
Mobil Nadia sudah sampai kampus Nina
Mereka memang berbeda tempat kuliahnya
"Terima kasih ya dek sudah ngantar mbak
Hati hati di jalan ya"
"Iya mbak sayang...sama sama...mbak juga hati hati ya.."
Mereka berpisah setelah saling mencium pipi kiri dan kanan
Nina berjalan perlahan sambil menikmati sejuknya udara karena sepanjang jalan menuju kampusnya dipenuhi pepohonan hijau...
"Sayaaaanggg......"
Nina menoleh mencari asal suara
Terlihat Rara berlari menuju ke arahnya ,memeluknya seperti lama gak berjumpa
"Haaii.....ceria banget pagi ini....Ade apeee...!
Nina menyambut pelukan Rara
"iyaa nin....aku lagi bahagiaaaa banget"
"Kenapa.....?"Nina mengerutkan keningnya
"Coba tebak..."Rara menjawab sambil senyum senyum
Nina berpikir sejenak
"Aaaaaaahh....aku tau....kamu kegirangan ya gara gara ban mobil mas Bagas kempes"
"Iishh....masak gitu harus bahagia sih"Nina menjawab sambil cemberut.
"Secara kan kamu bisa lama an sama mas Bagas....
Atauu...jangan jangan mas Bagas malah sudah mau melamar kamu ya.."
Nina mulai menyelidik
"Isshh ...ngawur kamu...ini gak ada hubungannya sama mas Bagas"
Nina jadi penasaran
Menarik tangan Rara dan mengajaknya duduk di bangku taman dekat situ
"Lalu apa...kenapa kamu bahagia sekali"
Rara menarik nafas panjang sambil senyum tak lepas dari wajahnya
"Tabunganku bertambah 50 jutaaaa....."
Rara berbisik senang ke telinga Nina
"Laluuuu .....cuma mau pamer ternyata"
Nina menaikkan sebelah alisnya
"Isshh ..kamu ini o'on juga ternyata
Ini kan bisa jadi modal kita buat beli lahan buat TPA adik adik"
Rara menjelaskan
Nina terbelalak saat menyadari arah bicara rara
"Ya Allah Ra....kamu benerrr"
Mereka berpelukan dan menangis bahagia
Beberapa mahasiswa yang lewat merasa heran melihat mereka
Tapi Nina dan Rara tidak peduli karena mereka sedang bahagia
"Kita satukan tabungan kita,mudah mudahan cukup
Kita coba hubungi bang Miko nanti"
Sambil berangkulan Nina dan Rara berlalu dari situ
Sambil bernyanyi nyanyi gembira
Dari atas ,
Ikut bertasbih menyaksikan ternyata masih sangat banyak insan yang saling peduli sesama
Siangnya sepulang kuliah
Rara menawari tumpangan tapi Nina menolak
"Bener nih gak mau....jangan sampai ya mas Bagas marah marah gara gara aku gak nawari tumpangan ke adik ipar"
Rara menaik naikan alisnya
"Ihhh....gayanya calon kakak iparku.."Nina tertawa
"Sebentar lagi mas Indra jemput aku...
Kau hati hati ya di jalan..
Ingat.....langsung pulang,kalau pakai belok belok aku laporin ke mas Bagas.."
Nina menggoda sahabatnya
"Yeee....ini nanti memang belok belok....kalau lurus terus entar nabrak"
Rara juga tertawa membalas ucapan Nina.
"Bye nin sayang...."
"Bye juga Rara sayang.."
Rara duduk di bangku menunggu Indra menjemput
Baru sekitar 5 menit,Indra sudah berdiri dihadapan Nina.
Masih memakai jas lengkap dengan dasinya
Indra memang melarikan diri waktu jam makan siang tadi dari kantor
Ingin menjemput dan makan siang bersama cintanya
Nina mendongak saat sadar ada seseorang berdiri di hadapannya
"Gantengnyaaaaa...."mata Nina mengerjap ngerjap,
baru kali ini dia melihat Indra dalam tampilan resminya
"Tentu saja ganteng,pacarnya siapa dulu dong..."
Sambil memutar mutar dasi Indra menjawab sombong
"Awas kecekik...."Nina tertawa menggoda
Indra menggamit tangan Nina mengarah ke mobil
"Ayo ...temani mas gantengmu ini makan siang.."
Nina setengah menyeret kaki mengikuti langkah Indra
Di dalam mobil mereka melanjutkan obrolan
"Mas yang milih aja kita mau makan apa...nin ngikut"
"Bener ya ...tapi nanti nin ikut makan,
mas gak mau makan sendirian"
Indra menjawil dagu Nina
"iya mass..."
Nina merasa sejak menjadi pacar Indra ,nafsu makannya meningkat
makanan apapun menjadi terasa nikmat
Indra membelokkan mobil di sebuah restoran seafood
"Ayo turun sayang"
membukakan pintu untuk Nina
Menggenggam tangannya dan masuk sambil mencari tempat duduk
Seseorang yang berjas rapi tampak memperhatikan Indra dan menghampiri
"Tuan Indra ...selamat siang...selamat datang..terima kasih sudah berkunjung ke tempat kami"