Hanya Kamu

Hanya Kamu
Aku, Kau dan Anak Kita


setelah mengantar shandrianna kerumah orang tuanya bagaskara berhenti di sebuah rumah sakit, dia berjalan diantara lorong rumah sakit itu seorang diri.


" selamat pagi pak bagaskara "


ucap seorang dokter pria yang cukup muda yang telah berdiri dihadapannya.


" selamat pagi dokter Putra "


dan sekarang mereka berdua berada di dalam ruangan duduk dengan saling berhadapan.


" memang benar obat itu adalah pil penunda kehamilan, tapi apakah pak bagaskara yakin mau mengganti obatnya ?" tanya dokter itu.


" tentu saja, Ganti obatnya dengan vitamin atau agar cepat hamil apapun itu. "


" Tapi apakah istri pak bagaskara tau kalau anda ingin melakukan hal ini ?"


" tidak tau dokter putra, aku tidak ingin berdebat dengannya hal itu akan menjauhkanku darinya jadi aku tidak perlu membicarakan hal ini kepadanya. lagipula kami sudah menikah dan punya anak berusia hampir 6 tahun jadi sudah cukup waktunya untuk menambah anak. "


" Aku dan kakakmu sudah berteman lama, kau percayalah padaku. " sambung bagaskara


" Baiklah akan kuberikan. "


bagaskara yakin jika shandrianna tau dia akan marah akan tetapi dia ingin punya anak lagi, tidak tau apa alasan shandrianna tidak mau punya anak lagi atau mungkin dia masih belum menginginkannya.


***


dirumah itu shandrianna membereskan kamar ibunya dan merapikan apapun yang ada dikamar itu, sedangkan ibunya duduk manis di pinggiran ranjang.


" Nak jangan repot-repot biar ibu saja "


" tidak bu hanya ini saja tidak merepotkan "


" aileen cucu ibu apakah dia ikut bagaskara ?"


" hari ini dia mulai sekolah bu, nanti pak bagas akan menjemputnya dan mengantarkannya kesini. "


" kamu masih memanggilnya pak ? "


" hmm "


shandrianna memasukkan baju-baju kedalam lemari dan menatanya dengan rapi.


" kalau bisa jangan nak, walau seperti itu dia tetap suamimu setidaknya panggil dia mas atau apapun yang menghormatinya. "


" iya bu "


karena tidak mau memperpanjang nya lagi shandrianna hanya menjawab dengan singkat, pikirnya yang terpenting dia sudah menikah dengannya soal panggilan atau pun itu tidak lah penting.


sore harinya


mereka bertiga telah kembali ke rumah, bagaskara duduk di sofa itu dan terlihat sangat kelelehan. shandrianna tak sengaja melihatnya saat ia baru turun dari kamarnya.


tanpa bertanya lagi dia membuatkan jus segar untuk bagaskara, tak butuh waktu lama dia langsung membawakannya ke ruang tamu.


" untukmu "



bagas langsung tersenyum melihatnya, walau terlihat cuek tapi tetap memperhatikannya pikirnya.


" Sayang kau mengkhawatirkan aku hmm ?"


" tidak , aku hanya berterima kasih sudah mengantar dan menjemputku " telaknya yang tidak mau mengakui itu padahal dia memang khawatir dan kasihan melihat bagaskara.


" bohong , lihat matamu kenapa kesana-kemari "


" yasudah aku ambil saja untukku "


" ehh jangan !, ini untukku "


" sayang kau sangat cantik kalau sedang malu begitu" kata bagaskara sambil minum sambil menatap dalam shandrianna.


" jangan menatapku seperti itu "


" kenapa ? tidak tahan dengan tatapanku ya " godanya.


