Hanya Kamu

Hanya Kamu
Melamar Tara


setelah tara pergi dengan mahen, dan aileen juga sudah tidur shandrianna terduduk diruang tengah itu tatapannya sangatlah kosong hingga bagas yang melihatnya itu tampak kasihan.


" sayang minum dulu "


shandrianna tak bergeming dia masih tetap diposisi yang sama " jangan menyiksa diri begitu, aileen sudah baik-baik saja. Mas janji akan mencari orang itu dan memberikannya hukuman. "


" aku takut ... sebenarnya apa maksud orang itu. apa aku pernah menyakiti orang lain sampai dia ingin mencelakai anak kita. "


" jangan menangis, Kau orang baik sayang kau bahkan tidak bisa membunuh semut bagaimana mungkin menyakiti hati orang lain. " dihapusnya air mata shandrianna yang turun membasahi pipinya itu.


" Jangan berlebihan, dengan mulutku yang seperti ini mungkin saja ada yang de...".


" hust " bagaskara menempelkan jarinya ke bibir shandrianna


" sudah ya jangan katakan yang tidak pernah kau lakukan. sekarang istirahatlah kau pasti khawatir tidurlah disini " bagaskara menepuk pahanya menidurkan shandrianna disana.


shandrianna menurut dan memeluk pinggang bagaskara " mas janji akan menjagamu dan anak-anak semampu mas, selagi suamimu masih hidup keluarga kita tetap akan utuh."


dielusnya kepala shandrianna , kini dia harus benar-benar hati-hati dan menjaga keluarga kecilnya ini dengan lebih ketat lagi. tidak akan dia biarkan seseorang mengacaukan keluargannya.


***


beberapa bulan setelah itu


Kini adalah acara untuk anaknya Arunika, shandrianna sudah terlihat cantik didepan kaca rias itu dia bercemin.



bagaskara yang ada dibelakangnya itu tersenyum melihat istrinya yang semakin hari semakin cantik pikirnya. senyuman shandrianna dari pantulan kaca itu terlihat jelas ditunjukkan untuk dirinya.


didekatinya shandrianna dan tangannya dilingkarkan ke pinggang ramping shandrianna.


" kalau begini tidak terlihat sudah punya dua anak " katanya sambil mencium pipi shandrianna.


" oh ya ? kalau begitu aku masih bisa mencari suami lagi "


" heh jangan sembarangan, siapa bilang bisa ? tentu tidak ... karena shandrianna hanya milik bagaskara "


shandrianna terkekeh mendengarnya , dibaliknya tubuhnya lalu keduanya menatap kaca itu bersama " Mas ... terima kasih ya sudah mencintaimu sebesar ini dengar jangan memandang wanita lain diluar kecuali diriku. " ancamnya.


" Sudah berani mengancam suaminya sendiri ? "


" ya ! tentu saja "


" tidak sayang bagiku Kau yang terbaik "


mereka berdua pun berciuman disana, ciuman dengan penuh kelembutan dan cinta yang tulus didalamnya.


tok


tok


tok


namun kemesraaan pasutri itu harus segera sirna karena pintu diketuk.


" Anna ! bagas ! " teriak hani dari luar.


" mas ibu " gumam shandrianna.


" Iya mas tau , kita keluar sekarang " ajak nya dan menggandeng tangan shandrianna.


ceklek


" Kenapa kalian lama ? dibawah banyak tamu mencari kalian , turunlah Arunika masih tidur nanti saja dibawanya "


" iya ibu " jawab anna.


akhirnya mereka pun keluar dari kamar dan benar saja, dihalaman itu sudah banyak orang dan langsung menyambut mereka berdua dan bersalaman, tangan bagaskara tak pernah pindah dirakulan pinggang shandrianna itu.


" terima kasih pak Sanjaya " ucap bagaskara


" Ah iya terima kasih " ucap shandrianna.


hampir semua tamu yang hadir sudah disapa semua , Lalu dari balik pintu utama tara datang menggendong Arunika yang tampak cantik dan lucu menggemaskan itu bersama aileen juga.


