Hanya Kamu

Hanya Kamu
Janggut Keren Yang Dicemburui


" Hehehe maaf mommy, Kata daddy Arunika harus berkata jujur jadi Arunika tidak mau berbohong. " kekeh Arunika.


" Arunika sayang masuk kekamarmu dan mandilah " Perintah bagaskara dengan lembut.


" ya ampun lembut sekali suamiku, coba dengan istrinya " saut shandrianna.


Bagaskara langsung mengacak-acak rambut shandrianna


" mas bagashh rambutku berantakan " Gerutunya.


" Suruh siapa berbohong pada suamimu hmmm, mana sekarang jatah ?"


" Tidak ada aku sedang datang bulan "


" Berbohong lagi "


" Mas mau lihat ? aku sih tidak masalah tapi takutnya nanti mas tidak tahan dengan istri yang super sexy ini " jawabnya dengan rasa PD yang tinggi.


" iya..iya mas percaya, tapi dengar lain kali kemanapun harus izin padaku ya .. dan selalu ingat setiap satu jam harus menelponku "


" ah iya-iya , sudahlah aku mau mandi dulu selalu saja bergerutu dan mengoceh tidak pegal apa "


" Mas bagas itu sudah tua tapi mulutnya seperti orang muda saja ngoceh terus, telingaku rasanya ingin pecah " gerutunya sambil berjalan menuju kekamarnya.


" Aku dengar sayang "


Bagaskara hanya bisa geleng-geleng kepala, seakan dia punya 3 anak saja pikirnya. karena sudah lelah seharian di kantornya dia ingin beristirahat sebentar dikamarnya.


sesampainya dikamar dia membuka dasi dan juga jasnya kemudian menidurkan dirinya diranjang itu.


ceklek


" eh tidur " gumam shandrianna


diturunkannya suhu AC agar bagaskara tidur dengan nyaman kemudian diselimutinya, dia akan memasak untuk makan malam.


" Sayang " gumam bagaskara dalam tidur.


" Ada apa ?" tanya shandrianna yang sedang menaikkan selimut.


" Rasanya tubuhku sakit semua dan pegal sekali "


" Lalu Mau minta pijat begitu ? "


" Iya "


" nanti saja saat mau tidur, aku belum masak nanti Arunika lapar dan mas juga pasti lapar kan "


" Delivery saja sayang, cepatlah naik sini " ujarnya menepuk-nepuk kasur itu.


" Aku pakai baju dulu "


" Lama ... cepatlah sini "


ditariknya shandrianna hingga naik keranjang dan membuka bajunya " Mas cukurlah Bulu-bulu itu aku tidak mau melihatnya "


" Mas tampan dan macho kalau punya ini " mengusap-usap kumis dan jangutnya itu.


spesial picture bagaskara saat ini 😆



" aku tidak tahan mas rasanya mas bagas terlihat tidak terurus."


" Tidak tahan kenapa hayo ? emang mas ngapain kamu sayang ?" goda bagaskara.


" ya geli mas "


" Geli kenapa ?"


" I..itu... " shandrianna kaku menjawabnya rasanya mulutnya kilu.


" sudahlah lupakan " jawab shandrianna lagi yang akhirnya menyerah itu, karena akhir-akhir ini bagaskara sangat suka membiarkan nya begitu.


sambil tangannya memijat tangan bagaskara sambil dia memperhatikan tubuh bagaskara yang semakin bertambah usia semakin keren pikirnya.


" Jangan tergoda " ucap bagas.


" ih siapa yang tergoda GR sekali "


" Momyyy !!! daddddyyy " gedor Arunika dari luar, hingga tangan shandrianna berhenti memijat.


" buka sayang " pinta bagas.


" iya ini mau dibuka "


ceklek


langsung saja Arunika masuk membawa boneka kodoknya itu, tanpa bicara lagi dia naik keatas ranjang lalu memeluk bagas.


