Hanya Kamu

Hanya Kamu
Aku mencintaimu


Rara tersenyum bahagia mendengarnya


Tangan Rara ikut menggenggam tangan Bagas


Berdua mereka larut dalam perasaan bahagia....


Bagas menatap mata Rara dengan lembut.....


Tangannya beralih mengelus wajah Rara...


."Mas mencintaimu....."


"Rara juga cinta mas Bagas....".


Bagas mengelus lembut bibir Rara......


"Boleh mas menciummu..??"


Rara diam tak menjawab....hanya matanya terpejam....


Perlahan lahan wajah Bagas mendekat mengikis jarak wajah mereka


Lembut disentuhnya bibir Rara dgn bibirnya...


Beberapa saat mereka larut dalam suasana......


Saat Bagas melepas tautan itu....


Wajahnya memerah.....


Rara pun tak kalah merona wajahnya...


Malam ini saksi dimulainya hubungan cinta diantara mereka


"Kita turun ya..."


Bagas berucap sambil turun dari mobil


Berlari memutar untuk membukakan pintu kekasihnya


Digandengnya Rara menuju pintu rumah


Mama dan papa Rara yang kebetulan tahu kepulangan mereka membukakan pintu untuk Rara


"Selamat malam om...Tante..."


Bagas menyapa sambil mencium punggung tangan orang tua Rara..


"Selamat malam nak Bagas...terima kasih ya sudah mengantar Rara pulang"


Tn.Raditya, ayah Rara membalas sapaan Bagas...


"Sama sama om...


Mohon maaf saya tidak bisa lama lama ....


Jadi saya ijin untuk langsung pulang..."


"Baiklah nak Bagas...


Sampaikan salam kami untuk orangtua nak Bagas"


Bagas mengangguk hormat sambil berlalu menuju mobil yang dikemudikan pak Rudi


Rara melambaikan tangan sampai mobil yang membawa Bagas berlalu dan menghilang dari pandangan mata...


Mama dan papanya mulai merasa ada sesuatu yang spesial antara Rara dan Bagas


"Sepertinya ada yang mau Rara ceritakan deh pa.."


mama melirik penuh arti


Rara yang tau arti lirikan mamanya menutup wajahnya dengan tangan....


ndusel ndusel menyembunyikan wajah malunya di dada papanya


Tn Raditya mengerti bahwa anak kesayangannya baru saja memulai hubungan serius dengan Bagas....


Kakak dari Nina sahabatnya


Keluarga Rara dan Bagas sudah saling mengenal...


Jadi mereka merasa tidak ada masalah kalau seandainya anak mereka menjalin hubungan


Sementara pasangan baru yang satunya


Di pojokan taman dekat kolam renang rumah Tn Baskoro dan Tn Wicaksono....


Ada juga yg baru merasakan pacaran perdana


"Sayang....."


Mencium tangan itu dengan mesra...


"Mas bahagia banget malam ini....


Akhirnya mas bisa memilikimu...


Mas berjanji akan selalu mencintai dan menjagamu


Melindungi mu selalu


Mas harap hubungan kita langgeng tak tergoyahkan"


"Nin juga bahagia mas...


Terima kasih karena mas sudah mencintaiku"


Mereka saling menatap mesra...


Pelan pelan Indra menundukkan wajahnya


menahan lembut tengkuk Nina lalu memajukan wajah dan mencium lembut bibir Nina


Suasana menjadi hening....


Saat Indra melepaskan pagutannya di bibir Nina....


Wajah keduanya memerah merona


Rasa malu menguasai mereka...


Ini adalah ciuman kedua mereka


Yang pertama waktu Indra tanpa sengaja mencium pipi Nina


Indra menangkupkan kedua tangannya di wajah nina


Menatap lekat ke arah matanya


Lama Indra melakukannya membuat Nina merasa malu


Indra masih terus menatap mesra


Nina yang tidak tahan menahan rasa malunya justru menyembunyikan wajahnya di dada bidang Indra


Indra pun menyambut dengan memeluk Nina.


"Mas cinta banget sama kamu"


Nina semakin dalam menyembunyikan wajah di dada Indra


Sesaat mereka berpelukan dalam diam


Indra mengelus elus rambut Nina dengan sayang


Perasaannya bahagia membuat Indra terus tersenyum


Membuat wajah tampan itu semakin terlihat menawan


"Mas Indra..."


"Apa sayang...."


"Sudah malam....apa gak sebaiknya mas pulang"


"Ngusir nihhh...."


"Iyaa ..."


Indra melotot ke arah Nina


"kok gitu sih...masak mas di usir"


Nina tertawa memamerkan jajaran giginya yang rapi dan putih bersih


"Mas kan harus istirahat....seharian tadi katanya ngurus perusahaan


Nin gak mau mas Indra sakit"


Hati Indra menghangat mendengar Nina mengkhawatirkannya


Dipandanginya wajah cantik kesayangannya itu


"Baiklah...mas pulang ya...kamu juga harus istirahat


Kita ketemu nanti di mimpi kita"


Bergandengan tangan mereka menuju ke ruang keluarga


Indra mau berpamitan