Hanya Kamu

Hanya Kamu
Shandrianna Kau dimana


" Tara katakan dimana adikmu ?"


" Aku tidak tau mungkin dia sudah pergi dari dunia ini dia tidak akan tahan tanpa orang-orang yang dia cintai "


" kau lakukan apa pada adikmu ha ?" teriak handika.


" tidak ada "


tara segera pergi dari tempat itu dan masuk kedalam kamarnya, handika merasa frustasi kenapa tiba-tiba hatinya merasa tidak nyaman dan selalu kepikiran shandrianna.


" bagas " pikirnya


handika segera pergi lagi dari rumah nya , tapi dia ingin kerumah shandrianna tapi tidak tau dimana lokasinya.


jadi dia menelpon tomi saja dia pikir tomi pasti akan memberitahunya.


" halo tom ? "


📱 " paman handika ? ada apa paman ?"


" tomi apa kau mau menemani paman kerumah shandrianna ? paman ingin bicara penting "


📱 " baiklah paman aku kerumah paman sekarang "


" terima kasih nak "


📱" sama-sama paman. "


di apartemennya tomi bergegas memakai jaketnya " duh kenapa aku kepikiran shandrianna terus , dia baik-baik saja pasti kan " gumamnya.


shiit


tomi menghentikan taksi didepan rumah handika ternyata handika telah menunggunya di depan gerbang.


" paman apa shandriana.."


" ayo kau yang menyetir " handika memberikannya kunci mobilnya lalu dengan cepat keduanya meninggalkan rumah itu untuk mencari shandrianna.


***


dirumah sakit itu bagas hanya diam, sedangkan laura dia merasa tidak bersalah dan hanya menyemil makanan ringan saja.


" ayo pulang " ajak tomi.


" pulang ? tapi kan ... "


" dokter tidak melarang kau pulang, aku akan mengantarmu. "


" tapi bagas aku ingin tinggal dirumah mu. "


" ikutlah denganku. " ajak bagaskara.


" baiklah "


***


shitttt


tomi menghentikan mobilnya dihalaman rumah shandrianna, handika menatapnya ternyata rumahnya dekat dan tidak terlalu jauh kenapa dia tidak bisa mengetui ini pikirnya.


" rumahnya terbuka " ujar tomi.


handika dan tomi langsung segera masuk kedalam sana tapi alangkah terkejutnya mereka melihat rumah itu yang dipenuhi pecahan kaca, foto pernikahan itu tergeletak dilantai dengan berceceran.


" shandrianna ! " teriak tomi.


" nak ini ayah " timpal handika.


" shand kau dimana ?" tomi menelusuri rumah itu tapi tidak ada satupun orang melihat kedalam kamar itu dan membuka lemarinya..


" paman pakaiannya masih ada disini "


" tomi telpon dia "


tomi menelponnya " ponselnya mati "


" ahhh dimana anak itu " ujar handika merasa frustasi.


" paman apakah dia bertengkar dengan pak bagas ?"


" mungkin saja tapi dimana bagas , paman menelponnya tapi dia juga tidak mengangkatnya. "


****


keesokan harinya


diatas jembatan itu seorang photographer memotret disana tanpa sengaja lensa kamera jatuh menangkap gambar sepatu dan juga cincin disebelahnya.


" apa itu " ucapnya .


dia mendekati barang-barang itu lalu dia memotretnya " sepatu dan cincin " gumamnya.


dia menoleh kesana kemari tapi tidak ada seorang pun namun matanya tertuju pada pembatas itu, dia menengok kebawah.


" apakah seseorang bunuh diri "


dia langsung menelpon polisi dan tak lama polisi pun datang beserta ambulance dan juga para basarnas bukti yang dia berikan cukup membuat laporan untuk tindakan bunuh diri.


jalanan di area itu ditutup dan berita mulai menyebar banyak wartawan yang meliputnya.


****


diperusahaan bagas semua orang menyaksikan berita besar itu, semuanya menyayangkan kejadian itu semua juga menduga pasti si wanita mengalami kehancuran atai patah hati yang sangat dalam.


sampai sekarang semuanya masih mencari sosok yang bunuh diri itu. Ketika bukti sepatu dan cincin di tayangkan semua orang belum sadar kalau itu milik shandrianna.


namun saat Tomi memandangi lagi dan maju sedikit dari tempatnya menonton dia ingat kemarin shandrianna memakai sepatu yang sama dan cincin itu dia sering melihat shandrianna memakai cincin yang sama.


alfian dan kak septi pun sama dia melihat sepatu yang kemarin dipakai shandrianna , ketiganya saling menatap " Shandrianna " gumam mereka.


semua orang melihat mereka dengan mata yang bingung.


" ini tidak mungkin " ujar tomi.


" tomi itu punya shandrianna " ujar kak septi.


" benar ! itu yang dipakai shandrianna kemarin " timpal alfian.


lantas air mata ketiga orang itu menetes " Shandrianna " teriak mereka bertiga dan langsung berlari bersama keluar dari perusahaan.


***


Tomi , Alfian, kak septi turun dari mobil dan berlarian menuju ke tempat lokasi tapi polisi menghalanginya karena tidak boleh melewati batas nya.


" kami sahabatnya, apakah bisa melihat sepatu dan cincin itu ?" tanya tomi.


" benarkah kalian ?"


" baiklah coba lihat "


" hey kemari "


polisi memerintah seseorang untuk mengambil bukti itu lalu seorang pria membawanya , tomi dan keduanya mengambil bungkus plastik berwarna putih itu.


