
Sesuai kesepakatan dengan Indra kemarin
Hari ini Reza menjemput Nina pulang kuliah
Reza minta tolong Nina untuk menemaninya
memilih baju untuk suatu keperluan
Kebetulan arah yang dituju memungkinkan Reza sekalian menjemput Nina
Rara akhirnya pulang sendiri karena tidak bisa ikut Reza dan Nina
"Kita mau beli baju apa sih za
Kok gak minta tolong Alea saja"
"Baju batik acara resmi nin
Aku lebih percaya diri dengan pilihanmu daripada pilihan Alea "
Reza membelokkan mobil di sebuah butik langganannya
Berdua mereka masuk dan di temui langsung pemilik nya.
Reza adalah pelanggan VIP di butik itu
Beberapa baju sudah dipilihkan Nina
Reza juga sudah mencoba dan merasa puas dengan pilihan Nina
Segera membayar dan mengajak Nina pulang
Berdua keluar dari butik itu sambil menenteng beberapa tas berisi baju Reza
Mereka berdua masuk mobil lalu keluar dari tempat parkir butik
"Trims ya nin...sudah bantuin pilih baju
Sekarang aku traktir makan siang ya"
"Sama sama za...kamu mau traktir aku makan apa?"
Belum dijawab telpon Reza berbunyi
Dilihatnya nama penelepon
'Kesayanganku memanggil"
"Minggir sebentar ya nin, aku terima telepon Alea dulu"
Nina mengangguk
Reza meminggirkan mobil dan menerima telepon
Nina menunggu Reza sambil memainkan hp di tangannya
"Nin sori banget ...
Ini Alea minta dijemput di kantornya kak Indra
Kita jemput sebentar ya"
"Aku naik taksi aja za...aku turun disini aja"
"Eh jangan nin....pliss
Kelihatan banget kalau aku gak tanggung jawab
Kamu ikut saja,kamu tunggu di mobil gak usah turun
Aku jemput Alea ke atas ,lalu kita pulang bareng"
Serapi mungkin rencana dijalankan Reza dan Alea
Jangan sampai Nina tau kalau semua adalah usaha mereka untuk mempertemukan Indra dan Nina
Nina menimbang nimbang sejenak
"Tapi jangan lama lama za, janji?"
"Iyaa ..aku janji nin"
Sampai di tempat parkir di perusahaan Indra
Tampak penuh mobil
Reza memarkirnya agak di tengah
"Aku turun ngambil Alea ya ...kamu jangan kemana mana
Aku cuma sebentar"
Reza turun sambil mematikan kunci mobil
"Ehh za....kunci mobil jangan dilepas...aku mau hidupin AC "
Nina mengibas kibas kan tangan ke leher
Merasa kegerahan
Reza segera keluar
Menyerahkan rencana selanjutnya kepada Indra
Nina sendirian di mobil Reza
Sementara mematikan AC dan membuka jendela supaya udara di dalam mobil berganti
Teringat waktu itu
Saat ingin menghadang Indra waktu makan siang
Tapi yang terjadi malah melihat Indra bersama Rini
Nina menarik nafas panjang
Tiba tiba
"Nina...sedang apa?"
Suara lembut menyapanya
Degh!
Suara itu dikenal Nina
Nina menoleh dan ada Indra disana dengan senyum lembutnya
Segera dialihkan pandangannya ke depan berharap Reza ada di sana
Nina turun dari mobil
Indra mendekatinya
"Maaf saya hanya ikut Reza kesini
Saya akan segera pergi"
Nina menjawab sambil menundukkan wajah
Indra terenyuh melihat reaksi Nina
"Nin bisakah mas mohon kamu jangan bersikap seperti ini
Mas ingin meminta waktumu sedikit saja
Kita bicarakan semuanya dari awal"
"Maaf..saya hanya ingin pulang"
Nina merasakan tangannya gemetar
Matanya nyalang mengedar mencari Reza
"Tunggu sebentar
mas ngambil kunci mobil
mas akan antar kamu pulang"
Tanpa menunggu jawaban ,Indra melesat naik lift menuju ruangannya untuk mengambil kunci mobil
Nina sudah gemetaran kebingungan
Tiba tiba teringat kalau kunci mobil Reza ditinggal
Secepatnya Nina naik dan mengendarai mobil Reza keluar dari situ
Reza melihat Indra keluar lift langsung menarik lengan Indra
"Kau kenapa...?
Kenapa Nina kau tinggal ?"
"Aku mau ngambil kunci mobil ngantar dia pulang"
"Bodoh....kunci mobilku masih tertinggal..."
Indra melongo langsung masuk lagi ke dalam lift untuk turun
'Jangan pergi dulu sayang...
Tunggu mas....plis....tunggu mas'
Indra menghentakkan kaki tidak sabar
Melesat secepatnya keluar menuju tempat parkir mobil Reza begitu pintu lift terbuka
Terlambat...!!
Mobil sudah tidak ada disana
Indra menatap sekeliling berharap mobil Reza belum keluar dari halaman parkir
Tepat hampir mencapai pintu keluar mobil itu kelihatan
Indra mengejar sekuat tenaga
Sambil berteriak teriak memanggil Nina
"Ninaa....
Nin......ninaaa....
Ninnnn.....tunggu dulu"
Nina melihat Indra yang mengejarnya
Terus di tekannya gas
Nina ingin segera pergi dari situ