
ceklek
" permisi bu, ini alat pump asinya. " suster membawakan beberapa alat untuk memompa asi shandrianna.
" Terima kasih suster " ucap shandrianna.
" sama-sama bu "
oek..oek...oek...oek
bayi mereka pun menangis, bagaskara berusaha mendiamkannya tapi tidak bisa karena terus menangis.
" bagaimana ini sayang ?" tanya bagaskara.
" coba sini mas " pinta shandrianna yang akan menidurkannya.
bagaskaran pun memberikannya " sayang kenapa menangis hmm , Cantiknya anak mommy ... "
" oek..oek...oek. "
" Sayang mungkin dia haus " ujar bagaskara.
" ah iya , tapi .. tapi asiku apakah sudah keluar ?" tanya shandrianna kepada bagaskara.
" ha ? mas mana tau sayang ? kenapa tanya mas " tanya balik bagaskara yang juga berwajah bingung.
" sebentar , mas balik badan. "
" memang kenapa ?"
" aku mau lihat apa asinya sudah keluar apa tidak. "
" ya ampun sayang , mas ini suami mu sudah cepat lihat mas juga mau lihat. "
" malu mas "
" untuk apa malu cepat buka, atau mas yang buka nya ? "
" ih mas bagas suka memaksa "
akhirnya shandrianna pun memutuskan untuk membuang semua rasa malunya, bagaskara begitu fokus melihat yang dilakukan oleh shandrianna itu.
shandrianna berusaha memerasnya dan benar asinya yang sudah keluar " mas sudah keluar " katanya seraya tersenyum.
" kalau begitu cepat sayang dia haus " ujar bagaskara.
akhirnya shandrianna pun menyusui bayi kecilnya itu, tapi ia merasa sakit dan menahannya.
" sakit ya ?" tanya bagaskara.
shandrianna mengangukkan kepalanya " ahh " desisnya karena merasa ngilu dan *********** membengkak.
" memangnya kenapa bisa begitu sayang ?"
" katanya asinya banyak jadi membengkak begini mas "
" yasudah nanti pompa saja mas bantuin "
" mas mau bantu atau yang lain ?"
" sayang mas tau ya kalo istri mas itu baru melahirkan jadi tidak boleh , mas begini juga tau peraturannya. "
" masa ?"
" jangan mulai "
" hehehh " shandrianna ingin bercanda karena tidak mau terlalu merasakan sakit, setidaknya dengan bercanda bisa mengurangi rasa sakitnya pikirnya.
tidak lama kemudian bayi kecil mereka kembali tertidur shandrianna pun meminta bagaskara menidurkannya di ranjang bayi.
" mau apa sayang ?" tanya bagaskara mengelus rambut shandrianna.
" lemes banget mas "
" mau dipijitin ?"
" eh jangan tidak usah hehhe "
" tidak apa ? mas pijitin kakinya ya pasti sakit semua kan "
" Tidak usah mas aku mau makan saja , lapar sekali " ucap shandrianna dengan manja meminta makan dengan begitu imut.
cup
bagaskara mengecup bibir shandrianna " cinta banget sama istri mas yang paling imut ini kalau minta sesuatu " kata bagaskara yang membuat shandrianna terkekeh.
" mas pesen ya, soalnya ibu tidak bawa makanan tadi. mas juga belum makan dari siang "
" ya ampun mas kenapa tidak makan ? nanti sakit bagaimana ? " gerutu shandrianna.
" oh ya ? mas itu terlalu khawatir sama istri mas, pikiran mas sudah tidak tau kemana. pasti sangat sakit kan ?"
bagaskara mengelus rambut shandrianna menatap wajah shandrianna dengan dalam.
" perempuan memang seperti itu, mas bagas juga harus bekerja untuk menafkahi kami bertiga. "
katanya yang menyenderkan kepalanya di dada bidang bagaskara " Tapi mas senang karena bisa membahagiakan istri sendiri. "
" mas " katanya dengan manja.
" apa ?".
" Sakit "
" itunya ya " bagaskara menatap payudara shandrianna, yang dijawab anggukan oleh shandrianna.
