Hanya Kamu

Hanya Kamu
6 Tahun Kemudian


sampai beberapa hari kemudian shandrianna tidak ditemukan polisi dan basarnas mulai menyerah. tapi keluarganya selalu menunggunya di jembatan itu begitupun dengan tomi , bagas dan bebrapa teman lainnya yang sangat mencintai bagaskara.


bagas kara diam-diam dia adalah pria yang sangat kehilangan shandrianna dia sudah sangat menyakiti shandrianna walau dia tidak menangis tapi batinnya sangat menderita.


sudah 5 hari lamanya dia tidak melihat shandrianna dia sangat merindukan sosok yang ceria itu.


" karena tidak ditemukan apapun, sepertinya tubuhnya mungkin hancur ... sebaiknya kita berikan dia penghormatan terkahirnya disini saja " ujar salah satu kepolisian yang memberinya saran.


" tidak , putriku masih hidup aku yang melahirkan dia tidak bisa pergi tanpa seizin ku " kata dini dengan mata kosong.


" putrimu menderita bersama kalian, seharusnya sekarang dia sudah bahagia tanpa kalian semua ... semuanya hanya menyakiti hatinya saja, terutama ... anak kesayanganmu ... dia membuat cucuku sangat menderita " mata eyang dan mike terlihat sangat sembab.


" sudah aku beritahu sebelumnya jangan menikah dengan pria yang memiliki anak dari orang lain. dia tidak akan mudah menerima seorang saudara yang berbeda dari keturunannya." sambung eyang.


" ibu ... maafkan aku, aku juga salah " ujar handika.


" kalian memang sama - sama salah , menikahkan dia kepada seorang laki-laki yang tidak sama sekali dia cintai. lihat ! lihat betapa harmonisnya kehidupan rumah tangganya sehingga dia ingin cepat-cepat ke akhirat. "


" eyang aku sangat mencintainya ... aku tidak pernah menginginkannya seperti ini, aku memang banyak menyakitinya dengan kata-kataku tapi aku tidak ingin dia pergi dariku. "


" dimana wanita yang sedang mengandung anakmu ha ? dia juga salah satu penyebab utama kematian cucuku. "


" kalian semua adalah tersangka ! jika saja aku bisa melaporkan kalian semua , maka aku akan memasukkan kalian semua kedalam penjara ! "


" suka atau tidak ... aku akan memberikan penghormatan terkahir untuknya ! disini ! "


***


bagas pulang kerumah dengan lesu, ditatapnya setiap ruangan itu terutama kamar mereka, dia buka lemari yang masih berisi semua kebutuhan shandrianna.


dia memgambil salah satu baju shandrianna lalu memeluknya dengan erat " bagiku kau masih hidup aku akan terus mencarimu kemanapun, sebelumnya kau selalu pergi kemana pun sesuka mu tapi pada akhirnya aku berhasil menemukannmu. "


semua kenangan bersama shandrianna dikamar ini masih terasa sangat dekat dengannya, lihatlah foto-foto yang ia kumpulkan di ponselnya disaat shandrianna tertawa, tersenyum bahkan cemberut dia masih menyimpannya di ponselnya.


keesokan paginya


hari ini semua orang akan mendatangi jembatan itu untuk memberikan penghormatan terkahir shandrianna , banyak orang yang datang melihatnya semua anggota keluarga belum datang tapi beberapa pengawal lainnya telah tiba dengan pakaian serba hitam.


suasana duka sangat terasa sekali , tak lama mobil-mobil mewah berdatangan. Eyang turun lebih dahulu bersama mike , dilanjutkan dengan kedua orang tuanya lalu tara yang hanya bersikap seakan bersedih dan bagas juga tomi dan teman-temannya.


saat foto shandrianna terpajang disana sedang tersenyum lebar membuat semua orang yang berdiri ingin menangis saja.



" Senyumanmu begitu indah sayang " batin dini.


" Pergilah dengan bahagia dan tunggu ayah " batin handika.


" Maaf anna ... aku sangat jahat padamu, walaupun begitu aku akan memanggilmu adikku untuk yang terkahir kalinya. " batin tara.


" cucu eyang sayang ... usiamu masih terlalu muda untuk kembali kepada pemilikmu, seharusnya eyanglah yang ada disana ... tapi kau anak yang baik tuhan sangat menyayangimu dan ingin segera menemuimu. " eyang


" Keponakanku yang cantik ... kita tidak bisa bertengkar lagi, kak mike akan selalu mengingatmu sebagai adik yang kakak sayangi. "


" Shand ... katamu persahabatan kita abadi, lain kali ajaklah aku melakukan sesuatu bersama. aku akan sering mendatangi tempat ini, pakailah baju yang hangat agar kau tidak kedinginan. "


" Aku tidak akan melupakanmu " alfian


" kak septi akan merindukanmu shandrianna "


bagas mendekati foto shandrianna lalu dia mencium kening nya sangat bohong jika dia tidak menangis jelas-jelas dibalik kacamata hitam itu dia menangis tanpa terlihat.


semua orang berjalan mendekati pinggiran jembatan lalu menaburkan bunga dari atas jembatan, bunga-bunga yang tidak langsung terjaruh karena jaraknya yang jauh dari air.