" Daddy ceritakan lagi dongengnya "


" Dongeng apa sayang ? mau yang mana katakan " tanya bagaskara yang membalas pelukan anaknya hingga keduanya saling memeluk.


" Arunika " panggil shandrianna.


" ya mom "


" Besok mommy yang akan menemanimu mengambil raport mu ya, daddy akan menjemput kakak ke sekolahnya "


" Iya mom , jadi kakak besok pulang ya ?" tanyanya.


" iya selama 2 minggu kakak akan disinii tapi setelah itu kakak kembali ke asrama " jawab nya.


Arunika menganguk mengerti " Mommy Nika mau tidur disini ya sama daddy "


" iya sayang itu memang daddy mu ambillah " jawab Shandrianna.


" Cemburu sama anak sendiri, sayang ... apa akhir-akhir ini aku selalu mengabaikanmu ? " tanya bagaskara sambil keduanya menatap shandrianna.


" Pikir saja sendiri selalu saja pekerjaan. setiap aku ajak keluar pasti alasan ada rapat , cek lapangan ya sudah aku keluar sendiri saja iya kan sayang ?" tanya nya pada Arunika.


" Iya daddy pergilah berkencan agar Arunika punya adik " jawabnya.


" Ho jadi putri daddy satu ini mau adik hmm, coba tanya mommy kalau daddy sih sudah dari lama ingin anak lagi "


" Nanti Arunika "


" Aku dengar mas "


" Heheheh " anak dan daddy itu sama-sama tertawa mendengarnya.


****


" uhuk ... uhuk "


" minum dulu " Handika memberikan segelas air putih untuk dini, keduanya sudah tua bahkan rambut mereka sudah banyak memutih.


" Terima kasih " jawab dini.


" Besok aku antar berobat lagi ya ... Nanti aileen pulang dia marah melihat grandma nya sakit " bujuk Handika seraya mengelus tangan Dini.


Dini hanya bisa tersenyum " Cucuku sudah berusia 12 tahun, dia sudah bisa marah padaku. ini sakit tua bahkan jika diobati tidak akan sembuh. "


ceklek


" Ibu , Ayah " Mahen terlihat masuk membawakan beberapa kotak hadiah untuk mertuanya.


" Mahen Kau sudah pulang nak ?" tanya Handika.


" Sudah ayah, bagaimana kabar kalian berdua ? ibu ... bagaimana batuk ibu apa sudah mendingan ?"


" Tetap sama nak "


" Jangan khawatir ibu tidak apa nak, pikirkan dirimu sendiri, anak dan juga tara. ibu bahagia melihat anak , menantu dan cucu-cucuku tumbuh dengan baik dan selalu menjaga persaudaraan. "


" iya bu, ini sudah malam sebaiknya ibu tidur dan istirahat, Ayah juga "


Mahen langsung berdiri dan tersenyum menatap satu per satu mertuanya itu.


" Terima kasih nak " ucap Handika.


" Sama-sama ayah, selamat malam " ucap Mahen sebelum keluar dari kamar.


setelah dia keluah Handika melepaskan kacamatanya lalu duduk disebelah Dini " Betapa bahagianya aku sekarang ketika melihat kedua putriku mempunyai suami yang sangat menyayangi mereka, dan kedua menantu kita sangat memikirkan kita berdua. Mahen , dia anak yang lembut dan halus juga sopan dan pemikir , Lalu ada Bagaskara yang pekerja keras, walau kadang agak keras tapi dia tegas dan ingin selalu melihat orang yang dia cintai bahagia. " ungkapnya dengan penuh rasa syukur.


" Aku jadi tenang jika nanti aku pergi meninggalkan anak-anak mereka sudah ada yang menjaganya " saut dini.


" hust jangan bicara seperti itu, tidak ingat apa yang diinginkan bagaskara ? dia ingin punya 5 anak dan akan selalu mengambil foto keluarga bersama setiap tahun."


Dini kembali tersenyum , tidak tau apa yang akan terjadi dihari esok pikirnya. usianya yang tidak muda bahkan bisa pergi kapan saja dan dimana saja.


