Hanya Kamu

Hanya Kamu
Mencoba menemui Nina


"Mau kemana nak"


Mama vanya melihat Indra sudah rapi keluar dari kamarnya


"Indra mau ke rumah Bagas ma..."


"Kau makanlah dulu


Beberapa hari kamu tidak makan bersama kami'


Alea menatap Indra


Ingin bertanya sesuatu tapi di urungkan


Beberapa maid mondar mandir menyajikan makan malam di meja


Indra akhirnya mengambil tempat duduk di seberang Alea


"Kenapa menatap kakak seperti itu?


Indra menyadari tatapan Alea


"Alea bingung saja


Kak Indra mau ke rumah mas Bagas


Berarti kan ke rumah mba Nina juga"


"Lalu kenapa nak...mba Nina kan pacarnya kak Indra"


"Bukan lagi ma....kak Indra sudah ganti ceweknya'


Mama cukup kaget dengan ucapan Alea


Setahunya Indra sangat mencintai Nina


Hampir setiap cerita Indra mengenai Nina selalu semangat penuh cinta


"Apa benar yang dikatakan Alea ndra?"


Indra terdiam menundukkan kepala


Nasi di depannya urung dia sentuh


"Indra sudah bersikap bodoh ma


Indra sudah menyakiti hati Nina"


"Bagaimana bisa....bukankan kamu sangat mencintai Nina?"


"Semua gara gara cewek itu ma


Dia fitnah Nina dengan foto foto yang sudah dia rekayasa


Bodohnya Indra karena langsung percaya


Tidak berusaha mencari kebenarannya dulu"


Mama cukup prihatin dengan kondisi Indra


Beberapa hari ini hanya mengurung diri di kamar sepulangnya dari kantor


Setiap di tawari makan selalu menolak


"Indra tidak lapar" selalu itu jawabannya


"Lalu apa rencana mu selanjutnya?"


Mama bertanya dengan lembut


"Indra akan berusaha mendapatkan Nina kembali


Indra masih sangat mencintainya "


Alea teringat perlakuan Indra waktu di mall bertemu dengan nina


"Kak Indra ga tau sih


Pulang dari Mall itu , mba Nina sedih banget


Menangis sepanjang jalan


Kata Nadia paginya mba Nina badannya panas"


Makin dalam penyesalan yang dirasakan Indra mendengar cerita Alea


Kepalanya makin tertunduk


"Alea gak mau kalau seandainya mas Reza yang begitu


Saat itu kak Indra memang keterlaluan"


Mama menyentuh tangan Alea


memberi isyarat agar menghentikan omongannya


"Sudahlah...yang penting sekarang kamu sudah menyadarinya ndra


Kembalikan semangatmu


Dapatkan kembali cintanya Nina "


Indra tidak bereaksi


Tetap tidak menyentuh makanannya


"Untuk berjuang mendapatkan cinta Nina lagi


kau harus sehat nak


Kalau kau sakit maka kau tidak akan punya kesempatan


Sekarang makanlah..."


Indra menatap mama


Kemudian mulai menyuap nasi pelan pelan


Makan sambil terdiam melamun


Setelah beberapa suapan


Indra menyudahi makannya


Minta ijin mama untuk berangkat ke rumah Bagas


"Hati hati ya....pikirannya jangan kemana mana"


Mama menasehati Indra sebelum berangkat


Saat tiba di rumah Bagas


Indra tidak langsung turun dari mobil


Tetap duduk di kursi kemudi beberapa saat


Mengatur perasaannya sendiri sambil berharap mudah mudahan Nina mau menemuinya


Indra langsung masuk dari pintu samping


Semua sedang berkumpul di ruang keluarga


"Assalamualaikum"Indra memberi salam


"Waalaikumussalam"jawaban serentak dari dalam


Indra langsung masuk sambil matanya melirik lirik mencari seseorang


Diciumnya punggung tangan papa , mama dan ayah


"Apa kabar ndra...lama papa gak lihat kamu"


"Baik pa , Indra lagi sibuk beberapa hari ini"


Nadia, Andika dan Putri yang ada disitu ikut menanyakan kabar Indra


Sementara ayah hanya memberinya senyum


"Mama mana ya pa..."Indra mencari mama yang tidak ada di situ


"Mama lagi di dapur ,bikinin susu coklat hangat untuk mba Nina"


Putri yang menjawab


Baru selesai ngomong, tampak mama masuk dari arah dapur


Dibelakangnya ada Nina


Tapi begitu menyadari ada Indra disitu, Nina langsung membalikkan badan menuju ke kamar


Indra langsung berdiri untuk mengejarnya


"Nin...Nina....tunggu dulu nin


Ada yang ingin aku bicarakan"


Indra berjalan cepat menyusul Nina


Nina tidak peduli


Berlari ke kamar dan mengunci pintunya


Indra terpaku karena mendapat penolakan


Memandangnya pun Nina sudah tidak mau


Indra kembali ke ruang keluarga


Wajahnya kusut


Semua merasa iba melihatnya


"Indra pulang saja ma...pa...ayah


Sepertinya Nina tidak mau ketemu Indra "


"Sebaiknya begitu nak ,


Biarkan Nina tenang dulu"


Ayah menepuk lembut pundak Indra


"Kalau terlalu dipaksa juga tidak akan baik untuk hubungan kalian "


Papa ikut menasehati


Meskipun kecewa karena Nina tidak mau menemuinya


Tapi Indra menyadari bahwa Nina memang perlu waktu untuk memaafkannya