" mau pompa sekarang ? biar tidak sakit lagi. sekarang ya ?" bujuk bagaskara.
" Nanti tunggu habis makan "
" mas tomi sudah tau kalau aku sudah melahirkan ? " tanyanya.
" sudah katanya besok kesini sama alfian "
" kak septi ?" tanyanya.
" entahlah mas rasa semenjak kejadian itu Septi agak menjauh dari Tomi. "
shandrianna sedikit berpikir apa yang menyebabkan septi menjauhi Tomi, walaupun tomi terlihat Bercanda tapi dia itu serius.
" Sudah jangan dipikirkan, nanti kau semakin sakit. mas akan mengajari tomi bagaimana caranya memiliki wanita pujaan, lihatlah cara mas " katanya dengan bangga shandrianna mendelik menatap bagaskara.
" iya suka maksa dan marah juga melakukan sesukanya " saut shandrianna.
" itu dulu sayang sebelum istri mas ini jatuh cinta katanya benci ! benci ! taunya punya dua anak hahaha "
" mas " shandrianna mencubit bagaskara hingga membuat bagas mendesis.
" sakit sayang "
" anak kita sedang tidur "
" iya maaf sayang mas kebawa suasana. "
" hust ... " shandrianna bersuara pelan dan merdu menepuk pelan bagian kaki bayinya dan membuatnya kembali tertidur tenang.
****
pagi ini shandrianna baru saja menyusui putri kecilnya, saat ia gendong lagi-lagi ia terlihat menguap
bagaskara sangat gemas melihatnya kemudian ia ciumi putrinya.
" mas dia mau tidur "
" Yasudah tidurkan saja, sekarang pompa asinya biar tidak sakit lagi. "
" iya "
bagaskara pun memindahkan putrinya ke keranjang bayi, shandrianna mulai memasang alat pompa itu , tapi bagaskara tetap duduk dihadapannya.
" mas jangan lihat "
saat bagaskara membantunya memompa shandrianna terpejam karena ia sangat mengantuk semalam dia hampir tidak tidur karena anaknya terus menangis.
" sayang sakit tidak ?"
" hmm "
" ngantuk ya "
" hmm "
bagaskara bisa melihat keletihan shandrianna " shhh mas pelan-pelan " desis shandrianna.
ceklek
" sedang apa ?" tanya ibunya yang baru datang.
shandrianna terbangun ia reflek menjauhkan tangan bagaskara dari ***********.
" tidak apa sayang ibu juga dulu seperti itu, lanjutkan saja ibu membawakan makanan agar energimu cepat pulih. "
" nanti saja mas "
" sudah tidak apa, hanya ibu kenapa harus malu. " cercah bagaskara.
" sudah dapat berapa botol asinya ? " tanya ibunya.
" ada 3 bu " jawab shandrianna.
" banyak juga ya, itu ibu buatkan sayur bayam agar asinya lancar. dulu juga sama seperti ini kan ? atau berbeda ?"
" saat aileen dulu asinya tidak mau keluar sulit sekali jadi sebelum itu aku belikan susu formula. "
" mungkin kau terlalu banyak pikiran jadi seperti itu, saat sedang menyusui kita tidak boleh banyak pikiran dan juga steess karena akan mempengaruhi asinya sayang. "
" begitu ya bu "
" iya mertua ibu yang bilang, dulu saat ibu menyusuimu juga begitu "
****
" Wah shandrianna ! aku tidak menyangka kau sudah punya 2 anak sekarang. lucu lagi " puji tomi disana ada Alfian dan juga tomi.
" Tapi dia mirip siapa ya ?" tanya alfian.
" Tentu saja pak bagas lihat mata nya yang sipit, kalau mirip denganmu bisa jelek nanti. " jawab tomi yang membuat bagas dan shandrianna terkekeh.
" Dimana kak septi ? apa dia tidak ikut ?" tanya shandrianna.
" Mereka tidak saling bicara mana mungkin pergi bersama " jawab alfian.
" Tomi kau baik-baik saja ?" tanya shandrianna yang mengkhawatirkan perasaan nya.
