Hanya Kamu

Hanya Kamu
Membeli lahan


Sesampai di lokasi yang akan dibeli Nina berdua Rara


Ternyata yang mempunyai lahan memang sengaja menunggu Nina


Beliau bapak H.Suyudi


Sangat berharap bahwa tanahnya segera terjual


Beliau membutuhkan uang itu untuk biaya operasi istrinya


Beliau juga berharap mudah mudahan tanah itu dibeli orang dan memanfaatkannya untuk hal hal yang berguna


Beberapa hari yang lalu ada orang suruhan dari juragan Badrun mendatanginya


Mau membeli lahan yang dijual itu


Juragan Badrun berjanji membelinya dengan harga yang lebih tinggi dari yang lain


H Suyudi dengar selentingan kabar kalau lahan itu dibeli untuk membangun tempat perjudian


Sempat kebingungan


H. Suyudi tidak rela kalau tanahnya dibeli untuk digunakan sesuatu yang bertentangan dengan nuraninya


Tapi di sisi lain beliau butuh uang secepatnya


Untung Miko menghubunginya dan menceritakan kalau ada yang mau membeli tanahnya untuk membangun TPA


Kedatangan Nina memang sudah di tunggu tunggu


Nina dibantu bang Miko melakukan negosiasi dengan H Suyudi


Kesepakatan harga disetujui


Nina sempat menelepon Rara meminta pendapat


Ternyata Rara sependapat dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Nina dan Miko


Uang Nina dan Rara sebetulnya masih kurang dari harga yang diminta


Tapi pak H. Suyudi dengan ikhlas menyetujui harga sesuai uang yang ada


Kekurangannya pak H.Suyudi sumbangkan untuk menambah pembangunan TPA nanti


Tak terhingga Nina haturkan terima kasih


Diciumnya punggung tangan lelaki sepuh itu


sambil mendoakan kesembuhan istri beliau


Bapak. H. Suyudi menepuk nepuk punggung gadis yang seusia anaknya itu dengan haru


Tak terkecuali Miko yang juga didampingi Aida istrinya yang menyaksikan itu ikut merasa bersyukur


Tak lelah setiap selesai sholat


Aida dan Miko berdoa agar lahan yang akhirnya dibeli itu menjadi rejeki bagi anak anak yang selama ini belajar mengaji dengan Aida


Puji syukur mereka panjatkan bahwa akhirnya memang Nina dan Rara yang membelinya


Pulang dari pertemuan itu ,Nina pulang diantar Miko


Semula Nina mau memesan ojek online mengingat tempat itu tidak bisa dimasuki mobil


Tapi mba Aida, istri bang Miko bersikeras agar Nina diantar Miko


Toh sama sama naik motor"


Mbak Aida tertawa


"Apa tidak merepotkan bang Miko mbak.."Nina merasa tidak enak


"Merepotkan apanya....dek Nina dan dek Rara sudah kami anggap adik sendiri...bukan orang lain"


Aida mengelus bahu nina dengan lembut


"Bang Miko,antarkan dek Nina sampai rumah ya"


Aida meminta kepada suaminya untuk mengantar Nina


"Ehh...kembali ke kampus saja bang....Nina ada perlu ngambil sesuatu"


Nina berbohong karena merasa tidak enak kalau sampai rumah


Jarak rumahnya cukup jauh


Dari kampus Nina rencananya akan memesan taxi online pulang ke rumah


"Mari mbak Nina,saya akan antarkan"


Nina merasa lucu,karena bang Miko memanggilnya mba....sedangkan Aida istrinya memanggil dek...


Tapi Nina merasa senang,karena merasa kedekatan saudara dengan mereka


Sesampai di kampus,rupanya masih ada yang tak sengaja melihat Nina turun dari motor Miko


"Ahhh.....rejeki tak terduga..."


Cekrek....cekrek...cekrek!!


Angel memfoto momen itu dan mengirimkan ke Rini


Angel gak habis pikir


Kenapa Nina dekat dengan laki laki sangar macam itu


"Masak pacarnya sih..."Angel berpikir


"Tapi bodolahh...."


gumamnya yang penting tugasnya dia tunaikan,dan bonus tas branded menantinya


"Terima kasih ya bang Miko ...


Nina dan Rara sangat berterima kasih atas bantuan bang Miko dan mba Aida selama ini


Mudah mudahan TPA nya bisa segera kita bangun ya bang"


Nina turun sambil mengucapkan rasa terima kasihnya


"Sama sama mbak Nina


Saya dan istri juga penduduk disana justru merasa berterima kasih atas perhatian mbak selama ini


Apapun yang bisa kami bantu ,pasti akan kami lakukan."


Setelah Miko berlalu ,Nina memesan taxi online untuk pulang ke rumah


Malam nanti Indra akan menjemputnya ,menghabiskan waktu berdua...