Hanya Kamu

Hanya Kamu
Dulu dan Sekarang Berbeda


setelah berbicara panjang lebar kini tibalah shandrianna diruangan bagaskara, diliriknya bagaskara yang baru keluar dari kamar mandinya.


" mas bagas " peluknya dari belakang, bagaskara tersenyum dan memutar balikkan tubuhnya menjadi memeluk pinggang kecil shandrianna.


" sayang aku menunggumu dari tadi "


" hmm tadi aku bicara sebentar dengan tomi, ini ( menunjukkan bawaannya) aku belikan untukmu mas "


cup


entah kenapa melihat bibir pink shandrianna yang sangat menggoda itu membuat nya tak bisa menahan diri, dia mencium bibir shandrianna kemudian **********.


dibalasnya oleh shandrianna dan tangannya merangkul dan meraba punggung bagaskara " nghh " cukup lama mereka berciuman sampai rasanya shandrianna tak mampu lagi mengimbanginya tapi bagaskara tetap menciummu.


" masshh "


bagaskara menatap sendu shandrianna " cup " kali ini hanya kecupan sekilas .


" lihatlah lispstikku berpindah sekarang " shandrianna menghapus lipstik di area bibir bagaskara.


" sayang mas merindukanmu , mas sudah lama tidak menyentuhmu ... apa sudah boleh ?" dengan perkataan manja dan merengek bagaskara bertanya membuatnya terlihat sangat lucu.


" jadi ... ada yang sudah tidak tahan ?" goda shandrianna.


" hmm , siapa yang tahan melihat istri secantik dan se-sexy dirimu sayang " jawab bagaskara seraya menganggukkan kepalanya.


" mas sudah menghitungnya sudah lebih dari 50 hari " sambungnya lagi.


Shandrianna terkekeh mendengarnya sangat kasihan pikirnya memang selama ini bagaskara berusaha menjauh darinya ketika dia sedang menyusui Arunika takut akan khilaf pikirnya.


" Sayang ... kenapa diam ? " tanya bagaskara lagi sambil tangannya bergentayangan kemana-mana.


" ini kantor mas tidak mungk... "


Mendengar jawaban shandrianna yang seperti itu bagaskara langsung membuka kemejanya , hingga membuat shandrianan menghentikan perkataannya.


" mas kenapa membuka baju ?"


" Ada kamar sayang , dirumah juga tidak seluasa disini kita lakukan disini ya ?"


" tapi mas "


" dirumah ada Arunika nanti tidak bisa lama sayang mas mau lama sudah rindu sekali . "


" ck mas bagas nanti saja , aku mau cerita bukan mau ini dirumah saja ya " bujuknya seraya membuat wajah yang menggemaskan.


bukannya berhasil malah membuat hasrat bagas semakin naik " tidak berhasil "


digendongnya shandrianna kedalam kamar itu dan ditutupnya pintu kamar, dia merebahkan shandrianna disana dan membuka pakaian yang dipakai shandrianna.


" pelan-pelan mas "


cup


cup


cup


cup


cup


apapun yang ada muka shandrianna dia ciumi dari kedua mata, hidung , mulut dan kening shandrianna.


" Arunika selama sebulan lebih kau mengambil hak daddy sekarang gantiann" ujarnya.


" ahhh mashh "


bagaskara mempermainkan dada shandrianna langsung membuat shandrianna tak sengaja mendesah " mashh pelan-pelan "


dikecupnya dua gundukan itu satu persatu lalu dia menciumi leher shandrianna " ahhh mashh "


bagaskara tersenyum ketika mendengar shandrianna terus mendesah akibatnya , miliknya kini sudah membesar hingga dia membuka celananya sendiri.


shandrianna menelan salivanya, " kenapa sayang bukankah sudah sering ?" tanya bagaskara.


" i-iya tapi ... tapi tetap saja "


" tetap ap ? ahhhh " desah keduanya saat bagaskara menyatukan miliknya ke milik shandrianna., dia memejamkan kedua matanya merasakan kenikmatan dan kehangatan juga kerindukan yang selama ini dipendamnya.


" mas gerak "


" nanti sayang ini sangat nyaman "


" Tapi pelan ya mas, masih sedikit sakit "


" iya sayang kalau sudah sakit nya bertambah bilang ya "


" hmm "


bagaskara mulai menggerakkannya maju mundur secara perlahan , shandrianna juga menikmatinya apalagi wajah bagaskara terlihat dengan jelas sekali , keduanya saling tersenyum sambil terus memacu dibawah sana.


shandrianna mengalungkan tangannya keleher bagaskara dan membawa kepala bagas hingga dia menciumnya, keduanya saling berciuman sambil terus memacu.


" mas aku mau keluar .. "


" bersama sayang "


" ahhh ... ahhhh ... ahhhh " desah bagaskara ketika mengeluarkan spermanya didalam.


dia tersenyum lalu menjilat daun telinga shandrianna " lagi ya , tapi ganti posisi "


" apa ?" tanya shandrianna.


" Berdiri "


" mashh "


" ayolah sayang , kita lakukan sampai jam 4 oke ? nanti kita langsung jemput anak-anak "


dilihatnya oleh shandrianna jam tangannya , gila pikirnya jam 4 sekarang saja baru jam 2 masih 2 jam lagi yang tersisa sedangkan mereka sudah menghabiskan waktu 1 jam.


" ayo sayang kita berdiri "


dan akhirnya apa yang mereka lakukan semuanya atas keinginan bagaskara, dia sudah sangat merindukan shandrianna apapun kerinduannya harus segera disalurkan.


