Hanya Kamu

Hanya Kamu
Kemarahan Indra


Nina berangkat kuliah hari ini dijemput Rara


Rencananya mereka nanti sepulang kuliah mau pergi berdua untuk mencari buku buku yang diperlukan untuk keperluan kuliah mereka


Sepanjang perjalanan mulai dari rumah Nina tadi


Rara merasa Nina banyak diam tidak seperti biasanya


"Kamu kenapa nin....ada masalah


ya?"


"Nggak sih Ra...cuma aneh saja,semalam mas Indra tidak menelepon aku


Pagi tadipun tidak menelepon seperti biasanya"


Nina terlihat resah


"Kenapa kamu gak coba menelepon" Rara bertanya


"Sudah tadi pagi...tapi tidak diterima"


"Mungkin lagi sibuk nin,tunggu nanti siang"


Rara mencoba menenangkan


Nina diam tidak menjawab,biasanya sesibuk apapun Indra akan tetap meneleponnya


Usai kuliah


Pukul 11 kurang Nina sudah keluar ruangan kuliah


tergesa gesa mencari tempat untuk menunggu telpon dari Indra


Sampai lebih seperempat jam dari jam 11 telepon Indra belum masuk juga


Nina sudah tidak tahan lagi


Di dial nya no telpon Indra


"tuuutt.....tuutt....tuuutt..


panggilannya di reject.!!


Nina makin bingung


Ada apa ini..


Tiba tiba ada chat masuk dari Indra


"Temui aku di restoran X nanti saat makan siang


Tunggu aku disana"


Chat dari Indra semakin membuat Nina heran


Lebih heran lagi dengan isi chat dari Indra yang tidak ada kata romantisnya sama sekali


Malah Indra ber'aku' ke Nina...bukan 'mas' seperti biasanya


"Ra...sepertinya ada sesuatu deh...tolong antar aku ke restoran X ya...mas Indra ngajak ketemu disana"


"Oke...tapi tumben mas Indra gak jemput kamu nin'


"Aku juga gak tau Ra,


Ayo antar aku kesana sekarang,aku penasaran ada apa sebenarnya"


Berdua mereka menuju ke restoran X


Nina hanya diam sepanjang perjalanan


Hatinya bingung dengan perubahan sikap indra


"Nin...kamu masuk sendiri ya ..aku nunggu disini aja..


Barangkali ada hal rahasia yang mau mas Indra katakan"


Nina mengangguk lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran


Restoran sedang sepi


Hanya terlihat 2 kursi terisi


Nina melihat Indra duduk di pojokan sendirian dan menghampirinya


"Mas..."Nina menyapa Indra


"Duduklah...."Indra menyuruh Nina duduk di depannya tanpa basa basi


Meskipun penuh tanda tanya Nina menurut perkataan Indra


Mereka duduk diam beberapa saat.


"Mas....ada apa ini...?"


Nina gak tahan untuk tidak bertanya


"Ada hal yang mau aku tanyakan sama kamu


Apakah selama ini aku sudah salah menilai mu


Apa aku punya salah padamu"


Beruntun pertanyaan Indra yang membuat Nina semakin bingung


"Mas,bisakah kamu ngomong langsung ada apa...aku tidak mengerti semua yang kamu maksud"


"Hmm...pandai juga berpura pura


Sudahlah nin....aku sudah tau semuanya


Dan kamu sukses nin...


Sukses menipu aku


Dan kamu sukses menyakiti hatiku


Selamat ya kamu sudah membuat hatiku patah.."


Indra berkata kata tak karuan


ucapannya kacau mewakili ke putus asa annya


"Mass....aku bener bener gak tau maksudmu"


Nina semakin bingung


Dia benar benar tidak tau apa yang dimaksud Indra


Indra hanya diam


Wajahnya terlihat masih menyimpan luka


Dia memanggil pelayan dan membayar bill makanannya


Berdiri dan memberikan sebuah amplop kepada Nina


"Ini...bukalah nanti untuk membantu kamu mengingat ingat apa yang sudah kamu lakukan padaku"


Indra langsung berlalu dari situ tanpa berucap apapun lagi


"Tunggu dulu mas.....,nin masih bingung ini."


Nina mengejar Indra mencari penjelasan


Indra tidak menggubris


Berlalu ke mobilnya tanpa menoleh


Dan langsung melarikan mobilnya keluar dari parkir restoran


Nina terbengong


Masih belum mengerti yang terjadi


Sambil menahan sesak di dada dan hampir menangis Nina masuk ke mobil Rara


"Haaii.....ada apa nin..."Rara terkejut melihat Nina yang tampak kacau


Nina tidak menjawab pertanyaan Rara


Tergesa gesa membuka amplop yang tadi diberikan Indra


Mata Nina terbelalak melihat foto fotonya berdua dengan bang Miko


"Kenapa foto foto ini terlihat begini


Terlihat seperti aku sedang menghabiskan waktu bersama bang Miko


Siapa juga yang melakukannya .."


Rara yang penasaran ikut melihat foto foto itu


Mereka berpandang pandangan...


Mulai mengerti yang terjadi dengan perubahan sikap indra


"Siapa yang sengaja mengambil foto foto ini ya Ra ?" Nina bertanya...


" Disitu aku tidak terlihat sama sekali...padahal beberapa foto itu diambil saat ada aku"


Rara juga mengomentari


"Ini kesengajaan nin...ada yang mencoba mengganggu hubunganmu dengan mas Indra


kamu harus menjelaskan kepada mas Indra...


Atau aku yang menjelaskan biar di dampingi mas Bagas??"


"Gak usah dulu Ra


Biar aku coba jelaskan sendiri


Akan aku perjuangkan sendiri hubunganku dengan mas Indra


Aku juga ingin tau seberapa jauh mas Indra mempercayai hubungan kami"


Nina berbicara sambil menahan tangis,matanya berkaca kaca


"Tolong antar aku pulang ra, aku ingin sendiri"