
di kamarnya bagaskara membukakan tablet obat itu, ada beberapa obat yang harus shandrianna minum. dia tersenyum saat melihat bagaskara yang ketakutan tadi.
" Mas sudah memaafkan aku kan ?"
" belum "
" maafkan aku dulu baru aku minum obat "
" jangan seperti anak kecil sayang "
" yasudah tidak mau minum obat. "
" oke yang mual juga siapa , terserah minum atau tidak. tidak ada pengaruhnya padaku. " katanya dengan cuek dan segera berdiri.
" maaf " shandrianna memeluk bagaskara dari belakang dan berkata lirih.
" Aku bersumpah dan aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi. maaf-maafkan aku " gumamnya dengan penuh penyesalan.
bagaskara tersenyum miring, dia memang marah dan kesal awalnya tapi dia ingin seperti ini dimana shandrianna mengejarnya dan berlaku manja padanya.
" katakan bagaimana cara ku harus minta maaf ?"
" Cium sebanyak 10 kali. "
" baiklah hanya cium kan ?"
" hmm tapi di sini "
dia berbalik dan menunjuk bibirnya , langsung saja shandrianna menyambar bibir itu dan menciumnya sebanyak 10 kali.
cup
cup
cup
bagaskara tak melepaskan ciuman terkahir dan malah ******* bibir shandrianna dan memperdalam ciumannya.
" nghh "
shandrianna telah kehabisan nafas rasanya karna ciuman bagas sangatlah dalam dan kuat.
" jangan lakukan hal itu lagi atau hukumannya lebih dari ini. "
shandrianna menganguk mengerti " paham ?"
" hmm paham. "
" aku mencintaimu sayang " dia memeluk shandrianna dan mengecup rambut shandrianna.
" aku juga. "
" Sudah malam sebaiknya tidur, besok kita jemput aileen. "
" sebaiknya kau saja yang jemput aku akan menyiapkan sesuatu untuknya. "
" baiklah siapkan yang spesial. "
" tentu saja. "
****
" jangan berlari sayang "
ujar bagaskara setibanya aileen di kawasan sekolah dan baru saja turun dari bus sekolah.
" daddyyy !!!! "
" anak tampan daddy, apa kabar sayang "
bagaskara langsungg menggendongnya dan mencium pipinya.
" baik daddy. mana mommy ?"
" mommy tidak ikut katanya kelelahan. "
" mommy sakit ?"
bagaskara menggeleng " Mommy hanya kelelahan biasa sayang, yasudah kita pulang ?"
" daddy bagas mau membeli sesuatu boleh ?"
" kenapa tidak ayo kita beli apapun yang aileen sukai. "
" horeee !!!! "
bagaskara ikut tersenyum melihat aileen bahagia, dan ibu gurunya datang membawakan koper kecil milik aileen.
" selamat sore pak , ini koper dan semua perlengkapan aileen ada didalam."
" terima kasih " ucapnya menerima koper itu.
" bu shandrianna tidak ikut ?"
" Tidak karena sedang hamil muda jadi tidak bisa terlalu banyak aktivitas jadi hanya istirahat dirumah. "
" wah rupanya aileen akan punya adik baru. "
" iya bu guru, aileen ingin punya adik 4 "
" wah ! baguslah jadi kakak yang baik ya. "
" siapp ibu guru. "
****
dimeja makan itu shandrianna baru saja menyelesaikan makanan yang unik untuk aileen, dia terlihat senang saat masakannya berhasil.
terlihat lucu dan menggemaskan jadi sayang untuk dimakan pikirnya.
" kenapa lama sekali, aku sangat merindukannya." gumamnya.
tin
tin
mendengar suara klakson itu membuat ia senang " itu pasti mereka " batinnya.
ia segera berlarian keluar tanpa mengingat kondisinya yang sedang hamil.
ceklek
" aileen sayang ! " katanya lalu kembali berlarian dan memeluk aileen dengan rasa sayang.
