
"ailleen ingin mommy mencintai daddy dan berbicara dengan daddy setiap saat, aileen ingin melihat mom dan daddy saling bicara. "
shandrianna tersentak mendengarnya, permintaan ailleen sungguh diluar dugaannya. apa yang dia tau tentang cinta tapi shandrianna juga mengerti dari kecil ailleen hidup bersamanya hingga sekarang dia baru mengetahui siapa daddy nya mungkin saja dia ingin seperti keluarga yang lainnya dimana semuanta utuh dan tidak berpisah.
" Mommy akan mendengarkan permintaan ailleen tapi ailleen janji jangan sakit lagi ya , mommy tidak ingin melihat ailleen seperti ini sayang mom sangat Khawatir. " ucapnya lembut seraya memeluk aileen.
bagaskara senang melihatnya jadi dia pun memeluk mereka berdua dimana dia bisa menampung semua orang yang sedang berpelukan itu.
cup
bagaskara mencium rambut shandrianna , hingga shandrianna menatap bagaskara.
" ailleen tutup matamu "
ailleen menutup matanya dengan erat lalu bagaskara mendekati wajah shandrianna hingga dia mencium bibir istrinya.
dia tidak melakukan lebih hanya dengan mengecup bibir itu tapi hampir 2 menit " apa ailleen bisa membuka mata dad ?"
bagaskara mencium sekilas bibir shandrianna lagi sebelum ia melepaskannya " sudah sayang "
shandrianna dibuat salah tingkah olehnya, dia tersenyum melihat kedua orang tuanya seperti ini.
" i love you mom dad " ucapnya.
" i love you more " jawab keduanya.
diperjalanan dalam mobil itu shandrianna melihat obat-obatan yang sudah ditebus bagaskara tidak banyak hanya ada dua obat saja, tapi dia harus memperhatikan semua dosis nya dengan baik.
" jadi sayang masih mau ke perusahaan daddy ?" tanya bagaskara.
" iya dad sakitnya sudah hilang tadi saat mom mendengengarkan ailleen "
bagaskara terkekeh mendengarnya lalu dia melirik shandrianna " sayang dari tadi kau melihatnya terus kenapa ?".
" aku memperhatikan dosisnya "
" diminum 2 kali sehari dan tidak ada efek apapun. tapi harus diminum setelah makan. "
" hmm sudah melihatnya tadi. sebaiknya ... hari ini nanti langsung pulang saja, masih banyak waktu membeli peralatan sekolah. "
" iya aku pikir juga begitu , mungkin besok saja saat kita menjemput ailleen. "
" iya "
Tak terasa mobilnya sudah memasuki bassment perusahaan, dia mencari tempat parkir yang biasa dia gunakan. setelah menghentikan mobilnya bagaskara pun turun langsung dia bukakan pintu untuk shandrianna.
" terima kasih "
setelah itu dia juga menurunkan ailleen " mau gendong sayang ? "tawar bagaskara.
ailen menggelengkan kepalanya dia ingin berjalan saja pikirnya, shandrianna tampak melihati area yang tak berubah dari dulu pikirnya.
" ayo masuk " bagaskara menggandeng tangan shandrianna bersamaan dengan ailen.
saat mereka masuk kedalam semuanya melihat mereka, benar-benar tak bisa dipercaya pikir mereka shandrianna masih hidup dan yang paling mengejutkan mereka telah mempunyai seorang anak yang tampan.
" Eh shandrianna "
alfian, tomi dan kak septi baru saja selesai makan siang ketika itu dia melihat bagas dan shandrianna.
" shand " panggil tomi sehingga membuat shandrianna menoleh.
dia menoleh dan tersenyum kepada tiga orang itu " kau tidak bilang jika akan kesini " ujar tomi yang mendekatinya.
" hay anak kecil " ujar alfian.
