
" Hanya itu yang ingin kukatakan, aku permisi "
Saat Lion akan pergi bagaskara menghalanginya, dia merobek kertas itu kemudian memukul wajah Lion berulang kali.
" Bagas ! " teriak semua orang.
bugh
bugh
bugh
bugh
" Kembalikan istriku ! kau tau akibatnya aku akan menghancurkan hidupmu ! katakan atau aku akan membuatmu mati disini ! "
bugh
" cukup bagas dia akan mati nanti ! " cegah Handika.
" Katakan dimana Istriku ! " tanyanya sebelum kembali ingin memukulnya.
" Tidak akan kuberitahu "
bugh
bugh
bugh
" kakak !hentikan ! hentikan kak " Mahen menariknya hingga Lion terlihat dipenuhi lebam kemerahan akibat pukulan bagaskara.
" Hentikan ? kau bilang hentikan ? bagaimana jika yang ada diposisi ku saat ini kamu ? kau akan tetap menghentikan aku ?" teriak bagaskara.
" Ingat bagaskara ! aku akan menjauhkan mu dari istrimu seperti kau menjauhkan aku dengan saudaraku ! "
bagaskara menoleh kearahnya tak lupa tatapan yang ingin membunuh itu.
" Kau ingat perempuan yang kau janjikan untuk kau nikahi ? tapi apa ? kau menikahi shandrianna dan membuat hidup kakakku hancur ! dia meninggal ketika melihatmu menikah dengan shandrianna. "
" Elisa maksudmu ?"
" Ha aku tidak sangka kau masih ingat rupanya " jawab lion tersenyum miring.
" Ya ! dia kakakku ! dia meninggalkan Memikirkan dirimu, Kau memutuskannya dan menikahi Shandrianna itu tidak adil untuknya ! "
" Aku tidak melakukannya , dia yang memutuskan aku. " jawab cepat bagaskara.
" Jangan berbohong bagaskara ! Dia sangat mencintaimu "
" Kalau benar dia mencintaiku dia tidak akan menikah dengan pria lain "
" Jangan menyalahkan dirinya ! aku muak mendengarnya ! "
" Jadi ini alasanmu melakukan hal keji kepada istriku ? kau ingin balas dendam kepadaku tapi kau melukai istriku "
" Benar tapi tidak sepenuhnya benar. aku benci padamu, tapi aku menyukai istrimu. tadinya ... aku ingin menghancurkan kalian berdua, tapi karena istrimu sangat cantik dan baik maka aku jatuh cinta padanya. "
" tutup mulutmu! "
semuanya tercengang mendengarnya, anaknya dalam bahaya sekarang dini hanya bisa menangis tanpa bersuara.
" Hei dengar .. kalaupun kau menyukainya tapi dia mencintai keluarganya, sebaiknya kembalikan dia pada kami dan kami tidak akan menuntutmu " Ujar tara.
" Tara ! " saut bagaskara.
" Maaf tapi yang kalian katakan tidak akan mempan, besok aku akan menikahinya di Villa Garden jam 4 sore , jika ingin melihatnya kalian bisa datang tapi setelah itu .. aku akan membawanya keluar negeri. "
" Pernikahan tidak sah tanpa ada diriku " kini Handika pun membuka suaranya.
" benar karena itulah aku memberitahukan , agar ayah datang dan menjadi saksinya. "
***
dikamar yang sangat gelap itu shandrianna baru saja membuka kedua matanya, begitu banyak aroma yang ada disana sepertinya ini tempat pembuaran parfum pikirnya.
" ada dimana aku " gumamnya.
bahkan tidak ada satupun cahaya disini, bagaimana bisa dia melihat waktu " Aileen , Arunika " dia mengingat kejadian kemarin.
Langsung saja ia berdiri berusaha mencari pintu atau apapun yang membuatnya bisa keluar.
" haaa " dia terjatuh saat tak sengaja menandang sesuatu yang sangat keras sekali dikakinya.
