
" mommy! daddy ! "
kedua orang yang dipanggil itu pun menoleh, bagaskara menatap penuh arti aileen yang terlihat tampan diusianya yang akan mendekati 13 tahun.
" Kakak kau pakai parfume ku ya " arunika mendengus jaket yang dipakai aileen dengan intens.
" mommy juga membelikan aku kemarin, iya kan mom ?"
" i-ya sayang. aileen ... Saat nanti sampai hubungi mommy ya, ini untukmu ... simpan baik-baik setiap hari kau harus menghubungi mommy dan daddy. "
dia memberikan ponsel yang terbaru untuk aileen, karena selama ini jika akan menghubungi aileen maka harus ke operator sekolah terlebih dahulu.
" tapi mom ini .."
" Aileen terima saja, mommy akan sangat khawatir jika sehari saja tidak mendengar suaramu. " timpal Bagaskara.
" Baiklah, terima kasih mommy " diambilnya ponsel itu, lalu dia memeluk shandrianna dan dibalas oleh mommy nya.
" Saat daddy pergi bekerja, arunika sekolah mommy sendirian dirumah. dulu Granpa sering bilang mommy setiap hari kerumah karena kesepian, mommy jangan sedih .
karena aileen akan menghubungi mommy setiap saat mulai sekarang, daddy juga akan pulang cepat dan ada adik bayi yang akan menemani mommy. "
" mommy pernah bilang padamu sayang ... mommy bisa sendirian tapi tidak bisa untuk tidak menerima kabarmu sehari saja, jangan nakal dan belajar yang rajin. Seorang profesor matematika harus giat belajar. "
tak terasa bulir bening itu jatuh dari pelupuk matanya, dia tau aileen bisa menjaga diri dengan baik. tapi rasanya saat mengingat bagaimana sepinya hari tanpa ada orang yang menemani itu tidaklah enak pikirnya.
" aileen janji mom "
" mommy menyayangimu "
" sayang ini sudah siang. " kata bagaskara.
Sebelum melepaskan pelukan shandrianna mencium kening dan rambut aileen.
" Hati-hati mas "
" tentu saja. Cup ! Arunika daddy antar kakak dulu, temani mommy oke ? marahi saja mommy kalau tidak mau istirahat. "
" siap daddy ! " tegasnya, lalu dia menatap kakaknya dan memeluknya.
" Kita sering bertengkar tapi nanti arunika merindukan kakak juga " ucapnya dengan manis sehingga membuat aileen tersenyum.
" ingat janjimu untuk tidak nakal dan nurut pada mommy. "
" Arunika tidak pernah ingar janji "
keduanya melepaskan pelukan itu, bagaskara membawa koper yang cukup besar itu lalu ketiga orang itu saling melambaikan tangan.
Arunika mengambil tangan mommy nya yang disebelah kiri dan kembali melambaikan tangannya.
***
Beberapa hari setelah aileen kembali ke asrama nya, Kini arunika kembali merasakan kehampaan. dia tidak ada teman yang bisa diajak bermain.
setiap pulang bagaskara selalu membawakannya mainan baru hingga bertumpuk dikamarnya, seperti sekarang semua mainan berserakan di lantai.
dia sedang membangun sebuah rumah istana namun lagi-lagi dia bosan.
drttt....drtttt
📱" Daddy Keren ❤"
mendengar suara telpon berdering dia langsung berlarian dan mengambilnya. ternyata bagaskara meminta video call.
" daddy ! " ucapnya bersemangat.
📱" halo sayang , sedang apa ? daddy sedang istirahat makan siang diruangan daddy, kau sudah makan ?"
Arunika mengangukkan kepalanya, tapi setelah itu dia membuat wajah cemberut.
📱" he kenapa muka anak daddy begitu ? bertengkar sama mommy ?"
" No dad. " jawabnya menggeleng.
📱" Arunika kenapa sayang ? mau mainan apalagi hmm ?"
" Arunika tidak mau mainan dad. arunika mau teman " pintanya.
📱" Memangnya mommy kemana ? apa mommy keluar tanpa izin ?"
" Mommy dibawah mencuci piring tadi, daddy kapan adiknya datang lama sekali. arunika tidak sabar punya adik biar bisa bermain bersama. "
melihat muka dan cara bicara arunika yang terlihat melas membuat bagaskara tertawa hingga matanya menyipit.
📱" Beberapa bulan lagi datang sabar ya, kalau begitu daddy pulang sekarang kita main ya. "
" ha sungguh daddy ?" tanyanya yang langsung bermuka semangat.
📱" Sungguh, daddy matikan ya daddy langsung pulang"
" oke daddy, bye daddy ! "
📱" Bye sayang ! "
telpon pun terputus, arunika pun memutuskan untuk keluar dia ingin mencari shandrianna.
" Mommy ! mommy ! mommy ! " teriaknya sambil berlarian menuruni anak tangga.
" ada apa sayang ? jangan berlarian nanti jatuh " shandrianna keluar dari arah dapur melihat jengah arunika.
" Jangan marah arunika tidak jatuh. daddy mau pulang ayo kita bukan sesuatu " ajaknya.
" Dikulkas masih banyak makanan sayang, jangan mubazir mommy juga sudah lelah lain kali saja ya. "
" Kalau begitu minta uang " arunika menadahkan tangannya.
" Membeli sesuatu " jawabnya enteng.