" sudahlah aku masih banyak pekerjaan " tinggalnya yang lebih memilih kebelakang, karena shandrianna sudah pergi dia membawa gelas itu dan masuk kekamarnya.


dia harus cepat mengubah obat itu dan menukarnya, karena shandriana berada di bawah. dikamar itu dia membuka laci meja rias dan menukar obatnya dengan cepat.


ceklek


" Kenapa kau berdiri disana ?"


" tidak apa melihat kaca saja, katanya ada pekerjaan dibawah cepat sekali ?" tanyanya.


" aku hanya mengambil pakaian kering milik aileen. "


" dimana ailleen apa sudah tidur ?"


" sedang belajar dikamarnya "


" ha baguslah artinya nanti malam kita bisa berduaan. "


" ck " shandrianna membuka lemari untuk mencari pakaian, hari mulai gelap dan dia harus mandi.


" mandi bareng ya, semenjak menikah lagi kita tidak pernah mandi bersama. " ujarnya memeluk shandrianna dari belakang dan menciumi rambut shandriana.


" Kau tidak punya pekerjaan lain ya? "


" Ada tentu saja ada, kita harus menambah anak dan juga harus bekerja keras. "


" otakmu hanya berisi hal-hal mesum didalam sana. " umpat shandrianna yang langsung saja dia masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.


setelah shandrianna masuk kembali dia rapikan lagi obat itu lalu membawa obat yang biasa shandrianna minum kedalam jaketnya.


dia kembali terkejut saat ailleen tiba-tiba masuk dan memeluknya " ada apa sayang ? oh iya bagaimana hari pertama sekolah hari ini hmm apakah menyenangkan ? "


bagas mengangkatnya lalu memangkunya di pahanya.


" daddy sangat menyenangkan ! dan juga teman-temannya sangat baik. daddy tau ? tadi ailleen dapat teman baru namanya Nadhira "


" wah ! seperti apa dia ?"


" Wajahnya Cantik , rambutnya lurus dan berponi suka memakai jam tangan Tinkerbell. "


" ha jadi ailleen menyukainya ?"


" hmm ailleen suka "


" Kalau begitu bertemanlah dengan baik, terus Apakah semuanya bertanya tentang ailleen ? "


" iya dad, salah seorang teman bertanya ailleen Anak siapa , lalu aileen jawab ailleen anaknya mommy, daddy dan juga papa Andrew. "


mendengar nama andrew disebut membuat bagaskara cemburu, seharusnya dia ingin namanya saja yang disebut.


" Sayang ailleen kan anaknya daddy. "


" iya tapi Ailleen juga anak Papa Andrew kata papa dulu. "


" Dad , kenapa ailleen tidak melihat papa Andrew lagi ? biasanya papa menelpon mommy setiap malam. "


" aileen sayang, biar daddy jelaskan dan ailleen pahami ya. " yang langsung dijawab anggukan oleh ailleen.


" dulu daddy menikahi mommy itu artinya mommy hanya punya daddy, sedangkan papa andrew hanya teman mommy. mereka tidak hubungan apapun kecuali teman dan punya batasan, sedangkan daddy dan mommy sudah menjadi satu dan akhirnya mommy mengandung ailleen. "


" Tapi karena suatu hal kita tidak bisa bersama-sama, karena itulah temannya mommy jadi papa nya ailleen untuk sementara sampai daddy datang. tapi tetap walau daddy tidak bisa menemani mommy dulu, tetap daddy adalah orang tua ailleen bukan papa andrew. "


" Papa Andrew juga baik, papa sering memeluk mommy saat sedang mommy menangis dan membantu mommy saat mommy sedang kesulitan. "


*selalu saja ada orang yang akan menghalangi keluargaku, dulu Laura sekarang Andrew. walau mereka sudah tidak ada tapi keduanya tetap menjadi bekas luka.


dan ailleen tidak bisa melupakan andrew begitu saja, apa yang shandrianna katakan sampai aillen tidak bisa melupakan andrew*.


ceklek


" ailleen sudah selesai belajarnya ?"


bagaskara dan juga ailleen menoleh " sudah mom, aillen juga sudah mandi. "


" anak pintar , mom akan membuat makan makan dulu oke"


" oke mom "


" mom ! "


" ya sayang "


" papa andrew tidak menelpon ya ? kenapa papa andrew tidak menemui aillen lagi ? papa andrew marah pada ailleen ?"


shandrianna tersentak mendengarnya, dia begitu lupa tentang andrew sejak bersama bagaskara. bagaskara menunggu jawaban dari shandrianna yang terlihat diam itu.