" ahhh " dia rasa kakinya mengeluarkan darah, dia bisa mencium itu dan lendir darah yang keluar.
" Tolong ! " teriaknya.
" Tolongg !!!! " teriaknya lagi.
" Mas bagas !!!! " sambungnya lagi.
" Dimana aku , kenapa bisa disini " mukanya mulai ketakutan.
Ceklek
" Kau sudah bangun sayang ?"
bayangan laki-laki yang keluar dari cahaya terang itu sangat membuat matanya sakit, dia menutupi matanya. Lion berjongkok dihadapannya.
" Kau terluka ingin kabur ya ?"
" Li-lion ?"
" ya ini aku ... kau tidur terlalu lama sekali " jawabnya menyingkirkan guci-guci yang ada disana.
" Lion ... aku ingin pulang .. anakku .. "
" He jangan pikirkan mereka , kan ada daddynya. Ayo berdiri "
" awww " shandrianna meringis , Lion menghidupkan lampu kamar yang ternyata kamar ini banyak sekali guci-guci besar dan beberapa lukisan aneh.
" ya ampun sayang banyak sekali darahnya "
Shandrianna merasa sangat aneh, Lion seperti orang yang terkena gangguan jiwa " Ll...on "
" Diam "
" Ssakit , awwww " dia meringis ketika lion mencabut pecahan guci yang tertusuk di telapak kaki shandrianna.
digendongnya shandrianna dan direbahkannya kekasur
" aku mau pulang, anak-anakku "
" Diam ! kau mengerti tidak aku bilang diam ! atau kakakku akan bangun "
Lion menatapnya tajam , membuat shandrianna ketakutan tapi dia tetap mengobati kaki shandrianna.
" pintunya tidak akan aku kunci, kau bebas pergi keruangan manapun tapi ingat jangan keluar ya, aku siapkan acara besok dulu "
" ada apa besok ?"
" Pernikahan kita "
" Apa ?" jawabnya terkejut seraya membulatkan matanya
" Aku tidak akan menjelaskannya sekarang , lelah sekali besok saja ya dah selamat malam calon istriku "
dikecup nya puncak rambut shandrianna " Dia gila " batin shandrianna.
***
sementara itu dikamar shandrianna dengan kedua anaknya yang tertidur pulas dimalam hari bagaskara menatap satu per satu wajah anaknya.
seharian ini mereka selalu bertanya tentang shandrianna dan selalu menangisinya. Hatinya terpukul dan sangat sakit, ini semua karena masa lalunya hingga membuat keluarganya sekarang seperti ini.
Biasanya bersama dia akan selalu menatap wajah anak-anak yang sedang tertidur sambil membayangkan bagaimana mereka besar nanti.
tapi kali ini apa yang harus dia bayangkan selain ketakutan dan ketakutan yang akan datang. dia tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi.
lalu disisi lain shandrianna menjelajahi ruangan itu berharap dia akan menemukan jalan keluar padahal ini sudah pukul 2 pagi, namun matanya tertarik dengan salah satu ruangan yang tak terkunci semuanta dikunci hanya satu ini saja yang berbeda pikirnya.
dia berjalan hati-hati, lalu mengintip perlahan sampai matanya sedikit melihat cahaya dari lampu yang ada didalam kotak transparan itu.
" Haaa " seseorang mendorongnya dari belakang hingga dia masuk kedalam sana , matanya membulat sempurna dan air matanya langsung.
" Li...Lion !!!! Lion tolong aku !!!! keluarkan aku Lion !!! " teriaknya menggedor - gedor pintu yang tertutup itu.
seorang mayat wanita yang ada peti kaca transparan itu tengah terbaring dengan rambut panjang dan wajah yang sangat menyeramkan.
" hiks hiks lion !! aku mohon keluarkan aku !!! "
Diatasnya ada photo elisa yang dicap sebagai kakak nya lion.