" sayang jangan berlari sudah aku ingatkan berkali-kali." kata bagaskara.
" mommy merindukanmu sayang, aileen baik-baik saja kan ? apa camping nya menyenangkan ?"
aileen tersenyum lebar dan mengangukkan kepalanya " ailen baik mom, dan camping nya sangat menyenangkan aileen juga sangat merindukan mommy dan juga daddy. "
" Aileen katakan pada mommy untuk ingat kondisinya " ujar bagaskara.
" mommy dengar ? mommy harus menjaga kesehatan dan juga berhati-hati. "
" iya sayang maaf mommy suka lupa. karena mommy sangat antusias menyambutmu sayang, masuk lah mommy membuatkan makanan yang spesial aileen pasti suka. "
" apa mom ?"
" lihat saja didalam "
***
" wow mommy ! ini sangat bagus. pasti enak "
" heheh mommy kesulitan membuatnya tapi mommy senang hasilnya sangat bagus. "
" aileen makan ya "
" iya memang harus dimakan. "
" sayang aku mandi dulu ya, nanti tolong buatkan kopi dan bawa keruang kerja. " bagaskara baru saja masuk kedalam membawa koper milik aileen.
" iya "
" tunggu disini sebentar ya sayang. mommy buatkan daddy kopi dulu. "
" iya mom "
" hmm enak sekali , mommy memang pintar memasak. " pujinya.
***
disebuah cafe dan bar dengan pencahayaan yang redup, namun suasananya terlihat romantis. pelayan sangat sibuk mengantarkan pesanan kepada pemesan.
mahen terlihat sedang meminum moctail non alkohol,
" selaa.... "
dia terlihat takjub melihat kacantikan tara malam ini.
" maaf saya terlambat "
" ti-tidak masalah. kau sangat cantik. " pujinya.
mendengar itu tara langsung salah tingkah dibuatnya, dia menaruh anak rambut kebelakang telingnya hal itu membuat mahen merasa seperti sedang melihat bidadari.
" lelaki bodoh mana yang menceraikan wanita secantik ini. " batinnya.
" Mahen apa saya boleh memesan sesuatu ?"
" ho tentu kenapa tidak, pesan lah. " jawabnya memberikan menu yang didekatnya.
" ngomong-ngomong kemarin kenapa tidak bisa ? aku menunggumu. "
" adikku tiba-tiba menelpon, dia merasa kesepian dirumah jadi aku mengajaknya makan siang dan berbelanja jadi saya lupa "
" Adikmu istrinya Pak Bagaskara ?"
tara berhenti membalikkan buku menu itu kemudian menatap mahen " Bagaimana kau tau ?"
mahen tersenyum " pak bagas adalah sepupu ku, aku memanggilnya kakak. "
tara sungguh terkejut dibuatnya dia tidak menyangka bagaskara masih memiliki kerabat dekat.
" jangan terkejut karena memang aku tinggal di tesla sebelumnya. "
" oh begitu. "
" Berarti kita masih keluarga ?"
" hmm ya tentu ... saja "
" oke pesanlah. "
mahen terus memandangi wajah tara, kenapa dia seperti menyukai tara padahal sebelumnya dia hanya penasaran pada tara.
" tidak kakak maupun adik sama-sama cantik. kak bagas memang tau serbuk berlian asalnya darimana. "
***
" jadi begitu ceritanya, pesan moralnya adalah jika kita punya sesuatu yang bisa kita bagi kepada seseorang yang membutuhkan maka kita harus membaginya. jangan takut akan habis karena semua nya akan kembali lagi. "
" monyetnya sangat baik ya mom, dia membagi buah-buahan kepada kura-kura sampai buahnya habis padahal dia baru makan satu. tapi dia tidak marah malah senang dan akhirnya pemiliknya memberikannya buah-buahan yang lebih banyak. "
bagaskara yang berada diujung kasur itu hanya mendengarkan bagaimana shandrianna menceritakan kisah moral kepada aileen, mungkin shandrianna sering melakukannya saat aileen masih kecil dulu.