" kau pasti ingin pesan makanan "
shandrianna kembali ke dapur dia mengambil kartu di dompetnya. " mau cash mommy "
" Tidak ada sayang mommy lupa ke ATM "
" Huft ya sudah, mommy mau apa biar arunika pesankan ?"
" Tidak ah mommy mau istirahat saja, pesanlah mommy kekamar ya."
" iya "
***
dengan rasa senang karena shandriana memberikan kartu dan bagaskara akan pulang, dia memesan begitu banyak makanan ada pizza, humberger, hotdog, steak, kentang goreng, fried chicken hingga dikamarnya penuh oleh semua makanan itu.
" Arunika ! "
ceklek
bagaskara terpukau melihat banyaknya makanan yang tertata dilantai, berbeda dengan arunika yang tersenyum dengan mata besarnya.
" apa ini sayang ? kenapa banyak makanan dilantai ?" tanyanya mendekat seraya membuka jasnya.
" mommy tidak mau menemani bermain jadi arunika minta uang dan membeli semuanya, ayo daddy kita makan " dia mengajak bagaskara duduk dan memainkan bonekanya.
" Mommy tidur ?"
" Iya, pagi tadi mommy muntah-muntah. jadi tidak masak, arunika hanya makan dengan omlet saja. " dia sedikit cemberut saat menceritakan itu kepada bagaskara.
dia tidak suka omelet, tapi shandrianna tetap memberikannya.
" jangan begitu sayang, hargai apa yang dilakukan mommy. semua ini juga karena daddy "
" kenapa gara-gara daddy ? mommy kan yang hamil. " tanyanya sambil memakan kentang goreng.
" Daddy yang terus memaksa mommy hamil lagi, setiap mommy hamil pasti begitu waktu hamil arunika juga begitu. jadi jangan marah sama mommy ... lihat kan walau mommy tidak enak badan tetap saja arunika dibuatkan sesuatu, itu artinya mommy tidak ingin arunika kelaparan. "
jelasnya agar mengerti betapa shandrianna menyayanginya. arunika punya sifat yang keras kepala dan selalu marah tapi dia juga pengertian jika dijelaskan.
sejenak arunika diam sepertinya dia mulai mencerna perkataan bagaskara tadi, kalau dia harus menghargai orang lain yang sudah berbuat sesuatu untuk dirinya.
***
setelah beberapa jam dikamar arunika menemaninya bermain sampai ketiduran, bagaskara kini keluar untuk menuju kekamar nya dengan shandrianna.
dibukanya perlahan pintu kamar dan ternyata shandrianna masih tertidur pulas. dia taruh jas nya di sofa dan mendekati shandrianna.
dibelainya wajah shandrianna yang semakin hari semakin cantik pikirnya. sampai merasa ada orang yang menyentuhnya mata shandrianna perlahan terbuka.
bagaskara tersenyum penuh arti memandangnya "sudah bangun sayang ?" tanyanya yang kemudian mengelus kening shandrianna.
" jam berapa ini ? aku lama sekali tidurnya " gumamnya.
" jam 4, sebenarnya mas sudah pulang jam 1 tadi tapi menemani arunika bermain dulu. kalau masih mengantuk tidur saja lagi. nanti malam mas saja yang masak mau dibuatkan apa hmm ?" tanyanya dengan nada yang sangat lembut.
" apa saja " jawabnya singkat.
" kepalanya pusingnya ?" dia bertanya itu karena shandrianna memeluk tangannya dengan erat.
" sedikit "
" nanti mas belikan obat lagi, diminum ya agar tidak pusing dan mual terus. " nasihatnya, dia tidak suka melihat shandrianna merasakan sakit dan lemah seperti ini.
" .... "
" sayang " panggilnya.
" .... "
" sayang mas bicara padamu "
" katakan ada apa ? jika kau diam bagaimana mas tau sayang ?" sambungnya lagi.
" aku merindukan ibu dan ayah mas " gumamnya.
bagaskara menghela nafas pelan, lalu dia menidurkan dirinya diranjang dan memeluk shandrianna dari belakang.
" tiba-tiba begini pasti ada sesuatu kan ?" tanya bagas.
" saat aku tidur rasanya ibu dan ayah terus melihatku. mereka tersenyum tapi aku tidak bisa memeluknya bahkan bicara pun tidak. " ucapnya getir menahan rasa rindu yang begitu dalam kepada orang tuanya.
" Itu artinya ibu dan ayah sudah bahagia saat ini. mereka hanya ingin melihatmu tapi percayalah mereka terus melihat kita dimana pun mereka berada tapi didalam hati kita ibu dan ayah tetap dekat. "
" Mas "
" iya sayang"
dia membalikkan tubuh shandrianna hingga menghadap kearahnya, dia terus memandang shandrianna yang terus menunduk.
" mas tidak akan pernah meninggalkan aku kan ?"
" pertanyaan yang tidak harus mas jawab. "
" mas tau kata-kata terkahir ayah sebelum meninggal, dia bilang kita tidak boleh berpisah lagi dan melarangku pergi dari hidupmu, dia akan bahagia jika kita terus bersama. "
" Bahkan ayah juga tau, mas tidak akan pernah meninggalkanmu sayang kecuali kematian tapi mas berharap usia mas panjang hingga nanti bisa terus lama denganmu dan melihat anak-anak kita menikah hingga memiliki anak nantinya. "
shandrianna memeluk leher bagaskara dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher bagaskara yang menurutnta sangat wangi itu.
" tapi bagaimana jika tuhan memanggilku terlebih dahulu ?" tanya shandrianna.