Hanya Kamu

Hanya Kamu
Daddy suka push up


" ah kenyangnya "


shandrianna mengusap pelan perutnya yang mulai membuncit itu, bagaskara memotongkan buah apel untuknya.


" Aileen tumben belum bangun apa dia sakit ? "


" Tidak dia memang seperti itu jika habis perjalanan jauh pasti bangun siang. "


" oh begitu. "


" Buahnya " bagaskara memberikan buah apel yang sufah ia kupas tersebut dan langsung dimakan shandrianna.


****


dihalaman rumah nya itu shandrianna sedang menyirami tanaman nya, walau sudah sore tapi matahari terlihat masih terik.


hal yang membosankan jika hanya duduk diam beristirahat begitu saja. tanaman-tanaman yang sudah berkembang penuh warna warni itu membuat suasana taman terlihat cantik.



" sayang ? dimana ?" teriak bagaskara yang mencarinya keluar rumah.


" apa ?"


shandrianna berdiri di dekat tanaman dia terlihat seperti seorang ibu hamil dan wajahnya sangat bersinar.


" Aku cari kemana-mana aku pikir sedang pergi. "


" lihatlah taman yang sudah lama tidak aku bersihkan, dan jadinya aku membersihkan ini semua dan terlihat bagus bukan ?"


" ya harus kuaikui istriku pintar menata tempat, sekarang temani suamimu duduk di Teras atas. "


" memangnya ada apa ?"


" apa aku harus ada alasan untuk mengajak istriku duduk bersama hanya sekedar mengobrol ?"


" heheh tidak sih. "


" nah bagus. ayo naik mau kugendong ?"


" mau "


dan jadilah bagaskara menggendongnya, anna terlihat senang diperlakukan bak putri raja oleh bagaskara.


****


" ahh berat juga ya ternyata "


" Jadi kau ingin aku terus kurus begitu ?"


" hahha tidak sayang, terserah tubuhmu mau kurus atau gendut yang penting kau tetap bersamaku. "


" gombal "


" Biar tetap muda kalau gombal terus. "


semriwing angin yang ada di atas itu membuat hari makin terasa menyeyanangkan. ditambah bagaskara yang sedang mengejarkan sesuatu di laptopnya itu.


" daddy !!! dadddy !!! "


" sayang kenapa ?" tanya shandrianna.


" mom ! dad ! mainan aileen rusak. "


" mana lihat ?" pinta bagaskara.


" oh ini cuman lepas , daddy perbaiki dulu ya tunggu disini jaga mommy. daddy ambil alat sebentar. "


" terima kasih daddy. "


" sama-sama "


" bremm....bremmm...bremm tinnnnn!!!! haaa. "


aileen sibuk bermain dengan mobil-mobilan dan orang-orangannya. shandrianna hanya bisa tersenyum melihatnya.


" brak "


" tolong ! tolong ! mommy ada orang kecelakaan "


" ha iya mana - mana , oh astaga mari panggil ambulance. "


wiu ...wiu....wiu


suara ailen yang menirukan suara ambulance


" siapa pelakunya ? biar daddy tangkap " saut bagaskara yang baru datang membawa beberapa alat.


" daddy bukan polisi tapi daddy cuman yang bagian foto-foto kejadian saja. "


" Ya ampun sayang lihat badan daddy yang bagus ini sangat cocok untuk jadi polisi. " katanya dengan bangga.


" daddy suka push up ya tangan daddy keras sekali dibagian ini. kenapa aileen tidak pernah lihat daddy latihan. " tanyanya.


" daddy push up nya malem sayang. "


" malem ? memangnya boleh olahraga malem ?"


" boleh sayang tapi olahraganya cuma sama mommy, jadi daddy push diatas mommy. "


" ha ? " aileen mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa maksud bagaskara


" mas bagas ! " katanya melotokan matanya


" daddymu hanya bicara asal sayang jangan didengarkan. "


" sudahlah cepat benarkan mainannya " kata shandrianna.


***


Sore hari ini kak septi terlihat murung, dia terus saja diam seharian. tidak tau alfian dan tomi dari tadi memperhatikannya tidak biasanya kak septi membuat raut wajah seperti itu pikirnya.


septi sibuk membereskan meja kerjanya karena jam pulang kerja sudah tiba.


" kak " panggil alfian.


" hmm "


" Kau kenapa ? ada masalah ?" tanya alfian.


" tidak ada alfian, aku pulang dulu ya. kalian hati-hatilah. " pamitnya yang pergi begitu saja.


tomi memandangnya dengan dalam, dia merasakan sesuatu yang aneh pada kak septi akhir-akhir ini.


diperjalanan pulang itu rupanya kak septi menunggu bus di halte, dan kenapa air matanya turun begitu saja. dia tidak bisa menyembunyikan air matanya lagi disaat orang-orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing dia punya masalah yang besar.


kebetulan tomi sedang membawa mobil dia ingin mengajaknya pulang tapi dia tau sifat septi yang sangat menjunjung harga dirinya, dia tidak suka dibantu saat ia masih bisa berdiri sendiri.


jadilah dia hanya menunggu didalam mobilnya berlawanan arah dengan septi.


