Hanya Kamu

Hanya Kamu
Mulai membangun


Pagi ini Nina membawa mobil sendiri ke kampus


Hatinya masih diliputi perasaan gembira


Bernyanyi nyanyi sambil melajukan mobilnya


Dia akan menjemput Rara sekaligus menyampaikan kabar gembira ini


Tadi pagi Indra menelepon kalau uang sudah ditransfer


Sempat menawarkan untuk menambahi jumlah transferan tapi Nina menolak


Sampailah Nina di rumah Rara


Memarkir mobilnya di halaman rumah yang minimalis dan asri itu


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumussalam..." mama Raditya yang menyambutnya


Saat melihat Nina


Tangan wanita berjilbab itu mengembang


Menyambut Nina dalam pelukannya


"Apa kabarmu nak,lama tidak bertemu


Tante sampai kangen..."


"Kabar baik Tante, Tante juga sehat kan...?!"


Nina mencium punggung tangan mamanya Rara


"Alhamdulillah...tante sehat sayang..


Ayo masuklah..


Rara sedang sarapan, kamu gabung sekalian yaa....."


Nina menuju ruang makan keluarga Rara mengikuti Tante Radit


Rara sedang sarapan bersama papanya.


"Selamat pagi oom Radit..."


Nina menghampiri papa Rara sambil mencium punggung tangan papa sahabatnya itu..


"Pagi nak....apa kabarmu dan keluarga"


Papa Radit membalas sapaan Nina


"Sehat om Alhamdulillah, semua menitip salam untuk keluarga disini


Terutama untuk Rara dari mas Bagas"


Rara melirik dan menggoda sahabatnya


Yang di goda senyum senyum


Sementara papa dan mamanya tertawa


Akhirnya Nina ikut sarapan minum teh yang di sajikan Tante Radit


"Rara dan Nina berangkat dulu ya ma,pa"


Rara berpamitan kepada orang tuanya sambil mencium pipi mereka


Nina juga ikut berpamitan sambil mencium pipi Tante Raditya


Di sepanjang perjalanan ke kampus


Nina menceritakan tentang pembelian lahan TPA yang sudah dilakukannya dengan Miko saat Rara keluar kota kemarin


juga tentang uang dari Indra untuk tambahan pembangunan TPA


Masalah surat surat sertifikat dan balik nama sudah diurus oleh bang Miko dan mbak Aida


Mereka akan dihubungi jika memerlukan kehadiran atau tanda tangan Nina dan Rara


"Mas Indra belum aku kasih tau masalah TPA ini ya Ra


Biarkan selesai baru nanti kita kasih tau"


"Oke....nanti kalau masih kurang , biar ganti mas Bagas yang ngasih nin


Aku juga ingin mengajaknya ikut andil membangun Tempat Pendidikan Al Qur'an ini"


"Itu juga masuk dalam rencana ku,


Makanya waktu mas Indra mau nambahin aku gak mau,


Biar mas Bagas juga ikut andil melalui kamu"


Rara tersenyum sambil menyentuh tangan sahabatnya yang sedang menyetir


Sahabat yang sudah sangat paham tentang dirinya


Sahabat yang saling mengajak dalam kebaikan


Nina tersenyum membalas sentuhan Rara sambil tetap fokus menyetir


Nina dan Rara sudah menghubungi Miko ,


Mengajaknya bertemu lagi di dekat kampus


Di sebuah rumah makan sekalian makan siang


Tempat yang strategis untuk mereka bertemu


Miko juga sudah menyanggupi


"Alhamdulillah bang


Kita berdua sudah mengumpulkan dana untuk pembangunannya


Insya Allah sudah bisa kita mulai pelaksanaannya


Rara dan Nina sangat berharap bang Miko dan mbak Aida ikut mengawasi


Kami berdua memasrahkan segala sesuatunya kepada Abang


Mulai tenaga yang mengerjakan sampai bahan material yang dibutuhkan


Dana yang dibutuhkan akan kami berikan melalui Abang secara bertahap


Dan ini nanti akan kami serahkan sebagian uangnya supaya bisa segera berjalan pembangunannya"


Panjang lebar Rara mengawali pembicaraan mewakili dirinya dan Nina


"Bismillah...saya akan menerima amanah yang dipercayakan kepada saya dari mba berdua


Semoga ini juga bisa menjadi ladang amal bagi saya dan Aida


Mudah mudahan segala sesuatunya diberi kemudahan oleh Allah"


"Aamiin yaa Allah.." Rara dan Nina mengaminkan doa bang Miko


Bang Miko menerima amplop berwarna coklat yang berisi uang tunai


"Uang saya terima mbak...


Besok lusa saya serahkan kwitansi beserta laporan kegunaannya


Saya akan berkoordinasi dengan teman teman dan bapak bapak yang anak anaknya ikut mengaji, agar turut membantu segala sesuatu yang bisa dilakukan"


Mereka bertiga menutup pembicaraan dengan makan siang bersama


Sebuah kesengajaan pertemuan itu ada yang mengawasi


Sudah di hapalnya bahwa Nina dan Rara sering berinteraksi dengan Miko disekitar kampus


Mencari angle foto yang tepat menampakkan Miko dan Nina tanpa terlihat ada Rara


"Gak rugi dulu ikut kursus photografi jaman SMA "


Angel bergumam sambil memainkan kamera


cekrek ..cekrek ..cekrek...