
Indra terlihat sibuk dibantu Alan dan Merry mempersiapkan berkas berkas
Om Edward mengatakan kalau siang ini ada perwakilan tuan Baron yang akan datang
Om Edward meminta Indra yang menerima perwakilan tersebut
Menurut om Edward perwakilan tersebut akan menemui Indra di ruang kerjanya
Pukul 11 Indra masih menyempatkan menelepon Nina
Tidak pernah Indra lewatkan sehari pun untuk menelepon kekasihnya
Alan atau Merry juga selalu mengingatkan bila terlihat Indra lupa waktu
Setelah makan siang,tamu yang ditunggu datang
Merry sudah menjemputnya ke bawah
Ceklek.....pintu terbuka
"Tamu sudah datang tuan muda"
"Haaloooo Indra....apa kabar..?"
Ternyata perwakilan dari perusahaan tn Baron yang ditunggu adalah Rini
Indra terkejut melihatnya
"Kamu...?...kamu Rini kan?Buat apa kamu kemari?"
Indra bingung kenapa Rini yang datang
"Tenanglah....aku memang yang mewakili papaku kesini
Ada hal yang akan aku sampaikan"
"Pastikan yang kamu sampaikan penting yaa....kalau tidak silahkan keluar"
Indra mengancam
Kesal karena merasa dipermainkan
Rini tau bahwa kalau Indra diajak bertemu secara pribadi pasti akan menolak
Makanya dia gunakan nama papanya untuk datang menemui Indra
Rini sudah sangat ingin merebut Indra dari tangan Nina
"Kalau soal Nina...menurutmu penting tidak...??"Rini tersenyum penuh arti
"Apa maksudmu....??"Indra menatap tajam Rini
"Aku akan tunjukkan sesuatu.....tapi bisakah dia keluar dulu??"Rini menunjuk ke arah Merry
"Tidak,dia tetap disini"
Indra memberi kode agar Merry tetap didalam
Masih teringat bagaimana agresifnya Rini
"Langsung saja,kamu mau apa kesini"
Indra langsung to the point' tanpa basa basi
"Baiklah,tapi kamu jangan terkejut ya"
Rini mengeluarkan amplop dari tas yang dibawanya
"Kau boleh ngecek ke keaslian fotonya"
Rini berkata sambil mengerlingkan mata
Indra menerima amplop yang disodorkan Rini
Membolak baliknya
"Apa ini..?"
"Bukalah..."
Indra membuka amplop itu
Dikeluarkan isinya
yang ternyata isinya foto foto Nina dan Miko
Indra membelalakkan mata saat melihat foto foto yang dibawa Rini
Terlihat Nina bersama dengan seorang lelaki berwajah sangar
Lelaki yang sekilas pernah dilihatnya waktu menelepon Nina kapan hari
Dengan mata nanar Indra membolak balik semua foto itu
Ada Nina yang sedang dibonceng laki laki itu
Ada saat Nina makan berdua dengan lelaki itu
Banyak foto yang diberikan oleh Rini
Semua menampakkan wajah gembira Nina ketika bersama laki laki itu
Tangan Indra gemetar
Terduduk di kursi dengan tubuh lemas
Merry menghampiri Indra
"Anda tidak apa apa tuan muda"
sambil menyerahkan air minum
Memasang wajah pura pura kalut
"Ndraa....jangan begini ndra.....
Tenangkan dulu hatimu..
Aku sebetulnya sudah lama tau
Ingin menceritakan semua padamu
Tapi baru kali ini aku punya kesempatan
Nina itu tampaknya saja polos
Tapi kamu harus tau sendiri siapa nina
Aku tidak ingin kamu terperdaya wajah lugunya"
Indra terlihat gusar
Matanya menatap tajam ke arah Rini
"PERGI KAMUU....!!
KELUARRR....!!!!"
Indra berteriak mengusir Rini...
"Tapi ndraaa.."Rini berusaha menenangkan Indra
"KELUARRR KATAKU...."
Indra berteriak lebih keras
Reaksi Indra diluar perkiraan Rini
Rini mengira Indra akan bersedih dan menangis dalam pelukannya
Merry segera mempersilahkan Rini keluar ruangan
Rini berusaha melepaskan diri dari tangan Merry
"Dengarkan dulu...!!
Kau juga harus tau kalau Nina suka memberi uang untuk laki laki itu.."
Indra mematung menatap Rini
"Uang......??!!
Apa termasuk uang yang diminta dari aku..?
diberikan kepada lelaki itu?"
Indra teringat saat Nina meminta uang padanya
"Ya betul
Tapi bukti belum aku bawa
Bagaimana kalau kita atur waktu untuk makan siang
Sekalian aku berikan bukti fotonya"
Rini mulai mencari kesempatan memasang jerat
Indra diam tidak menggubris
Wajahnya murung
Hanya terdiam,benar benar terpukul
Kepalanya mendongak disandaran kursi
Tatapan matanya kosong
Tidak pernah dia sangka wajah Nina yang polos telah membuatnya terlena
Apa yang kurang dari aku hingga kau pilih laki laki seperti itu
Yang bahkan kau berikan uang yang kau minta padaku untuknya
Kenapa kau khianati cinta tulus yang kuberikan padamu...
Kenapaaa.....kenapaaa....kenapa...
Kamu ternyata jahat Nina.....
Indra mengangkat kepalanya dari sandaran kursi
Wajahnya tertunduk,tangannya mengusap kasar rambutnya
Benar benar terlihat kacau..
Rini keluar ruangan di iringi Merry
Wajahnya terpancar rasa puas
'Sebentar lagi kau akan jadi milikku Indra'
Merry terlihat tidak suka
Instingnya mengatakan kalau Rini punya niat tidak baik terhadap tuan mudanya
Sekilas tadi Merry sempat melihat foto foto Nina
Dan Merry yakin kalau Nina adalah gadis yang baik
Rini bagi Merry terlihat seperti ular betina yang akan mengusik hubungan tuan mudanya dengan Nina...