cup
ia mencium kening putrinya dengan lembut " lakukan apa yang harus kau lakukan nak " kata ayahnya.
tentu saja apalagi kalau bukan mengazaninya, dia pun mengazani putrinya sampai sekarang dia belum mempunyai nama untuk bidadari kecilnya ini.
tak lama kemudian shandrianna mulai terbangun, matanya menatap langit-langit kamar, dia merasa sedikit pusing karena telah mengeluarkan banyak darah.
" Mas " lirihnya.
bagas menoleh dan ia mendekati ranjang shandrianna
" Sayang sudah bangun ?" tanya bagas.
" Lihat ( menunjukkan wajah anak mereka ) dia sangat cantik seperti dirimu " ungkap bagaskara yang membuat ayah dan ibunya tersenyum.
shandrianna tersenyum ia ingin duduk lalu dini membantunya " terima kasih bu" ucapnya yang masih lemah.
" jangan banyak bergerak masih pusingkan. " ujar dini.
bagas terus saja memandangi wajah putri kecilnya yang terlihat imut itu, dia tersenyum dengan mata yang sipit.
melihat pemandangan itu sangatlah indah untuk shandrianna segala luka dan derita yang ia alami melahirkan tanpa sosok suami akhirnya tuhan mengabulkan keinginannya hari ini, dimana ia bersama pria yang ia cintai dengan anak-anak mereka.
" ini sudah hampir malam ayah .. ibu sebaiknya kalian pulang dan istirahat saja " ujar bagaskara.
" Tapi kalian tidak repot kan ?" tanya dini memastikan.
" ada bagas disini, ibu dan ayah tenang saja. hmm aileen sayang apa tidak keberatan untuk ikut dengan grandpa malam ini ? " tanya bagaskara.
" aileen mau disini bersama mommy dan adik bayi daddy " katanya.
" tapi sayang aileen baru saja sembuh jika disini aileen tidak bisa tidur dengan nyaman" jelas bagaskara.
" iya sayang turuti ucapan daddy ya, mommy tidak mau aileen kesulitan tidur. " saut shandrianna.
" yasudah aileen menurut " jawab aileen.
shandrianna tersenyum lalu ia mencium rambut aileen " ayo grandma , grandpa " ajak aileen.
" kami pulang ya sayang " pamit ayah nya.
" iya ayah " jawab shandrianna.
lalu ayahnya menghampirinya dan memeluk juga mencium shandrianna " jaga dirimu baik-baik " kata ayahnya.
" iya "
akhirnya semuanya pun pulang, kini hanya ada mereka bertiga dengan anak mereka yang masih tertidur.
" mas tidak pegal menggendongnya terus ?" tanya shandrianna.
" tidak malah mas suka, lihat terkadang dia tersenyum " tunjuk bagaskara.
" bayi memang begitu. " saut shandrianna.
ceklek