" tidak mungkin ! shandrianna ! teriak tomi sambil menangis.


" hiks hiks shandrianna " isak alfian


kak septi pun sama lemasnya seperti kedua orang itu , kedua orang itu menangis disana , kak septi pun menangis dan memeluk kedunya.


" kenapa shandrianna melakukan ini hiks hiks " isak tomi.


" orang tuanya kita harus memberitahu paman handika dan bu dini " kata kak septi.


***


Bagas berada dirumah laura dia membuatkan laura makanan, dia menatap laura tanpa seseorang tau apa artinya. laura terlihat senang sekali mereka belum mendengar berita tentang shandrianna.


" Hmm bagas kenapa di grup perusahaan ramai sekali " ujar laura.


" aku tidak buka ponsel "


" aku saja yang buka "


laura melihat obrolan chatting dimana semua orang membicarakan shandrinna.


lantas dia membuka televisi lebar itu.


putri bungsu dari handika pratama CEO real estate Shandrianna La Zheira dikabarkan bunuh diri , semua nya menyayangkan kejadiann ini dan sampai sekarang belum tau pasti apa yang menyebabkannya melakukan semua ini


ditelebisi itu ditampillan foto shandrianna yang telihat sangat cantik, dia tersenyum dengan mata yang berbinar bagas yang sedang memotong sayuran langsung terhenti mendengarnya.


" bagas "


bagas mendekati televisi dan melihat semua buktinya dia lemas melihat hiells yang pernah dia berikan dan juga cincin pernikahannya itu ada disana.


bagas langsung pergi tapi dilarang oleh laura. " kau mau kemana ?" tanya laura.


" aku harus pergi "


" mencarinya ? dia sudah tidak ada bagas. dia mengakhiri hidupnya sendiri ! tinggallah disini bersama anak kita. "


" lepas ! " bagas melepaskan tangan laura dan buru-buru dia menuju ke lokasi.


****


dini dan handika sudah ada disana mereka menangisi putri mereka juga tomi yang terus menangis ketika sahabatnya pergi dan punya masalah dia tidak tau sama sekali.


dia menyalahkan dirinya sendiri sekarang, dia terduduk dipinggiran jembatan menatap laut itu.


" tomi minumlah " kak septi membawakannya air mineral


" Kakak ... dia sangat menyukai air , tapi kenapa harus mengakhiri hidupnya di air seperti ini ? tanpa mengatakan apapun tanpa mengucapkan satu kata pun dia melakukannya kepadaku. aku juga menyukai air tapi aku tidak melakukan ini ... "


" Dimana kau shandrianna , kau akan kedinginan jika terus berada di dalam air "


" hiks hiks hiks sayang kau dimana nak , ibu ada disini ... ibu menyesal mengatakannya kembalilah sayang "


" hiks hiks putri kita dini ... putri kita melakukannya seorang diri hiks " isak handika.


" Ayah menyesal selalu menganggapmu kuat, kau juga sama seperti anak lainnya yang butuh ayah dan ibu. " sambung handika.


disaat yang bersamaan daniel dan juga bagaskara datang ke lokasi mereka mendekati handika dan dini.


" ayah " ujar bagas


handika menatap marah bagaskara lalu dia melayangkan pukulan di wajah bagas


bugh


" kau apakan putriku ha ? kau apakan ! bagaimana mungkin dia melakukan ini pada kami ... ini semua karena dirimu ! " ucap handika dengan emosi.


bagaskara hanya diam , dia menerima sebanyak apapun pukulan dari handika saat ini. semua orang hanya melihatnya semua juga mengerti bagaimana kemarahan orang tua saat putrinya meninggal secara tidak wajar.


" Cukup ! " teriak hani.


" aku mohon cukup ! jangan melakukan hal lain selain menemuka anna , suruh shandrianna kembali aku mohon "


daniel lebih mendekati tomi dia menatap tomi yang matanya sangat kosong.


" tomi "


tomi menatapnya matanya terlihat sangat sedih " Daniel ... shandrianna kita "


daniel memeluk tomi matanya menatap sungai yang deras itu " Semua ini salahku , jika saja aku tidak ada dihidupnya tidak akan terjadi apapun padanya " ujar daniel.


" dulu dia sangat bahagia bersama kita ... tapi sekarang hiks hiks dia ... "


seorang berbaju lusuh membawa karung mendekati polisi " Pak polisi apa ada yang jatuh ?" tanyanya.


" iya ada yang bunuh diri "


" Ho wanita semalam ya ? "


mendengar itu semua orang menatapnya lalu bagas menemuinya " kau melihatnya ? seperti apa ciri-cirinya ? " tanya bagas.


" dia ... hmm "


sambil mengingatnya lagi , sebenarnya dia ada disana semalam sedang makan di bawah pohon melihar shandrianna berpakaian warna hitam selutut dan belezer hitam sedang menangis.


" dia sangat cantik tubuhnya putih pakaiannya sepeti ini warna hitam dan sepatu nya ya benar yang itu. dia menangis disini setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi .. "


" kenapa kau tidak mencegahnya ha ! "


" bagaimana bisa aku tau kalau dia mau bunuh diri, dia pasti punya alasan kenapa harus seperti itu. memang kadang hidup tidak adil kasihan sekali wanita itu matanya sangat sembab ha semoga surga menantinya. "


sampai malam hari semua orang terus mencarinya, tidak ada yang pergi dari sana satupun semuanya terus menunggu shandrianna kembali.