Hanya Kamu

Hanya Kamu
Memutuskan Hal Baru


shandrianna menatap ketiga orang itu dengan datar, handika dan tara menatap nya tanpa berkedip.


" Anna " dini menoleh kearah anna seolah dia tau kalau putrinya ada disini.


shandrianna masih berdiri disana, lantas kakinya melangkah dekat " shandrianna " gumam tara.


" nak "


Shandrianna menatapnya sambil menangis, dia menatap sekujur tubuh ibunya yang tampak sangat kurus


" ibu " lirihnya dan langsung memeluk ibunya.


" ibu hiks hiks "


" anna hiks hiks "


saat keduanya saling berpelukan tiba-tiba bagas dan ailleen datang dari balik pintu tara dan handika kembali terkejut.


" mommy " panggil ailleen.


" hiks maafkan aku ibu hiks hiks " dia mengusap air matanya ibunya dan mencium pipi ibunya yang sangat kurus.


" mom don't cry, ailleen sad mommy " ailleen berlari ke dekat shandrianna dan memeluknya, dia sedih melihat shandrianna menangis.


" anna " panggil dini.


" kenapa ibu seperti ini, ibu hiks hiks aku merindukanmu hiks " kembali shandrianna memeluk dini.


" mommy " panggil ailleen


Shandrianna melepaskan pelukannya lalu dia menatap putranya "Mommy why are you crying? is there anything bad? " tanya aileen yang masih polos itu.


" no dear, mommy is very happy to meet my mother"


" this is grandma ?"


" yes this is grandma "


" Grandma, I'm Aileen Grandma's granddaughter, nice to meet you. Grandma is very beautiful just like mommy" ailleen menyentuh tangan dini dan mengusap air matanya.


handika dan semuanya tersenyum melihat kepintara ailleen, lantas handika berusaha mendekati aileen.


" my grandson is grandpa " sapanya.


ailleen menoleh dan menatapnya " grandpa ?"


shandrianna mengangukkan kepalanya lantas ailleen tersenyum dan memeluk handika " my grandpa is ailleen mommy's son" ujarnya.


" anna apa kabarmu ?" tanya tara.


shandrianna menatapnya " baik " jawabnya biasa tanpa menyebutnya kakak.


" Ibu anna ada disini, ibu tidak mau bicara padaku ?" tanya anna lembut.


" anna ? anna putriku "


shandrianna mengangukkan kepalanya, dini kembali menangis dan memeluk shandrianna " kemana kau pergi hiks ibu selalu memikirkanmu, tega sekali kau meninggalkan ibu "


" maaf ibu "


tok


tok


tok


semuanya menoleh seorang dokter datang kerumah , bagaskara langsung menghampirinya " silahkan dokter "


" aku membawa dokter yang baru " kata bagaskara.


" permisi saya akan memeriksanya terlebih dahulu " ucap dokter itu.


ailleen dan handika bangkit dari pinggir ranjang itu tapi shandrianna tetap disana.


" ibu , ibu harus sembuh jadi ibu harus dirawat dulu. "


" Jangan tinggalkan ibu " ucapnya dengan mata kosong.


" tidak ibu sampai ibu sembuh aku akan ada disini. "


shandrianna pun bangun dari sana dia memperhatikan dokter sedang memeriksa ibunya. aileen yang berada di dekat bagaskara kini kembali ke shandrianna.


" mom aileen lapar "


" maaf sayang mommy hanya memberimu susu tadi "


" Tara apakah kau masak tadi ?" tanya handika.


" iya ayah "


" sayang ayo ikut dengan daddy, daddy akan membelikanmu makanan. "


aileen menatap shandrianna lalu shandrianna menggandeng tangan ailleen dan membawanya pergi dari sana.


melihat itu bagaskara pun keluar, dia berusaha bersejajar dengan shandrianna.


" aku daddy nya aku ingin membawanya makan "


" hmm shandrianna " tara memanggilnya sehingga dia menoleh.


" didapur ada beberapa bahan makanan kau masak saja takutnya jika masakanku tidak sesuai dengan kesukaan anakmu. "


" terima kasih " ucapnya


Tara merasa sedih ketika shandrianna tidak lagi memanggilnya kakak dulu apapun yang terjadi dia selalu memanggilnya kakak setiap saat.


mereka bertiga menuruni anak tangga , shandrianna membawa ailleen kedapur dan mendudukkany di meja dapur.


