Hanya Kamu

Hanya Kamu
Masa masa menyakitkan


Sesampai rumah


Setelah Indra pulang


Nina mengurung diri di kamar


Hatinya resah tak karuan


Berarti mama wina dan Rini sudah ada di Indonesia


Bagaimana kalau suatu saat kami bertemu


Aku harus bagaimana..


Bagaimana juga dengan perasaan ayah


Bagaimana kalau ayah masih terluka bila melihat mama wina


Kepada siapa aku harus berbagi cerita ini


Beragam pertanyaan berkecamuk dibenaknya


Nina meneteskan airmata


Luka lamanya menganga lagi


melahirkan bulir bulir air matanya deras


Nina menelungkup kan badan sambil terisak


#Flash back on


Teringat saat itu.....


Ketika pulang sekolah Nina melihat mama wina ada di mobil Rini menunggu pulang sekolah


Nina tau kalau mama wina menjemput Rini bukan dirinya


Tapi tetap saja Nina berlari menghampiri mamanya...berharap mamanya kembali pulang bersamanya


"Maaa....pulang maaa....jangan tinggalin Nina...."


Nina menghiba memanggil mamanya dari balik jendela mobil.....


Diketuk ketuknya kaca jendela mobil itu


Mama melengos ke arah lain


Berusaha menahan air matanya sendiri


Bagaimanapun juga Nina adalah putri kandungnya


Ada harga yang harus dia bayar untuk ambisinya menjadi orang kaya


Dan Wina merasa sudah siap membayarnya dengan meninggalkan suami dan anaknya


Nina terus meratap memanggil mamanya


Tak peduli saat itu hujan deras menerpa tubuh mungilnya


Dipanggil panggilnya terus tanpa lelah


Wajahnya berusaha menengok ke dalam mobil yang berkaca gelap


"Maaaa....mamaaa.....pulang maa.."


Berulang ulang dia memohon


Wina tetap tidak peduli


Tiba tiba kaca jendela mobil terbuka


Tampak Rini sudah duduk di samping mamanya


"Heeiii....minggir kamu....ini mamaku sekarang.. bukan mamamu lagi"


Nina semakin menangis


Tak menghiraukan ejekan Rini ,Nina tetap berusaha memanggil mamanya


"Maaa ..mamaaa.....ayo pulang maa..!!"


Teriaknya sambil berusaha meraih mamanya


Wina tidak berani menatap Nina


Wajahnya melengos ke arah lain


Rini merasa kesenangan melihat reaksi Wina


Menoleh ke arah Nina dan menjulurkan lidah


"Kasihan dehh luuu...."


"Jalan pak.....!!"


Mama Wina sudah tidak tega melihat Nina menangis


Apalagi mendapat ejekan dari Rini...


Nina menangis menjerit jerit memanggil mamanya


dikejarnya mobil yang membawa Wina berlalu


Terus berteriak tanpa peduli apa apa lagi


Nina terus berlari mengejar


Hingga akhirnya jatuh tersungkur di jalanan


Di bawah derasnya guyuran hujan


Nina meneruskan ratapannya dalam tangisan masih dalam posisi tertelungkup di jalan


Ketika tiba tiba ada tangan yang gemetar merengkuhnya dalam dekapan


Maafkan ayah yang tak mampu berbuat apa apa"


Laki laki itu menarik Nina berdiri


memeluknya erat dalam guyuran hujan


Nina menangis sejadi jadinya


Tak sanggup menahan kesedihan ,tiba tiba dia pingsan


Ayah Wicaksono mengangkat tubuh putrinya dan berlari membawa ke mobil bututnya


Hatinya hancur.... sehancur hancurnya...


Sambill menangis mengemudikan mobil


Lelaki itu menuju rumah Baskoro sahabatnya


Satu satunya kerabat yang dia punya


Tn wicaksono sungguh sungguh bingung harus bagaimana


dan mau kemana


Sesampainya di rumah Baskoro


Andita langsung merawat Nina penuh kasih sayang


Nina dia tidurkan di kasur di dalam kamar


Memberinya kehangatan pelukan


Wina menunggu Nina sambil berurai airmata


Sungguh tak tega mendengar semua cerita Wicaksono tadi


"Kau akan jadi Putri ku nak....kau punya mama sekarang"batin Andita dengan sedih


Saat Nina sadar,dia sempat bingung ada di mana...


Matanya mencari cari seseorang


"Mamaaa..."


ketika bayangan seorang wanita terlihat samar duduk di tepi ranjangnya


"Iya sayang....ini mama...


Kau sudah sadar ya ..."


Dengan suara lembut penuh kasih sayang


mama Andita membelai pipi Nina


"Tante Andita...??"


Nina masih bingung


Apalagi mendengar Tante Andita membahasakan dirinya mama


Nina mengenal Tante Andita dan Om Baskoro sebagai sahabat ayahnya


"Iya nak...ini Tante Andita....


Tapi tante ingin mulai sekarang Nina panggil Tante dengan mama


Nina akan jadi anak Tante...


Biar Nadia punya teman bermain...


Gak di nakali terus sama Bagas...


Nina mau kan??"


Meskipun bingung tapi Nina menganggukkan kepala


Andita tersenyum bahagia


Nadia kebetulan masuk kamar tersebut


"Yeyy...yeyy....mba Nina sudah bangun


gak jadi sakit..."


Naik ke atas ranjang dan memeluk manja ke arah Nina


"Kata mama,mulai sekarang mba Nina jadi kakaknya Nadia.....yyeeey..."


Teriakan gembira Nadia terdengar sampai keluar


Dimana Tn Wicaksono dan tn Baskoro saat itu duduk


Berdua berlari ke arah kamar


Mendapati Nina sudah siuman


"Alhamdulillah nak,akhirnya kamu sadar"


Tn Baskoro ikut memeluk Nina..


Nina yang masih kebingungan melihat ke arah ayahnya


"Ayaahhh..."Nina menatap ke arah ayahnya


"Iyaa naakk...."Mata wicaksono penuh airmata mendekati anaknya...


Masih terbayang dimatanya bagaimana Nina tadi tersungkur di derasnya hujan sambil memanggil manggil mamanya


"Maafkan ayah naakk....ayah mohon maafkanlah ayah"


Tn Wicaksono merasa tidak berdaya


Merasa sungguh tidak berguna sebagai suami dan ayah