
Indra sudah ada di rumah
Kondisinya makin membaik
Bahkan bisa dibilang sudah sehat
Setiap hari Nina datang menjenguknya
Karena kalau sampai tidak datang , Indra langsung mengeluarkan jurus manjanya
Akan terus menelepon , mengancam tidak akan makan atau minum obat
Pak Bandi ,sopir pribadi di rumah Indra yang akan menjemput dan mengantar Nina
Jadilah setiap pulang kuliah Nina ke rumah indra
Papa , mama dan ayah sudah mengijinkan
Asalkan sesudah Maghrib harus sudah pulang ke rumah
Mama Vanya juga gembira melihat perkembangan kesehatan Indra
Apalagi dilihatnya hubungan Nina dan Indra juga makin membaik
Saat ini Indra sedang di suapi makan siang oleh Nina
Padahal tangannya sudah bisa makan sendiri
Segala kegiatan Indra masih dilakukan di dalam kamarnya termasuk makan siang sekarang ini
"Mas, jangan manja terus dong
Mulai besok nin gak kesini tiap hari ya"
"Gak boleh....mas belum sembuh
Pokoknya mas mau nin besok masih kesini"
"Aduh mas...nin kan juga ada perlu lain"
Indra menatap ke arah Nina
"Nin keberatan merawat mas?"
"Bukan begitu mas
Nin seneng bisa merawat mas
Tapi kan gak enak juga kalau nin tiap hari kesini"
"Kalau begitu mas akan melamar kamu
Terus cepet cepet nikahin kamu
Biar kamu bisa terus bersama mas tanpa merasa gak enak"
Nina terbatuk batuk mendengar Indra bicara soal pernikahan
Yang dalam pikiran Nina belum terlintas sedikitpun
Matanya melotot melihat indra
"Ish...mas apa sih...
Kuliah nin aja belum selesai sudah ngomong nikah"
Indra menatap wajah nina
"Mas gak akan melarang kamu kuliah meskipun kita menikah"
Nina geleng geleng kepala
"Mas ini lucu lho , gak ada angin gak ada hujan ,tau tau ngomongin nikah"
"Habis kamu nya juga...,masa keberatan sii kalau ngerawat mas"
Nina bersandar pada kursi yang di duduki nya
Dihembuskannya nafas panjang
"Mas....mas kan sudah sembuh , maksud nin kita kembali ke aktifitas semula
Kok malah ngomongin nikah sii.."
Indra memandang sambil meraih kedua tangan Nina
"Menurutmu mas egois ya...?
Maafkan ya...
Mas sangat mencintaimu sayang
Mas takut kehilangan kamu lagi"
Kedua tangan Indra berganti menangkup wajah Nina
Mas sanggup memenuhi semua kebutuhanmu
Bahkan kalau membutuhkan rumah sekalipun mas sudah siap"
Nina melepaskan tangan Indra
Kemudian berdiri di depan jendela yang menghadap taman di depan kamar Indra
Indra menyusul dan memeluk Nina dari belakang
Nina menyandarkan kepalanya di dada Indra
"Mas ingin bersamamu setiap saat seperti ini"
Nina menengadahkan kepala menatap Indra
"Nina juga bahagia bila bersama mas, tapi Nin belum mau menikah mas"
Indra mengeratkan pelukannya
"Baiklah...mas akan tunggu sampai kamu siap
Dan selama menunggu waktu itu tiba , kita harus saling terbuka
Mas tidak mau lagi ada kejadian seperti tempo hari
Mas betul betul tersiksa saat itu"
Nina berbalik badan menghadap Indra
"Bukannya mas yang harus diingatkan soal itu , mas kan yang mula pertamanya gampang terhasut "
Indra tersenyum dan merengkuh wajah Nina di dadanya
Nina mengangkat wajahnya
"Pakai cemburu segala ke bang Miko"
Nina tertawa geli sampai gigi putihnya terlihat semua
"Sudahlah yang....jangan meledek begitu !"
"Biarin....mas lucu kalau malu malu begitu"
Indra yang gemas langsung menciumi seluruh wajah Nina
Nina berusaha melepaskan diri sambil tertawa kegelian
Indra menghentikan ciumannya
Dia pegang wajah Nina dengan dua tangan
Ditatapnya mata Nina dalam dalam
Perlahan mengikis jarak dengan memajukan wajahnya ke wajah Nina
Disentuhnya dengan lembut bibir Nina dengan bibirnya
Lama mereka saling memagut
Tiba tiba pintu kamar di ketuk
Nina segera melepaskan diri dan mengusap usap bibirnya dari bekas ciuman Indra
"Cckk...gangguin aja"
Indra menggerutu sambil menuju pintu
Saat pintu terbuka ternyata ada Bagas dan Rara
Bagas langsung nyelonong masuk
"Hai bro....di kamar aja kerjaannya
Kamu sudah sembuh kan
Emang ngapain kalian berduaan begini"
"Kamu gangguin aja bisanya"
Indra menggerutu sambil duduk di sofa disamping Bagas
"Dek...kamu diapain tadi?
Kamu tiap hari disekap disini?"
Bagas menengok ke arah Nina yang sedang ngobrol dengan Rara di sofa sudut kamar
"Diajak nikah"jawab Nina
Bagas langsung duduk tegak
"Keduluan lagi?"