" Mom akan lihat ada apa saja disana oke "


" oke mom "


Shandrianna membuka kulkas itu tampak kosong dan hanya ada beberapa bahan makanan saja.


" Sayang tidak masalah omlet kan ?"


" tidak mom "


" aku sedang menyuruh seseorang membeli bahan masakan sebentar lagi datang " ujar bagaskara.


" daddy mommy sedang memasak "


" iya sayang tapi sepertinya mommy terlihat kesal pada daddy. " bagaskara pun duduk disebelah aileen dan memperhatikan shandrianna yang sedang masak.


" Mommy is not upset, it's just that Mommy is tired, sorry Mommy, if Aileen is big, Aileen promises that she won't bother Mommy. "


..." Really ? " tanya bagaskara...


" tidak sayang ailleen tidak pernah merepotkan mommy "


tak lama omlet pun jadi lalu shandrianna memberikan sedikit nasi di piring dan duduk dihadapan ailleen.


" sayang daddy sudah menyiapkan kamar untukmu dirumah daddy, jika aileen tidak suka katakan pada daddy secepatnya daddy akan mengubahnya. "


shandrianna menatap tajam bagaskara dia pikir mungkin shandrianna akan kembali kepadanya.


" anakku tidak akan kemana-mana dia akan ikut denganku kemanapun aku pergi. "


" maksudku kau juga ikut denganku pulang " kata bagaskara.


" ikut denganku " kata shandrianna.


" aileen sayang tunggu disinya , dan habiskan makanannya "


" iya mom "


bagaskara mengikuti shandrianna mereka bicara didepan pintu luar sekarang.


" Sudah aku katakan sebelumnya aku tidak takut ancamanmu. aku kembali bukan untuk bersamamu tapi untuk ibuku, setelah ibuku pulih aku akan kembali membawa aileen pergi dan setelah itu dia akan menjadi milikku bukan milikkmu " tekan shandrianna.


" aku juga tidak takut denganmu, kau tau aku tidak pernah main-main tentang ucapanku. kau istriku dan akan tetap menjadi istriku !"


" percaya diri sekali anda pak bagaskara. sebentar lagi kita akan bercerai karena aku ... akan menikah dengan andrew "


bagaskara menarik pinggang shandrianna dan memeluknya erat " lepash " tekan shandrianna.


" sudah aku bilang aku tidak akan menceraikanmu ! kau tidak bisa menikah dengan pria lain disaat kau sendiri sudah menikah denganku ! " ucap bagaskara sambil melototkan matanya.


" kenapa bagas ? kenapa kau tidak melepaskan aku ? aku tidak ingin hidup denganmu , aku sudah muak dengan sikapmu ! "


" Kau ingin mengambil ailleen dan mengancamku apa hakmu ? apakah kau tau apa yang kurasakan saat aku sedang mengandungnya ? kau melihatku melahirkannya ? atau apakah kau ada bersamaku saat aku membesarkannya ? "


" Shandrianna aku ... "


" kau tidak punya alasan bukan! aku berjuang sendirian aku harus bekerja dan mengurusnya, kau bagaimana caraku membawanya kerumah sakit saat tubuhnya panas ? dia terus menangis dan sangat sulit untuk dihentikan apa kau tau semua itu ? hanya andrew ... hanya andrew yang selalu menolongku bukan dirimu "


" Aku tau kau merasakan semua kesedihanmu seorang diri, tapi kau juga salah. kau tau kesalahanmu ? kau tidak percaya padaku dan malah pergi jauh dariku memisahkan ku dengan putraku sendiri. ! "


" itu semua karena dirimu sendiri, kau tau betapa aku membenci wanita itu tidak peduli semua hanya sandiwara mu tapi bagiku kau sangat menyakitiku. "


" sekarang lepaskan aku ! " tekan shandrianna.


dibalik pintu itu ailleen mendengarkan semua pertengkaran keduanya, dia menangis mendengarnya. Mendengar tangisan putranya shandrianna mendorong bagaskara dan mencari sumber suara , shandrianna menoleh ketika melihat aileen berdiri sambil menangis.


