Hanya Kamu

Hanya Kamu
Anaku Masih hidup


" Hubungan apa yang harus kau jaga dengan andrew ? kalian tidak menikah sudahi kebohongan status pernikahan palsu itu ! bagaimanapun juga kau masih istri sah ku ! "


memang benar dalam catatan negara mereka masih berstatus sebagai suami istri tapi bagi Agama mereka sudah bercerai.


" Ceraikan aku " ceplos shandrianna.


" Tidak-tidak aku tidak mau. Aku akan menceraikanmu tapi hanya dalam mimpimu "


" Aku akan menikah dengan andrew "


" maka aku akan menuntutmu dan mengambil hak asus putra ku !, karena kau masih istriku kau malah hidup bersama pria lain pikirkan shandrianna. " ancam bagaskara.


" Berani sekali kau ingin mengambilnya dariku. dia putraku aku yang mengandung nya dan melahirkannya tidak, aku tidak akan memberikannya kepadamu " ucap shandrianna dengan kekeh nya.


" Dia juga putraku ! aku bisa mengambilnya dan mengatakan dipengadilan kalau kau tidak memberitahuku kalau kau hamil anakku waktu itu. aku juga akan menjelaskan pada pengadilan kalau kau pergi bersama pria lain disaat masih berstatus menjadi istriku " ancam bagaskara.


shandrianna kesal mendengarnya dia tidak bisa mengelaknya lagi, hanya ada benci dan benci darinya untuk bagas.


" jangan keras kepala shandrianna kau sudah dewasa sekarang aku juga sudah sangat dewasa mari besarkan putra kita bersama, aku ingin hidup denganmu dan anak kita ailleen untuk selamanya. "


" tapi aku tidak ingin hidup denganmu, aku tidak akan mencintai dan menikah dengan siapapun lagi sekarang, ailleen tidak butuh dirimu ... dia sangat mencintaiku rasa cinta anak ku saja sudah cukup untukku. "


bagaskara merasa bingung bagaimana lagi dia membujuk shandrianna padahal dia sudah lembut dan tidak kasar, tapi shandrianna menganggapnya biasa.


" Tapi aku butuh dirinya. aku butuh anakku ailleen. "


" Untuk apa ? untuk menyakitinya sama seperti kau menyakitiku ? tidak pak bagas aku tidak akan pernah memberikannya kepadamu. sebaiknya kau pergilah dan anggap pertemuan ini tidak pernah terjadi dan jangan katakan pada siapapun kalau aku masih hidup. "


" cukup shandrianna ! " teriaknya yang sudah marah mendengarkan perkataan shandrianna itu.


shandrianna cukup terkejut karena sudah lama dia tidak dibentas seperti ini.


" aku sudah cukup bersabar menghadapi sikapmu ini. "


" Aku mohon jangan ambil ailleen ku, kau bisa sudah punya anak dengan perempuan itu ... maka urus saja keluargamu. " tatap shandrianna dengan mata yang nanar dan mulai menanngis.


" mom "


shandrianna langsung menghapus air matanya, bagaskara merasa kasihan melihat wajah shandrianna lalu dia tersenyum menatap bagas.


" Mom , papa "


" papa ?"


Andrew datang dibalik pintu dan tersenyum kepada shandrianna sambil memeluk ailleen.


" Ayo pulang ... Ailleen menelpon katanya dia mau pulang denganku. "


" Ayo " Shandrianna mengambil tasnya tanpa berkata apapun dia menggandeng tangan andrew, darah bagaskara mendidih melihat shandrianna berkelakuan seperti itu.


tidak ! dia tidak mau melihat shandrianna bersama pria lain dengan anaknya, dia harus mencari cara tidak peduli cara apapun shandrianna harus kembali bersamanya pikirnya.


***


Shandrianna tidak ingin ailleen terus bertemu bagas dia harus menjauhkannya. jadi hari ini dia ingin mengajak ailleen putranya untuk pergi ke luar kota.


Ankara


mereka berdua turun dari mobil yang shandrianna kendarai lantas mereka mulai berjalan masuk kedalam hotel untuk melakukan check-in.


setelah check ini mereka baru bisa masuk kedalam kamar.


" Sayang untuk beberapa hari kita akan menginap disini. mom sudah meminta izin dengan ibu guru. "


" mom " ucap ailleen lembut.


" iya sayang "


" Apakah mom tidak suka daddy ?"


" Tidak sayang kenapa ailleen berpikir seperti itu. mom hanya ingin berlibur disini tapi sepertinya cuacanya lebih dingin dibanding istanbul bukan ?"


