
sepulangnya dia dari perusahaan Andrew dan shandrianna akan menjemput ailleen dari tempat lesnya. karena sudah sampai mereka menunggu ailleen keluar dari gedung itu.
dari tadi shandrianna terus diam. andrew tau shandrianna pasti bingung apalagi semenjak bertemu dengan bagaskara shandrianna lebih diam dari biasanya.
" katakan "
shandrianna menoleh dan menatap wajah andrew " aku akan kembali " ucap shandrianna.
" maksudmu ?" tanya andrew sendu.
" Aku akan pulang ke indonesia bersama ailleen "
" shand ... "
" maaf andrew aku telah merepotkanmu dan menyusahkanmu selama ini. aku dengar keluargaku tidak hidup dengan baik disana ... aku ingin melihat keadaan ibuku yang sakit.. "
" bukan untuk kembali pada suamimu ?"
" Tidak ( seraya menggelengkan kepalanya ) aku tidak akan kembali padanya. hanya beberapa hari saja dan aku akan kembali ke sini. "
" Kalau begitu aku akan ikut denganmu. "
" jangan andrew, beberapa hari lagi kau akan menerima investasi besar ... jangan membuang kesempatan besar hanya karena diriku dan ailleen, kau tidak perlu khawatir aku akan tetap menghubungimu nanti. "
" Baiklah tapi setelah itu aku akan menyusulmu, jangan menolaknya shandrianna... aku mengkhawatirkan ailleen, jila tanpaku dan terjadi sesuatu padanya. "
" aku mengerti " sambung shandrianna.
dari depan terlihat ailleen sudah keluar dan menuju kedalam mobil andrew, shandrianna segera keluar dan menyambut ailleen.
***
selama diperjalanan andrew terlihat terus menatap ailleen yang sedang memperhatikan jalanan diluar, melihat mata anak itu membuat sedih ketika harus berpisah walau untuk beberapa hari.
rasa sayangnya bukan hanya sekedar rasa sayang kepada anak kecil biasa. baginya dia adalah tanggung jawab untuk aileen sekaligus papanya.
" papa aillen ingin simit "
" Tunggu sebentar sayang papa hentikan dulu mobilnya "
shandrianna menatap ailleen " sayang kau lapar ? apa makan siangmu tidak dihabiskan ? " tanya shandrianna.
" Ailleen membaginya dengan teman ailleen, Gulnur tidak membawa bekal ibu. "
shandrianna tersenyum " anak pintar, baiklah papa akan membelikannya "
ujar andrew , lalu shandrianna tetap di dalam mobil bersama aileen sedangkan andrew membeli simit jika diturki simit adalah makanan seperti roti.
" aillen sayang besok mama akan izin pada ibu guru untuk meliburkan ailleen. "
" why mom ?".
" mom akan menjelaskannya dirumah "
brak
" ini sayang " andrew memberikannya kepada aileen " thank you daddy " jawab ailleen.
" daddy ?" ujar andrew entah karena lupa atau dia sedang mengingat bagaskara.
" sorry papa , i'm forget " ucapnya menunduk
shandrianna merasakan kalau ailleen pasti sedang teringat bagaskara, anak seusia aileen tentu saja bisa mengingat dan tau siapa dengan jelas siapa orang tua yang sebenarnya.
" No problem baby. okey let's going to home "
andrew berusaha berpikir positif barang kali aileen sedang merindukan bagaskara, setelah satu bulan kepergian bagaskara ailleen tidak mendengar kabar bagaskara.
****
beberapa hari kemudian
shandrianna dan ailleen sudah berada didalam bandara, andrew mengantarnya masuk sampai menuju kedalam. mereka berhadapan dan sebelum pergi andrew memeluk ailleen.
" pa i will miss you "
" is the same son "
Ailleen terlihat menitikkan air matanya, dia pikir dia akan pergi selamanya tanpa andrew.
"don't cry papa boy, in a few days papa will catch up" seraya menghapus air mata Ailleen.
" are you seriously ?"
" yes "
ailleen kembali memeluk andrew dan setelah itu andrew menggendong ailleen hingga kini ailleen sama tingginya dengan shandrianna.
" aku akan kembali " ujar shandrianna.
" aku akan selalu menunggumu, jaga anakku dengan baik "
" hmm "
" Come on baby we have to go now " ujar shandrianna mengambil alih andrew.
andrew menatap shandrianna dengan dalam, dia tidak yakin jika shandriaanna akan kembali bersamanya lagi seperti dulu pikirnya.
lantas dia memeluk shandrianna dengan erat, pelukannya itu dibalas oleh shandrianna.
" jaga dirimu baik-baik andrew "
" Aku mencintaimu "
shandrianna ingin menangis mendengarnya suara andrew terlihat tulus, hanya saja dia tidak bisa menerimanya tidak tau kenapa tapi hatinya seperti tertutup rapat untuk pria lain.
" Aku harus pergi " pamitnya
dengan keikhlasannya andrew melepaskan shandrianna
" Terima kasih " ucap shandrianna.
dia menggandeng tangan ailleen lalu membawa ailleen pergi. ailleen tetap memandang kebelakang dia terus melambaikan tangannya ke arah andrew.
Dari banyaknya insan manusia , kenapa harus kau shandrianna ... kau yang tidak bisa aku miliki tapi tetap aku cintai. perasaan macam apa ini, aku tau konsekuensinya betapa sakitnya mencintaimu tapi hatiku terus melakukannya.