" Terima kasih telah menjadi putri kami " ujar dini dan handika bersamaan lalu saling memeluk.


***


detik demi detik hari demi hari banyak perubahan yang terjadi di dunia ini semuanya menjadi kembali seperti semua bagi dunia.


6 tahun kemudian


beberapa tahun sudah berlalu kini 6 tahun sudah shandrianna pergi dari dunia ini, bagaskara mendatangi jembatan itu lagi dan menaruh bunga mawar.


bunga yang sangat shandrianna sukai , bunga yang melambangkan keabadian cinta. dia masih sama seperti dulu yang selalu mencintai shandrianna.


" Dimana kau bersembunyi sayang ... aku hampir menyerah saat mencarimu. bagaimana kabarmu ? 6 tahun aku tidak melihat wajahmu yang sangat cantik, cincin ... lihat cincin ini aku masih memakainya. "


drrtt....drttttt


" aku pergi dulu "


bagaskara pergi dari sana menggunakan mobilnya.


" Pecat dia , jangan bertanya padaku aku tidak suka seseorang yang menipuku ! "


" tidak akan ada kejadian seperti dulu lagi. "


dia mematikan ponselnya setelah itu, dan mobilnya menuju ke perusahaannya. dia turun disambut oleh beberapa pengawal perusahaannya semakin berkembang dan sukses.


" cari lagi yang benar , 6 tahun itu lama "


" tapi pak "


" sudah aku bilang cari ya cari ! kau ingin aku pecat ha ! "


dia hanya berubah menjadi sosok yang pemarah dan lebih egois dari sebelumnya apapun yang dia cari harus ditemukan.


" selamat siang pak , kita harus rapat siang ini "


kak septi tampil cantik dan feminim sekarang, lalu dibelakangnya ada alfian yang terlihat semakin dewasa dan matang hanya tomi yang tak terlihat.


" Dimana tomi ?"


" Tomi ... "


" Dia ke Amerika pak , beberapa hari lagi pulang dia mengurus perusahaan yang bekerja sama dengan the see travel "


" baiklah "


***


" Tara ! "


Tara menoleh saat seseorang memanggilnya ayahnya handika memanggilnya saat dia sedang membersihkan tanaman.


" iya ayah "


" bisakah buatkan ibumu makannan ? "


" tentu ayah "


ayah terlihat masih muda tapi rambut-rambut putih yang mulai tumbuh dirambutnya.


tara dia terlihat sangat sederhana bahkan mungkinkah dia sudah berubah. handika naik kekamar yang ditinggalinya rumah itu masih sama dirumah yang lama.


" sayang sebentar ya tara baru membuat makanan "


dini terlihat pucat dan kusam , dia tidak pernah bicara sebelumnya selalu memikirkan shandrianna dan menangis memikirkan shandrianna.


" sayang ... rambutmu aku rapikan ya "


handika mengambil sisir lalu menyisirnya dengan lembut, sambil tersenyum tapi juga ingin menangis melihat istrinya berubah seperti ini.


" obatnya sudah hampir habis ,bagaskara berjanji akan membelinya nanti di apotik. "


" Anna "


" anna ... dia akan kembali nanti, dia harus belajar karena dia sangat pintar dia selalu haus akan ilmu. "


setiap kali dini memanggil nama anna handika selalu berkta bahwa anna sedang menuntut ilmu karena dini terus melihat foto anna yang memakai baju kelulusannya.


tok


tok


tok


" ayah makanannya " tara membawakan bubur untuk dini karena dini hanya bisa makan bubur.


" sini "


tara membawanya kekamar dan duduk diranjang " ibu sudah minum obat ?"


" belum nak , obat yang satunya habis. "


" maaf ayah aku tidak punya uang untuk membelinya. ayah ... apa kita jual saja rumah ini dan pindah kerumah yang lebih kecil, uangnya bisa kita gunakan untuk mengobati ibu. "


" jangan nak masa kecil anna ada disini ... ayah tidak ingin meninggalkannya , ayah berjanji akan mencari uang "


semenjak kepergian shandrianna seluruh perusahaan handika dan juga tara menjadi hancur dan tak jelas , semuanya bangkrut begitu saja. yang menghidupi mereka sekarang adalah bagaskara.


setiap bulan bagaskara memberikan uang dan semua kebutuhan rumah ini.


" Aku jadi tidak enak dengan pak bagas, aku masih bisa bekerja ayah aku akan mencari pekerjaan nanti. "


" iya sayang carilah pekerjaan untuk hidupmu sendiri. ayah tidak bisa memberikanmu uang seperti dulu. "


" jangan begitu ayah, ini adalah karma untukku. aku menyia-nyiakan adikku yang sangat menyayangiku.


" Jangan sedih kau sudah menyadari kesalahanmu. ayah bangga pada kejujuranmu. kita sama-sama bersalah pada adikmu. seandainya dia masih hidup. "


" Maafkan aku ayah ... aku terlena oleh ketamakan dan keserahanku "


tara memeluk handika lalu handika memeluk dini mereka saling berpelukan berrsama meratapi nasib mereka tanpa shandrianna.