Hanya Kamu

Hanya Kamu
Arunika Annastasia Putri Bagaskara


hari ini adalah hari dimana shandrianna dan anaknya pulang dari rumah sakit. bagaskara telah mengemasi semua barang mereka dibantu oleh beberapa petugas rumah sakit.


sedangkan shandrianna masih menyusui anaknya yang terus ingin menyusu.


" ini obat nya bu jangan lupa diminum " kata seorang suster yang memberikan beberapa bungkus obat-obatan.


" terima kasih suster "


" sama-sama, saya permisi bu. pak " pamitnya.


bagaskara dan shandrianna sama-sama mengangukkan kepalanya lalu setelah dirasa semua barang sudah dikemas bagaskara menghampiri anak dan istrinya.


" hey anak daddy selalu menyusu tidak pernah menyisakan daddy " katanya mengusel-usel pipi anaknya.


" mas jangan begitu dia nanti terkejut "


" ayo pulang semuanya sudah selesai. "


***


beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dirumah, Bagaskara menggendong bayinya sedangkan shandrianna berjalan disamping bagaskara.


" mommy ! " ucap aileen tiba-tiba memeluknya.


" sayang apa kabar ? mommy merindukanmu " ucap shandrianna memeluknya.


" aileen baik mom, mom ayo sini lihat " ajaknya menuju kakamar bawah yang baru saja dikosongkan kemarin.


" sayang jangan mengajak mommy berlari mommy masih sakit " ujar bagaskara


shandrianna dan bagaskara masuk dan melihat ruangan itu menjadi berwarna dengan semua kebutuhan bayi nya.



" Selamat datang shandrianna " ucap tara yang baru saja selesai mengatur kamar itu.


" kakak kapan pulang ?" tanya shandrianna.


" semalam. kakak mendengar kalau kau melahirkan jadi langsung kembali. kau sehat ?" tanya tara.


" tentu saja, lihat bagus sekali pasti ini ide kakak kan ?"


" ya siapa lagi hehhe, mana kakak mau lihat anakmu "


bagaskara memberikan anakmya pada shandrianna lali shandrianna memperlihatkannua pada tara.


" ya ampun cantik sekali sayang " pujinya mengelus pipi halus bayi adiknya.


" Tapi ... kenapa dia mirip daddynya semua kenapa tidak ada mommy nya ?" ujar tara memperhatikannya.


" Mommy nya tidak kebagian " sambung tara.


" iya curang sekali padahal aku yang mengandungnya "


" Tapi yang membuatnya jadi daddynya " Saut bagaskara.


" Mommy aileen mau makan disuapin sama mommy " aileen menghentak-hentakkan tangan shandrianna.


" Sayang belum makan ya , nantinya mommy taruh adik di ranjang dulu. "


" Boleh kakak menggendongnya ?"


" tentu saja "


dengan senang dan bahagia tara menggendongnya, entah kenapa saat menggendong bayi ini dia juga ingin menikah dan punya anak.


Shandrianna membayangkan saat kakaknya menikah dan punya anak pasti kebahagiaan tara akan berlipat. di usia tara seharusnya ia telah mempunyai anak.


" ayo mom "


" eh iya sayang "


****


dimeja makan itu shandrianna menyuapi aileen dengan telaten, bagaskara juga sedang makan disebelahnya.


" daddy nanti sore antar aileen les ya."


" iya sayang."


" Dirumah grandpa aileen tidur sama siapa ?" tanya shandrianna.


" sama auntie tara " jawab aileen.


" mommy aileen mau cerita mau dengar tidak ?"


" mau "


" aileen bilang pada gisel kalau aileen sudah punya adik lalu dia juga katanya akan meminta kakaknya untuk membuatkan adik tapi kata kakaknya tidak bisa karena tidak ada ibunya. lalu kakaknya bertanya tentang mommy bagaimana jika mommy nya aileen jadi ibu dari adiknya nanti. "


" Aileen jawab tidak bisa , mommy hanya milik aileen dan adik aileen. "


Bagaskara melototkan matanya mendengar cerita aileen itu, shandrianna pun terkejut mendengarnya bagaimana bisa Lion berpikir dan menceritakan itu pada anak kecil.


" apa lagi yang dikatakan temanmu ?" tanya bagaskara.


" Gisel pernah melihat kakaknya Bicara sendirian pada sebuah foto dan menyebut nama mommy "


" sayang nama mommy itu bukan hanya satu mungkin anna yang lain atau juga shandrianna lain. "


" ya mungkin saja mom "


" sudah mom , aileen mau lihat adik dulu "


" eh minum dulu "


ailleen berlari begitu saja tanpa mendengarkannya, melirik ke wajah bagaskara yang diam itupun shandrianna berpikir pasti dia sedang memikirkan perkataan aileen.


" mas jangan dipikirkan, kita tidak apa yang terjadi pada kakaknya gisel. jangan overthinking " katanya menyentuh tangan Bagaskara.