***
hari ini shandrianna memutuskan kembali ke indonesia setelah benerapa tahun lamanya, hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.
perjalanan akan sampai tepat pukul 7 nanti pagi karena dia berangkat sore jarak nya sekitar 12 jam lebih, cukup melelahkan tapi demi mengambil haknya untuk tetap bersama ailleen dia harus kembali terlebih dahulu.
pagi harinya pesawat mulai mendarat di bandara soekarno-hatta, dia menatap keluar jendela kemegahan bandaara itu.
ailleen terlihat masih tertidur , seorang pramugari menghampirinya.
" Maaf nona ini adikmu ? dia terlihat tampan "
" tidak dia putraku "
" ha benarkah ? maafkan aku karena sudah salah paham. dia sangat tampan pasti papanya juga tampan. "
shandrianna hanya tersenyum tipis lalu ailleen terbangun
" mom ?"
" iya sayang "
" kita sudah sampai ? "
" iya sebentar lagi kita keluar. "
" Maaf tapi apakah disini punya susu anak-anak ? " tanya shandrianna kepada pramugari tadi.
" Ada nona sebentar saya ambilkan "
ailleen tersenyum karena memang kebiasaannya setiap pagi adalah minum susu putih, tidak sepertinya yang suka dengan susu cokelat.
" ini sayang , mau dibukakan ?" pramugari itu terlihat sangat berkaca-kaca ketika melihat ailleen, ailleen menganggukkan kepalanya.
" Berapa ?" tanya shandrianna.
" tidak usah nona ini dariku khusus anak tampan ini. dia mengingatkan aku dengan adikku dulu. "
" ha begitu terima kasih banyak " ucap shandrianna.
****
setelah didalam bandara Ailleen melambaikan tangannya kepada pramugari itu, shandrianna selalu senang melihat ailleen tumbuh dengan selalu menghormati dan menghargai orang tua.
didalam perjalanan itu menggunakan taksi shandrianna menatap keluar jendela bersama dengan aileen, untuk pertama kalinya ailleen datang kesini.
" it's a beautiful mom "
"Of course honey this is so beautiful "
shitt
" nona disana ada ATM "
" sayang tunggu disini ya, mommy akan kesana sebentar. "
" pak titip anak saya "
" iya nona "
shandrianna keluar dari dalam mobil, cuacanya panas sekali hari ini dia segera berjalan cepat menuju kedalam mesin atm untuk mengambil uang tunai. beruntung karena sepi jadi dia dengan cepat menyelesaikan nya.
ceklek
dia membuka pintu ATM itu karena tiba-tiba angin kuat dia membenarkan rambutnya.
kembali dia kedalam mobil dan masuk lagi untuk segera sampai ke tujuannya
***
shitttt
mobil kembali berhenti di depan rumah nya, rumah yang sudah lama tidak dia datangi dan rasanya seperti asing ketika orang tuanya mengusirnya.
" Sayang tunggu disini ya , mom hanya sebentar "
" aku ikut mom "
karena tidak tega melihat wajah ailleen yang seperti kelelahan jadi dia mengangukkan kepalanya lalu mereka turun dari mobil.
sejenak dia menatap gerbang yang tinggi itu. " Mom ini rumah kakek dan nenek ?"
" iya sayang "
lantas keduanya mulai memasuki halaman rumah dengan perlahan tidak ada siapapun disana , kakinya sangat ragu untuk masuk kedalam padahal tinggal selangkah menuju kedalam karena dia ada dibatas pintu.
" mom "
" sayang tunggu disini ya, mom hanya sebentar "
" baiklah "
ailleen pun duduk di kursi dekar jendela lalu shandrianna mulai menampakkan kakinya ke lantai rumah, kaki jenjang yang putih itu memasukinya dan matanya menatap dan mengedarkan keseluruh pandangan.
Apakah aku masih berhak berada disini ... aku ingin mundur sekarang tapi kenapa aku merasa selalu dipanggil.
shandrianna menghembuskan nafas panjangnya lalu kakinya mulai naik kelantai 2 dimana dia akan menuju kedalam kamar orang tuanya.
rumah ini sangat sepi tapi tidak berbeda sama sekali seperti dahulu. pintu kamar 1 adalah kamar tara , dia melewatinya dan yang disebelahnya adalah kamarnya dan yang terkahir pintu yang terbuka lebar.
dia berhenti menapakkan kakinya disana
" makan lah sayang, kau harus minum obat. " bujuk ayahnya.
" ayah apa kita bawa ibu kerumah sakit saja ?"
" bagas baru membelikan obatnya kemarin, ayah tidak punya cukup uang untuk membawa ibu kerumah sakit. "
betapa menyesakkannya mendengar keluaganya yang kesulitan ekonomi, ternyata bagas benar dia lah selama ini orang yang membantu keluargannya.
" anna "
dia tersentak saat ibunya memanggil namanya tetapi dengan suara yang lemah.
" Anna akan datang tapi ibu harus makan " ujar tara.
" anna "
rasanya anna ingin menangis memeluk ibunya saat itu, tidak dia sudah tidak tahan lagi seperti ini.
dia mulai kembali berjalan lagi tak ... tak...tak
suara hiells yang masuk kedalam ruangan itu, membuat tara dan handika menoleh. shandrianna berdiri disana menatap ketiga orang itu.