
hari ini shandrianna sendiri akan mengantar aillen dan sekaligus ada pertemuan orang tua. dia sudah siap dan berdandan natural saja.
karena aileen sudah masuk kedalam kelas jadilah dia sendirian berjalan menuju keruang rapat orang tua bersama guru.
drrtt....drrtt
Suami ❤
langkah shandrianna terhenti dan ia langsung mengangkat telpon dari bagaskara.
" halo "
📱 " sudah sampai sayang ? " tanya bagaskara dibalik telpon.
" iya mas sudah dari tadi. ini aku sedang menuju keruangan rapat. "
📱 " Nanti pulangnya hati-hati dijalan jangan mengebut, dan langsung pulang jangan kemana-mana lagi. "
" iya mas bagas, kamu takut aku dilihat pria-pria ya "
📱 " Hmm mata lelaki diluar sana sangat jeli ketika melihat wanita cantik. "
shandrianna terkekeh melihatnya
" baiklah aku akan langsung pulang, sudah dulu ya takutnya aku terlambat datang tidak enak sama gurunya. "
📱 " hmm "
shandrianna heran bagaskara tidak mematikan telponnya " kenapa belum dimatikan ?" tanya shandrianna.
📱 " Katakan sesuatu sebelum telponnya ditutup "
" Aku mencintaimu mas bagas "
📱 " aku juga mencintaimu sayang , dah hati-hati ya "
" hmm "
📱 " matikanlah "
shandrianna langsung mematikan ponselnya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat kelakuan bagaskara.
disaat yang bersamaan ada seorang pria yang kisaran usianya sama seperti dia, dia berpakaian rapi dan terlihat bijaksana.
" permisi apa kau tau dimana ruangan rapat bersama orang tua anak-anak ?" tanya pria itu sehingga shandrianna menoleh.
" oh saya juga mau kesana "
" kebetulan sekali, boleh saya ikut ?"
" silahkan "
akhirnya shandrianna dan pria itu pun berjalan bersamaan dan melewati beberapa ruangan dilorong itu dan akhirnya tibalah mereka berdua di depan ruangan yang cukup besar.
" disini " kata shandrianna.
pria itu mengangukkan kepalanya dan akhrinya keduanya masuk bersama.
" selamat siang " ucap mereka berdua bersamaan.
" selamat siang pak, bu ini ... orang tuanya Ailleen dan Gisel ya ?" tanya seorang guru wanita yang muda.
" iya bu " jawab mereka berdua lagi secara bersamaan.
" kami sudah menunggu silahkan duduk pak, bu. "
keduanya pun duduk bersampingnya di meja yang cukup besar melebar memanjang itu.
akhirnya guru itu pun menjelaskan maksud dan tujuan dari rapat kali ini, sehingga para orang tua menyimak dan memahaminya.
tidak lama guru itu menjelaskan dan hanya mengambil hal singkat saja.
" jadi begitulah pak bu, karena sekolah akan mengadakan camping maka pihak sekolah menawarkan jika ada orang tua yang ingin ikut menyumbang diperbolehkan dan jika tidak pun tidak masalah. "
" maaf bu saya mau tanya " kata shandrianna.
" iya silahkan ibu shandrianna "
" terima kasih. berapa hari anak-anak akan mengikuti camping ?" tanyanya.
" ah iya saya lupa itu , terima kasih bu shandrianna sudah mengingatkan. camping kali ini akan diadakan selama 3 hari saja untuk belajar di alam bebas dan juga meningkatkan kemandirian anak-anak dan waktunya akan dimulai lusa sampai minggu nanti. "
" bagaimana bapak/ibu apakah ada yang ingin menyumbang secara langsung ?" tanya guru tersebut.
" saya langsung "
" iya saya juga "
" saya juga "
" Bu shandrianna ? "
" pak Lion ? "
" saya tidak tau kalau agendanya seperti ini apakah bisa transfer saja atau cek ? " tanya shandrianna.
" saya juga " saut pria itu.
" baiklah " jawab guru itu.
setelah selesai rapat shandrianna keluar dari ruangan rapat dan seketika guru tersebut tersenyum melihat shandrianna.
" bu shandrianna " panggilnya.
" iya bu ?"
" terima kasih untuk sumbangannya, tapi apakah tidak terlalu besar bu ?" tanya guru tersebut.
" itu uang suami saya, aku dengar sekolah ini juga membantu sekolah istimewa jadi sisanya berikan saja kepada sekolah tersebut. saya akan menyampaikannya pada suami saya. "
" ah baiklah terima kasih banyak bu. aileen beruntung sekali memiliki ibu yang cantik dan ayah yang baik, aileen anak yang pintar dan rajin membantu temannya. "
" benarkah ? dia memang seperti itu bu. " katanya dengan senang.
pria tadi terus mendengarkan perkataan kedua orang itu
" iya bu dan anaknya juga ceria mudah berteman."
" benar bu , ini sudah jam pulang sekolah apakah saya boleh membawa aileen pulang ?"
" oh iya silahkan bu , hati-hati dijalan. "
" terima kasih "
shandrianna kembali berjalan dia ingin menghampiri kelas ailleen dan saat itu dia melihat dikelas tidak ada guru. aileen juga sedang merapikan mejanya.
dia melihat aileen sedang berbicara kepada seorang anak perempuan yang sangat manis , dia tersenyum melihatnya.
tak sengaja aileen pun meliriknya lalu melambaikan tangannya ke jendela.
" hay sayang ! " gerak mulut shandrianna dan melambaikan tangannya.