" Aku mendengar daddy ingin membawa kita kembali, maafkan ailleen " ucapnya tertunduk malu.


shandrianna pun berjongkok lalu menatap wajah anaknya " tidak sayang jangan berkata seperti itu, Mom will not leave you and no one will take Ailleen because Ailleen belongs to Mom "


" i love you mom , i love you....aileen promise to make mommy happy "


" Thank you so much my son " Shandriannna memeluk ailleen dengan rasa sayang, hari ini bagaskara pergi meninggalkan negera ini agar bagaskara tidak bertemu dengan ailleen dia melakukan semua ini.


ailleen adalah hidupnya dia harus tetap bersama ailleen.


dibandara itu bagaskara hanya diam saja, dia sudah menduga kalau shandrianna akan membawa aillen pergi tapi dia biarkan untuk sesaat. setidaknya dia tau dimana keberaaan shandrianna.


walau dia pergi dia telah menyuruh seseorang untuk mengawasi shandrianna, jadi dia akan terus mengetahui keberadaannya. dia akan merencakan sesuatu sehingga shandrianna akan kembali dengan sendirinya nanti.


***


karena cuaca yang sangat dingin diluar shandrianna memakaikan jaket bulu anak-anak yang sangat tebal sehingga ailleen akan tetap merasa hangat.



ailleen tampak terlihat imut dan mungil dengan jaket itu melihatnya shandrianna sangatlah gemas, mereka berdua bergandengan tangan dibawah guyuran salju yang turun.


karena ailleen ingin coklat panas jadi dia membawanya ksebuah Toko terdekat. dimeja itu ailleen terlihat menikmati coklat panasnya.


cekrek


cekrek


cekrek


" Sayang mom tidak membeli kue coklat sebagai gantinya makanlah kebab ini oke ? mom tidak ingin gigimu berlubang dan tidak sehat nanti , jika sakit gigi ailleen akan merasa kesakitan dan mom tidak mau melihatnya. "


" mom aku mau kebabnya , hii ( menunjukkan gigi ratanya ) bu guru bilang gigi ailleen sehat dan baik. "


" really ? are you happy son ?" tanya shandrianna.


ailleen menganggukkan kepalanya , kembali dia meminum coklat panasnya. karena merasa gemas shandrianna mengelus rambut aileen.


" yes i'am so happy mom "


i love you mom , Aileen promises even though Aileen wants to be like Ailleen's other friends. but aillen won't force,


ailleen akan menjaga mommy walau daddy sudah pergi


***


bagaskara telah sampai di indonesia setelah satu minggu berada di istanbul. langsung saja dia mengecek ponselnya ternyata pria suruhannya benar-benar melakukan tugasnya dengan baik.


pria itu banyak sekali mengirimkan foto istri dan anaknya yang sedang berlibur di kota Ankara. dia tersenyum ketika melihat semua itu.


akan tetapi dia tidak mau menunggu waktu yang lebih lama, dia harus segera bergegas kerumah mertuanya dan akan mengatakan kalau shandrianna masih hidup.


sekarang dia didalam perjalanan seorang supir mengantarnya sambil dia memperhatikan semua kegiatan keluarganya.


tak butuh waktu lama mobil nya sudah sampai dirumah mertuanya dan mobilpun berhenti tepat di depan rumah.


" sudah sampai pak "


Bagaskara langsung turun dia mengancingkan jasnya, Kebetulan Tara baru saja keluar dari pintu melihat itu tara segera menghampirinya.


" Pak Bagas "


ucapnya menghampiri bagaskara.


" Ayah ada ?"


" ada sedang dikamar memberi makan ibu, aku dengar kau dari perjalanan bisnis. "


" ya, aku masuk dulu "


Tara mengangukkan kepalanya, jadi dia pun ikut kedalam. bagas langsung masuk ke kamar mertuanya yang sudah sangat dia hapal.


tok


tok


tok


Handika menoleh saat sedang menyuapi dini seperti biasa tatapan mata dini terlihat kosong.


" Ayah aku ingin bicara sesuatu yang sangat penting " katanya to the point.


" apa nak ?"


" Tentang istriku shandrianna "


" anna ... anna hiks hikss anna " dini sepertinya langsung menyambung ketika mendengar nama anaknya disebut sehingga dia langsung menangis saat itu.


semua juga paham bagaimana kondisi dini ketika mendengar nama anna disebut.


" Tentang anna ? "


bagaskara memperhatikan wajah dini lantas dia mengambil tangan dini dan menggenggamnya erat.


" ibu ... tatap mataku " ucapnya lembut


dini yang menangis kini menatapnya, sehingga membuat Handika bingung.


" Anna tidak benar-benar meninggal ibu "


" apa ?" suara tara yang kaget mendengarnya saat membawa minuman itu bergetar ditangannya.


" Nak bagas apa yang kau katakan " ujar handika.


" anna ... anna "


" shandrianna selama ini masih hidup, dia berada di turkey bersama Andrew temannya. "


" benarkah itu ? nak bagas apakah kau jujur ?" tanya handika seperti ingin memastikan.


" benar ayah, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. aku pun sering bertemu dengannya, tapi dia tidak mau kembali. "


" bagas apakah kau berhalusinasi ?" tanya tara.


bagas mengeluarkan ponselnya lalu membuka galeri dan menunjukkan foto-foto shandrianna yang dia ambil secara diam-diam.


handika dan tara mengambilnya, mereka pun melihatnya " ini benar anna putriku " suara handika bergetar melihatnya.


" ayah ini sungguh anna " timpal tara.