
siang harinya
tampak aileen baru saja keluar dari kelasnya, dia tidak tau siapa yang akan menjemputnya tapi tetap berjalan sendirian menuju keluar sekolah.
" Aileen tunggu " cegah Lion.
" kamu kenapa pulang sendirian ? belum dijemput daddy ? mau kakak antar pulang kerumah ?" tanya Lion yang ada gisel disebelahnya.
" Bo.."
" Aileen " suara bariton Bagaskara terdengar dari depan lorong itu hingga semuanya menoleh. Bagaskara tersenyum menghampiri aileen.
" Daddy yang jemput seperti biasa. maaf telat tadi jalanan macet, kita pulang ya "
" Kakak aileen duluan , gisel dah "
" dah " saut gisel.
tanpa permisi bagaskara mengambil tangan aileen kemudian membawanya pergi dari sana , kemudian didalam mobil tidak ada obrolan diantara mereka aileen hanya menunduk.
Sedari tadi bagas memperhatikan aileen yang takut saat ini
shittt
" Aileen suka Burger dan kentang goreng , tunggu disini daddy belikan ya sayang "
" Tidak daddy aileen pulang saja mau cepat bertemu mommy " jawabnya cepat.
" Aileen masih marah sama daddy ? sayang ... daddy minta maaf ya kalau sudah membentak aileen tapi sungguh daddy tidak bermaksud begitu , daddy sangat menyayangi aileen dan menyesal. "
" iya daddy "
" Terdengar terpaksa "
" iya daddy aileen juga salah, maafkan aileen. "
" berarti aileen sudah tidak takut sama daddy kan ?"
Aileen tersenyum dia menggelengkan kepalanya membuat bagaskara senang. dia mengelus kepala aileen dan mencium nya " tunggu disini ya daddy belikan semua kesukaan kamu sayang "
" Terima kasih daddy "
" sama-sama"
***
dengan pakaian casual dan serasi Mahen dan tara baru saja keluar dari gedung bioskop, mereka tertawa-tawa sepertinya film nya sangat menyenangkan untuk mereka berdua.
" sungguh aku tidak menyangka kau suka film jenaka seperti itu sampai aku tidak bisa berhenti tertawa "
" ya shandrianna dulu suka menonton nya aku teringat dulu saat kami masih kecil, dia memang suka humor."
" ha benarkah ? kalau begitu kak bagas akan terus tertawa jika bersamanya pasti menyangkan. " saut Mahen
" ya sudah pasti "
" ini baru jam 4 sore kita makan dulu ?"
" boleh "
" ayo "
dan akhirnya mereka menemukan sebuah restoran china dan memilih memakan hotpot, Mahen merendam daging didalam kuah menunggu sampai matang.
" Ngomong-ngomong apa tidak ada yang marah jika kau keluar denganku ?" basa basi mahen.
" eh ? "
" hmm itu .... tidak ada "
" kau tidak punya pacar ?" tanya mahen.
Tara tersenyum kecil " mana mungkin ada seseorang yang suka padaku, sebenarnya ... aku pernah menikah sebelumnya tapi tidak lama. "
" oh begitu " Mahen mangut-mangut seolah dia tidak tahu padahal bagaskara sebelumnya sudah menceritakannya.
" tidak masalah bukankah banyak yang menikah kemudian cerai lalu menikah lagi apa salahnya ? toh kita tidak tau kehidupan pernikahan yang seperti apa yang mereka jalani "
Tara hanya tersenyum menanggapinya dia sudah merasa kalau mahen bisa diajak bicara dan juga mengobrol, tidak seperti biasanya para lelaki yang hanya bicara tentang dirinya sendiri membanggakan kehidupannya.
***
Sudah sebulan lebih Shandrianna melahirkan namun tubuhnya tetap seperti sebelumnya, bahkan tidak ada perubahan tetap sama.
kebetulan hari ini ada acara pertemuan antar orang tua disekolah, dia yang akan datang mewakili Aileen karena bagaskara juga sedang bekerja.
sedangkan yang mengasuh Arunika adalah ibunya, nanti sore bersama bagas dia akan mengambilnya. dia tampak tersenyum dihadapan kaca itu melihat penampilan.
dilirik nya jam tangan yang sudah pukul 9 itu artinya sudah hampir tiba waktu pertemuan secepatnya dia mengambil kunci mobil dan menyetirnya sendirian.
drrtt...drtttt..
📱 " Suamiku ❤ "
disambungkannya telpon itu kedalam mobil.
" halo mas "
📱 " sayang sudah sampai ?"
" belum masih dijalan 10 menit lagi sampai "
📱" Nanti pulangnya mampir ke perusahaan ya, Aileen masih ada les kan nanti kita pulang bersama sekalian menjemput anak-anak kita "
" hmm nanti aku kesana mas "
📱" Ingat pesan mas jangan banyak bicara dengan Lion itu, atau mas akan marah. "
Shandrianan ingin tertawa melihat kecemburuan bagaskara itu, dia sangat posesif jika keluar sendirian selalu ditelpon dan harus ingat perkataannya.
" Iya suamiku sayang aku ingat " kekehnya.