Kamu kenapa berubah kak, aku sangat kehilangan dirimu yang dulu. kau selalu berkata jujur walau itu menyakitkan, tapi sekarang semuanya berbeda.


bis pun datang septi terlihat masuk kedalam bus dan duduk di samping jendela menatap keluar jalanan.


tomi langsung memutar mobilnya dan mengikuti kemana arah septi menuju.


beberapa saat kemudian septi terlihat turun didepan halte bus dan kemudian kembali berjalan dan dia menuju ke hotel, tomi tidak tau apa urusan septi ke hotel tersebut.


***


" sudah selesai " kata bagaskara.


" terima kasih daddy " aileen menerima mobilannya dan berlari kedalam lagi.


" mas "


" ya sayang "


ahandrianna berdiri dari tempat duduknya sedangkan bagaskara hanya melihatnya saja.



" Mas "


" hmm apa sayang "


" tentu sangat cantik "


" mas juga tampan "


" ehhh ada sesuatu ? jangan mengatakan embel-embel atau menggodaku untuk menuruti permintaan anehmu ya sayang. "


untuk itu bagaskara mungkin tau bagaimana apa kebiasaan shandrianna saat sedang membujuknya, tapi dia terpikirkan apa permintaan shandrianna Kali ini.


" Begini ... Boleh tidak aku memotong rambutku ? aku merasa gerah dan juga rambutku sudah panjang, lihat (di mengibaskannya ke wajah bagaskara ) "


" Jangan sayang rambutmu sudah cantik, jangan ya. "


" tapi mas rambutku itu cepat panjang jadi boleh ya " bujuknya lagi.


" Nanti saja tunggu aku bilang iya baru "


" ah makasih jadi boleh kan "


" iya "


" besok ya "


" kan mas bilang tunggu bilang iya dulu. "


" itukan sudah mas bilang iya "


" sayang jangan mulai "


" ish kesal " katanya cemberut memoncongkan mulutnya.


***


malam harinya


di hotel itu kak septi baru saja keluar bersama seorang pria bersamanya. dia seperti tidak nyaman didekat pria itu dari tubuhnya dia selalu berusaha menjaga jarak.


" Jadi kau mengambil cuti berapa lama ?" tanya pria itu.


" entahlah "


" ambillah 10 hari "


" aku akan memikirkannya. "


" baiklah, aku antar sampai kerumah. "


septi menggelengkan kepalanya langsung " aku pulang sendiri saja, maaf aku duluan. "


Pria itu hanya tersenyum melihat septi yang dia tau septi tidak menyukainya tapi tetap berusaha mendekati septi.


Bagaimana caraku mengatakan kepada temanku, septi ! kau bodoh hanya ini saja kau tidak bisa mengatasinya.


**Tin !


Tin


Tin**


" Kak masuklah "


tomi membuka kaca jendelanya dan septi langsung masuk kedalam mobil tomi.


tomi langsung menjalankan mobilnya perlahan, sesekali ia menoleh kearah kak septi.


" Apa yang terjadi, kakak pasti punya masalah " katanya yang menebaknya.


" tidak ada tomi. "


" jujurlah padaku, aku berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun. "


kak septi menatap manik mata tomi yang jika diperhatikan tomj juga tampan, baik hati dan selalu memperhatikan wanita dengan baik.


" Tidak tomi kakak hanya lelah saja. "


" Baiklah jika tidak mau bicara "


" Bagaimana jika besok kita makan malam ajak shandrianna juga, aku akan izin sama pak bagaskara ?" usulnya berusaha menghibur septi.


" Boleh "


" oke aku akan mengabari shandrianna. "


****


pagi harinya


shandrianna memasangkan dasi dileher bagaskara, harus dia akui dia sedikit kesulitan karena memang tidak bisa memasangkan dasi.


walau begitu bagaskara menghargai usaha istrinya, dia tidak mengatakan dasinya miring atau pun jelek. dia menganggapnya sebagai cinta istrinya.


" Selesai " dia mengelus jas hitam itu dan membuat bagaskara merasa bahagia.


" hmm apakah dasinya tidak bagus ? ".


" ini dasi terbaik yang pernah aku pakai, dan ... ( berbalik menatap cermin besar ) aku jadi terlihat tampan. "


" Kalau begitu berikan aku imbalan " shandrianna menadahkan tangannya tapi bukannya memberikan sesuatu berupa uang atau kartu atm malah bagaskara menarik pinggang shandrianna.


cup


dan ia ********** lembut, tentu shandrianna membalasnya.


" bagaimana ? mau yang lain ?"


" mau "


" Nanti malam ya " bagaskara menarik hidung shandrianna.


" Tidak mau itu, aku mau nya mas bagas pulang belikan Aku bakso dan juga ec campur. " rengeknya.


" mau berapa hmm ? "


" 2 "


" oke mas tidak lupa. "


" Terima kasih " dia memeluk bagaskara dan mencium pipinya.


" hm cukurlah bulu itu aku geli "


" masa ? tapi aku suka, dengan begitu kau cepat terangsang. "


" hey ini mulut apa terompet ! " dia menepuk pelan mulut bagaskara.


" sudah sana pergilah bekerja " usirnya.


" Nanti kangen "


" tidak "


" yakin ? "


" iya yakin "


" yasudah , mas pergi. "


" peluk dulu ! "


" hooo istriku yang manja dan cantik "


" Nanti malam jatah ya " katanya sambil memeluk shandrianna.


" tidak ah aku capek. " tolaknya langsung


" Nolak suami dosa loh "


" ih pergilah bekerja nanti aileen terlambat sekolah juga. "


" hehhe iya-iya mas pergi ya "


" dah "


" bye "