" hay paman besar " jawab aillen
" paman besar ? hahha ada-ada saja , hey apa kau mau ikut dengan kami ? melihat tempat mommy mu bekerja dulu ?" tanya alfian.
alfian menatap bagaskara dan shandrianna satu per satu " ikutlah sayang " ujar bagaskara.
" shand kami bawa anakmu dulu ya " ujar kak septi.
" iya kak "
" Shand kau tidak tinggal di rumah orang tuamu lagi ? kemarin aku main kesana sekalian menjenguk tante tapi katanya kau sudah pindah. "
" iya aku tinggal bersamanya di rumah lama. "
" Kalian bisa bicara nanti, kita keruangan ku dulu. tomi hasil laporan kirim ke email saja nanti saya baca. "
" baik pak "
" tomi aku duluan ya, nanti aku menyusul kesana "
" oke dah "
" dah "
mereka berdua masuk kedalam lift kemudian didalam sana hanya ada mereka berdua.
" Tidak dengar permintaan ailleen ? menyuruhmu terus bicara padaku. " kata bagaskara yang membuka percakapan itu.
" Tidak ada yang ingin kukatakan sekarang "
ting
keduanya keluar dari dalam lift dan langsung keruangan bagaskara. shandrianna menatap ruangan itu dengan seksama begitu banyak kejadian didalam ruangan ini dulu pikirnya.
" semuanya tidak berubah karena memang tidak ingin ada yang kuubah. "
" Aku ingin bertanya kepadamu " ucap shandrianna.
" katakan saja "
" Saat aku pergi ... Apakah kau sudah benar-benar menganggap aku tiada ?"
" Tadinya iya saat aku mendengar berita di tv itu, kau meninggalkan ini ( bagas mengeluarkan sepatu dan juga cincin yang dulu dipakai shandrianna ) tapi saat kau tidak pernah ditemukan aku jadi ragu apakah kau benar-benar melakukannya atau tidak. karena ku pikir istriku tidak akan melakukan hal serendah itu. "
" Bagaimana jika aku benar-benar melakukannya ?"
" Maka kau orang pertama yang menjadi alasanku untuk menjadi orang yang berubah. 6 tahun ... aku mencarimu kemana-mana, selama itu aku selalu merindukanmu, merutuki diriku sendiri karena untuk membongkar sifat busuk seseorang aku harus kehilangan dirimu. "
" Sekarang giliran aku yang bertanya, jawab dengan jujur shandrianna apa kau pernah mencintaiku sedikit saja ?"
shandrianna tampak diam dia ragu untuk mengatakannya, bukan hanya sedikit saat dulu bagaskara selalu memperlakukannya dengan lembut dia mencintainya bukan sedikit cinta untuknya tidak bisa ditimbanh seberapa beratnya.
" sayang ?"
" pernah " jawab shandrianna
bagas tersenyum tipis mendengarnya, lalu dia menggenggam kedua tangan shandrianna dan mencium nya.
" Kau masih mencintaiku sampai sekarang kan ? kau hanya marah padaku , tidak membenciku ataupun hilang rasa padaku iya kan ?"
" Entahlah aku tidak tau "
shandrianna terdiam lalu bagaskara memeluknya, kini dia tau shandrianna pernah mencintainya hanya saja dia tidak bisa mengatakannya langsung kepadanya.
ceklek
" ups "
ailleen masuk begitu saja dan langsung menutup matanya, shandrianna melepaskan dengan pelan pelukan itu dan menatap aileen.
" sayang dengan siapa kesini ?" tanyanya.
" Sendirian "
" Dimana Paman Tomi ?" tanya bagaskara.
" paman mau mengantar tapi ailleen ingin sendirian jadi aillen ditunjukkan jalannya. "
" Buka matanya " ujar shandrianna.
" sudah bermesraaannya ?" tanyanya yang masih menutup mata.
