Hanya Kamu

Hanya Kamu
Foto foto


Indra terlihat sibuk dibantu Alan dan Merry mempersiapkan berkas berkas


Om Edward mengatakan kalau siang ini ada perwakilan tuan Baron yang akan datang


Om Edward meminta Indra yang menerima perwakilan tersebut


Menurut om Edward perwakilan tersebut akan menemui Indra di ruang kerjanya


Pukul 11 Indra masih menyempatkan menelepon Nina


Tidak pernah Indra lewatkan sehari pun untuk menelepon kekasihnya


Alan atau Merry juga selalu mengingatkan bila terlihat Indra lupa waktu


Setelah makan siang,tamu yang ditunggu datang


Merry sudah menjemputnya ke bawah


Ceklek.....pintu terbuka


"Tamu sudah datang tuan muda"


"Haaloooo Indra....apa kabar..?"


Ternyata perwakilan dari perusahaan tn Baron yang ditunggu adalah Rini


Indra terkejut melihatnya


"Kamu...?...kamu Rini kan?Buat apa kamu kemari?"


Indra bingung kenapa Rini yang datang


"Tenanglah....aku memang yang mewakili papaku kesini


Ada hal yang akan aku sampaikan"


"Pastikan yang kamu sampaikan penting yaa....kalau tidak silahkan keluar"


Indra mengancam


Kesal karena merasa dipermainkan


Rini tau bahwa kalau Indra diajak bertemu secara pribadi pasti akan menolak


Makanya dia gunakan nama papanya untuk datang menemui Indra


Rini sudah sangat ingin merebut Indra dari tangan Nina


"Kalau soal Nina...menurutmu penting tidak...??"Rini tersenyum penuh arti


"Apa maksudmu....??"Indra menatap tajam Rini


"Aku akan tunjukkan sesuatu.....tapi bisakah dia keluar dulu??"Rini menunjuk ke arah Merry


"Tidak,dia tetap disini"


Indra memberi kode agar Merry tetap didalam


Masih teringat bagaimana agresifnya Rini


"Langsung saja,kamu mau apa kesini"


Indra langsung to the point' tanpa basa basi


"Baiklah,tapi kamu jangan terkejut ya"


Rini mengeluarkan amplop dari tas yang dibawanya


"Kau boleh ngecek ke keaslian fotonya"


Rini berkata sambil mengerlingkan mata


Indra menerima amplop yang disodorkan Rini


Membolak baliknya


"Apa ini..?"


"Bukalah..."


Indra membuka amplop itu


Dikeluarkan isinya


yang ternyata isinya foto foto Nina dan Miko


Indra membelalakkan mata saat melihat foto foto yang dibawa Rini


Terlihat Nina bersama dengan seorang lelaki berwajah sangar


Lelaki yang sekilas pernah dilihatnya waktu menelepon Nina kapan hari


Dengan mata nanar Indra membolak balik semua foto itu


Ada Nina yang sedang dibonceng laki laki itu


Ada saat Nina makan berdua dengan lelaki itu


Banyak foto yang diberikan oleh Rini


Semua menampakkan wajah gembira Nina ketika bersama laki laki itu


Tangan Indra gemetar


Terduduk di kursi dengan tubuh lemas


Merry menghampiri Indra


"Anda tidak apa apa tuan muda"


sambil menyerahkan air minum


Memasang wajah pura pura kalut


"Ndraa....jangan begini ndra.....


Tenangkan dulu hatimu..


Aku sebetulnya sudah lama tau


Ingin menceritakan semua padamu


Tapi baru kali ini aku punya kesempatan


Nina itu tampaknya saja polos


Tapi kamu harus tau sendiri siapa nina


Aku tidak ingin kamu terperdaya wajah lugunya"


Indra terlihat gusar


Matanya menatap tajam ke arah Rini


"PERGI KAMUU....!!


KELUARRR....!!!!"


Indra berteriak mengusir Rini...


"Tapi ndraaa.."Rini berusaha menenangkan Indra


"KELUARRR KATAKU...."


Indra berteriak lebih keras


Reaksi Indra diluar perkiraan Rini


Rini mengira Indra akan bersedih dan menangis dalam pelukannya


Merry segera mempersilahkan Rini keluar ruangan


Rini berusaha melepaskan diri dari tangan Merry


"Dengarkan dulu...!!


Kau juga harus tau kalau Nina suka memberi uang untuk laki laki itu.."


Indra mematung menatap Rini


"Uang......??!!


Apa termasuk uang yang diminta dari aku..?


diberikan kepada lelaki itu?"


Indra teringat saat Nina meminta uang padanya


"Ya betul


Tapi bukti belum aku bawa


Bagaimana kalau kita atur waktu untuk makan siang


Sekalian aku berikan bukti fotonya"


Rini mulai mencari kesempatan memasang jerat


Indra diam tidak menggubris


Wajahnya murung


Hanya terdiam,benar benar terpukul


Kepalanya mendongak disandaran kursi


Tatapan matanya kosong


Tidak pernah dia sangka wajah Nina yang polos telah membuatnya terlena


Apa yang kurang dari aku hingga kau pilih laki laki seperti itu


Yang bahkan kau berikan uang yang kau minta padaku untuknya


Kenapa kau khianati cinta tulus yang kuberikan padamu...


Kenapaaa.....kenapaaa....kenapa...


Kamu ternyata jahat Nina.....


Indra mengangkat kepalanya dari sandaran kursi


Wajahnya tertunduk,tangannya mengusap kasar rambutnya


Benar benar terlihat kacau..


Rini keluar ruangan di iringi Merry


Wajahnya terpancar rasa puas


'Sebentar lagi kau akan jadi milikku Indra'


Merry terlihat tidak suka


Instingnya mengatakan kalau Rini punya niat tidak baik terhadap tuan mudanya


Sekilas tadi Merry sempat melihat foto foto Nina


Dan Merry yakin kalau Nina adalah gadis yang baik


Rini bagi Merry terlihat seperti ular betina yang akan mengusik hubungan tuan mudanya dengan Nina...