***


keesokan paginya


Bagaskara tengah menunggu Aileen di dalam sebuah ruangan tunggu, gayanya yang cool dan tetap tampan diusianya yang lebih dari 40 tahun itu membut semua orang tampak memandangnya takjub.


" Daddy ! "


Bagaskara tampak menoleh, dia langsung tersenyum ketika seorang anak laki-laki nan tampan memanggilnya, siapa lagi kalau bukan aileen si sulung yang tinggi itu dia berdiri bersama gurunya yang mengantarnya.


" Sayang , apa kabarmu ? daddy sangat merindukanmu ? Apa kau Baik ? " cercahnya sambil berlari memeluk aileen dengan erat.


dibalasnya pelukan daddynya, aileen tersenyum lebar ketika bagaskara selalu mengkhawatirkannya.


" Aileen baik daddy, apa daddy sendirian ?" tanya aileen.


" Iya sayang mommy sedang mengambil raport Arunika "


" Kalau begitu kita kerumah grandma dulu daddy, katanua grandma sedang sakit. aileen khawatir grandma sakit parah. "


" Kau sangat menyayangi grandma, yasudab daddy antar sekarang. Terima kasih Bu Fadila saya permisi bawa anak saya dulu. "


" Iya pak hati-hati dijalan, Aileen nikmati liburanmu ya "


" Iya bu guru "


bagaskara mengambil koper yang dipegang guru itu ,lalu dia keluar bersama Aileen yang ada sejajar dengannya.


tampaknya suasana jalan raya hari ini agak macet, karena itulah mereka agak lama berada dijalan. Bagaskara selalu tersenyum ketika melihat putra pertamanya tumbuh menjadi anak yang mandiri dan selalu bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.


Bagaimana tidak , usianya yang ke 12 dia ingin sekolah asrama. dia ingin belajar mandiri seperti mommy nya dulu yang belajar diluar negeri bedanya Bagas tidak mengijinkannya jika harus belajar diluar negeri diusia yang masih kecil, jika usianya sudah lebih dari 17 barulah dia izinkan.


" Sayang lapar ya ?" tanya bagas.


" Tidak daddy, hanya tidak sabar bertemu mommy. oh ya .. daddy mencukur nya ? bukankah kemarin saat video call janggut keren itu masih ada ? "


" Siapa lagi sayang yang tidak suka kalau daddy terlihat keren " saut bagaskara lalu mengelus area bibirnya dan pipinya yang sudah di cukur bulu-bulu halus disana.



" hahaha daddy semua itu karena mommy sangat mencintai daddy, jadi mom tidak mau melihat suaminya terlihat keren dimata orang lain. " jelas Aileen


" Benarkah sayang ? apa mommy pernah mengatakannya ?"


" Ya pernah , mommy kan tidak mau bicara seperti itu sama daddy jadi sama aileen bicaranya. "


mendengar penuturan aileen itu membuat bagaskara terbang melayang keangkasa.dia memang begitu keren sampai istrinya sangat cemburu.


***


" 10 ?"


" mommy ... kata daddy ranking tidak perlu yang penting datang kesekolah, ikuti pembelajaran lalu pulang setelah bel berbunyi. "


" ya sayang kau benar , daddy mu juga benar sekali. " jawabnya.


" tumben mommy tidak marah " Arunika.


" Ya karena daddy mu itu bicara tentang mommy. dasar suami tidak punya perasaan selalu mengajarkan anaknya dengan sifatku. "


" Arunika ! " panggil seorang anak pria yang langsung berlari menemuinya.


" Kiano kamu ranking berapa ?" tanya Arunika.


" 1 lihatlah aku bawa piala "


" wow kau pintar sekali , pacarku memang pintar " arunika mencubit pipi anak laki-laki itu dengan gemas.


shandrianna melototkan matanya ketika mendengar Arunika memanggil anak itu dengan kata pacar.


" hehehe " anak itu hanya terkekeh.