" hiks hikss aku takut !!! lion !!! "
teriaknya lagi, sampai rasanya dia tak kuat lagi hingga pingsan disana.
keesokan harinya
Lion telah melakukan ritualnya, dia menciumkan beberapa dedaunan dan juga meminumkannShandrianna air dari guci yang sudah dia siapkan.
shandrianna masih tidur tapi dia sudah cantik dengan gaun pengantin yang melekat ditubuhnya.
" Kenapa kau nakal sekali sayang " ujarnya.
" kakak !!! " Gisel datang dengan senyuman dan menghampiri Lion.
" Sayang kau cantik sekali " pujinya.
" wah ! mommy cantik sekali , kak kita nanti pergi jauh kan setelah ini ?"
" Tentu saja dengan mommy juga "
****
diarea Halaman Belakang villa itu beberapa tamu telah datang , Gisel sedang menata bunga sedangkan Lion tengah duduk dialtar pernikahan bersama penghulu.
dan Shandrianna, dia menatap dekorasi dari luar kamarnya dengan sendu , dia kembali lupa siapa dirinya hanya bisa diam disana tanpa banyak bicara.
kini tiba saatnya dia mendatangi tempat altar untuk duduk disebelah Lion, dengan bunga mawar putih ditangannya. tapi tidak ada senyuman di bibirnya.
" Mengapa aku merasa aku tidak mencintainya, ada seseorang yang ada di hatiku " batinnya.
semuanya menatap dia dengan senyuman tak terkecuali Lion yang terharu melihat shandrianna memakai baju pengantin untuknya.
lion memberikan tangannya dan langsung diterima shandrianna. " Kamu sangat cantik "
" terima kasih "
duduklah mereka berdua disana, mereka siap untuk mengaruhi bahtera rumah tangga. dan tangan lion mulai menjabat tangan penghulu itu.
shandrianna terus menatap lion tanpa arti dia mencari cinta untuk lion dihatinya.
" saya terima nikahnya shandrianna La Zheirw binti Handika Al-Fahri dengan mas kawin 50 gram emas dibayarr tu.."
" Mommy !!! "
suara bariton aileen yang tiba-tiba muncul dari belakang itu membuat semua orang menoleh.
" Pak cepat selesaikan pernikahan ini ! " pinta Lion.
" Mommy !!!! hikss.hikss mommyy !! " Aileen berlarian menuju ke shandrianna, tapi shandrianna hanya menatapnya aneh kenapa anak itu berlari kearahnya pikirnya.
" pak cepattt ! " bentak Lion.
Bagaskara dan yang lainnya datang kesana, melihat aileen yang mengejar shandrianna. dia mengambil shandrianna dan membuatnya berdiri lalu memeluknya.
" mommy aileen rindu "
tidak ada satu kata yang keluar dari shandriana dia menatap lion dengan bingung.
" Anak kecil ini bukan mommy mu, kau salah orang "
" Paman lion jahat ! paman ingin merebut mommy dariku dan daddy ! "
" sayang kau belum menikah kita baru akan menikah sekarang " bela Lion.
" Anna sayang " panggil dini yang mereka semua hanya berjarak 2 meter saja.
" Aku bukan mommy mu " gumam shandrianna.
" Sayang aku suamimu " saut bagaskara.
" Dia anak kita sayang " sambung bagaskara lagi.
dengan cepat shandrianna menggelengkan kepalanya
" a...aku , aku tidak pernah menikah , kau salah orang nak aku bukan mommy mu "
" hiks hiks hikks momny ini aileen " peluknya erat tak mau melepaskan pelukannya.
" Hey menyingkir ! " Lion mendorong Aileen sampi terjatuh
" Aileen ! " semuanya berteriak memanggil nama aileen, bagaskara mengambilnya kemudian menatap Marah Lion.
" Sayang , ini Aku. Bagaskara Aditya Arif suamimu " ucapnya lembut.