
Indra menghentikan pengejarannya ketika mobil Nina sudah menjauh
Berhenti dan terduduk
Alan yang disuruh Reza menyusul bossnya segera menghampiri
Memapah tubuh tuan mudanya kembali masuk ke dalam
Reza dan Alea sudah menunggu di depan ruangan Indra
Alea segera mendekat dan memeluk tubuh kakaknya
Reza hanya termangu
Semua di luar rencananya
"Gimana nanti kalau Nina curiga semua ini disengaja?"
Reza resah sambil mengacak acak rambutnya sendiri
Berjalan gontai masuk ke dalam ruangan Indra
Alan dan Merry keluar ruangan setelah memastikan keadaan tuan mudanya
Reza mendekat dan duduk di pinggir sofa yang ditiduri indra
"Maafkan aku kak Indra
Semua berjalan di luar rencana
Harusnya kunci mobilku tetap aku bawa"
Indra tidak menjawab
tatapan matanya lurus ke atas
menatap langit langit
"Kalian berdua pulanglah
suruh bang Alan mengantar"
Lirih suara Indra
"Tapi kak..."Alea menyentuh tangan Indra
"Pulanglah dek...kakak tidak apa apa
Kakak hanya ingin sendiri...."
Reza bangkit dari duduknya
mengambil dan menggandeng tangan Alea lalu mengajaknya pulang
Nina turun dari mobil dan berlari masuk rumah sambil menangis
Mama yang sedang duduk memangku kepala putri yang tidur di pangkuannya terkejut
Segera di letakkan kepala putri dengan hati hati dan menghampiri Nina
"Ada apa nak...apa yang terjadi?'
"Reza jahat ma....Reza jahat sama Nina"
Nina menangis tersedu sedu memeluk mamanya
Sambil terisak Isak Nina ceritakan semua kejadian tadi
Mama menarik nafas dalam
Dielus elusnya kepala Nina dalam dekapannya
"Sayang...Reza sudah lama menjadi sahabatmu
Bahkan sudah seperti kakakmu sendiri
Dia pasti punya maksud baik meskipun caranya tidak sesuai dengan mau mu
Tetaplah berprasangka baik
Tetap dengarkan kalau nanti Reza kesini untuk meminta maaf
Kau bisa kan?'
Nina bangkit dari pelukan mama
masih menyisakan Isak tangis
Mama membelai rambutnya ,memberikan ketenangan
Perlahan lahan tangis Nina berhenti
"Nin ke kamar dulu ma"
"Iya nak...istirahatlah"
Nina melangkah menuju kamarnya
Mama masih duduk terdiam
Sampai mendengar suara mobil masuk halaman
Ternyata Bagas pulang lebih awal
Reza meneleponnya tadi dan menceritakan semua yang terjadi
Bagas sempat menyemprot Reza yang dianggapnya sok tau
Segera dia pulang untuk memastikan kondisi Nina baik baik saja
"Assalamualaikum"Salam Bagas begitu masuk rumah
"Waalaikumussalam"
Mama bergegas keluar menyambut Bagas,
khawatir karena Bagas pulang lebih cepat dari biasanya , takut terjadi sesuatu
"Nina mana ma"
Bagas mencium punggung tangan mama lalu mencium pipinya sekilas
"Ada di kamarnya , barusan pulang sambil menangis"
Bagas menatap ke arah pintu kamar Nina yang tertutup
"Bagas ke kamar Nina dulu ma"
Tok ...tok...tok...!!
"Dek ini mas Bagas
buka pintunya!"
Terdengar kaki terseret mendekat
Pintu kamat terbuka., Bagas melangkah masuk
Nina hanya diam lalu melangkah duduk di sofa sudut kamar
"Reza telepon mas Bagas tadi
Menceritakan semua kebodohannya
Kamu tidak apa apa kan?"
Nina tidak menjawab
Bagas mendekat duduk di sampingnya
"Dek...mas tau kamu dan Indra sebetulnya masih saling mencintai
Memang Indra sudah bertindak bodoh
Mempercayai sesuatu tanpa memastikan dulu kebenarannya
Seperti halnya mas Bagas ,Reza mungkin juga meyakini kalau kau dan Indra masih saling mencintai
Maksud nya ingin memberi waktu kau dan Indra untuk bicara"
"Sikap mas Indra sangat jahat mas
Nin masih ingat semua perlakuannya
Dia juga sudah bersama cewek lain
Nin benar benar tidak mau bertemu dengan dia lagi
Nin takut..!"
Bagas memeluk Nina
mengecup sayang pucuk kepalanya
Menghapus airmata yang luruh dari mata dan membasahi seluruh wajah Nina
"Baiklah...mas mengerti
Sekarang istirahatlah"
Bagas keluar kamar Nina menuju ke ruang keluarga
Ternyata ada Reza dan Alea disana ditemani mama
"Mas Bagas,saya dan Alea benar benar minta maaf
Kami juga sudah meminta maaf dan bercerita semuanya kepada mama "
"Apa boleh kalau Alea ke kamarnya mba Nina?"
Alea menatap mama dan Bagas bergantian
"Jangan dulu dek...biarkan mba nina istirahat"
Bagas tersenyum menjawab ijin Alea