" tentu saja baik memangnya kenapa ? " jawabnya seolah tak terjadi apapun.
Shandrianna bisa tau dibalik senyuman tomi ada luka yang ia simpan sendiri, seandainya dia bisa membantunya tapi dia akan tetap berusaha membantu tomi sama seperti dulu tomi suka membantunya.
" kami pulang dulu masih banyak pekerjaan yang ditinggalkan. " ujar tomi
" Disini ada bosmu tenang saja " ujar shandrianna.
" Bekerja tetap bekerja, pergilah " kata bagaskara.
" mas bagas " panggil shandrianna.
" Mau marah ?"
" tidak "
" ha kau ini sudah anak dua masih suka merajuk, sudah ya kami pergi ada survey lokasi nanti." kata tomi.
" iya shand lain kali kami main lebih lama dirumahmu " saut alfian.
" yasudah hati-hati "
" hmm dahh " lambai alfian.
" dah shand jaga kesehatanmu " kata tomi.
" iya " jawab shandrianna.
setelah teman-temannya pergi shandrianna baru bisa istirahat dia semalam hampir tidak bisa tidur karena bayinya rewel.
" Tidurlah besok kita pulang " ujar bagaskara mengelus kening shandrianna.
" Mas peluk " rengek shandrianna dengan manja.
bagas pun memeluk shandrianna dia duduk di pinggir brankar dan membiarkan shandrianna memeluknya, ditangan kiri shandrianna itu dipasangkan sebuah gelang nama berwarna pink dari rumah sakit yang menjukkan dia pasien yang sedang melahirkan.
cup
" mas rambut aku bau ya jangan di cium " gumam shandrianna padahal matanya tertidur.
" masih wangi. Tidurlah mas tetap disini " perintah bagaskara.
akhirnya shandrianna tertidur di pelukannya tapi seketika anaknya terbangun dan menangis , padahal baru saja shandrianna tertidur.
" mas bangun ya ?" lirihnya.
" hust tidurlah biar mas yang mengasuhnya " jawab pelan bagaskara.
oek....oek....oek..oek...
" bawa sini saja mas biar aku beri ASI "
" Tapi kau mengantuk sayang, pakai yang hasil pompa saja ya "
" hmm yasudah "
" tidurlah "
oek...oek...oek...
bagaimana bisa ia tertidur ketika anaknya menangis seperti itu, dia tidak tega jadi sengantuk apapun dia masih harus mendiamkannnya.
" sini mas biar aku gendong "
" tidurlah " jawab bagaskara yang menggendong putri kecilnya itu.
" kasihan mas dia terus menangis, coba aku tenangkan " pinta shandrianna.
akhirnya bagaskara memberikannya lalu shandrianan tersenyum menerimannya dan mencium kening anaknya terlebih dahulu.
" Sayang kenapa menangis hmm mau susu iya ? mau susu mommy ya ... hustt " katanya sambil menyodorkan ASI nya dimulut bayinya.
barulah anaknya diam ketika mendapatkan hak nya, melihat itu bagas jadi tambah kasihan. sudah melahirkan malah harus mengasuh anaknya yang rewel dan dari semalam shandrianna hanya tidur beberapa jam saja.
" hust ... " shandrianna mengelus pelan kepala bayinya.
" shh sayang pindah sebelah ya "
" kenapa ?" tanya bagas
" sakit mas mau coba yang sebelah. "
dia memindah posisi kepala bayinya dan memberikan ASI yang satunya.
oek...oek...oek..
" hust .... hustttt "
" asinya sedikit ya sayang " shandrianna mengeluarkan dari mulut bayinya dan melihatnya sendiri.
" jadi bagaimana sayang ? yang kanan masih sakit ?" tanya bagaskara.
" iya mas "
" Sudahlah tidak apa mas daripada dia nangis kasihan melihatnya "
akhirnya dia memberikan ASI disebelah kanannya walau terasa sakit dan ngilu dia tahan semuanya demi anaknya. melihat muka yang meringis itu bisa bagaskara pahami kalau itu sangat sakit.