" Mas percayakan sama aku ? aku akan menjaga diriku dan mana mungkin aku akan mempedulikan orang itu jika memang benar dia ... "


" dia mencintaimu ? "


" ya ampun mas "


" Mas takut pria seperti dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. mas tau itu.


" Karena mas seperti itu kan ?" telak shandrianna.


bagas tidak bisa lagi bicara karena yang dikatakan shandrianna memang benar adanya.


" Aku hanya dirumah selain ada undangan dari sekolah tidak pernah keluar. bagaimana kami bisa sering bertemu ( Shandrianna pun berdiri lalu menghampiri bagaskara dan memeluk kepalanya menaruhnya di perutnya ) aku mencintai mas bagas sampai kapanpun akan tetap seperti itu "


" Sungguh ?"


" Aku berjanji dikehidupan ini hanya akan bersama mas bagas , dan dikehidupan selanjutnya juga "


Bagaskara barulah merasa tenang ketika mendengarnya " cup " dia mencium tangan shandrianna.


" I love you "


" I love you more " jawab shandrianna.


***


keesokan paginya


didalam kamarnya shandrianna sedang menyusui bayinya yang belum diberi nama itu, sedangkan disebelahnya bagaskara masih tertidur tengkurap dengan nyenyaknya karena semalaman juga dia membanti shandrianna bergantian menjaga bayi kecilnya.


" oek ... oek... oek " bayinya menangis saat shandrianna melepaskan ASI nya.


" Hust sayang ... kau sudah banyak menyusu sekarang waktunya tidur. " katanya yang berusaha menenangkan bayinya.


bagaskara mengerjapkan matanya karena terganggu suara tangisan anaknya. dia melihat shandrianna yang menepuk pelan paha anaknya.


" Sayang dia haus "


" baru saja aku lepaskan ASI nya nanti dia kekenyangan "


oek...oek...oek...oek


anaknya masih saja terus menangia lalu kembali diangkatnya dan disusuinya.


" hust tidur ya sayang jangan rewel ya "


" Siang nanti mas ada pekerjaan penting, tidak apa kan mas keluar sebentar saja ? sekalian nanti mas jemput aileen "


" Hmm tidak apa , tapi mas aku belum membuatkan sarapan. aku tidak sempat "


Bagaskara tersenyum karena rambut shandrianna yang tergerai itu dia ambil pita rambut kemudian mengikatnya .


" Tidak apa sayang.nanti mas buat sendiri, Lihatlah anak daddy ini sangat haus ya sampai begini. "


keduanya terus bermain dan menciumi pipi anaknya itu namun tak lama asinya terlepas karena anaknya tertidur.


" tidur sayang "


" minggir mas " shandrianna tidurkan anaknya di kasur dan membiarkannya tanpa dibedong.



" Cantik ya anak kita , mas jadi pengen nambah 3 lagi yang begini " katanya menatap putrinya yang sedang tidur itu.


" Siapa dulu mommy nya " jawab shandrianna.


" Daddynya juga " jawab bagaskara yang tak mau kalah.


" Ngomong-ngomong anak kita apakah sudah dipikirkan namanya ? aku ingin memanggil namanya " ujar shandrianna.


" hmm sebenarnya mas sudah memberikannya nama mau dengar ? " shandrianna langsung mengangukkan kepalanya.


" Arunika Annastasia Putri Bagaskara " jawab bagaskara


" Annastasia ?" tanya shandrianna kenapa harus anna pikirnya.


" Benar nama putriku harus ada Anna didalamnya. agar dia secantik mommy nya , dan selain itu ada putri bagaskara yang berarti anak keturunanku. " jawabnya dengan bangga


" Aileen tidak punya nama belakang mu " kata shandrianna.


" Mas berencana untuk mengubah namanya menjadi Aileen August Putra Bagaskara. kau setuju sayang ?" tanyanya pada shandrianna.


" Setuju nama yang bagus untuk keduanya "


" kalau begitu kita juga harus memikirkan nama yang lain untuk ketiga anak kita nanti " goda bagaskara seraya mengangkat alisnya.


" Mas aku baru melahirkan mau minta lagi ? tidak kasihan apa melihat ku kesakitan "


" Mas kasihan tapi mas juga ikut sakit apalagi saat mencakar dan menjambak rambut mas "


" Itu tidak sebanding denganku, setelah mengandung kemudian melahirkanya. "


" Eh mas juga punya peran penting ya , tanpa benih mas yang masuk kedalam mana bisa jadi anak. "


" Hanya begitu saja "


" begitu apanya mas berusaha mendorong nya sekuat tenaga push up setiap ada waktu itu lelah sayang "


" Push up kepala mas , sudah sana mandi. mumpung anak kita tidur, aku akan masak sebentar."


" Tidak usah sayang , mending kita mandi berdua jangan bekerja didapur dulu biar mas saja. "


" Mas aku masih gak bisa ya jangan macem-macem "


" Ini pikirannya kenapa kesitu terus sih sayang , pengen ya ( membuat mata yang melirik shandrianna penuh menggoda) mas cuman mau mandi bersama agar tidak membung waktu sayang. "


" yasudah ayo "