" Gisel dan anak wanita ini berteman " batin pria itu.
****
" mommy "
" sayang sudah selesai ?"
" iya mom "
" sudah berpamitan dengan temanmu tadi ?"
" sudah mom."
" mommy aileen dengar lusa akan pergi camping selama 3 hari , mommy aileen ikut kan ?"
aileen menundukkan kepalanya " tidak apa mommy "
shandrianna terkekeh melihatnya dan berjongkok dihadapan aileen .
" sayang ( mengusap rambut aileen ) mommy mengizinkannya. mommy akan bicara pada daddy nanti. "
" sungguh ? daddy tidak akan marah kan ?"
shandrianna menggelengkan kepalanya " mana mungkin daddy marah sama mommy, lihat adik ada disini adik juga akan membujuk daddy. " katanya mengusap perut ratanya dengan tangan aileen.
pria itu tersenyum kecil melihat bagaimana tingkah shandrianna membujuk anaknya.
" kakak dia ibunya aileen " ujar seorang gadis kecil cantik disebelahnya.
" kalian berteman ?"
" iya aileen sangat baik, mommy nya juga baik setiap hari dia dibuatkan makanan rasanya sangat enak. "
pria itu tersenyum dan mengelus pipi gadis itu " kakak akan membuatkan makanan yang seperti itu. "
" horee !!! "
" ayo pulang " ajak shandrianna.
***
dari kejauhan shandrianna dan aileen sudah masuk kedalam mobil dan dia sudah meninggalkan parkiran sekolah mewah tersebut.
" Shandrianna " batinya.
***
malam harinya
dikamar aileen shandrianna sedang membereskan pakaian aileen yang akan dibawa untuk camping, sedangkan aileen masih belajar.
malam ini bagaskara pulang terlambat katanya sedang ada rapat penting sore nya.
" mom aileen haus "
" oh sebentar sayang mommy ambilkan air "
" boleh tidak aileen minum susu ?"
" kenapa tidak, tunggu ya "
" terima kasih mommy "
" hmm sama-sama "
dia pun turun ke dapur dan disana dia mendengara mobil bagaskara.
ceklek
" sayang " panggil bagaskara.
" didapur " jawab shandrianna.
bagaskara tersenyum lalu ia kedapur disana dia melihat tubuh belakang shandrianna dan segera ia memeluknya.
" aku merindukanmu sayang "
shandrianna memegang tangan bagaskara lalu dia menghadap ke bagaskara.
" kau terlihat lelah sekali "
" rapatanya sangat lama dan energiku terkuras habis "
cup
shandrianna mencium bibir bagaskara dengan singkat " obat ?"
" kurang "
cup
cup
cup
bagaskara tersenyum menis melihat kelakuan shandrianna lalu ia memeluk shandrianna " astaga hari ini daddy lupa bertanya kepada anak daddy. ( seraya beralih ke perut datar shandrianna)
" anak daddy sedang apa disana ? cepat besar ya nanti kita bermain bersama. "
" iya daddy " jawab shandrianna.
bagaskara tersenyum dan melirik kesemua arah rumah.
" anak kita mana aileen ?"
" sedang belajar dikamarnya , kau mandilah aku akan memanaskan makanan dan sekalian aku titip susu untuk ailleen ya "
" hanya untuk aileen ? punyaku mana ?"
" kau mau susu juga ?"
" hmm "
" aku buatkan nanti "
" bukan susu itu tapi yang itu. " matanya menatap dada shandrianna dengan mesum dan mengedipkan satu matanya.
" mas bagash! "
" hehehe sini mana "
" ini. "
" aku mencintaimu " ucapnya seraya mengambil gelas berisi susu itu.
" aku juga. "
***
setelah bagaskara membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian kaos biasa dan celana biasa dia turun untuk makan malam.
shandrianna telah menata makanan dengan rapi disana dan sedang menuangkan air minum.
" sayang duduk saja aku akan ambil sendiri."
" hmm baiklah. "
bagas pun duduk lalu dia mulai mengambil nasi dan lauk disana.
" ngomong-ngomong sayang tadi di ponselku ada pengeluaran uang apa tadi kau belanja ?"
" tidak. sebenarnya aku menyumbang untuk anak-anak disekolah. "
" Dalam rangka apa ?"
" begini , sekolah mengadakan camping selama 3 hari jadi siapapun yang ingin menyumbang biaya maka diperbolehkan jadilah aku menyumbangnya. "
" dan aileen ikut ?"
shandrianna mengangukkan kepalanya.
" sayang aileen masih kecil, aku takut terjadi sesuatu kepadanya. sebaiknya tahun depan saja disaat usianya sudah 7 tahun lebih. "
" aku tau mas tapi dia sangat menyukai camping bersama teman-temannya. aileen anak yang mandiri karena itulah aku mengizinkannya, sebenarnya dia takut kau akan marah percayalah aileen sudah biasa malahan dulu di turkey bisa 1 minggu dia pergi. " jelasnya dan berusaha membujuk bagaskara.
" baiklah tapi gurunya harus menjaganya dengan baik. kalau perlu aku akan menambah uang sumbangan menjadi 100 juta agar aileen dijaga dengan baik. "
" Jangan khawatir, lagipula katanya kau ingin bulan madu tapi tidak jadi kan. yasudah kita dirumah saja berduaan. "
tadinya bagas sedikit kesal tapi mendengar itu ada benarnya juga pikirnya dia bisa berduaan dengan shandrianna dan berlama-lama dengannya.
" yasudah aku izinkan. "