Hanya Kamu

Hanya Kamu
Indra bertemu Reza


Reza menyambut Nina yang menghambur memeluknya


Mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya berputar putar....


"Kamu kapan datangnya za....


Tambah ganteng deh.....


Kamu oplas ya disana..."


Cerocos Nina tak henti


Reza mengacak ngacak rambut Nina dengan sayang


Reza kangen sekali dengan Nina


Juga seluruh keluarganya ,yang sudah Reza anggap sebagai keluarganya sendiri


Melihat kedatangan Reza semua menyapa


Mama Andita malah sampai menangis memeluk Reza..


"Mama kangen kamu nak..."


"Reza juga kangen mama dan semua"


"Reza....??....


Nama kamu Bawo kan....tanpa K..."


mama bertanya


"Apa karena pindah ke Australia namamu diganti?"


mama masih terus bertanya


Alhasil semua tertawa terbahak bahak....


bergantian memeluk Reza


"Maaa....nama dia Reza ma.....


Reza Putra Bawono...


Waktu SMA dulu dia suka diledek pakai nama papanya..."


Nina menjelaskan ke mamanya


Reza garuk garuk kepalanya yang memang gatal....


Risih dengan panggilan namanya yang dipotong secara tak lazim itu


Semua gembira....


Suasana makin ramai


Nina yang memang merindukan Reza sahabatnya nempel terus...


Cerita cerita seru sambil tertawa tertawa...


Apalagi Bagas dan Nadia ikut bergabung,


Suasana makin penuh gelak tawa


Bercanda sambil nyemil roti buatan Nadia


Tampak sesekali Reza juga menyuapi Nina


Ditengah tengah keakraban itu,


tiba tiba..


Ding....Ding.....Ding...!!!


ada yang datang dari arah halaman


Melotot ke arah mereka berempat terutama Nina..


Berjalan lurus menuju ke arah pinggir kolam renang yg menjadi tempat mereka berempat kumpul


Reza yang melihat orang asing baginya datang sambil melotot...


Ganti membalas melotot


Mereka main melotot melototan


"Hai ndra....sinii....."teriak Bagas


"Lhah...emang gua mau kesitu..."


Menjawab dengan kesal


Melotot lagi ke arah Reza...


Reza juga mempertahankan melototnya


.."Siape lu...."dalam hati Reza


"Apa luuu...." Kesal indra dalam hati


"Haaiii maassss.....sini ....


Nin kenalin sama sahabat SMA nin"


Nina berdiri menyambut Indra


Menggandengnya ke arah Reza


Mendengar Nina menyebut Reza sahabat Indra mengendurkan saraf matanya..


Mengurangi pelototannya


"Sini za....


Kenalin ini mas Indra....ehhmm ....


Nina masih malu menyebut Indra pacar


"Apaaa..."


Indra ganti melotot ke arah nina.....


Nina pura pura tidak melihat


"Kenalkan ya...gua Indra...


Pacarnya Nina.."


Sengaja menekankan kata pacar


Reza melongo


Matanya beralih menatap Nina


"Pacar...??..bener nin dia pacarmu...??"


Reza menatap ke arah Nina


Memastikan pendengarannya


Beralih lagi menatap Indra


Dari atas ke bawah....dari bawah ke atas...


"Iyaaa...benar.......ya kan sayang...??"


Indra yang menjawab sambil meraih tangan Nina, menunjukkan kepemilikannya


"Nin..


Kamu janji padaku kan...


Bahwa selama aku tinggal kamu akan hidup dengan baik...


Lalu kenapa ini.....


kamu malah pacaran sama orang tua gini"


Reza bertanya kesal ke arah nina...


Kesal karena ternyata Nina sudah punya pacar


"Apa kamu bilang....


Aku tua.......???


Jaga mulutmu yaa...!!"


Indra berapi api menjawab


Tak terima dibilang tua


Bagas semula khawatir


Indra dan Reza sempat saling melotot tadi


Akhirnya malah terbahak bahak mendengar perdebatan gak jelas dua cowok itu


Nadia juga tertawa sampai memegang perutnya


Nina juga bingung melihat tingkah Indra dan reza


mencoba menengahi kedua cowok itu


"Mas Indra belum tua za...


Hanya dia memang lebih dewasa dari kita"


"Itu namanya tua"


Reza yg cemburu tetap mencari celah menggoda Indra


Indra yang geregetan mau menghampiri Reza


Nina langsung memeluknya


Bisa runyam urusan,pikirnya


"Ayollaahhh....


Kalian jangan begini....


Gak enak sama yang lain.."


"Kamu tuh nin gara garanya ...


Harusnya kamu nolak aku


Carilah cowok yang setampan aku ,


Sekeren aku...


Ini malah nyari om om..."


Reza masih tidak terima...


Indra makin geram....


Akhirnya nina membawa Indra berlalu dari situ


gak akan berhenti pertengkaran itu kalau dibiarkan


sepertinya Indra dan Reza satu frekwensi


Reza masih meneruskan tidak terimanya...


Bagas dan Nadya masih tertawa sampai perut mereka sakit