" iya sayang, aileen tidak mengantuk ? besok kalau lelah tidak usah sekolah dulu. "
" kata daddy aileen mau khitan ya mom ?"
" hmm daddy sudah mengatakannya ?"
" iya tadi dijalan. " saut bagaskara.
" iya sayang aileen sudah besar, aileen berani kan ?" tanyanya.
" daddy sudah menjelaskannya rasanya tidak sakit dan pria harus melakukannya agar dikatakan sebagai pria sejati. iya kan dad ?"
" tentu saja sayang, setelah khitan apapun yang aileen minta pasti daddy kabulin. "
" wah jadi tidak sabar "
" yasudah tidur lah ya, mommy sudab mengantuk sayang. "
cup
" selamat malam mommy , selamat malam adek, selamat malam daddy. " aileen mengecup pipi shandrianna dengan lembut dan beralih menatap bagaskara.
" daddy tidak dicium sayang ?"
" daddy ada janggut aileen geli. "
" di kening saja "
cup
" hehhehe sudah "
" anak daddy yang sangat pintar, ayo tidur " bagaskara pun memeluknya dan memeluk shandriana juga. dimana posisi aileen berada ditengah mereka.
" selamat malam " ucap shandrianna lembut.
" selamat malam sayang "
****
bagaskara telah bangun terlebih dahulu dibanding shandrianna dan aileen, melihat anak dan istrinya tidur adalah hal yang paling membahagiakan untuknya.
dia cium satu persatu anak dan istrinya pagi ini dia yang akan membuatkan sarapan, usia kandungan shandrianna sudah menginjak 3 bulan dan perutnya mulai terlihat.
tidak ingin shandrianna kelelahan jadi semua pekerjaan dia yang melakukannya.
" hoam "
shandrianna menguap seraya menggeliat dan mengelus rambut aileen, dilirik nya jam yang menunjukkan pukul 7 pagi.
tercium aroma masakan dari dapur itu pasti bagaskara pikirnya.
dia segera turun kebawah dan melihat bagaskara yang sedang memasak.
" selamat pagi mas bagas " ucapnya memeluk dari belakang bagaskara.
" sudah bangun hmm ? mas buatkan nasi goreng spesial untuk yang paling cantik dan anakku yang paling tampan. "
dia masih membiarkan shandrianna memeluknya dari belakang dan hal itu membuatnya sangat nyaman.
" aku suka memeluk mas bagaskara seperti ini sekarang. "
" dulu tidak mau "
" dulu beda "
" mas "
" hmm "
" jangan bekerja "
" hee tumben sekali, biasanya malah menyuruh bekerja. "
" aku ingin ditemani mas bagas hari ini, jangan bekerja ya "
" bujuk dulu "
shandrianna mematikan kompor itu lalu dia membalikkan tubuh bagaskara.
" pegang pinggangku " kata shandrianna seraya ia merangkul leher bagaskara.
dan apa yang ia lakukan ? ia naik keatas tubuh bagaskara dan alhasil bagaskara menggendongnya.
cup
cup
cup
" jangan bekerja, aku tidak mau sendirian" katanya dengan mata yang sendu.
" istriku sangat manja akhir-akhir ini, jadi curiga. "
" mas jangan bekerja ya " dia memeluk bagaskara dan menaruh kepalanya di ceruk leher bagaskara.
" jangan nakal sayang, jika sudah terbangun aku tidak mau menundanya. "
" terserah aku maunya mas bagas tidak ke kantor "
" iya-iya mas tidak kekantor sayang. mas juga ingin menemani istri mas yang sangat cantik ini. "
shandrianna tersenyum lebar dan kembali mencium bibir bagaskara.
" suka mencium paksa ya sekarang ?"
" hmm "
kruyuk....kruyuuk
" oh ada yang lapar , ini yang lapar istri mas atau adek bayi hmm ?" godanya.
" dua-duanya. "