Hanya Kamu

Hanya Kamu
wedding day


shandrianna pulang dengan wajah lesu, dekorasi dirumah nya sudah selesai dan terlihat sangat indah dengan bunga mawar putih.


sangat harum dan juga bercahaya dimalam hari tapi malam ini, malam ini seperti kesedihannya. dia sedih kehilangan sosok seorang teman yang sangat peduli padanya, dan dia yakin setelah ini dia tidak akan bertemu dengan andrew lagi.


keesokan harinya


didalam gedung pernikahan itu semua orang telah memenuhi area kursi yang telah disediakan, Tara Terlihat cantik dengan dress putih tanpa lengan, ada handika dan dini yang terlihat serasi seperti pengantin baru.


dini tampak lebih sehat dan lebih segar dari sebelumnya, banyak tamu yang kembali mengucapkan selamat untuk bagaskara dan juga keluarga handika.


Tak lama tomi dan kedua temannya alfian dan juga kak septi menghadiri acara itu, tampak megah bak disney membuat mereka melongo.


sebentar lagi acara akan dimulai semua orang tengah bersiap-siap. saat semua orang sudah menanti pengantin pria tak menunggu lama akhirnya tiba , bagas didampingi oleh ailleen kedua sangat cocok menggunakan jas hitam dan dasi kupu-kupu.



semua orang tersenyum melihatnya , lalu bagas duduk didepan handika dan ailleen berada di dekat tara.


keduanya mulai berjabat tangan untuk mengucapkan janji suci pernikahan.


" saya nikahkan dan kawinkan putri Bungsu saya yang bernama Shandrianna La Zheira binti Handika Al-Fahri dengan mas kawin 1 juta dollar dibayar tunai. "


" saya terima nikan dan kawinnya shandrianna la zheira binti handika Al-Fahri dengan mas kawin 1 juta dolar dibayar tunai. "


" sahhh "


semua orang sangat bersemangat menyebut kata sah itu bagaskara terlihat sangat senang dan selalu menyebar senyumannya.


semuanya bertepuk tangan dan kini hanya menanti pengantin wanita.


ceklek


dari ujung pintu gedung shandrianna berdiri dibelakang pintu itu dengan membawa bunga ditangannya berwarna putih dan gaun yang sangat mewah dia terlihat cantik sekali.



dia berjalan seorang diri menuju altar pernikahan, semuanya berdiri menyambutnya tampak bagaskara berdiri menatapnya dengan takjub.


shandrianna hanya menatap biasa tidak tersenyum maupun membuat ekspresi tidak suka sangat netral. bagas mengulurkan tangannya lalu diterima oleh shandrianna.


" kau sangat cantik sayang " puji bagaskara.


mereka berdua saling menatap lalu dari ujung kanan aileeen dengan senangnya membawa cincin pernikahan bagaskara dan juga shandrianna.


" mommy ! daddy " shandrianna dan bagas menoleh lantas mereka tersenyum dan mengajak ailleen berdiri ditengah - tengah mereka.


bagaskara memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri pada shandrianna , semuanya bertepuk tangan dan kini giliran shandrianna memasangkan cincin di tangan bagaskara.


bagaskara memberikan tangannya lalu shandrianna memasangkannya.


" cium ! cium ! cium " sorak tamu undangan


karena ada ailleen disana jadi bagaskara hanya beniat mencium kening shandrianna saja, jadi sentuh pundak shandrianna dan ditatapnya mata itu.


" aku mencintaimu "


cup


ailleen menatapnya dengan senang, dia tersenyum lebar melihat mom dan dad nya kembali bersama.


shandrianna menatap ke ailleen lalu bagaskara menggendong ailleen.


" I'am very happy , thank you mommy thank you daddy"


shandrianna mengangukkan kepalanya lalu keduanya ingin mencium ailleen tapi melihat tomi yang menyuruhnya memundurkan wajahnya dia pun langsung memundurkan wajahnya dan menutup kedua matanya menggunakan tangannya.


karena ulah aillen keduanya kini mencium bibir masing-masing hal itu diabadikan oleh semua yang hadir.


" hahhaha anak yang pintar " saut tamu undangan.


semua orang tertawa melihatnya, shandrianna merasa salah tingkah tapi tidak dengan bagas seperti sangat senang.


" sayang " ujar shandrianna.


ailleen membuka kedua matanya " sudah ?" tanyanya.


" usil sekali " shandrianna mencubit pelan pipi ailleen lalu dia menciumnya begitu pun dengan bagas.


" aillleen kau ingin punya berapa adik ?" teriak alfian.


shandrianna dan bagas terdiam , diam - diam aileen mengisyaratkan dengan jarinya.


" Four " teriaknya sambil membentuk tangannya.


" hahhaha " bagaskara dan semua orang tertawa apalagi tomi dan alfian.


" Wah pak bagas harus bekerja keras malam ini " ujar tamu.


" hahha " kembali semua orang tertawa dibuatnya.


" kau dengar sayang malam ini harus bekerja keras "


shandrianna tidak menjawabnya, dan kini giliran sesi melempar bunga beberapa pria dan wanita muda berdiri dibelakang mereka berdua.


