Hanya Kamu

Hanya Kamu
Rasa bersalah Reza


Indra menghentikan pengejarannya ketika mobil Nina sudah menjauh


Berhenti dan terduduk


Alan yang disuruh Reza menyusul bossnya segera menghampiri


Memapah tubuh tuan mudanya kembali masuk ke dalam


Reza dan Alea sudah menunggu di depan ruangan Indra


Alea segera mendekat dan memeluk tubuh kakaknya


Reza hanya termangu


Semua di luar rencananya


"Gimana nanti kalau Nina curiga semua ini disengaja?"


Reza resah sambil mengacak acak rambutnya sendiri


Berjalan gontai masuk ke dalam ruangan Indra


Alan dan Merry keluar ruangan setelah memastikan keadaan tuan mudanya


Reza mendekat dan duduk di pinggir sofa yang ditiduri indra


"Maafkan aku kak Indra


Semua berjalan di luar rencana


Harusnya kunci mobilku tetap aku bawa"


Indra tidak menjawab


tatapan matanya lurus ke atas


menatap langit langit


"Kalian berdua pulanglah


suruh bang Alan mengantar"


Lirih suara Indra


"Tapi kak..."Alea menyentuh tangan Indra


"Pulanglah dek...kakak tidak apa apa


Kakak hanya ingin sendiri...."


Reza bangkit dari duduknya


mengambil dan menggandeng tangan Alea lalu mengajaknya pulang


Nina turun dari mobil dan berlari masuk rumah sambil menangis


Mama yang sedang duduk memangku kepala putri yang tidur di pangkuannya terkejut


Segera di letakkan kepala putri dengan hati hati dan menghampiri Nina


"Ada apa nak...apa yang terjadi?'


"Reza jahat ma....Reza jahat sama Nina"


Nina menangis tersedu sedu memeluk mamanya


Sambil terisak Isak Nina ceritakan semua kejadian tadi


Mama menarik nafas dalam


Dielus elusnya kepala Nina dalam dekapannya


"Sayang...Reza sudah lama menjadi sahabatmu


Bahkan sudah seperti kakakmu sendiri


Dia pasti punya maksud baik meskipun caranya tidak sesuai dengan mau mu


Tetaplah berprasangka baik


Tetap dengarkan kalau nanti Reza kesini untuk meminta maaf


Kau bisa kan?'


Nina bangkit dari pelukan mama


masih menyisakan Isak tangis


Mama membelai rambutnya ,memberikan ketenangan


Perlahan lahan tangis Nina berhenti


"Nin ke kamar dulu ma"


"Iya nak...istirahatlah"


Nina melangkah menuju kamarnya


Mama masih duduk terdiam


Sampai mendengar suara mobil masuk halaman


Ternyata Bagas pulang lebih awal


Reza meneleponnya tadi dan menceritakan semua yang terjadi


Bagas sempat menyemprot Reza yang dianggapnya sok tau


Segera dia pulang untuk memastikan kondisi Nina baik baik saja


"Assalamualaikum"Salam Bagas begitu masuk rumah


"Waalaikumussalam"


Mama bergegas keluar menyambut Bagas,


khawatir karena Bagas pulang lebih cepat dari biasanya , takut terjadi sesuatu


"Nina mana ma"


Bagas mencium punggung tangan mama lalu mencium pipinya sekilas


"Ada di kamarnya , barusan pulang sambil menangis"


Bagas menatap ke arah pintu kamar Nina yang tertutup


"Bagas ke kamar Nina dulu ma"


Tok ...tok...tok...!!


"Dek ini mas Bagas


buka pintunya!"


Terdengar kaki terseret mendekat


Pintu kamat terbuka., Bagas melangkah masuk


Nina hanya diam lalu melangkah duduk di sofa sudut kamar


"Reza telepon mas Bagas tadi


Menceritakan semua kebodohannya


Kamu tidak apa apa kan?"


Nina tidak menjawab


Bagas mendekat duduk di sampingnya


"Dek...mas tau kamu dan Indra sebetulnya masih saling mencintai


Memang Indra sudah bertindak bodoh


Mempercayai sesuatu tanpa memastikan dulu kebenarannya


Seperti halnya mas Bagas ,Reza mungkin juga meyakini kalau kau dan Indra masih saling mencintai


Maksud nya ingin memberi waktu kau dan Indra untuk bicara"


"Sikap mas Indra sangat jahat mas


Nin masih ingat semua perlakuannya


Dia juga sudah bersama cewek lain


Nin benar benar tidak mau bertemu dengan dia lagi


Nin takut..!"


Bagas memeluk Nina


mengecup sayang pucuk kepalanya


Menghapus airmata yang luruh dari mata dan membasahi seluruh wajah Nina


"Baiklah...mas mengerti


Sekarang istirahatlah"


Bagas keluar kamar Nina menuju ke ruang keluarga


Ternyata ada Reza dan Alea disana ditemani mama


"Mas Bagas,saya dan Alea benar benar minta maaf


Kami juga sudah meminta maaf dan bercerita semuanya kepada mama "


"Apa boleh kalau Alea ke kamarnya mba Nina?"


Alea menatap mama dan Bagas bergantian


"Jangan dulu dek...biarkan mba nina istirahat"


Bagas tersenyum menjawab ijin Alea