" belum sayang daddy masih mau bermanja dengan mommy lagi. "
" mommy punya ailleen daddy , daddy kan sudah besar jadi tidak boleh manja. " ucapnya merebut shandrianna dipelukannya.
" tapi mommy istrinya daddy. "
" ailleen juga anak mommy "
" mommy punya daddy. "
" mommy punya ailleen."
" mommy punya daddy "
" hentikan ! " ucap shandrianna sedikit kuat, membuat dua orang itu ketakutan.
" mommy punya daddy dan mommy juga punya aillen, mommy milik kalian berdua oke "
" punya daddy "
" punya ailleen "
" punya daddy ! daddy ! daddy "
" ailleen ! aileen ! aileeen "
" mommy pulang saja.."
" jangaan !!! " teriak dua orang itu.
" lalu kenapa bertengkar ha ? "
dua orang itu hanya diam menundukkan kepalanya " lihat ini sudah hampir sore, ailleen sayang sebaiknya selesaikan tugas yang belum selesai itu mommy bantu sekarang. "
" daddy ?"
" daddy akan bekerja disana, ayo kemari. "
lantas shandrianna membuka tas ailleen dan mengajarinya sesuatu di buku itu, sedangkan bagaskara mengejarkan apa yang harus dikerjakan.
tok
tok
tok
" permisi pak, bu ini camilannya " seorang perempuan membawakan camilan dan juga beberapa minuman dan khusus ailleen dibawakan susu.
" terima kasih " ucap shandrianna.
" saya permisi bu "
" iya "
" mom ini apa ? "
" ini kita harus menghitung berapa banyak buah apel yang dikeranjang ini lalu dijumlahkan dengan jumlah apel yang dikeranjang ini "
" ah begitu "
ailleen langsung mengerti melihat shandrianna yang serius mengajar anaknya itu membuat bagaskara senang sekaligus bahagia, hal yang dia lmpikan selama ini terjadi dimana dia menjadi ayah dari seorang anak dan seorang suami untuk seorang istri.
****
Tara sangat senang karena besok akhirnya dia akan kembali bekerja, dia mulai menyiapkan bajunya dan merapikan semuanya.
saat dia membuka lemari itu tak sengaja sebuah foto terjatuh dia pun mengambilnya dan saat dibalik ternyata itu adalah foto pernikahannya dan daniel dulu.
dia hanya bisa menatapnya dan mengelusnya pelan, sesungguhnya dia masih mencintai daniel. dia sering melihat daniel di restorannya saat tak sengaja lewat didepannya.
tapi dia harus mengalah pada cinta karena daniel sudah menikah dengan wanita pilihan ibunya, dan dia terlihat bahagia.
*Bagaimana kabarmu daniel, aku disini akan tetap menunggumu. tapi kau sudah bersama wanita lain, sepertinya aku merasakan apa yang shandrianna rasakan.
seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, aku menyakiti adikku sendiri hanya untuk ego dan cintaku*.
tok
tok
tok
" sayang "
dia pun menyembunyikan foto itu dan langsung menutupnya.
" ayah ingin bicara sesuatu sayang "
" iya ayah "
" begini ... ayah senang kau sudah berubah, dan ayah yakin kau sudah menyayangi adikmu dengan tulus, ayah ingin kalian berdua berbaikan dan juga ... minta maaf lah padanya, ayah yakin adikmu akan memaafkanmu. "
nasihat handika padanya, tara hanya menunduk saat mendengarkan itu.
" apa kau ingin ayah bantu ?"
dia langsung menggelengkan kepalanya " aku tidak yakin ayah tapi aku akan berusaha untuk memperbaiki semuanya, aku sudah sangat jahat padanya. shandrianna pasti sangat kesakitan, biarkan aku meminta maaf dengan caraku sendiri. "
" ayah senang mendengarnya, tidurlah ini sudah malam besok kita harus bekerja. "
" iya ayah, selamat malam. " ucap nya.
" selamat malam sayang "