📱" Jangan tertawa mas itu serius "
" iya-iya, sudah ya tutup dulu ini mau sampai nanti aku langsung kesana. "
" hmm iya "
📱" Balas sayang "
" aku juga mencintaimu mas bagaskara "
📱" begitu dong dah mas tutup ya "
tut...tutt....tutt
sesampainya disekolah dia berjalan menuju keruangan rapat bersama guru aileen dan para orang tua lainnya, saat dia akan masuk tak sengaja membuka pintu bersama Lion, tangan mereka saling bersentuhan.
" Kau datang ?"
" eh iya .. " jawabnya sambil melepaskan langsung tangannya.
" Silahkan masuk pak Lion, bu shandrianna " ujar gurunya aileen.
keduanya mengangukkan kepalanya lalu duduk bersama para orang tua lainnya disana.
***
acara pun selesai , Shandrianna menunggu aileen didepan kelasnya untuk mengantar ke tempat lesnya. tak menungu lama akhirnya aileen datang.
" mom "
" sudah sayang ? ayo kita langsung pergi"
" iya mom "
" Nanti sore daddy dan mommy ambil adik dulu ya dirumah grandma baru nanti menjemput aileen " jelas shandrianna sambil berjalan keduanya berpegangan tangannya.
" iya mommy"
" mommy cantik sekali, semua teman-teman aileen ingin punya mommy seperti mom "
" ha benarkah ? tapi mommy mereka semua cantik-cantik tadi " saut shandrianna.
" tapi memang benar mommy aileen yang tercantik dan paling baik " puji aileen.
" Shandrianna ! " teriak Lion , diapun menoleh kebelakang Lion tampak mengejarnya.
" ada apa Lion ?"
" hmm aku ... apa kau punya waktu ?"
" memangnya ada keperluan apa boleh aku tau ?" tanya shandrianna.
" hanya ingin bicara dan hmm sebenernya aku kesulitan saat mengurus gisel terkadang dia sering tidak mau mendengarkan aku jadi aku bingung harus apa, aku pikir kau pasti punya ide " jawab nya.
" oh begitu. tapi maafkan aku kalau sekarang tidak bisa , Suamiku menyuruhku ke Perusahaannya sekarang. "
" tidak apa lain kali saja nanti kabari aku "
" ya , kalau begitu kami permisi dulu. ayo sayang daddy sudah menunggu. "
Shandrianna mematuhi perkataan Bagaskara untuk secepatnya menjauhi Lion, dia juga merasa aneh bukannya merasa seperti ingin membicarakan gisel tapi yang lainnya.
***
setelah dia mengantar Aileen dia langusung menuju keperusahaan, Sudah lama juga dia tidak berkunjung dia juga ingin melihat teman-temannya.
sesampainya disana semuanya sudah tau dan bebas mau melakukan apapun, jadi sebelum menemui bagaskara dia ingin ketempat bekerja tomi dll.
menggunakam lift ke lantai yang dia tuju, tak lama itu dia kembali berjalan mencari ruangannya.
" Kejutaaaan !!!! " ujarnya dengan kedua tangan membawa beberapa paper bag.
" shandrianna ! " Kata mereka yang terkejut , namun berbeda dengan kak septi yang hanya tersenyum melihatnya.
" apa kabar kalian semua ? kakak kau makin cantik saja " pujinya kepada septi.
" terima kasih kau juga makin cantik busui " jawab septi.
" hehehe " shandrianna hanya terkekeh mendengarnya, lalu ia memberikan dua papar bag kepada mereka dan menyisakan satu nanti untuk bagaskara.
" Apa ini shand ? kau saja kami belum makan " tanya alfian membuka isinya.
" Hanya beberapa camilan dan makanan lainnya, tomi kau mau bicara padaku tidak ? jarang-jarang aku bisa keluar begini ayo kita bicara sebentar " ajaknya dari raut muka tomi dia tau ada yang ingin dibicarakan.
" Ayo " balas tomi.
keduanya pun keluar bersama " hey mukamu seperti kaleng rombeng rungsek begitu " kata shandrianna.
" Iya kau tau cinta ditolak membuat hati dan tubuh tak terurus. "
" Kau masih mencintai kakak ?"
" ha kau pikir cinta bisa pergi begitu saja, kalu bisa sudah kuusir dari lama " jawab tomi.
" lalu kak septi ?"
" kami jarang bicara, hanya bicara sedikit dia juga menghindar dariku " kali ini dia menJawab dengan lesu.
" jangan khawatir kakak orang baik dia pasti paham nanti."
" Tidak Shand, dia tidak akan paham. maka dari itu aku memutuskan untuk pindah ke Palembang saja , disana ada cabang pak Bagaskara kan aku akan mengusul pindah kesana saja. ".
" yang benar tomi ? memangnya kau yakin ?"
" iya , aku juga lebih dekat dengan keluargaku tidak perlu ongkos mahal kalau mau pulang. "
" ha pikiranmu itu yasudah kau sudah dewasa aku tidak akan melarangmu. "
" Kau bahagia shand sekarang ?" tanya tomi melirik shandrianna.
" aku ? ( tunjuknya diri sendiri ) tentu saja aku bahagia, semenjak Aku memutuskan untuk menerima dan mencintai mas bagaskara hidupku tenang dan kami dikelilingi putra dan putri aku bahagia sekali. "
" Itu sudah seharusnya jadi milikmu, Kau hiduplah dengan baik nanti aku tidak kesini lagi aku yakin dengan pak bagaskara kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan seperti dulu lagi."
" hmm "