" papa sedang sibuk sayang, dan tidak sempat bertemu ailleen. nanti papa menghubungi lagi. "


" aileen menunggu "


" hmm "


setelah selesai makan malam aileen ditidurkan oleh bagaskara di dalam kamar ailleen sendiri, dia memeluk aileen dan mengelus punggungnya.


sedangkan dibawah shandrianna masih merapikan dapur bekas dia memasak tadi.


dirasa ailleen sudah nyenyak bagaskara bangun dari ranjang itu lalu menyelimuti ailleen dan sebelum pergi dia mencium keningnya.


ceklek


saat yang bersamaan dia keluar dari kamar ailleen dan saat itu shandrianna akan masuk kekamar ailleen.


" sudah tidur, sebaiknya jangan diganggu " ujar bagaskara.


" aku ingin melihatnya sebentar. "


" sudahlah aku sudah menyelimutinya dan mematikan lampunya, kita kekamar ada yang ingin kubicarakan. "


" tentang apa ?"


" Semuanya. "


bagaskara membawa shandrianna kedalam kamar dan menggandeng tangannya, dibawanya dia keranjang dan didudukkannya.


" Katakan "


" Apakah kalian dulu , kau dan andrew pernah tinggal bersama ?"


" kenapa membahas hal ini ? " selidik shandrianna menatapnya curiga.


" aku hanya ingin tau, jujur saja aku cemburu mendengar ailleen selalu menyebut nama andrew disetiap kali orang bertanya siapa orang tuanya. dia mengatakan dia sering memelukmu saat kau menangis dan sering membantumu. "


" Aku tidak pernah tinggal dengannya tapi dia sering menginap diapartemen dan dirumahku. bagus sekali jika kau membahas ini. "


shandrianna menatap biasa tapi tatapannya seolah-olah sangat menusuk.


" Jangan menyalahkan orang lain untuk semuanya, dan jangan salahkan anakmu ketika dia menyebut nama orang lain sebagai papanya juga. selama ini dari kecil sampai usianya sekarang dia hanya tau andrew sebagai papanya. tapi semenjak kau datang dan membongkar semuanya dan mengatakan kalau kau adalah daddynya , mungkin saja membuatnya terluka. "


" Siapa yang lebih memahami ailleen dari pada aku ? kalau saja dia sudah mengerti dia pasti akan membencimu dan marah padamu, tapi beruntungnya dia masih kecil yang bisa dipengaruhi olehmu. Kau seharusnya berterima kasih pada Andrew yang tidak mempermasalahkannya, kau tau mereka saling menyayangi, bagi Andrew aileen adalah satu-satunya anak untuknya. "


" Dan terkahir kali dia kembali mengalah pada cintanya, aku tau dia mencintaiku aku merasa aku adalah wanita paling jahat untuknya. sebaik apapun dia tetap aku tidak bisa mencintainya, walau aku menerimanya dia nanti tidak akan bahagia bersamaku. seharusnya kau mengerti itu, siapa yang membuat semua ini terjadi 6 tahun yang lalu tidak akan terjadi ketika kau lebih memilih istrimu sendiri dibanding wanita lain. "


" Aku paham aku yang salah, aku juga yang membuat semuanya terjadi. tapi tidak bisakah kita kembali seperti dulu dan hidup dijalan yang seharusnya dimana ada aku, kau dan anak kita. " Balas bagaskara