" aileen sayang " dia langsung memeluk ailleen dengan kuat.


" sayang " ujar bagaskara.


" jangan bertengkar hiks hiks "


" Tidak sayang mommy tidak bertengkar dengan daddy "


" hiks hiks "


" maaf sayang daddy dan mommy hanya sedikit bersuara keras " bagaskara pun memeluk aileen dan juga shandrianna, shandrianna tidak mempermasalahkannya yang penting sekarang ailleen.


" jangan bertengkar daddy "


" no baby "


" Daddy janji tidak akan bertengkar tapi bilang pada mommy untuk kembali bersama daddy, daddy janji tidak akan menyakiti mommy. "


ailleen menatap shandrianna, shandrianna hanya menundukkan kepalanya " Mommy "


" ya sayang "


" mommy tidak mau memberikan daddy kesempatan ? kata momny semua orang punya salah dan kita harus memaafkanya. "


" Sayang ... mommy ingin mengurus grandma terlebih dahulu, setelah itu mommy akan memikirkannya. grandma sedang sakit sayang "


" daddy dengarkan ?"


" iya sayang terima kasih "


bagas memeluk aileen dengan erat , lantas dokter itu turun bersama handika dan juga tara. semuanya menatap dokter itu.


" dokter bagaimana keadaan ibu saya ?" tanyanya.


" kondisi mentalnya sangat buruk, sebaiknya anda merawatnya dengan baik dan jangan menolak apapun keinginannya itu sangat berpengaruh kepada penyembuhannya. "


" saya sudah memberikan resep obatnya dan silahkan tebus di rumah sakit "


" baiklah dokter terima kasih " ucap shandrianna.


dokter itu segera pergi dari sana, semuanya melihat shandrianna.


" Nak tinggallah disini ya , dan urus ibumu. " ucap ayahnya.


Shandrianna hanya diam, dari tadi dia tidak menjawab banyak perkataan semua orang.


****


sore harinya


bagas dan aileen bermain di ruang tamu berbeda dengan shandrianna dia habis menelpon andrew dan memberi tahu bahwa dia sudah sampai dari pagi.


dia dduduk di kursi taman tak lama ayahnya datang dan mendekatinya


" boleh ayah duduk ?".


shandrianna mengangukkan kepalanya dan tubuhnya agak bergeser, handika paham shandrianna mungkin masih merasa canggung kepadanya.


" jangan bertengkar dihadapan anak kecil, itu tidak baik untuk ingatannya " kata handika.


" Nak ? apa kabarmu ? sudah sangat lama semenjak waktu itu... "


" kenapa semuanya seperti ini ayah ? apa yang terjadi ?" tanyanya tanpa menoleh.


" bagaimana bisa kami melanjutkan hidup setelah putri kami pergi, waktu itu kami sangat menderita sampai ayah tidak fokus bekerja dan ibumu selalu menangis seorang diri dikamar. semenjak saat itu keadaan berubah "


" nak kau belum menjawab pertanyaan ayah, kau baik-baik saja ?"


" sebelumnya aku menganggap hariku selalu buruk tapi setelah aku melahirkan anakku aku jadi punya semangat untuk hidup. " jawabnya.


" Jangan pergi lagi nak , kami membutuhkanmu untuk tetap hidup " kata handika lagi yang menatap shandrianna dalam.


shandrianna menoleh kepada ayahnya, wajah ayahnya terlihat memerah dan dibalik kacamata itu ayahnya menangis.


" Aku pun berjanji pada seseorang untuk kembali lagi kepadanya , aku tidak ingin mengingkari janjiku. setelah ibu pulih aku akan memberikannya pengertian dan kembali dimana aku tinggal sebelumnya. "


" siapa ?" tanya handika


" Ayah tidak mengenalnya karena ayah tidak terlalu banyak tau tentangku, dia sangat baik dan selalu menjagaku. "


" Kalian berdua sudah menikah ?" tanya ayahnya.


" Tadinya aku berpikir tidak akan menikah lagi tapi hari ini aku sudah memutuskan setelah dia menjemputku maka aku akan menikah dengannya. "


" shandrianna , bagaimana dengan bagas ?".