Hanya Kamu

Hanya Kamu
Rencana reza


Sesuai kesepakatan dengan Indra kemarin


Hari ini Reza menjemput Nina pulang kuliah


Reza minta tolong Nina untuk menemaninya


memilih baju untuk suatu keperluan


Kebetulan arah yang dituju memungkinkan Reza sekalian menjemput Nina


Rara akhirnya pulang sendiri karena tidak bisa ikut Reza dan Nina


"Kita mau beli baju apa sih za


Kok gak minta tolong Alea saja"


"Baju batik acara resmi nin


Aku lebih percaya diri dengan pilihanmu daripada pilihan Alea "


Reza membelokkan mobil di sebuah butik langganannya


Berdua mereka masuk dan di temui langsung pemilik nya.


Reza adalah pelanggan VIP di butik itu


Beberapa baju sudah dipilihkan Nina


Reza juga sudah mencoba dan merasa puas dengan pilihan Nina


Segera membayar dan mengajak Nina pulang


Berdua keluar dari butik itu sambil menenteng beberapa tas berisi baju Reza


Mereka berdua masuk mobil lalu keluar dari tempat parkir butik


"Trims ya nin...sudah bantuin pilih baju


Sekarang aku traktir makan siang ya"


"Sama sama za...kamu mau traktir aku makan apa?"


Belum dijawab telpon Reza berbunyi


Dilihatnya nama penelepon


'Kesayanganku memanggil"


"Minggir sebentar ya nin, aku terima telepon Alea dulu"


Nina mengangguk


Reza meminggirkan mobil dan menerima telepon


Nina menunggu Reza sambil memainkan hp di tangannya


"Nin sori banget ...


Ini Alea minta dijemput di kantornya kak Indra


Kita jemput sebentar ya"


"Aku naik taksi aja za...aku turun disini aja"


"Eh jangan nin....pliss


Kelihatan banget kalau aku gak tanggung jawab


Kamu ikut saja,kamu tunggu di mobil gak usah turun


Aku jemput Alea ke atas ,lalu kita pulang bareng"


Serapi mungkin rencana dijalankan Reza dan Alea


Jangan sampai Nina tau kalau semua adalah usaha mereka untuk mempertemukan Indra dan Nina


Nina menimbang nimbang sejenak


"Tapi jangan lama lama za, janji?"


"Iyaa ..aku janji nin"


Sampai di tempat parkir di perusahaan Indra


Tampak penuh mobil


Reza memarkirnya agak di tengah


"Aku turun ngambil Alea ya ...kamu jangan kemana mana


Aku cuma sebentar"


Reza turun sambil mematikan kunci mobil


"Ehh za....kunci mobil jangan dilepas...aku mau hidupin AC "


Nina mengibas kibas kan tangan ke leher


Merasa kegerahan


Reza segera keluar


Menyerahkan rencana selanjutnya kepada Indra


Nina sendirian di mobil Reza


Sementara mematikan AC dan membuka jendela supaya udara di dalam mobil berganti


Teringat waktu itu


Saat ingin menghadang Indra waktu makan siang


Tapi yang terjadi malah melihat Indra bersama Rini


Nina menarik nafas panjang


Tiba tiba


"Nina...sedang apa?"


Suara lembut menyapanya


Degh!


Suara itu dikenal Nina


Nina menoleh dan ada Indra disana dengan senyum lembutnya


Segera dialihkan pandangannya ke depan berharap Reza ada di sana


Nina turun dari mobil


Indra mendekatinya


"Maaf saya hanya ikut Reza kesini


Saya akan segera pergi"


Nina menjawab sambil menundukkan wajah


Indra terenyuh melihat reaksi Nina


"Nin bisakah mas mohon kamu jangan bersikap seperti ini


Mas ingin meminta waktumu sedikit saja


Kita bicarakan semuanya dari awal"


"Maaf..saya hanya ingin pulang"


Nina merasakan tangannya gemetar


Matanya nyalang mengedar mencari Reza


"Tunggu sebentar


mas ngambil kunci mobil


mas akan antar kamu pulang"


Tanpa menunggu jawaban ,Indra melesat naik lift menuju ruangannya untuk mengambil kunci mobil


Nina sudah gemetaran kebingungan


Tiba tiba teringat kalau kunci mobil Reza ditinggal


Secepatnya Nina naik dan mengendarai mobil Reza keluar dari situ


Reza melihat Indra keluar lift langsung menarik lengan Indra


"Kau kenapa...?


Kenapa Nina kau tinggal ?"


"Aku mau ngambil kunci mobil ngantar dia pulang"


"Bodoh....kunci mobilku masih tertinggal..."


Indra melongo langsung masuk lagi ke dalam lift untuk turun


'Jangan pergi dulu sayang...


Tunggu mas....plis....tunggu mas'


Indra menghentakkan kaki tidak sabar


Melesat secepatnya keluar menuju tempat parkir mobil Reza begitu pintu lift terbuka


Terlambat...!!


Mobil sudah tidak ada disana


Indra menatap sekeliling berharap mobil Reza belum keluar dari halaman parkir


Tepat hampir mencapai pintu keluar mobil itu kelihatan


Indra mengejar sekuat tenaga


Sambil berteriak teriak memanggil Nina


"Ninaa....


Nin......ninaaa....


Ninnnn.....tunggu dulu"


Nina melihat Indra yang mengejarnya


Terus di tekannya gas


Nina ingin segera pergi dari situ