" satu ... dua ... tiga..."


mereka berdua melemparkan bunga itu dan semuanya berebut tapi yang dapat ialah tomi dan kak septi yang sama-sama memegang bunga itu.


keduanya saling menatap hingga semua orang melihat keduanya. shandrianna berbalik lalu dia tersenyum melihhat tomi dan kak septi seperti sekarang.


sebenarnya jarak mereka berdua hanya beda 2 tahun saja tidak jauh , apalagi kedua sama-sama belum memiliki pasangan.


" huuu tomi jangan lupa mengundang " ujar alfian.


tomi dan kak septi hanya tersenyum malu mendengarnya.


shandrianna dan bagas berhadapan dengan seluruh keluarga, ailleen nampak selalu menggandeng tangan keduanya.


" sayang malam ini tidur sama grandpa dan grandma dulu ya, besok ... daddy dan mommy akan pulang. " ujar bagaskara memberikan pengertian pada shandrianna.


" iya daddy , tapi jaga mommy ya, jangan buat mommy menangis "


" tidak ailleen daddymu tidak akan melakukannya, malahan mereka akan bergadang. " ujar alfian.


" hey dia masih kecil " ujar kak septi.


" Aku rasa aku tidak ingin keluar biarkan ailleen bersamaku"


" mana bisa begitu shandrianna, pergilah dan nikmati malam pengantinnya kami akan menunggu kabar baik saja " ujar tara yang menggoda shandrianna.


" Ayo " ajak bagaskara


***


mereka berdua masuk kedalam kamar hotel yang sudah dibuat seromantis mungkin. saat masuk kedalam kamar shandrianna merasa merinding, perpaduan warnanya seperti membuatnya akan dilakukan apa saja.


ceklek


suara pintu yang terkunci pun membuatnya sangat takut, ini seperti pengalaman pertama saja padahal ah sudah lah pikirnya kenapa harus mengingat masa lalu.


tok


tok


tok


bagas pun membuka pintu nya lalu beberaoa orang masuk membawakan mereka makanan dan minuman juga ada paper bag .


mereka menata makanan dan wine itu di meja dan menaruh paper bag dikursi.


" selamat malam tuan , selamat malam nona. "


jantung shandriaanna berdegup kencang sekali, namun tiba-tiba bagaskara menyentuh pundaknya yang tak bertangan itu langsung ke kulitnya.


bagas mencium bahunya dan saat bagas bernafas langsung dirasa olehnya. dia memejamkan matanya dan bagas melepaskan kerudung yang ada di kepala shandrianna.


" Mandi bersama atau gantian ?" bisik bagas.


" aku bisa sendiri " shandrianna mendorongnya pelan lalu mengambil paper bag itu dia yakin itu pasti mantel atau baju yang akan digunakannya untuk malam ini.


bagaskara menahan senyumanya ketika shandrianna mengambil paper bag itu , dia tidak tau kalau didalamnya adalah sebuah lingerie.


ceklek


shandrianna keluar dari kamar mandi itu, dia telah berganti pakaian bagaskara yang tadinya memainkan ponselnya kini menatap shandrianna.


shandrianna tampak seksi menggunakan lingerie berwarna hitam pekat yang pendek itu dan juga dibagian dadanya tidak mau menampung semuanya sehingga dia terus menaik-naikkan bagian atasnya.


Bagaskara tersenyum melihatnya " Tunggu aku disini aku manndi dulu "


kini bergantian bagas yang mandi, shandrianna duduk di kursi dua itu dia terus berusaha menutupi paha dan juga bagian dadanya yang sangat pendek itu.


karena sudah lapar dia memakan terlebih dahulu steil daging itu menggunakan satu tangannya sedangkan yang lainya berusaha menutupi tubuhnya.


ceklek


bagaskara pun selesai membersihkan diri dia hanya memakai handuk di pinggangnya, melihat punnggung putih shandrianna yang terkespos dari belakang itu membuatnya tegang.


drrttt....drrtttt


" halo "


" ........ "


" ada di lemari dalam laci, disana aku menyimpan obatnya. "


" ... "


" iya "


" siapa ?" tanya bagas membuat shandrianna terkejut


" kak tara "


" Untuk ibu obatnya ? "


" iya " bagas duduk dihadapan shandriana melihat cara shandrianna makan itu membuat terkekeh.


" aku belahkan "


" tidak aku sudah kenyang, aku akan tidur " sebelum itu dia meminum air putih biasa tapi bagas mencegahnya menggunakan tangannya.


deg...deg...deg


" Ingat perjanjian kita kan, kau harus menjalani kewajibanmu "


posisi apa yang dimiliki shandrianna sekarang dia selalu gemetar jika disentuh oleh bagaskara, dia merasa ingin menghilang rasanya.


" Setelah aku makan " kata bagaskara.


" Kau makanlah aku ingin memberitahu kak tara untuk memberikan susu pada ailllen. "


" hmm "


shandrianna menunduk mengambil ponselnya dia lupa kalau baju yang dia pakai seperti apa saat bagas sedang mengambil dagingnya dia meneguk ludanya melihat buah dada shandrianna itu.


shandrianna tersadar apa yang dia lakukan langsung di menuju ke tempat tidur dan meminkan ponselnya.