***


sehabis melakukan kegiatan panas mereka, shandrianna mandi dikamar mandi itu dia keluar dengan rambut yang basah sedangkan bagaskara duduk di meja kerjanya masih bekerja disana.


Bagaskara menatapnya kemudian tersenyum " sini " Panggilnya lalu shandrianna mendekatinya , bagaskara duudkkan shandrianna di pahanya.


" Tidak akan ada yang melihat jangan takut, lagipula tidak ada satu pun yang berani membicarakanmu disini sayang "


" aku tidak percaya "


" Mas " dia bergelayut manja di dada bidang bagaskara.


" kenapa hmm masih mau lagi ?"


" tidak bukan itu"


" Lalu apa ?"


" Aku bolehkan pakai alat kontraspepsi ? "


" biar tidak hamil begitu ? boleh saja untuk sekarang mas tidak akan marah , tapi sayang setelah umur Arunika 2 tahun mas mau tambah anak sampai 5 anak "


" aku akan memikirkannya nanti tapi sekarang aku ingin mengurus arunika dulu, memang aku tidak boleh mengeluh bangun dimalam hari saat sedang enak-enak tidur tapi aku juga terkadang lelah sekali jika kita tunggu agak sedikit besar baru kita pikirkan ya "


" iya iya sayang , apapun itu nanti kita bicarakan.sekarang kita jemput aileen kasihan dia nanti sebentar lagi pulang. "


cup


" eh istriku kenapa agresif sekali " ujar Bagas saat dicium shandrianna di area pipinya.


" tapi suka kan ?"


" Tentu saja "


bagas terkekeh melihatnya, dia pun membereskan mejanya kemudian memakai kembali jas yang dipakainya.


***


dikediaman handika dan dini keduanya bermain bersama cucu mereka, bayi yang berusia 50 hari itu tampak tersenyum menggemaskan menatap grandma dan grandpa nya.


" Tidak sangka ya kita sudah punya dua cucu " ujar handika.


" iya mana cantik dan ganteng lagi " saut dini.


" mirip anna waktu kecil ya Arunika "


" iya lihatlah bibirnya tapi hidungnya mirip bagaskara mancung "


" kalau diperhatikan sekarang ini mereka tidak pernah bertengkar dan berselisih paham seperti dulu lagi, sangat senang melihat keluarga kecil anna yang damai dan tentram melihat bahagia dan diberikan cinta yang besar oleh bagaskara hati ayah tenang. " ucap handika seakan matanya berkaca-kaca.


" seperti yang pernah kau katakan dulu, kalau bagaskara itu sangat mencintai anna hanya saja dulu anna masih belum dewasa jadi dia hanya akan marah dan merasa dikekang oleh bagaskara. " timpal dini.


" iya kau benar "


" oh membicarakan ku ya " saut shandrianna sambil berjalan menuju keorang tuanya.


" eh sudah datang nak ?" tanya ibunya.


" sudah ibu aku juga dengar ibu bilang apa sangat tidak dewasa anna ! anna ! "


" Kau marah nak ?" tanya ayah.


" kenapa aku marah ? ya ... harus aku akui memang dulu aku tidak dewasa "


" suka kabur iyakan ?" saut bagaskara.


shandrianna menatapnya " salah sendiri setiap hari marah terus, dengarkan perkataannku ! aku ini suamimu ! jangan keluar bersamanya ! jangan lakukan ini ! jangan lakukan itu ! astaga aku seperti anak kecil semuanya dilarang. " jawab shandrianna


bagaskara melototkan matanya sampai mulutnya terbuka sedikit " tutup mulutmu nanti ada serangga masuk " sambung shandrianna.


" sayang " ujar dini.


" heheh bercanda ibu, iya kan mas ?"


bagas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum.


" Dia rewel tidak bu ? apa Susunya masih ada ? " shandrianna mengambil arunika untuk digendongnya.


" tidak sayang dia tenang sekali tidak menangis juga "


" halo anak mommy , ah manisnya senyumanmu sayang ... mommy rindu sekali , lihat daddy mu dia terus menanyakanmu sayang "


" daddy ! mommy ! " teriak aileen dari luar


" aileen sudah pulang kenapa tidak masuk ?" tanya handika


" ada kucing disana tadi dia mau bermain dulu ayah " jawab bagaskara.


" sayang kita pulang sekarang ya , nanti macet mas juga masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan "


" oh iya lupa , yasudah kita pulang "


" ayah ibu kami berdua pamit pulang ya , aku masih ada pekerjaan kantor "


" kalau begitu hati-hati nak , mari kami antar sampai depan "


sesampainya didepan mereka melihat aileen yang bermain bersama kucing rumah, dia terlihat sedang menggendongnya.


" aileen ayo kita pulang " ajak bagaskara.


aileen menaruh kucing tersebut kemudian berlari menuju kedekat daddynya.


" daddy aileen mau menginap disini "


" besok hari minggu, yasudah " ujar shandrianna.


" tapi bajunya sayang ?" tanya bagaskara.


" ada pakaiannya yang kemarin masih banyak tidak dibawa semua , biarkan saja nak biar temani ayah kalau perlu disini saja tinggalnya " ujar handika.


" yasudah tapi jangan nakal ya " kata bagaskara.


" iya daddy "


" sayang mommy pulang nanti kalau mau pulang telpon ya "


" iya mom "


bagaskara membukakan pintu mobil untuk shandrianna yang langsung masuk kedalam mobil, lalu beralih kebagaskara dan akhirnya mereka pulang kerumah meninggalkan aileen disana.