" ha ya ampun cantik sekali mirip ibunya " ujar para tamu yang datang.


" mereka sangat serasi dan anak yang mirip semua , satu mirip ayah dan satu mirip ibu " bisik yang lainnya.


digendongnya Arunika oleh shandrianna dan langsung tersenyum lebar " Arunika sudah bangun nak ? " tanya shandrianna.


" Putri cantik daddy " kata bagaskara.


dari kejauhan Lion memandanginya dengan tidak suka, kebahagiaan milik keluarga itu membuatnya iri.


" Bagaskara ... kau meninggalkan Kakakku demi kebahagiaan ini. lihat nanti bagaimana kebahagiaanmu aku bawa pergi. " tekad nya.


***


suasana didalam rumah tampak meriah hanya berisi keluarga shandrianna setelah semua tamu pergi, anak perempuan manis itu tampak tersenyum ketika duduk diatas pangkuan mommynya.



" kakak lihat anakmu yang cantik dan tampan, produkmu tidak ada yang gagal kenapa tidak membuat banyak ?" tanya mahen yang duduk disebelah Tara.


bagaskara terkekeh mendenngarnya " sabarlah dulu setelah usia Arunika 3 tahun lihat saja akan ada Anak lagi nanti. "


" mas bagas " ujar shandrianna


" kenapa ? memang iya kan sayang " saut bagaskara.


" daddy ! daddy ! aileen mau adik laki-laki nanti , kan aileen sudah punya adik perempuan sekarang mau laki-laki " saut aileen yang duduk bersama Handika.


semuanya tertawa mendengarnya " Iya-iya tapi nanti ya sayang " jawab shandrianna.


" Kakak kau harus banyak menghasilkan uang nanti demi pendidikan dan kebutuhan anak-anak dan istrimu " ujar mahen.


" Oh tentu saja mahen " jawab bagaskara.


" mom ... mom " ucap Arunika yang sudah mulai bisa bicara itu.


" aapa sayang ? mau apa hmm mau susuu ?" tanya shandrianna.


" Semuanya aku masuk dulu ya , arunika sepertinya sudah lapar "


" iya sayang , masuklah dulu " kata hani dan handika.


" hmm paman , bibi ... boleh aku ajak Tara keluar ? " tanya mahen.


" boleh nak " jawab handika langsung dia sangat senang saat tara dekat dengan mahen dia bisa melihat kebahagiaan yang jelas dimuka Tara.


" pergilah nak hati-hati ya " saut dini.


Tara pun berdiri bersama mahen " bagas kami pergi , ibu .. ayah aku pergi " pamit tara.


semuanya mengangukkan kepalanya , dan keduanya sangat senang langsung pergi menuju kesuatu tempat.


malam harinya


Mahen membawa Tara kesebuah pesta kecil direstoran bersama teman-temannya yang sangat ramah itu. mereka bisa berbaur cepat , mahen melihat tara dengan sendu .


kebetulan tara sedang berbincang dengan teman perempuannya , disampingnya sudah ada bunga dan cincin yang dia bawa malam ini dia meyakinkan hatinya untuk melamar tara.


Mahen berjalan perlahan tanpa tara tahu karena asyik mengobrol , semuanya diam karena permintaan mahen. walau jarak dekat mahen masih diam.


melihat keanehan diacara itu karena semuanya diam , tara pun bingung dia menatap kekanan dan kekirinya yang tampak melihatnya terus , diapun berbalik untuk mencari mahen namun betapa terkejutnya dia saat mahen bersimpuh dihadapannya dengan cincin berlian dan bunga mawar .


" Mahen..."


" Tara ... Izinkan aku bicara malam ini. apa kau mau mendengarkannya ?" tanya mahen dengan lembut.


tara langsung mengangukkan kepalanya hingga membuat mahen tersenyum.


