
"Selamat pagi ma...pa ..ayah.."
Nina menyapa orang tuanya
"Selamat pagi juga Nadia,Andika dan Putri...adik adik kesayangan mbak"
Sapa Nina sambil mencium sayang ketiga adiknya..
"Mas Bagas juga dong.."
Bagas yang baru turun ikut nimbrung sambil mencium pucuk kepala Nina,Nadia dan Putri sambil mengacak ngacak sayang rambut putri
"Andika mau juga Abang ciummmm....???"
Bagas mendekatkan wajahnya ke arah Dika
"Hii...ogahhh....."
Andika menjawab sambil menjauhkan wajah,merasa geli kalau yang mencium kakak laki lakinya....
Semua tertawa melihatnya
Tak urung Bagas tetap mencium sekilas pucuk kepala Andika sambil mengacak acak rambutnya..
Pagi dilewati keluarga itu dengan sarapan bersama dan bercanda kecil penuh kehangatan
Om Adi sudah siap di depan menjemput kedua bossnya
Papa dan ayah berangkat kerja memang diantar jemput oleh Om Adi
Orang kepercayaan yang merangkap sebagai sopir khusus tuan Baskoro dan tuan Wicaksono
Om Adi adalah orang yang selalu mendampingi apapun kegiatan bossnya
Sangat handal dalam mengatur jadwal kegiatan tuan Baskoro dan tuan Wicaksono sehingga sesibuk apapun tetap bisa pulang ke rumah tepat waktu
Om Adi sudah menjadi Asisten sekaligus tangan kanan kedua boss nya sejak mulai awal merintis usaha
Ikut merasakan jatuh bangun yang menjadikan Adi sangat setia mendampingi kedua bossnya
Menjunjung tinggi rasa hormatnya pada atasan yang sudah dianggapnya sebagai orangtua sendiri
Mulai masih bujangan hingga sekarang punya 2 anak,
Adi setia berada di sisi dan melayani tuan Wicaksono dan tuan Baskoro
Badannya tegap ,gagah berisi
Wajahnya tampan dan murah senyum
Penampilannya selalu rapi dengan setelan jas dan juga berdasi
Hari ini seperti biasa Bagas membawa mobil sendiri
meskipun tujuannya sama
yaitu menuju perusahaan papa dan juga ayahnya
Dia mulai sering ke perusahaan untuk mempelajari segala hal mengenai perusahaan yang nanti akan di pimpinnya itu
Nina ikut nebeng mobil Nadia ke kampus karena siang nanti Indra mau menjemputnya
Andika semobil dengan putri didampingi mama
Diantar pak rudi, sopir keluarga ke sekolah
Andika sebetulnya sudah merengek minta kendaraan sendiri...
Dia malu sering di ejek anak mama oleh teman temannya karena selalu diantar mamanya
Tapi mama bersikeras menolak keinginan Andika
Andika menghentikan rengekannya saat semua keluarga memberikan pengertian padanya
Tentang betapa sayangnya semua keluarga terutama mama untuk menjaganya
Yaa...setiap keluarga pasti punya kepentingan dan peraturan masing masing
Bagi Andika,alasan keluarganya di balik penolakan untuk melepasnya naik kendaraan pribadi adalah karena rasa sayang mereka
Andika menyadari itu
Tidak perlu iri kalau teman temannya sudah membawa mobil atau motor sendiri ke sekolah
Karena semua keluarga pasti punya alasan dan pendapat sendiri
Yang semuanya bermuara pada satu rasa yaitu rasa sayang
Setelah mencium punggung tangan mamanya dan mencubit pipi putri
Andika turun di gerbang sekolah
Tak lupa juga mengucapkan terima kasih ke pak Rudi
"Terima kasih ya pak Rudi,tolong antar mama dan Putri,hati hati di jalan"
"Sama sama mas Dika,Insya Allah pak Rudi akan hati hati"
Andika turun dari mobil dan berjalan menuju sekolah untuk bergabung dengan teman temannya
Beberapa gerombolan cewek mulai bisik bisik saat melihat Andika lewat
"Lihat...makin ganteng saja dia"
"Senyumnya itu lhoo...."
"Tubuhnya tinggi tegap dan matanya...ahhh"
Andika yang merasa jadi bahan bisik bisik tetap melangkah tenang sambil menebarkan senyum mautnya
Andika memang ramah dan supel
Tapi tetap bertekad tidak akan pacaran kalau hanya untuk bersenang senang
Dia akan berpacaran saat sudah siap dan bisa menghasilkan uang sendiri
Seperti mas Bagas yang mulai pacaran setelah punya gaji
Bagas digaji karena magang di perusahaan orangtuanya
Di dalam mobil yang membawa tuan Baskoro dan tuan Wicaksono
"Di....apa kamu sudah mulai mempersiapkan orang yang kelak akan menggantikan mu?"
Tn Wicaksono membuka omongan
"Sudah tuan...sesuai perintah saya sudah mulai mempersiapkan 2 orang yang kelak mendampingi tn muda Bagas"
"Didik dengan sungguh sungguh ya di,hadapkan secepatnya kepada kami agar kami bisa ikut menilainya"
Tuan Baskoro ikut menimpali
"Insya Allah ,secepatnya saya akan membawa mereka untuk mengahadap tuan dan tuan muda"
Tn Wicaksono dan Tn Baskoro tidak memberikan jawaban
Adi menarik kesimpulan , berarti kedua tuannya sudah kembali sibuk menanda tangani dokumen yang sudah Adi persiapkan
Adi fokus kembali mengemudikan mobil