" Tara , kata orang cinta bisa datang begitu saja tanpa kita duga. tapi tidak untukku ... aku sudah tau saat pertama kali melihatmu , aku pasti jatuh cinta padamu. "


dari wajah tara sama sekali tidak bisa menutupi kebahagiannya , bibirnya selalu memberikan senyuman yang lebar.


" Katamu , kau tidak pantas untuk aku cintai. tapi itu juga tidak bagiku. kau pantas untuk kucintai , Seperti bulan yang menerangi malam kau menerangi hari-hariku yang kesepian ini. Tara ... dibawah bulan dan bintang juga teman-temanku sebagai saksinya ... apakah kau mau menerima cinta dariku ? mau kah kau menerimaku sebagai pasangan hidupmu untuk selamanya ?"


Tara langsung mengangukkan kepalanya " aku mau " jawabnya , Semuanya bertepuk tangan bahagia. dipakaikannya cincin itu yang sangat cocok di jari tangan Tara dan diberikannya bunga yang dia bawa.


" Aku mencintaimu Tara Adisti "


" Aku juga mencintaimu Mahen "


keduanya berpelukan hingga tepuk tangan dan sorakan sangat meriah disana, tak lama pelukan itu terlepas , tidak henti-hentinya mahen tersenyum lalu keduanya berjalalan bersama menuju ke posisi paling depan.



setelah berdiri dihadapan beberapa temannya itu Mahen merangkul pinggang Tara


" Hari ini ! aku berjanji ! akan menikahi Wanitaku tepat di hari ulang tahunnya 22 November nanti ! Taraaaa ! aku mencintaimuuuu " ucapnya dengan lantang.


" I love you mahennn ! " balas Tara yang tak kalah kuatnya.


***


" Anak-anak sudah tidur ?" tanya bagaskara yang melepaskan pakaiannya sedangkan shandrianna masih merapikan tempat tidur.


" belum mana mungkin Arunika tidur jam 8 begini "


" Capek ya ? "


" tidak mas , nanti tidur duluan saja ya aku dikamar aileen mau menidurkan mereka berdua dulu. aileen tidak mau tidur sendirian mau nya sama Arunika "


" Yasudah mas besok akan bekerja mas tidur duluan ya "


" iya ".


shandrianna segera keluar dari kamarnya dan menuju kamar aileen, Arunika benar-benar aktif sekarang dia selalu tidur lebih dari jam 10 malam.


" mom "


" mom "


" mom "


panggil Arunika sambil tangannya mengadah ingin digendong oleh shandrianna , digendongnya lah Arunika " Sayang tidurnya ini sudah malam, aileen sayang ... sudah cukup mainnya nanti besok lagi "


" baik mommy " jawab aileen kemudian membereskan bekas mainannya itu.


" mom "


" mom "


" Iya sayang mommy disini , tidur ya besok kita main lagi ya Arunika anak yang pintar "


" hikss...hiks...hiks...hikss " tiba-tiba saja Arunika menangis membuat shandrianna bingung tidak biasanya nika seperti ini.


" Mommy aileen mau tidur sama mommy "


" sayang tidur duluan ya adik masih menangis "


" tapi mommy ".


" hustt ... sayang jangan menangis ini sudah malam, aileen tidur dulu nanti mama menyusul "


" hiks....hiks...hikss "


" kamu kenapa sayang badanmu tidak panas , kau juga tidak mau minum susu dari tadi "


" Hiks ... hiks hikss "


karena arunika tidak mau diam shandrianna pun keluar dari kamar aileen , tapi disaat melihat kamar nya dia menatapnya tajam.


entah kenapa perubahannya sangatlah drastis " mas bagas ! " teriaknya.


" mash ! " teriaknya sambil membuka pintu kamar, membuat arunika semakin menangis


" ada apa sayang ?"


" Anakmu menangis kau tidur saja dari tadi tidak mau membantuku, lihat lah anakmu cepat diamkan aku lelah " sodornya , bagas langsung mengambilnya dan menggendongnya shandrianna masuk kekamar mandi.


melihat shandrianna seperti tidak biasanya yang marah-marah begitu dia tak percaya.